
Malam ini Ane yang tak dapat memejamkan matanya dan terus memandangi suaminya yang sedang tidur terlelap. didalam hatinya tidak henti - hentia Ane mengucap syukur dikirimkan jodoh seperti Arif. meski tak dapat dipungkiri sejak kejadian Arif tertembak dalam tugas membuat dirinya seperti insomnia setiap malam. sejak kejadian itu hampir tiap malam Ane tidak bisa memejamkan matanya lantara bayangan suaminya akan meninggalkan dirinya selelu terngiang diingatannya.
"Kenapa dari tadi menatap Abang?" tanya Arif yang sadar dari tadi dipandangi oleh istrinya
"Eh...Abang belum tidur?" Tanya Ane kaget karena mengira Arif sudah tidur pulas. ternyata masih sadar kalau dari tadi selalu dipandangi.
"Sayang kenapa belum tidur?" Arif mendekatkan tubuhnya dan mencium mesra kening istrinya
"Senenarnya Ane mengalami insomnia sejak kejadian Abang tertembak dan sebenarnya hampir setiap malam Ane tidak bisa tidur nyenyak, setiap tidur selalu mimpi buruk" ucap Ane menceritakan apa yang dialami setelah suaminya tertembak.
"Kasian istri Abang, maaf ya sayang. Abang tidak pernah tau kalau selama ini ternyata kamu menderita." Ada penyesalan dimata Arif
"Tidak Bang, bukan salah Abang. mungkin nanti kalau ada waktu biar Ane konsul k pskiater Bang. buat menyembuhkan trauma Ane." ucap Ane tidak tega melihat suaminya merasa bersalah.
Arif memeluk istrinya mengecup keningnya dan tanpa disadari Ane sudah tertidur didekapan suaminya
"Katanya insomnia, kok cepet banget tidurnya" gumam Arif senyum memandang wajah cantik istrinya. saat Ane sudah bisa tertidur dengan lelap sekarang gantian Arif yang tidak bisa tidur dan semalaman memandangi istrinya
Adzan subuh berkumandang, Arif yang baru saja tertidur kembali membuka matanya berniat mengajak istrinya sholat subuh berjamaah. melihat istrinya yang tertidur dengan pulasnya seakan tidak tega untuk membangunkan, tapi sebagai imam yang baik Arif tetap harus membangunkan istrinya lantara sholat adalah kewajiban setiap umat muslim.
"Sayang.." Ucap Arif mesra membangunkan istrinya
"Abang.." Ane perlahan mulai membuka kedua matanya yang masih sangat mengantuk
"sudah waktu sholat subuh, kita sholat berjamaah yuk!" Ajak Arif karena selama menikah ini kali pertamanya mereka sholat berjamaah, setelah kejadian naas tertembaknya Arif mereka belum pernah sholat berjamaah.
"Iya Bang" ucap Ane mengangguk
Keduanya berwudhu dan melakukan sholat berjamaah, selesai salam Ane mencium tangan suaminya dan Arif mencium kening istrinya.
"Terimaksih dek Ane sudah menjadi istri yang baik buat Abang, maaf dari awal kita menikah sampai sekarang Abang belum menjadi imam yang baik buat Adik, tapi Abang janji kedepan akan berusaha menjadi imam yang lebih baik buat Dek Ane dan anak - kita kelak." ucap Arif
"Abang jangan berkata seperti itu ya, sungguh Ane tidak merasa seperti itu, justru Ane sangat bersyukur punya suami Abang" ucap Ane senyum
Matahari sudah menampakan cahanya jingganya, ayam berkokok semua sudah bersiap dengan kegiatan masing - masing
Ane melangkahkan kaki menuju dapur, menamani Bu Imah memasak.
Tentu saja ini bukan hal yang sulit untuk Ane karena Ane memang dari dulu hobby nya memasak.
"Ma..."
__ADS_1
"Hai...sayang, sudah bangun" Bu Imah senyun melihat menantu kesayangannya
"Mau masak apa ma biar Ane bantu?" Ane mulai melihat - lihat bahan makanan yang ada dikulkas
"Masak sayur sop sama ayam goreng kesukaan Arif aja Ne" jawab Bu Imah
"Siap ma, Biar Ane yang masak" ucap Ane mengeluarkan semua sayuran dan ayam dari dalam kulkas.
"Ane nanti kekampus?" tanya Bu Imah
"Iya Ma, nanti jam delapan Ane ke kampus" jawab Ane
"Mama yakin kali ini Ane pasti bisa menyelesaikan kuliah dengan baik" ucap Bu Imah
"Terimaksih ya Ma, Mama selalu mendukung Ane seperti Mama kandung Sendiri. Ane beruntung punya suami dan mertu seperti Bang Arif dan Mama" Ane memeluk Bu Imah manja
Dalam sekejap sarapan sudah siap tersaji diatas meja makan.
Papa Arif dan Arif sudah bersiap menyantap sarapan dimeja Ane dan Bu Imah berjalan dari dapur menuju meja makan.
"Wah sekarang Mama punya teman masak nih" Goda papa Arif
"Iya dong Ma" sahut Arif
"Mama bisa aja menyenangkan hati Ane" Ane yang mulai malu dipuji - puji suami dan mertuanya.
"Assalamualikum"
"Walaikumsalam" jawab semua kompak
"Kayak suaranya Alan, biar Ane lihat ya Ma? ucap Ane meminta ijin
"Iya Ne" jawab Bu Imah
Dan benar saja Alan sudah ada dirumah atasannya itu.
"Alan, pagi - pagi banget udah sampai sini. ada apa?" tanya Arif heran
"Tidak ada apa - apa Bang, kemarin dengar kak Ane katanya mau ke kampus, Abang kan belum sehat betul, biar Alan yang antar Kak Ane ke kampus" ucap Alan
"Tidak perlu Alan, kampus kan dekat. biar aku berangkat sendiri" jawab Ane
__ADS_1
"Barang - barang Kak Ane juga kan masih ada dikos, biar Alan bantu pindahin ke sini" ucap Alan
"Iya sih, rencananya aku emang mau mindahin barang - barang yang dikos ke sini"ucap Ane
"Ya udah, biar Alan aja Kak yang mindahin" Alan semangat
"Kamu gak kerja?" tanya Ane
"Kebetulan Alan lepas dinas hari ini kak" jawab Alan
"Ya udah, sini ikut sarapan dulu" sahut Bu Imah yang sudah menganggap Alan juga seperti anak sendiri karena selama enam bulan Arif dirawat hampir setiap hari Alan selalu membantu Bu Imah.
Selesai sarapan Ane dan Alan ke kos mau memindahkan barang - barang Ane.
"Assalamualaikum"
"Walikum salam" jawab Tia keluar dari kamar
"Kak Ane" ucap Tia senyum
"Kak, Tia sudah dengar pernikahan Kakak dan Bang Arif. selamat ya kak, semoga jadi kelurga yang sakinah, mawadah, warohmah" ucap Tia mengulurkan tangan dan disambut dengan uluran tangan oleh Ane
"Terimaksih ya Dek Tia"
"Kak Ane, aku gak dikenalin sama teman kakak?" ucap Alan
"Oya..dek Tia kenalin adik baru Kak Ane. namanya Alan" ucap Ane ketawa karena sadar pagi - pagi buta Alan datang kerumah menawarkan jasa pindahan pasti karena ini.
"Alan" ucap Alan mengulurkan tangan
"Tia" membalas uluran tangan Alan dan tersenyum
"Udah, jangan lama - lama salamannya" goda Ane yang tau Alan ini memang termasuk playboy mungkin karena belum menenukan tambatan hatinya.
"Iya kak Ane, oya mana aja yang harus Alan bawa?" ucap Alan menutupi kegugupannya.
Ane dan Alan mulai mengemas barang - barang nya. Siska yang baru datang dan melihat Ane mengemasi barang - barangnya berusaha membuat Ane kesal dengan kata - katanya tapi tidak dihiraukan oleh Ane.
"Jadi orang kok munafik banget, bilang gak pacaran tapi diam - diam langsung nikung aja gak ada perasaan" sindir Siska
Terimaksih sudah membaca kaya saya, mohon dukungan dari teman - teman dengan Like, Coment, Vote dan kasih rating bintang lima ya, dukungan kalian semangat bagi Author
__ADS_1