Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
MERESPON


__ADS_3

Satu tahun kemudian


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, satu tahun telah berlalu. Saka yang sudah menyelesaikan kontrak kerjanya dan kembali ke rumah.


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" Tika membukakan pintu


"Mas Saka, kok tidak bilang kalau mau pulang?" Tika merasa senang


"Iya sengaja mau memberi kamu kejutan, Almira mana? aku sudah kangen" ucap Saka


"Almira ada dikamar" Jawab Tika membantu Saka membawa tasnya kekamar


"Almira sayang, lihat siapa yang datang? Ayah pulang" ucap Tika pada Almira


"Almira, Ayah kangen. kamu sudah sebesar ini nak" Saka meneteskan air matanya


Almira tampak ketakutan dan memeluk Tika


"Sayang ini Ayah, jangan takut" bujuk Tika dan Saka


"Sebaiknya kamu mandi saja dulu mas, nanti pelan-pelan Almira pasti mau."ucap Tika


Saka yang memang merasa badannya sangat capek menurut pada Tika dan segera mandi.


Pancuran air hangat mengguyur badannya yang terasa lengket. setelah mandi Saka kembali kekamar menggunakan handuk yang menutupi setengah tubuhnya dan memeluk Tika dari Belakang.


"Almira sudah tidur sayang?" bisik Saka


"Iya baru saja tertidur" jawab Tika


"Kalau begitu, apa aku.. apa aku boleh?" ucap Saka mengecup kening Tika


Tika tentu saja faham apa yang diinginkan suaminya. dan Tika yang juga faham dengan agama tentu tau seorang istri tidak boleh menolak keinginan suami.


Ketika seorang suami mengajak istri baik-baik keranjang (berhubungan) , lalu sangat istri menolak (membangkang), sehingga suami marah besar kepadanya. maka malaikat akan melaknat nya sampai subuh atau suami Ridho(sahih Bukhori, 3272)


Cup..

__ADS_1


Saka mengecup kening Tika setelah keduanya memadu kasih.


"Terimakasih sayang, terimakasih sudah merawat Almira dan terimakasih kamu tidak menolakku. aku tau, kamu pasti masih sakit hati sama aku. tapi kamu tetap bersedia menerima dan tidak menolakku" ucap Saka


"Mas Saka, besok bagaimana kalau kita menjenguk mbak Nur kerumah sakit?"


"Iya sayang" jawab Saka kembali mengecup kening Tika dan menatap mata Tika. mata yang menyimpan sejuta kesedihan namun selalu berusaha terlihat tegar. tidak ingin orang lain tau kesedihannya.


"Maafkan aku Tika, maafkan aku. karena kesalahanku. kamu harus menderita sekarang." Saka meneteskan air matanya


Tika menyeka air mata Saka


"Sudah mas, jangan katakan itu lagi. Tika sudah iklas. ini takdir yang harus Tika jalani." ucap Tika


Keesokan harinya


"Saka, Tika kalian mau kemana?" tanya Bu Risma


"Mau kerumah sakit ma, jenguk Nur" jawab Saka


"Nur lagi, Nur lagi. kenapa sih kalian ini. ya okey kalau kalian mau merawat Almira. tapi tidak perlu merepotkan diri kalian untuk Nur terus kan? dan kamu Saka! apa kamu juga masih membiayai biaya perawatan wanita gila itu"


"Sekarang mama tanya sama kalian. apa setelah Nur sembuh kalian yakin akan benar-benar berpisah? dan kamu Tika, kamu yang sudah merawat Almira dari bayi sampai sebesar ini. apa kamu yakin mau memberikan Almira pada Nur kembali kalau wanita itu benar-benar sembuh? apa kamu yakin?" ucap Bu Risma meninggikan suara


Tika hanya diam dengan mata berkaca-kaca menatap wajah polosnya Almira.


Kedekatan yang terjadi antara Tika ada Almira memang sudah tidak bisa dipungkiri lagi. bahkan Almira akan menangis jika sebentar saja tidak melihat Tika.


Tika yang selalu ada dan merawat Almira dengan baik. tidak akan dengan mudah untuk memisahkan keduanya.


"Kita pergi saja sayang" ucap Saka mengajak Tika segera keluar


sepanjang perjalanan didalam taxi keduanya saling diam. hanya sesekali mereka bicara saat Almira mengajak berceloteh.


Dirumah sakit


"Mas Saka, sebaiknya kalian saja yang masuk. biar aku tunggu kalian diluar" ucap Tika menyerahkan Almira pada Saka


"Hua.. Hua... gak mau, gak mau... mau ante.. mau ante.. " Almira terus menangis

__ADS_1


"Almira sayang, tenang ya sayang. tenang ya.. " Tika berusaha membujuk Almira untuk tenang


"Sayang, dengarkan tante, dengar kan tante dulu ya, Almira sayang ini adalah ayah Almira dan ayah mau ngajak Almira beli ea kirim. Almira mau kan makan es krim?"


Setelah dibujuk dengan susah payah akhirnya pun Almira mau untuk ikut dengan Saka kedalam. sedangkan Tika lebih memilih untuk menunggu diluar, karena Tika menyadari Saka pasti tidak akan berbicara dengan leluasa dengan Nur jika ada dirinya disana.


"Assalamu'alaikum Nur"ucap Saka duduk disamping Nur ditaman rumah sakit


Saka merasa sedih melihat Nur yang ternyata kondisinya masih sama seperti saat Saka pergi dulu.


"Nur, ini Almira anak kita. lihatlah sekarang dia sudah tumbuh sebesar ini. dia tumbuh dengan baik, cantik sama seperti kamu" ucap Saka sambil mengusap punggung Almira yang memeluknya dengan erat karena merasa takut


"Sayang, jangan takut. ini mama kamu" ucap Saka pada Almira


"Nur lihatlah anakmu, mau sampai kapan kamu seperti ini?"


"Mam.. ma.. mam.. ma.. " celoteh Almira


Seketika air mata Nur menetes dan menoleh melihat Almira


"Nur, kamu.. kamu.. kamu mendengarkan Almira? iya Nur ini Almira anak kita. kamu mendengarkan nya kan? Almira memanggil kamu mama." Ucap Saka merasa bahagia dengan kemajuan yang ditunjukkan oleh Nur


Saka menceritakan pada Dokter apa yang dialami Nur setelah bertemu dengan Almira


Dokter segera memeriksa keadaan Nur dan mengatakan bahwa ini suatu perkembangan yang cukup bagus untuk Nur, setidaknya Nur sudah bisa merespon kehadiran putrinya. Dokter juga meminta Saka untuk sering-sering membawa Almira bertemu dengan Nur untuk memancing emosional Nur.


"Nur, aku yakin kamu akan sembuh Nur. karena aku tau kamu menyayangi putri kamu Almira. segera lah sembuh demi Almira" ucap Saka


Diperjalanan pulang dari rumah sakit


"Mbak Nur bagaimana mas?" tanya Saka


"Alhamdulillah sudah ada sedikit kemajuan, dan dokter memintaku untuk sering-sering membawa Almira bertemu dengan Nur. sepertinya Nur bisa merespon kedatangan Almira. dan kata dokter ini suatu perkembangan yang cukup baik"ucap Saka


"Alhamdulillah mas, aku ikut senang mendengarnya" ucap Tika memandang wajah Almira yang entah kenapa sekarang ada perasaan takut, takut untuk berpisah dengan Almira.


"Ya Alloh kenapa sekarang perasaanku seperti ini. kenapa ada perasaan tidak rela jika harus berpisah dari Almira. tidak.. tidak.. aku tidak boleh seperti ini. ingat tujuan awal kamu merawat Almira Tika. kamu hanya akan merawat Almira sampai mbak Nur sehat. dan setelah mbak Nur sehat kamu harus menyerahkan Almira kembali pada mamanya. mamanya lebih berhak atas Almira" batin Tika berusaha menasehati dirinya sendiri yang sudah mulai terbiasa dengan Almira dan seakan sulit untuk berpisah dari Almira.


Hai... sayang, terimakasih atas dukungan kalian semua ya🙏 dukungan kalian sangat berarti bagi Author. selalu like, coment dan Vote ya sayang jangan lupa juga kasih rating bintang lima dan subscribe ya🙏😘🥰

__ADS_1


__ADS_2