
Bang, Ane ganti baju dulu. oya nanti abang mau dimasakin apa? Ane pengen masak nanti"
"Apa aja, masakkan istri tercinta pasti pasti abang suka" jawab Arif
"Amar juga yah, masakan bunda tercinta pasti Amar suka hehehe.. " Amar senyum memperlihatkan gigi putihnya.
"Udah pinter gombal juga ya anak bunda, siapa sih yang ngajari anak bunda gombal ini"
"Ayah yang ngajari bun"
"Abang" ucap Ane dan semua tertawa
Ane masuk kekamar dan mengganti bajunya dengan baju rumahan, tak lama Arif ikut menyusul Ane dan memeluknya dari belakang.
"Sayang terimakasih sudah menjadi wanita terhebat dalam hidupku, sejak mengenal kamu sampai hari ini rasanya hidupku menjadi lengkap dan berwarna."
"Kenapa tiba-tiba bilang seperti itu bang?" tanya Ane berbalik dan mengalungkan kedua tangannya di leher Arif
"Iya Abang bersyukur saja sayang memiliki istri seperti kamu, bayangkan saja kalau nasib abang kayak Alan udah gila mungkin abang" ucap Arif
"Hust.. gak boleh bicara gitu akh.. bang, Sama-sama berucap, lebih baik berucap yang baik-baik saja" ucap Ane meletakkan jari telunjuknya dibibir Arif
"Astaghfirullah, iya maaf sayang. abang hanya terbawa suasana saja. jujur abang itu melihat perempuan seperti Nia merasa gak suka saja, kayak harga diri laki-laki itu gak ada artinya dimata dia. padahal menjadi laki-laki seorang suami khusus nya itu tanggung jawabnya besar samapai akhirat tapi apa yang dilakukan Nia sama halnya meremehkan seorang laki-laki. apalagi kalau mendengar cerita dari kamu seolah dia itu sekarang malah tidak rela kalau Alan dekat dengan wanita lain"
"Iya abang bener, tapi InsyaAlloh Ane tidak akan seperti itu. Ane selalu berdoa semoga kita bisa selalu bersama sehidup dan sesurga. Ane tau tugas seorang polisi itu berat dan Ane akan selalu mendampingi suami Ane mengemban tugas yang memang tidak mudah tapi sangat mulia."
"Itu sebabnya kenapa Abang selalu bilang, kalau Abang ini laki-laki yang sangat beruntung mempunyai bhayangkari seperti kamu. selalu pengertian dan bisa memahami tugas seorang Abdi negara. abang faham memang tidak mudah untuk mendampingi seorang polisi yang kerjanya kadang tidak terikat waktu, kapan masyarakat membutuhkan disitu kami harus siap. tapi InsyaAlloh abang akan menjadi laki-laki yang setia dan menghargai kesetiaan bhayangkari ku" ucap Arif mencium kening Ane
***
__ADS_1
Dipesantren
Nur dan Ustadz Guntur sedang mengaji bersama, Abah yang melihat ke khusyukan keduannya saat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran membuat Abah tergetar hatinya dan matanya berkaca-kaca. ada perasaan menyesal dulu sempat menghalangi hubungan mereka. padahal takdir jodoh seseorang itu sudah tertulis di lailatul mahfudz dan sungguh tidak ada satu makhluk pun yang dapat merubah apa yang menjadi ketetapan Alloh.
"Ada apa bah?" tanya Burhan yang tidak sengaja melihat Abah sedang memperhatikan kakak dan kakak iparnya mengaji
"Hum.. Tidak ada apa-apa Burhan. Abah hanya merasa bersalah kepada mereka. karena Abah dulu sudah berbuat jahat ingin memisahkan mereka. padahal Alloh yang mentakdirkan mereka berjodoh" jawab Abah menghela nafas berat
"Jangan menyalahkan diri Abah seperti ini, Burhan yakin mereka juga tidak berpikir seperti itu, karena itu ujian untuk mereka bisa membangun suatu rumah tangga yang tidak gampang karam saat dihantam ombak" ucap Burhan tertawa
"Dan dengan begitu mereka akan lebih bisa menghargai hubungan mereka, karena untuk mereka bersama itu butuh pengorbanan istilah nya bah" ucap Burhan lagi
"Kamu ini han, han. kayak sudah mengerti tentang pernikahan saja" ucap Abah menepuk bahu Burhan
"Ya tau lah bah, Burhan ini biar masih kuliah tapi sudah mulai mempelajari fikih berumah tangga" jawab Burhan tersenyum
"Memangnya kamu mau menikah muda?" tanya Abah
"Lalu apa kamu mau Abah jodohkan dengan anak teman Abah?"
"Tidak usah Abah, biarlah cinta menemukan jalannya sendiri hehehe" ucap Burhan tertawa
"Kamu itu anak Abah yang selalu membuat Abah tertawa dengan tingkah lucu kamu. gitu membahas pernikahan tapi kelakuannya masih seperti anak kecil" ucap Abah
"Kata siapa Burhan anak kecil, Burhan ini hanya sedang menghibur Abah"
"Sudah-sudah jangan bercanda terus, ini Abah mau bicara serius. menanggapi ucapan kamu tadi yang ingin menikah. bagaimana kalau Abah jodohkan saja kamu dengan anak teman Abah. ini Abah serius tidak lagi bercanda. dari pada kamu nanti juga tidak bisa menemukan jodoh sendiri biar Abah saja yang carikan"
"Gak gitu juga konsepnya bah, kenapa jadi meresahkan gini ya" ucap Burhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Ustadz Guntur dan Nur salam
"Walaikumsalam" jawab Abah dan Burhan. .
"Ada apa bah, sepertinya obrolannya seru sekali" tanya Ustadz Guntur yang baru selesai tadarus.
"Ini adikmu Burhan sudah pengen nikah, tapi belum punya jodoh. makanya mau Abah kenalin dengan anak teman Abah tapi malah bilang gak mau" jawab Abah
"Kamu beneran sudah ingin menikah? apa tidak sebaiknya selesaikan dulu kuliahnya? ya walaupun sebenarnya niat baik memang seharusnya di segerakan. tapi kan kamu belum punya pandangan. atau memang kamu mau dijodohkan dengan anak teman Abah?" tanya Guntur
"Ya gak lah kak, masak cowok seganteng Burhan mau dijodohin. kayak gak laku aja. InsyaAlloh Burhan akan menemukan bidadari surga yang akan setia mendampingi Burhan. wanita yang cantik hatinya, cantik ahklak nya dan cantik parasnya. wanita yang akan menteduhan hati Burhan setiap kali memandangnya"
"Wah beneran ini anak seperti nya udah pengen menikah" goda Ustadz Guntur
"Biarlah cinta menemukan jalannya sendiri"
"Tapi ingat dek. didalam ajaran agama kita dilarang pacaran. kalau memang ada wanita yang dek Burhan kagumi segeralah ajak , untuk ta'aruf. jangan sampai kekaguman itu dihiasi setan" nasihat Ustadz Guntur
"Siap kakaku yang gantengnya dibawah kegantengan Burhan hahaha... "
Abah pun tak kuasa menahan tawanya setiap kali anak bungsunya sudah mulai Membanyol karena putra bungsunya ini memang memiliki selera humor yang sangat tinggi. berbeda dengan Ustadz Guntur yang tenang dan kalem.
"Ya sudah bah, Guntur mau kembali kekamar dulu. kasian Nur biar istirahat" pamit Ustadz Guntur
"Iya, Sebaiknya Nur memang harus banyak istirahat. biar tidak kecapean" jawab Abah
"Terimakasih Abah, kami kekamar dulu assalamu'alaikum" ucap Nur
"Walaikumsalam" jawab Abah dan Burhan
__ADS_1
^ Happy Reading^