Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
ANE CEMBURU


__ADS_3

Dret...dret...


Suara panggilan masuk dihape Arif


"Cie sang istri pasti tu" goda Alan yang saat ini sedang dikantin bersama Arif, Diki, Viko dan Nina


Arif segera mengambil hape nya dan menjawab salam saat melihat panggilan dari istri tercinta.


"Arif ini aku bukain bekal makan siangnya ya" ucap Nina sengaja biar terdengar oleh Ane


"Perasaan Abang gak bawa bekal tadi?" Ane yang mendengar ucapan Nina dari hapenya


"Eh..iya,ini... ini tadi dikasih Nina" ucap Arif terbata - bata serba salah


"Oow..ya udah, padahal ini tadi Ane telphon karena mau ngajak makan siang bareng. tapi ternyata udah ada yang memperhatiin makanannya, jadi Ane tidak perlu kawatir lagi. Assalamualikum" tanpa menunggu Arif menjawab salamnya, panggilan sudah di akhiri Ane


Arif menggaruk - garuk kepalanya yang sebenarnya juga tidak gatal


"Kenapa Rif?" tanya Nina tanpa merasa bersalah


"Ijin ibuk, tentu saja Bang Arif pasti bingung takut istrinya salah faham." sahut Alan yang merasa tidak senang dengan sikap kekanak - kanakan atasannya ini.


"Iya Nin, jaga lah perasaan istri Arif. perempuan mana pun pasti tidak akan senang kalau makan siang suaminya diurus wanita lain, apa lagi kamu tau istrinya yang telphon tapi kamu sengaja bicara seperti" ucap Viko yang kali ini juga tidak suka dengan caranya Nina


"Kalian apa - apaan sih, salah nya dimana? aku cuma menawarkan membukan bekal makan siang aja kan? lagian dia itu sebagai istri juga keterlaluan, suami baru sembuh makan nya gak diperhatiin, kenarin aku malah lihat dia asik jalan - jalan di Mall sama temannya. keterlaluan kan?? Tapi wajar sih namanya juga masih bocah belum ngerti cara ngurus suami" ucap Nina sinis


"Nin sudah lah, jangan menyalahkan istriku terus, kemarin dia ke Mall atas ijin dariku. dan dia tidak menyiapkan bekal juga bukan salahnya. dia kecapekan bangun kesiangan" ucap Arif yang sebenarnya juga tidak tega melukai hati sahabatnya


"Secapek apapun nama istri itu harus mengurus suami Rif, jangan kamu manja istrimu! diinjak - injak istri nanti kamu lama - lama" ucap Nina kesal Arif lebih membela Ane


Arif hanya geleng - geleng kepala tak menjawab. pikirannya kalut takut istrinya benar - benar marah.

__ADS_1


"Udah bro makan dulu, Ane anaknya cukup pengertian, nanti dijelaskan aja" Viko berusaha membujuk Arif


"Iya Bang, nanti aku bantu ngomong sama Kak Ane" ucap Alan


"Kalian segitunya sama istri Arif, emang kalian berapa lama kenal dengan istri Arif. anak itu pergaulannya gak bener lho. aku kasih tau kamu Rif, pergaulan istri kamu itu gak bener, taman - teman nya Bar - bar gak ada aturan. bisa jadi sifat asli istrimu kayak gitu.mungkin kalian aja belum tau." cerita Nina yang antusias banget menceritakan keburukan Ane


"Nin, tolonglah! kita kan teman dan rekan kerja jangan berpikir seperti itu sama istriku. dia tidak seperti yang kamu kira. kalau masalah temannya Nia yang tolong dimaafkan. maksud Nia juga sebenarnya karena membela Ane" ucap Arif


"Bentar...bentar...ini kayaknya istri kamu melebih - lebih kan cerita, memangnya Aku apain dia sampai dia butuh pembelaan" Ucap Nina tidak terima


"Bukan seperti itu, intinya istriku tidak seperti yang kamu kira. dia istri yang sangat baik. udahlah aku pergi dulu ya, mau nyariin Ane" Arif pamit mendahului karena pikiranya kalut takut Ane marah


"Lemah banget jadi suami" gerutu Nina


"Nin, cobalah kamu lupakan Arif dan tidak perlu ikut campur masalah rumah tangga Arif. bagaimana mungkin kamu bisa membuka hati kamu untuk laki - laki lain, kalau kamu masih aja terus - terusan mencampuri kehidupan Arif" Nasehat Viko


"Maaf bu Nina, apa yanga dikatakan pak Viko benar, selama enam bulan Bang Arif koma saya selalu disana dan saya tau persis bagaimana Kak Ane merawat Bang Arif dengan tulus" jelas Alan


"Kenapa sih kalian malah belain istriny Arif?" Nina ngambek


"Norma mantan kekesih Arif yang meninggalkan Arif itu?" ucap Norma


"Iya, selama Arif koma. dia juga terus berusaha mengganggu rumah tangga mereka, sekarang ditambah kamu Nin, yang juga terus - terusan mengejar Arif" ucap Viko


"Bu Nina saran saya, jangan menyia - nyiakan umur ibu untuk mengejar sesuatu yang jelas tidak mungkin." ucap Alan


"Maksud kalian apa ya? kenapa saya merasa kalian menghakimi saya? saya tidak pernah berharap Arif membalas perasaan saya kok. saya sudah cukup bahagia bisa melakukan sesuatu untul Arif. kalaupun dia tidak membalas perasaan saya, itu bukan masalah buat saya. tolong tidak usah ikut campur masalah kami" ucap Nina meninggalkan kantin karena merasa kesal


****


"Sudah jam empat kenapa Ane belum juga pulang" gumam Arif yang berdiri diteras rumah menunggu Ane yang belum juga pulang dan hape tidak bisa dihubungi

__ADS_1


"Assalamualikum" salam Ane menyalami Arif


"Walaikumsalam, istri Abang kenapa baru pulang?" jawab Arif senang istrinya sudah kembali


"Maaf Ane masuk dulu Bang, mau mandi" ucap Ane melangkah ke kamar


Arif yang merasa Ane tidak seperti biasanya segera mengikuti Ane kekamar dan menunggu istrinya yang sedang mandi.


Ane yang sudah selesai mandi dan menyisir rambut panjang nya di depan cermin.


"Sayang, masih marah ya sama Abang?" ucap Arif


"Marah untuk apa?" jawab Ane datar


"Sayang, biar Abang jelasin dulu ya" Arif membalikan tubuh Ane berhadapan dengannya dan memegang tangan Ane


"Iya, memang benar tadi Nina memberi Abang bekal makan siang katanya dia masak banyak, jadi sekalian Abang dibawakan" jelas Arif


"Yang dibawakan selain Abang ada lagi?" tanya Ane


"Kayaknya cuma Abang" ucap Arif


"Udah jelas kan berarti? sengaja masak buat Abang bukan karena kebanyakan masaknya. kalau kebanyakan yang dikasih bukan cuma Abang"ucap Ane ngambek


"Iya sayang, tolong maafin Abang" Ucap Arif menyatukan dua tangannya seraya meminta maaf


"Abang, Abang ini sebenarnya kenapa sih?? Abang tau mbak Nina itu menyikai Abang tapi kenapa seolah Ane merasa Abang ini memberi harapan ke mbak Nina" ucap Ane


"Bukan sayang, Abang gak seperti itu. Abang hanya tidak enak menolaknya karena dia rekan Abang dikantor. Akan sangat tidak enak kalau di lingkungan kerja ada suasana yang canggung" jelas Arif


"Iya Ane faham Bang, tapi Abang juga gak bisa dong bersikap seolah memberi harapan. kalau dia berharap lebih gimana?" protes Ane

__ADS_1


"Iya sayang, iya Abang salah, Maafin Abang ya! tolong jangan marah lagi ya!" pinta Arif


Terimakasih yang sudah membaca, tolong beri dukungan nya dengan ya Like, coment dan Vote. jangan lupa kasih rating bintang lima ya


__ADS_2