
Apapun yang terjadi dimasa lalu, jika kita sudah memutuskan untuk move on dan membuka hati kita untuk orang lain sebaiknya kita tutup rapat cerita masa lalu itu, jangan buka lagi karena mungkin itu akan melukai pasangan baru kita.
"Rif, kita pulang dulu ya" ucap Viko,dan teman-teman yang lain termasuk Nina
"Arif sekali lagi selamat ya" ucap Nina yang tanpa disadari air matanya tumpah.
Ane yang merasa Aneh melihat Nina yang menangis saat mengucapkan selamat pada Arif
"Maaf ya, tiba-tiba ada debu masuk di mataku" ucap Nina berusaha menyembunyikan perasaan nya.
"Kalian tidak pulang juga" ucap Ane pada teman-teman nya sengaja mengalihkan agar tidak fokus dengan Nina yang menangis
"Wah, kebangetan ini Ane, mentang-mentang dapat suami ganteng lupa sama teman nya" ucap Yeni
"Wkwkwk....udah gak sabar aja ini Ane kayaknya" celetuk Wawa
"Cusss..paraktekin deh, ilmu yang didapat biar gak cuma teori doang kayak kita hahaha....." sahut Nia
"Kalau Nia mau Abang juga siap lho halalin" sahut Alan
"Cie...yang udah pengen nyusul, buruan dong gak pakek lama biar kayak Ane" ucap Nur
"Kalau ada yang langsung menghalalkan kayak Bang Arif aku sih, siap aja" ucap Nia
"Tu Lan lampu hijau sudah di nyalakan, segera datangi papa dan mamanya" ucap Arif
Nina yang semula nangis ikut tertawa di depan mereka untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya lantara Nina tidak ingin ada yang tau perasaannya untuk Arif.
Melihat anak muda yang begitu berani mengungkapkan perasaan Nina teringat masa muda nya.
Ada perasaan menyesal kenapa dulu tidak pernah berani mengutarakan perasaan nya hingga sekarang harus menjadi tamu undangan di nikahan orang di cintanya.
"Apakah akan lain ceritanya jika dulu aku tidak membuang-buang waktu hanya dengan menunggu? harusnya dari dulu aku utarakan perasanku yang sebenarnya" batin Nina
Kini semua sudah terlambat ibarat nasi sudah menjadi bubur, dan sudah tidak mungkin lagi untuk Nina mengharapkan Arif.
***
"Nak Arif papa sama mama titip Ane ya" ucap Pak Edi
"InsyaAlloh Arif akan menjaga Ane pa" jawab Arif
"Papa lega anak gadis papa sekarang ada yang jaga, percaya sama nak Arif"
"Terimakasih ya pa, sudah mempercayakan Ane pada Arif
"Rencana kalian balik ke Semarang kapan?" tanya Bu Vina
"Sebenarnya Arif pengen lama disini tapi pekerjaan Arif gak bisa di tinggal lama-lama pa, kamarin cuma dapat ijin tiga hari pa. mungkin besok Arif harus bawa Ane pulang
Semarang." jelas Arif
"Iya pa, Ane juga harus segera mengikuti bimbingan biar tahun depan bisa wisuda" sahut Ane
"Iya Ne, kamu harus segera selesaikan kuliah kamu. entah nantinya kamu mau kerja sebagai Bidan atau gak keputusan ada pada kamu dan Arif. karena sekarang Ane tanggung jawab Arif" ucap Pak Edi
__ADS_1
"Ane sebagi seorang istri, Ane harus tau surga nya Ane ada pada suami. dan seorang istri itu harus menuruti semua apa yang dikatakan suami selama bukan kemaksiatan."pesan bu Vina
"Ya sudah sana istirahat, sudah malam." ucap Pak Edi
"Iya pa, kami ke kamar dulu ya" ucap Ane
***
Dikamar Ane yang merasa panas dingin mebayangkan malam pertamanya sementara Arif pun terlihat bingung karena ini pertama kalinya juga untuk keduanya.
"Ane mau ke kamar mandi" ucap Ane memecah kesunyian
"Oh..iya dek" jawab Arif singkat
Sementara Ane dikamar mandi, Arif mondar mandir karena bingung nanti harus bilang gimana sama Ane.
Ane sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakaiannya dengan piyama berwarana pink selutut, rambut nya terurai panajang.
"Cantik" batin Arif mengagumi istrinya .
Karena ini kali pertamanya Arif melihat Istrinya memperlihatkan rambutnya. rambut indah yang biasanya selalu tertutup hijabnya.
"Kenapa Bang" ucap Ane gugup
"Emm...gak papa dek" Arif pun gugup
Ane duduk di tepi tempat tidurnya dan Arif juga sudah dari tadi di sana.
"Dik Ane, kamu mau tidur" ucap Arif yang bingung mau ngapain
"Tidur, oh iya Ane mau tidur" Ane yang nampak gugup
Ane yang mendengar pura-pura tidak dengar dan langsung menarik selimut menutupi tubuhnya membelakangi Arif
"Emmm....kenapa membelakangi Abang? ucap Arif yang entah sejak kapan menjadi canggung banget mau ngomong sama istrinya sendiri
Tanpa menjawab Ane membalikan badannya ke arah Arif
"Dek..Abang"
"kenapa Bang? tanya Ane melihat Arif
"Jujur Abang gugup dan bingung mau ngapain karena ini pengalaman pertama Abang" ucap Arif gugup
"Jujur Ane sebenarnya sudah tau teorinya karena sebagai calon Bidan Ane juga mempelajari tentang reproduksi wanita bagaimana bisa terjadinya pembuahan" ucap Ane
"Kalau gitu Ane mau ngajari Abang" ucap Arif semyum malu
Ane membulatkan matanya dan sekarang menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Iiihh...Abang, Ane malu tau bang" ucap Ane yang hatinya sudah gak karuan
"Kenapa malu? Abang kan suami Ane" ucap Arif
"Abang sendiri aja juga malu kok, apa lagi Ane" jawab Ane
__ADS_1
"Hehe...iya sih dek" Arif menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya juga tidak gatal
Arif yang biasanya tegas, pemberani kini bisa malu-malu di depan istrinya.
"Dek" ucap Arif melihat arah Ane
"Iya Bang"jawab Ane
"Emm...boleh gak? Arif tidak melanjutkan kata-katanya
"Boleh apa Bang?" tanya Ane
"Kenapa harus tanya mau apa sih, kok gak peka" batin Arif
Ane yang sebenarnya sudah tau apa yang diinginkan laki-laki yang baru saja menjadi suaminya ini.
Ane duduk mendekati Arif dan mendekatkan wajahnya sembari membisiki
"Mau minta hak Abang sebagai suami maksud Abang?"
Arif dapat merasakan nafas dan wangi khas rambut Ane yang menusuk penciuman Arif, membuatnya tidak bisa menahan diri.
Arif mencium mesra kening istrinya
Cup
Mendaratkan ciuman di bibir istrinya
Dret....dret.....
Panggilan masuk dari Viko
"Huff.... siapa sih yang nelphon disaat seprti ini?" gerutu Arif mengambil hape nya dan melihat ke arah layar tampak Viko yang melakukan panggilan
"Ada apa lagi ini orang, telphon malam-malam begini" gerutu Arif
"Bro, sepertinya kamu harus menunda dulu malam pertama kamu bro, DPO yang kita cari selama ini ada titik terang. kita langsung ketemu aja di alamat yang aku share ya bro"
"Siap segera merapat" Arif mengakiri panggilan telphon
"Sayang, maaf ya kayaknya malam ini segini dulu, Abang harus pergi ada tugas yang membutuhkan kehadiran Abang." Arif mengecup kening istrinya
"Abang kan cutinya masih satu hari lagi?" tanya Ane kecewa
"Maaf sayang terkadang Polisi memang sepeti ini walaupun sedang dalam rangka cuti tapi kalau kedinasan membutuhkan, ya harus siap merapat."jelas Arif
"Iya bang" jawab Ane singkat
"Sabar ya sayang, namanya juga istri Polisi
harus siap dengan keadaan seperti ini
begitu tugas beres besok Abang jemput. abang pamit dulu ya" mengecup kembali kening istrinya
Like
__ADS_1
Coment
Vote donk biar Author semangat, lagi kehabisan inspirasi nich......