Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 192


__ADS_3

Deg..


Nur merasa terhantam batu besar mendengar pertnyaan yang dilontarkan Almira


"Almira sini sayangku, gendong tante dulu ya" ucap Tika mengalihkan pembicaraan Almira


"Ma, kenapa tidak dijawab? adik Almira akan tinggal sama mama apa tante Tika?" tanya Almira lagi yang masih mengejar jawaban dari mamanya


"Sayang, kenapa bertanya seperti itu? apa Almira tidak bahagia bersama tante Tika?" tanya Tika pada Almira


"Bahagia tante" ucap Almira


"Adik akan tinggal bersama mama sayang" jawab Nur meneteskan air mata dan ustadz Guntur mengusap punggung Nur memenangkan


"Kenapa adik tinggal bersama mama, tapi Almira tinggal sama tante" tanya Almira lagi


"Sayang, sebenarnya mama juga mau Almira tinggal bersama mama. tapi kalau Almira tinggal bersama dengan mama, nanti tante Tika sama nenek Risma gimana? apa Almira mau tinggal bersama mama dan meninggalkan Tante?" tanya Nur berusaha membuka pikiran Almira


"Almira, Tante akan sedih kalau Almira meninggalkan Tante. apa Almira mau meninggalkan tante?" tanya Tika menambahi


"Tidak tante, Almira tidak mau tente Tika sedih. Almira sayang tante" ucap Tante memeluk Tika


Sebagai ibu kandung yang melahirkan Almira, tentu saja pertanyaan itu bagaikan sayatan yang mengiris hatinya.


Sebagai seorang ibu yang melahirkan tapi dirinya tidak mempunyai kekuatan untuk bisa membawa Almira bersama dengannya


***


Dirumah Dokter Sigit


"Assalamu'alaikum yah" Nia menelpon ayahnya


"Walaikumsalam nduk, ada apa?" tanya pak Karsa


"Ayah, em.. anu yah, Nia mau menanyakan tentang penjualan sawah kita. karena Nia dan Mas Sigit kan sekarang sudah tidak bekerja yah, kebutuhan kami setiap hari semakin banyak. apalagi Nia kan sedang tampil yah butuh biaya yang cukup banyak. Nia dan mas Sigit ingin segera membuka klinik yah" Nia yang memberanikan diri menanyakan penjualan sawahnya karena tidak ingin ribut masalah keuangan lagi dengan Dokter Sigit


"Nia, sebenarnya sudah ada yang menawarkan sawah kita. Hanya saja ayah sebenarnya masih sedikit ragu nduk dengan rencana kalian. kamu tau kan ini harta kita satu-satunya. ayah takut kalau kamu hanya terburu-buru dan suatu saat akan menyesalinya nduk" ucap pak Karsa

__ADS_1


"Tidak ayah, itu tidak akan terjadi Nia tidak akan menyesal menjual sawah itu. karena jika klinik dibuka kan Nia jg bekerja di klinik itu ayah. terus kenapa Nia harus menyesal?"


"Baiklah ayah mau menjual sawah itu jika kamu sudah berkata seperti itu, ayah yakin kamu sudah tau resikonya" tegas pak Karsa


"Iya ayah, Nia sudah pikirkan semau resikonya. ayah jangan khawatir ya yah. Nia mohon sekali ini saja ayah percaya sama Nia"


"Baiklah tapi ayah ingin sebagian hasil penjualan sawah itu sisihkan untuk Nana." nasehat pak Karsa"


"Ayah, mana bisa seperti itu? ayah tau kan membuka klinik itu dibutuhkan modal yang cukup besar."


"Nia kamu juga masih punya anak yang harus kamu pikirkan masa depannya. kamu harus memikirkan Nana juga. jangan semau kamu berikan untuk laki-laki seperti Sigit. Istri nya yang dulu saja mampu dihianati apalagi kamu nduk" pak Karsa dengan nada tinggi


"Bukan Nia tidak memikirkan Nana ayah, tapi Nana sudah ada mas Alan yang pasti akan memikirkan masa depan Nana. tapi bagaimana dengan Nia ndan anak yang saat ini Mas di dalam kandungan Nia? kami hanya bisa bergantung pada klinik yang akan kami buka"


Pak Karsa menutup telpon meghela nafas dengan kasar dan mencoba bersabar dengan Nia


Ditempat Alan


Riri memperkenalkan Fahmi kepada pak sandi, bu ind ah, Alan dan Nana


"I-iya bang" jawab Fahmi gugup


"Tidak usah gugup gitu, sebagai kakak Riri. aku cuma mau berpesan. jaga Riri dengan baik, jangan membuat hatinya terluka. Riri itu terlihat seperti wanita yang tangguh tapi sebenarnya hatinya rapuh" Alan menasehati dan menitipkan adiknya pada Fahmi saat Riri sedang menyiapkan makanan didapur


"Serius banget lagi pada ngomongin apaan sih?" tanya Riri yang baru keluar dari dapur membawa beberapa minuman, menyajikan untuk kakaknya dan laki-laki yang mungkin akan menjadi jodohnya walaupun Riri tidak dengan tulus mencintanya.


"Ini obrolan anatara laki-laki, kamu tidak perlu tau" jawab Alan senyum


"Okey deh, nanti kasih tau ya kalau kak Alan tidak ada" ucap Riri mengedipkan mata pada Fahmi


"Gak akh.. aku gak amanah dong kalau menceritakannya sama kamu. ini hanya antara aku dan kak Alan" jawab Fahmi tertawa


"Igh.. kalian gitu, gak asyik. jaman sekarang masih ada kesenjangan gender" gerutu Riri memanyunkan bibirnya kedepan


"Ini kenapa anak gadis mama cemberut, siapa ini yang bikin anak gadis mama jadi manyun gini" ucap Bu Indah tersenyum sambil menggendong Nana mendekati Riri dan Riri tertawa menjulurkan lidahnya dapat pembelaan dari mamanya.


"Itu ma, kak Alan dan Fahmi. main rahasia-rahasian sama Riri" ucap Riri manja

__ADS_1


"Itu kan hak mereka sayang, kan tidak semuanya juga Riri harus tau" ucap Bu Indah menggoda Riri


"Mama.. kok malah belain mereka. terus siapa yang belain Riri" gerutu Riri manja


"Kan ada papa yang selalu membela Riri sahut pak Sandi membawa secangkir kopi dan duduk disamping Riri.


Semuanya pun tertawa. sekarang semua sudah terlihat seperti biasa tidak ada lagi kecanggungan antara Riri dan keluarga yang sudah merawatnya sejak bayi hingga sekarang.


"Papa Nana mau itu" ucap Nana pada Alan


"Sini sayang, Nana mau minum sirup ini?" tanya Alan pada Nana


"Iya pa" jawab Nana yang melihat sirup warna merah begitu menggoda


"Boleh tapi sedikit saja ya nak. jangan banyak-banyak nanti batuk gimana?" ucap Alan


"Iya Lan, lagian Nana udah terlalu banyak makan manis seharian ini. udah coba mama larang tapi ya gitu malah nangis" ucap bu Indah


"Gak boleh terlalu banyak makan manis ya sayang, nanti kalau giginya sakit gimana?" ucap Ala memberi pengertian pada Nana


"Nana mau itu pa, Nana mau itu" rengek Nana tetep meminta es sirup warna merah


"Ya udah sedikit saja"


Karena Nana merengek akhirnya tetep dibiarkan Nana meninum es sirupnya ditambah Nana yang hobby sekali makan manis membuat Alan khawatir dengan kondisi gigi putrinya.


"Oya, nak Fahmi katanya sedang menjalani koas ya, bagaimana apa semuanya lancar?" tanya Pak Sandi


"Alhamdulillah om lancar" jawab Fahmi tegang berbicara dengan papa Riri


"Santai saja, om ini orangnya tidak galak kok, tapi sekali membuat anak gadis om menangis jangan ditanya, Om bisa menjadi lebih orang yang mungkin akan membuat kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak. mungkin akan om kirim pasukan nyamuk buat ganggu kamu maksdunya" canda pak Sandi


^ HAPPY READING^


Terimakasih dukungannya sayang, jangan lupa tinggalkan jelek kalian ya, dengan like, komen dan Vote.


Dukungan kalian sangat berarti bagi Author

__ADS_1


__ADS_2