Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
BERTEMU MANTAN


__ADS_3

Tika menatap Almira yang sedang tertidur dikamarnya dengan berderai Air mata.


Merasa kasihan anak sekecil ini harus kehilangan kasih sayang dari orang-orang yang seharusnya menyayangi dan melindunginya. bahkan satu-satu nya orang yang menyayanginya yaitu mamanya masih dalam keadaan dimana tidak bisa mengenalinya.


"Almira sayang, kasian sekali kamu nak. masih kecil tapi cobaan yang kamu hadapi sudah begitu berat. kamu yang sabar ya sayang. tante yakin suatu saat nanti akan ada banyak orang yang menyayangimu dan tante yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi orang yang sukses dan akan hidup dengan Baik. tante yakin itu sayang. walaupun mereka saat ini tidak melihat kamu tapi jangan khawatir dan jangan takut ya, ada tante Tika yang akan selalu menjaga dan melindungimu sampai mamamu sehat kembali."ucap Tika meneteskan air mata


Entah sudah berapa banyak air mata yang menetes untuk Almira. tapi Tika benar-benar tulus menyayangi Almira anak dari perempuan yang mencintai suaminya. bahkan Tika rela kehilangan suaminya demi Almira.


"Kamu itu kenapa jadi wanita begitu bodoh Tika. keberadaan anak ini ditengah-tengah hubungan mu sama Saka jelas-jelas akan merusak rumah tanggamu. kamu tidak perlu menyembunyikan perasaanmu. mama tau, kamu masih sangat mencintai Saka. kalau kamu mencintai Saka kenapa kamu harus melakukan semua ini. kami tidak salah. kalian berhak bahagia" ucap bu Risma masuk kekamar Tika


"Ma.. sudah ya, jangan mulai lagi. kasih Almira bisa merasakan apa yang Mama katakan. Tika tetap pada keputusan Tika untuk berpisah dari Saka setelah mbak Nur sembuh" ucap Tika


"Mama tidak mengerti dengan jalan pikiranmu. untuk apa kamu lakukan semua ini?" Bu Risma merasa heran


"Tika melakukan semua ini untuk Saka ma, Tika ingin Saka menebus semu dosa-dosanya." mata Tika kembali berkaca-kaca


"Saka salah, iya mama akui itu tapi tidak sepenuhnya juga semua salah Saka. dalam hal ini sebagai wanita jika Nur tidak murahan tentu saja ini tidak akan terjadi" ucap bu Risma


"Terlepas dari semua itu, mas Saka tetap harus bertanggung jawab ma. karena dosa-dosa yang akan ditanggung mas Saka akan dibawa sampai akhirat jika mas Saka tidak segera bertaubat dan menebus semuanya. Tika ingin kedepan mas Saka menjadi pribadi yang baik" ucap Tika


"Sudahlah percuma bicara sama kamu" bu Risma kesal dan meninggalkan kamar Tika


***


Sementara dirumah sakit tempat Ane bekerja, betapa terkejutnya dirinya melihat suami dari wanita yang semalam ditolongnya dalam persalinan.

__ADS_1


"Ja, jadi kamu ayah dari anak yang semalam aku bantu proses persalinannya?" Ane menutup mulutnya dengan tangan seolah tidak percaya.


"bagaimana dunia bisa begitu sempit" batinnya


"Ane.. ini benaran kamu Ane? sekarang kamu benar-benar jadi bidan?" Tegar kaget dan tidak percaya istrinya bersalin dan mantan pacar yang dulu pernah diajak berjuang yang menolongnya.


"Iya, alhamdulillah sekarang aku benar-benar jadi bidan. tentu saja aku tidak melupakan ada andil kamu didalam nya. terimakasih ya dulu sudah mendukungku kuliah di Akbid." ucap Ane senyum


Sementara Tegar merasa tertampar dengan perkataan Ane.


"Maafkan aku Ane" ucap Tegar merasa bersalah


"Tidak apa-apa justru aku mau berterimakasih. karena kamu aku menjadi wanita yang kuat dan karena penghianat kamu aku belajar banyak hal tentang apa itu cinta. dan bagaimana cara mencintai." ucap Ane senyum


"Aku menyesal" ucap Tegar


"Oya, kenapa semalam kamu tidak ada disini saat istrimu melahirkan" Tanya Ane


"Huft... " Tegar membuang nafas


"Tidak tau harus memulai ceritanya dari mana, tapi pernikahan ini sepertinya tidak akan lama" ucap Tegar


"Kenapa seperti itu?"


"Aku menikahi nya bukan karena cinta tapi karena terpaksa dia sudah terlanjur hamil" ucap Tegar mengusap wajahmu dengan kedua tangannya

__ADS_1


"Astaghfirullah, ternyata kamu belum berubah Tegar" Ane geleng-geleng kepala


"Justru aku semakin menggila saat tau kamu benar-benar menikah" jawab Tegar


"Kenapa kamu menjadikan pernikahanku sebagai alasan kamu berbuat dosa?" Ane tidak habis pikir


"Bukan, bukan seperti itu maksudku. tapi itu yang aku rasakan. aku menyesal meninggalkan kamu Ane, aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh. bahkan mama dan papaku sangat marah ketika tau aku meninggalmu. karena itu aku semakin menggila asal aja dengan sembarangan wanita.dan wanita yang ada didalam itu dia memang sudah aku nikahi tapi aku meragukanmu anak yang dia lahirkan itu anakku. karena itu hari ini aku datang untuk melakukan tes DNA"


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? kasian istri kamu pasti sakit hati dengan tuduhan kamu. apa kamu tidak belajar dari kita dulu. apa kamu mau kembali menyesal jika ternyata itu benar anak kamu dan istrimu tidak mau memaafkan kamu lagi."


"Aku tidak asal Ne, dia beda sama kamu. dia itu, dia itu sebenarnya wanita penghibur. lagi sialnya aku aja, dia bilang dia hamil anakku dan dia melaporkan aku ke provos. akirnya aku kena kode etik kepolisian dan masih juga harus menikahinya. karena masalah ini sekarang aku harus tunda pangkat."Tegar menyesal


"Tegar.. Tegar, kenapa kamu jadi seperti ini. seingat aku dulu. kamu itu laki-laki yang pendiam, laki-laki yang baik dan ilmu agama kamu lumayan bagus. tapi kenapa setelah jadi polisi kamu malah seperti ini? okay mungkin ada sebagian polisi yang kurang baik tapi yang baik juga banyak kok, banyak banget malahan. tapi kenapa kamu harus memilih menjadi polisi yang tidak baik? jujur Tegar aku ikut prihatin dengan apa yang kamu alami"ucap Ane


"Mungkin ini karena dosa-dosaku sama kamu Ane. aku begitu bodoh menyia-nyiakan berlian demi untuk sebiji jagung"


"Lalu apa yang akan kamu lakukan jika benar nanti hasil DNA itu anak kamu?" tanya Ane


"Aku akan merawat anak itu, tapi aku akan tetap menceraikan wanita itu"


"Astaghfirullah Tegar, bagaimana mungkin kamu membuat pernikahan sebagai mainan? apa kamu tau sejati menikah itu apa? bagaimana bisa dengan kamu bilang cerai?" Ane tidak menyangka Tegar menjadi laki-laki yang tidak berperasaan seperti ini.


"Aku tidak menikahinya karena terpaksa, dia sudah melaporkan aku hingga aku harus penundaan pangkat seperti ini bagaimana bisa aku menjadikan dia sebagai istriku selamnya. wanita yang sudah merusak karirku" Tegar merasa geram mengingat penundaan pangkat pada dirinya


"Tegar, sebenarnya itu semua salah kamu sendiri. kamu bisa mengalami penundaan pangkat juga atas kesalahan kamu sendiri, jika kamu mampu menjaga diri dan tidak membiarkan nafsu menguasaimu, hal ini tidak akan terjadi" Ane mencoba menasehati

__ADS_1


Terimakasih atas dukungan kalian ya, love u my readers 😘😘


__ADS_2