Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 178


__ADS_3

"Assalamu'alaikum pa" ucap Tasya dari sebrang telpon


"Walaikumsalam sayang, kamu dimana? papa hampir gila mencari kamu kemana-mana , semua teman-teman kamu sudah papa datangi tapi tidak ada yang tau kamu dimana"


"Maaf sudah membuat papa kepikiran. papa tidak usah khawatir Tasya saat ini bersama mama"


"Mama? apa saat ini kamu di Semarang?" Dokter Sigit tidak percaya, karena jarak antara kotanya dan Semarang cukup jauh bagi anak seusia Tasya


"Iya Tasya ada disini"


"Tunggu papa, Papa akan segera kesana"


"Jangan pa, papa tidak usah kesini. Mama pasti tidak akan senang bertemu dengan papa"


"Ta-tapi, bagaimana dengan kamu? papa tidak tenang jika kamu naik kendaraan umum sendiri pulangnya"


"Papa, Tasya ini sudah menginjak remaja. Tasya ini bukan anak kecil lagi. Papa tidak perlu kwatir berlebihan seperti itu" ujarnya


"Mana bisa papa tidak khawatir Sya, kamu itu belum pernah pergi keluar kota sendirian, papa tidak akan tenang sya. biar papa jemput ya!"


"Papa sepertinya lupa ya? disini kan ada mama Anggun yang menyayangi Tasya. meskipun papa sudah sangat menyakiti mama Anggun, tapi Tasya percaya mama Anggun akan tetap menyayangi Tasya dan tidak akan membiarkan Tasya kenapa-kenapa. Sopir mama yang akan mengantarkan Tasya besok pulang. papa tidak perlu khawatir. mama Anggun orang yang bertanggung jawab kok pa. tidak seperti, Agh sudahlah, Tasya capek mau istirahat. Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam, Agggghhh..." Dokter Sigit berteriak dan mengacak-acak rambutnya


***


"Ma, jika mama berpisah dari papa. apa Tasya masih boleh sesekali mengunjungi mama seperti ini?" tanya Tasya yang saat ini sedang tidur memeluk Dokter Anggun.


"Tentu saja boleh sayang, mungkin mama akan berpisah dengan papa kamu. tapi bagi mama kamu tetap anak kesayangan mama, dan itu tidak akan berubah sampai kapanpun sayang" ucap Dokter Anggun mencium kening Tasya


"Ma, Tasya tidak ingin papa menikah dengan wanita itu. Tasya tidak menyukai wanita itu ma. wanita yang sudah membuat papa menyakiti mama. Tasya membencinya ma"


"Tasya sayang, jangan membencinya seperti itu, mama tau kamu kecewa, mama pun sangat kecewa tapi kebencian tidak akan bisa merubah segalanya. apalagi didalam perut wanita itu ada anak papa, adik kamu. papa harus bertanggung jawab. jangan lari dari tanggung jawab! semuanya sudah terjadi, mau tidak mau papa harus bertanggung jawab."


"Tapi ma, Tasya tidak mau punya adik dari wanita seperti itu"


"Sayang tidak boleh berkata seperti itu, Alloh sudah mentakdirkan itu ada. kamu harus bisa menerimanya. bantu papa bertaubat dan menebus semau dosa-dosanya"


***


Dirumah Alan


"Alan, apa tidak sebaiknya kamu pertemukan Nana dengan Nia? kasian Nana dari kemarin nyari mamanya. dan panasnya juga tidak turun-turun" ucap bu Indah

__ADS_1


"Tidak ma, ini juga Alan lakukan untuk kebaikan Nana. Alan tidak ingin Nana hidup dalam bayang-bayang wanita tidak bermoral seperti itu ma"


"Huh.. terserah kamu saja Lan, kamu lebih tau apa yang terbaik untuk anak kamu"


"Maafkan papa ya nak, papa terpaksa memisahkan kamu dari mama kamu, papa hanya tidak ingin kamu tau apa yang sudah mama kamu lakukan. papa akan menyayangi kamu dan memastikan kamu tidak akan kekurangan kasih sayang. papa akan melakukan apapun demi kamu sayang" ucap Alan lirih menatap putrinya yang sedang tertidur setelah kecapean menangis mencari mamanya.


Dret.. dret..


"Assalamu'alaikum Bang"


"Walaikumsalam Lan, malam ini kamu piket kan? kenapa tadi tidak ikut apel malam?" tanya Arif


"Maaf Bang, hari ini aku ijin tidak bisa masuk kantor ya bang, Nana badannya panas. dari kemarin rewel nyari Nia Bang. aku tidak tega meninggalkan Nana dalam keadaan sakit seperti ini Bang"


"Oke, ya sudah semoga Nana cepat sembuh ya Lan, nanti aku bilang sama Diky kalau kamu ijin malam ini"


"Iya bang, terimakasih" ucap Alan menutup telpon


***


"Nana kenapa bang?" tanya Ane


"Alan bilang Nana badannya panas dan rewel sepertinya menanyakan mamanya"


"Kamu benar sayang, Nia itu kurang bersyukur punya suami seperti Alan. padahal Alan itu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab dalam segala hal"


"Bang, bagaimana kalau besok kita ke rumah Alan tengok Nana"


"Iya, besok abang upayakan pulang lebih cepat ya" ucap Arif


"Bang peluk" Ucap Ane manja


"Iya, manja banget istri abang ini" ucap Arif memeluk Ane dan mencium kening Ane


"Ane pengen selalu dipeluk dan dimanja abang seperti ini"


"Abang juga pengen seperti ini terus, dan berharap kita bisa menua bersama"


"Amin" ucap Ane


"Bunda, Ayah. Amar juga mau dipeluk" ucap Amar yang tiba-tiba masuk kamar orang tuanya


"Lho Amar, kenapa bangun? bukannya tadi sudah tidur sama Nenek?"

__ADS_1


"Amar mama tidur sama bunda malam ini"


"Iya sayang, sini bubuk sama bunda" Ane menggendong Amar


"Ayah, Amar juga ingin dipeluk Ayah" ucap Amar


"Iya sayang, malam ini Ayah akan peluk Amar ya"


Amar yang merasa seneng karena malam ini bisa tidur dipeluk bunda dan ayahnya


Ketiganya saling berpelukan. dan kini Ane dan Amar sudah tertidur. Arif memandangi wajah Ane dan Amar bergantian


"Kamu wanita luar biasa Ane, sesibuk apapun aku bekerja, kamu berusaha untuk tidak protes dan berusaha memahami pekerjaanku. tidak salah aku menjadikan kamu sebagai bhayangkari ku, dan kamu malaikat kecil yang melengkapi kebahagiaan kami. terimakasih Amar kamu sudah hadir dalam kehidupan kami." batin Arif mencium kening Ane dan Amar bergantian


Dipagi hari saat terdengar suara adzan subuh berkumandang, Arif dan Ane terbangun untuk melakukan sholat subuh berjamaah.


Setelah sholat subuh Ane kembali melipat mukena nya dan mencium tangan Arif.


Sebagai seorang ibu rumah tangga, selepas Sholat subuh Ane akan segera kedapur untuk memasak dan tidak lupa menyiapkan bekal untuk suaminya.


"Ane, Amar apa belum bangun?" tanya bu Imah


"Belum ma"


"Arif dimana?"


"Sepertinya lari-lari keliling komplek ma sama papa"


"Papa ikut lari-lari? tumben biasanya susah kalau disuruh olahraga"


"Iya ma, mungkin papa sekalian mau membahas masalah pekerjaan sama bang Arif"


"Akhir-alhir ini Arif sepertinya sering pulang malam terus ya Ne?"


"Iya ma, kan sebentar lagi HUT Bhayangkara. jadi bang Arif harus mengurus segala persiapan untuk pelaksanaan nanti dihari HUT bhayangkara. Ane pun sepertinya mulai besok juga lumayan sibuk dengan kegiatan bhayangkari sama juga ma untuk mempersiapkan acara buat HUT bhayangkara. Karena sepertinya tahun ini akan lumayan banyak kegiatan seperti bansos juga ma"


"Ya sudah, kalian fokus sama kegiatan kalian, masalah Amar biar mama yang jaga"


"Terimakasih ya ma" ucap Ane memeluk bu Imah


^ Happy Reading^


jangan lupa Like, coment dan Vote๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2