Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
YANG TERBAIK


__ADS_3

Alan menayangkan tentang pertemuannya dengan Nia kemarin.


Ane menceritakan hasil pertemuannya dengan Nia kemarin. dan menceritakan kalau saat ini Nia sepertinya sedang marah dengan dirinya.


"Jujur aku bingung menghadapi Nia Kak, semakin hari, sikapnya semakin keterlaluan. bahkan tadi juga mengatakan menyesal menikah denganku" ucap Alan sedih


"Kamu yang sabar ya. mungkin saat ini dia hanya sedang marah saja. nanti jika marahnya sudah reda pasti dia akan baik lagi" ucap Ane berusaha menghibur


"Kurang sabar apa kak? hampir tiap hari kami ribut. bahkan sekarang Nia tidak lagi perduli dengan anaknya sendiri"


"Apa separah itu ya?"


"Begitulah kak" Alan tampak sedih.


***


Dirumah Nur


Keluarga ustadz Guntur sudah berdatangan untuk melakukan prosesi lamaran yang dihadiri oleh beberapa keluarga ustadz Guntur dan keluarga Nur, dan kedua belah pihak keluarga sudah menyetujui hari yang telah ditetapkan.


Abah tampak lebih banyak diam, iya Abah memang setuju tapi tidak dapat dipungkiri di dalam hati kecilnya masih ada sedikit perasaan seperti terpaksa.


Hal ini disadari oleh bu Elsa yang dari tadi melihat raut wajah Abah yang tak bahagia.


"Nak Guntur bisa ikut tante sebentar, tante mau bicara" ucap bu Elsa


"Iya tante" Guntur mengekor


Kini Guntur berada ditaman belakang bersama bu Elsa


"Nak Guntur, sebenarnya tante sangat berterimakasih kepada nak Guntur. karena nak Guntur tidak mempermasalahkan masa lalu Nur cuma ada yang menjadi ganjalan dihati tante"


"Ada apa tante?"


"Apa Abah nak Guntur tidak menyukai Nur?" BU Elsa menatap Guntur


"Begini tante, Abah awalnya memang sempat tidak memberi kami restu saat mengetahui masa lalu Nur, tapi Alhamdulillah Abah akhirnya memberi kami restu sekarang"


"Tapi kenapa tante seperti merasa kalau Abah terlihat tidak bahagia?"

__ADS_1


"InsyaAlloh semua akan baik-baik saja tente. mungkin saat ini masih ada ketakutan dihati Abah terkait masa lalu Nur, tapi seiring berjalannya waktu Guntur yakin, Abah pasti akan menyayangi Nur. karena Guntur tau Nur wanita yang baik."


"Tante percayakan Nur sama nak Guntur, tolong jaga dan bimbing dia agar menjadi wanita yang lebih baik."


"InsyaAlloh tante, Guntur akan menjaga Nur dengan baik dan Guntur janji akan menyanyi Nur dan Almira"


"Terimakasih nak Guntur, tante tenang sekarang"


"Ma, ustadz kenapa disini?" tanya Nur menghampiri Bu Elsa dan ustadz Guntur di taman belakang


"Pembicaraan antara calon menantu dan calon mertua" jawab ustadz Guntur tersenyum


"Ternyata ustadz bisa bercanda juga" Nur senyum malu-malu


"Ya bisa lah, ustadz juga manusia kan. wajarlah kalau bisa bercanda" ucap ustadz Guntur


Bu Elsa merasa bahagia memeliht Nur tersenyum dan tampak serasi dengan ustadz Guntur. tidak pernah menyangka sebelumnya kalau hari ini akan tiba. hari dimana Nur akan menikah dan menjadi seorang istri.


***


Dirumah Fatimah


"Ayah, kenapa Ayah tega" ucap Fatimah duduk di depan ayahnya


"Fatimah mencintai ustadz Guntur ayah. Fatimah sudah menantikannya sejak lama. menantikan hari dimana Fatimah akan menjadi istri ustadz Guntur. tapi kenapa justru ayah merusak semuanya" Fatimah meneteskan air mata


"Bukan maksud Ayah seperti itu anakku, tapi kamu putri ayah Satu-satunya, tentu saja ayah ingin melihatmu bahagia. ayah tidak mau kamu tidak bahagia"


"Tapi yang membuat Fatimah bahagia itu dengan menjadi istri dari laki-laki yang Fatimah cintai dan laki-laki itu ustadz Guntur yah!" seru Fatimah


"Apa kamu tidak melihatnya nduk? ustadz Guntur tidak mencintai kamu. menikahlah dengan laki-laki yang mencintaimu nduk. kamu tidak akan bahagia jika menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai kamu" ucap pak Ahmad


"Apa yang dikatakan ayahmu benar Fatimah, jangan menikah dengan laki-laki yang tidak mencintaimu. itu hanya akan menyakiti hatimu nak. lebih baik dicintai dari pada mencintai. mencintai itu sakit anakku"


"Tapi membiarkan laki-laki yang kita cintai menikah dengan perempuan lain juga sama sakitnya bu"


"Ibu mengerti apa yang kamu rasakan tapi waktu akan menyembuhkan semua itu. percayalah sama kami.dari pada menikah dengan orang yang jelas-jelas tidak mencintai kamu, justru itu lebih akan menyakitkan."


"Tapi Fatimah yakin, ustadz Guntur pasti suatu saat bisa mencintaimu Fatimah"

__ADS_1


"Fatimah percayalah apa yang Ayah dan ibu lakukan semuanya demi kebahagiaan kamu" ucap pak Ahmad


"Ayah dan ibu tidak mengerti apa yang Fatimah rasakan" ucap Fatimah marah


***


Seminggu kemudian


"Tok.. tok.. tok.."


Fatimah mengetuk pintu


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam, Fatimah! sini masuk" ucap Abah"


Fatimah duduk di depan Abah dan menanyakan gosip yang dia dengar tentang pernikahan Nur dan ustadz Guntur


"Apa yang dibicarakan santriwati itu benar bah? apa ustadz Guntur benar-benar akan menikahi Nur?"


"Berita itu memang benar adanya, Guntur akan menikah dengan Nur bulan ini"


"Ta.. Tapi bah, kenapa harus dengan Nur? Nur kan?" Fatimah tidak melanjutkan kata-katanya


"Heeem.. " Abah menghembuskan nafasnya berat


"Abah juga tidak bisa berbuat apa-apa, ini mungkin sudah takdirnya Guntur dan mungkin memang Nur lah jodoh yang terbaik untuk Guntur terlepas dari semua masa lalunya. Abah hanya bisa berdoa semoga semoga kedepannya semua baik-baik saja dan mereka bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah"


"Ta-tapi bah, kenapa Abah bisa merestui mereka dan malah mendoakan mereka. Nur bukan wanita baik bah" ucap Fatimah


"Sudah nak Fatimah, Jika Alloh sudah menjodohkan mereka maka manusia hanya bisa mendoakan yang terbaik. dan jodoh dari Alloh pasti yang terbaik."


"Abah, lalu apa kata orang kalau sampai ada yang tau menantu Abah Kiai yang tersohor mempunyai seorang menantu yang memiliki anak diluar nikah? apa Abah sudah memiliki dampak dari ini semua? bah bukan Fatimah tidak rela ustadz Guntur dengan yang lain, hanya saja Fatimah tidak ingin nama baik Abah dan ustadz Guntur jadi taruhannya "terang Fatimah


" Iya nak Fatimah, Abah sangat berterimakasih pada nak Fatimah sudah sangat memperhatikan Abah. hanya saja Abah yakin Alloh sudah mempunyai rencana yang terbaik untuk kita"


"Baiklah Abah, kalau Abah sudah mengambil keputusan seperti itu. Fatimah hanya bisa mendoakan semoga ini adalah keputusan yang terbaik buat ustadz Guntur dan Abah. walaupun sebenarnya Fatimah sedikit ada rasa kecewa tapi tidak apa-apa bah, InsyaAlloh Fatimah iklas. Fatimah iklas menerima kenyataan ustadz Guntur bukan jodoh Fatimah"


"Fatimah kamu juga tau sebenarnya Abah sangat menyukaimu dan ingin menjadikan kamu menantu Abah tapi ternyata takdir berkata lain. dan kita tidak boleh menentang takdir. karena takdir dari Alloh pasti yang terbaik. Abah do'akan Fatimah segera menemukan pendamping yang bisa mencintai dan membimbing Fatimah sampai ke jannah"

__ADS_1


^Happy Reading^


Mohon dukungannya dengan Like, coment dan Vote ya terimakasih 🙏😍😘


__ADS_2