Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PENYESALAN NUR


__ADS_3

Dret...dret...


Panggilan dihape Ane dari Nur


Ane yang sebenarnya males mengangkat telphon membiarkannya telphonnya terus berderng


"Kenapa gak diangkat sayang?" tanya Arif


"Males Bang, dari Nur" jawab Ane singkat


"Jangn seperti itu, ingat Ane lagi hamil" ucap Arif mengingatkan


"Astagfirulloh, iya maaf Bang" ucap Ane dan segera menjawab panggilan dari Nur


"Assalamualikum" Ane menjawab telphon Nur


"Walaikumsalam. Ne, bisa kita bicara sebentar?" ucap Nur merasa tidak enak hati


"Ada apa Nur?" tanya Ane balik


"Kamu marah ya sama aku?" tanya Nur


"Aku tidak ada hak untuk marah sama kamu. tapi sebaiknya kamu segera minta maaf sama Nia. karena apa yanh kamu lakukan itu salah" ucap Ane


"Ane, apa aku seburuk itu dimata kamu?"


"Kamu tidak ada salah sama aku, tapi kita berlima ini kan sahabat. dan sebagai sahabat tentu aku harus mengingatkan kamu, kalau apa yang kamu lakukan itu tidak benar" ucap Ane


"Tapi kan Nia juga sudah mau menikah dengaj Alan" ucap Nur


"Iya itu benar, tapi masalahnya kamu berhubungan dengan Saka, saat Saka masih menjadi pacar Nia" jelas Ane


"Lalu menurut kamu, apa mungkin Nia akan memaafkan aku?"


"Di maafkan atau tidak yang penting niat dari hati kamu. Nia orang baik. kalau kamu tulus minta maaf pasti akan dimaafkan" ucap Nia


"Ane, mungkin sekarang Alloh sedang menghukumku. saat ini aku bingung harus berbagi cerita dengan siapa, Saka sekarang menghindari aku. aku coba hubungi tidak pernah diangkat" ucap Nur menangis


"Itu resiko yang seharusnya kamu sudah tau, saat kamu bisa dengan mudah mendapatkan hati Saka ketika Saka masih pacaran dengan Nia tidak menutup kemungkinan juga ketika Saka sama kamu, dia pun pasti mudah menjalin hubungan dengan wanita yang lain lagi" ucap Nia yang sebenarnya kesal dengan Nur


"Kenapa kamu bicara seperti itu Ne?" ucap Nur


"Apa yang aku katakan salah? saat dengan Nia saja dia mudah berpaling. tidak menutup kemungkinan saat dengan kamu dia juga berpaling." ucap Ane


"Ne apa Nia pernah cerita sama kamu kalau Saka masih mengejarnya?" Nur penasaran


"Jujur iya. Saka memang sampai saat ini masih mengejar Nia." ucap Ane


"Tapi menurut kamu, mungkin tidak Nia akan menerima Saka kembali?" tanya Nur


"Ya, kalau masalah itu aku tidak tau. itu urusan pribadinya Nia." jawab Ane

__ADS_1


"Nur, sebenarnya apa sih yang ada dipikiran kamu? sampai kamu tega berbuat seperti itu?" Ane heran


"Kami saling mencintai Ne" ucap Nur


"Jangan bodoh Nur, cinta tidak seperti itu. itu bukan cinta. Masih ada kesempatan menurutku kamu tidak pantas menyia - nyiakan masa muda kamu untuk laki - laki seperti Saka.ucap Ane kesal


"Lalu apa yang sekarang harus aku lakukan Ne?" tanya Nur sedih


"Tinggalkan Saka, cari laki - laki yang lebih baik. laki - laki yang tidak mudah mengobral cinta" ucap Ane


"Tidak mungkin, aku tidak mungkin mencari laki - laki lain, aku harus menikah dengan Saka" ucap Nur


"Apa sih yang membuat kamu sampai segitunya dengan Saka. jelas - jelas dia hanya mempermainkan kamu" ucap Ane


"Ane, aku mohon tolong semisal Nia membahas Saka, tolong banget bujuk Nia untuk tidak pernah lagi menerima Saka" ucap Nur memohon


"Maaf aku tidak bisa memenuhi keinginan kamu, karena Nia berhak menentukan pilihan dia sendiri sama seperti kamu melilih pilihan hidup kamu sendiri" ucap Ane kesal dan menutup telphonnya


****


Alan yang sudah berada diparkiran Rumah sakit menjemput Nia pulang kerja


"Assalamualikum calon imam" ucap Nia menggoda Alan


"Walikumsalam calon istri". ucap Alan balik menggoda


"Dipakai helmnya" ucap Alan memberikan helm pada Nia


Alan menceritakan percakapannya dengan sang Mama untuk melamar Nia secara resmi ke Blora pada akhir minggu ini.


Tentu saja keinginan Alan dan orang tuanya disambut hangat oleh Nia.


***


Dua hari kemudian


Nur yang masih kesulitan menghubungi Saka


mengirimkan sebuah gambar testpack dengan dua garis.


Dret...dret...


Pesan balasan masuk dari Saka setelah menerima gambar dari Nur


"(Apa maksud kamu)" chat dari Saka


"(Aku hamil)" balas Nur singkat


"(Lalu kenapa kamu bilang ke aku)" chat dari Saka


"(Apa maksud kamu bilang seperti itu Saka? aku hamil anak kamu)" balas Nur

__ADS_1


"(Apa kamu yakin itu anakku?)" balas Saka


"(Kamu tau Saka, aku hanya melakukannya dengan kamu)


"(Aku dua bulan berlayar, kenapa kamu baru bilang sekarang? kalau kamu hamil anakku seharusnya kamu bilangnya bukan baru sekarang)" balas Saka berusaha mengelak dari tanggung jawab


"(Saka, sebelum kamu berangkat berlayar kita melakukannya. dan aku baru menyadari aku hamil. kamu juga sudah janji akan tanggung jawab Saka)"


"(Maaf aku tidak percaya itu anakku dan aku tidak mungkin menikahi kamu. cutiku juga sudah habis besok aku sudah berangkat berlayar lagi. tolong jangan pernah hubungi aku lagi)" chat balasan dari Saka


"(Tolong Saka, aku mohon kamu jangan seperti ini. kamu tau pasti Saka kalau aku tidak pernah melakulannya dengan orang lain, aku hanya melakukannya dengan kamu. Saka aku sudah kehilangan sahabatku tolong jangan lakukan ini padaku Saka)" chat dari Nur tapi ternyata sudah tidak terkirim karena Nomer Nur sudah diblokir oleh Saka.


Keesokan Harinya dengan perasan campur aduk Nur memutuskan untuk mencari Saka kerumah nya.


Tok...tok...


"Assalamualikum" Ucap Nur sambil mengetuk pintu


"Walikumsalam. Maaf mau cari siapa ya?" tanya Bu Risma mama nya Saka


"Maaf tante apa Saka nya ada?" tanya Nur


"Ada perlu apa mencari Saka?" tanya Bu Risma memperhatikan Nur


"Saya ada sedikit urusan dengan Saka tante" jawab Nur


"Urusan apa? maaf ya tapi Saka nya tidak dirumah. barusan habis subuh tadi Saka berangakat berlayar" ucap Bu Risma


"Kalau boleh tau kapan kira - kira Saka pulang tante?" ucap Nur cemas


"Sepertinya cukup lama karena sekarang Saka ikut Kapal luar negri bisa satu atau bahkan dua tahun. tergantung nanti Saka memperpanjang kontrak atau tidak. kalau kamu ada perlu sama Saka sampaikan saja pada saya nanti kalau Saka menghubungi akan saya sampaikan" ucap Bu Risma


Mendengar apa yang dikatan Bu Risma tubuh Nur terasa lemas tidak ada lagi kekuatan dalam dirinya. tidak pernah terbayangkan sebelum nya Saka akan sekejam ini terhadap dirinya


Bruk....


Nur menjatuhkan tubuhnya kelantai. sontak membuat Bu Risma kebingungan


"Dek kamu kenapa?" tanya Bu Riama jongkok menanyai Nur


Nur yang masih terdiam dengan pandangan kosong. tidak ada lagi semangat dalam hidupnya. seakan masa depannya suram. tidak tau lagi bagaimana dirinya akan bisa menghadapi orang tua dan sahabat - sahabatnya


Like


Coment


Add Favorit


Rating Lima


Vote jika ada ya

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2