
Di penginapan Nancang.
Merebahkan tubuhnya berbaring kembali, hanya hal itulah yang dapat dilakukan oleh seorang pria, ia berdiam diri di dalam penginapan Nancang.
Pria yang dulunya penuh dengan kearoganan tinggi tersebut, kini telah menurunkan standar egonya.
Reinkarnasi dari Murongxu kaisar negri Awan itu, tengah berusaha belajar bersabar di sela ketidak berdayaannya.
Beberapa hari yang lalu, ia merasa segalanya akan berakhir. Ketika Ziaruo menyegel rohnya pada tubuh lemah yang telah ia lukai(tubuh Murongxu kaisar Xili).
Bahkan, ia juga membuatnya menjadi tubuh tak berguna lagi (cacat).
Penyesalan sempat terlintas beberapa saat yang lalu di benaknya, namun setelah berjalannya waktu, ia menyadari yang terjadi kepadanya tidaklah seburuk itu.
Ziaruo yang seolah telah mengabaikan dirinya, ternyata masih perduli serta memberikan perhatian atas setiap luka ditubuhnya.
Dan memperoleh perlakuan seperti itu, membuat Murongxu berpikir serta memutuskan, untuk mencoba memahami apa yang di inginkan oleh Ziaruo saat ini.
Di tengah amarahnya terhadap wanita tersebut, ada kebahagiaan tersembul di hatinya, atas perhatian yang di berikan.
Sebuah kepedulian, yang bahkan ia pikir akan mustahil di terimanya beberapa saat yang lalu, sekarang nyata terjadi. Dan karena hal itulah, emosinya menjadi lebih tenang.
Wanita yang telah menjadi permaisuri dari Jing tersebut, secara pribadi telah mempersiapkan sebuah obat penyembuh, untuk patah tulang serta kerusakan pada nadi nadinya.
Walaupun sesungguhnya, tanpa bantuan Ziaruo lambat laun ia akan mampu memulihkan dirinya sendiri, namun sebuah obat penyembuh yang ia terima dari wanita itu, ibarat sebuah air pelepas rasa dahaga panjangnya selama ini.
''Baiklah, aku akan mencoba agar dapat mengerti jalan pikirnmu, serta memahami apa sebenarnya yang kau inginkan.'' Gumam lirih Murongxu.
Pria tersebut kesulitan memahami makna, dari hukuman reinkarnasinya saat ini.
Bahkan ia kehabisan kata, dan tidak dapat berpikir, atas apa yang di inginkan oleh sang istri tercintanya.
Bagi kaum seperti dirinya dan Ziaruo, jika ingin menghancurkan sebuah kekaisaran, bukanlah hal yang sulit.
Semakin ia memikirkan alasan Ziaruo, Murongxu semakin kebingungan.
Banyak hal yang tidak ia setujui dalam setiap keputusan yang di ambil oleh Ziaruo.
Namun, satu inti dari setiap kegundahan hatinya adalah, mengapa wanita tercintanya tersebut, justru mengikuti alur jalannya kisah manusia di dunia fana, yang di gariskan untuk mereka.
Didalam perjalanan kehidupan ini, mereka bisa saja menghindari pertemuan dengan semua orang(manusia di bumi), dengan cara bertapa ataupun menyepi dari keramaian, hingga waktu yang di tentukan berakhir.
Murong memaklumi apa yang terjadi di kehidupan pertamanya, ketika menjalani hukuman di dunia moderen.
Karena kehidupan di dunia itu, mereka(Ziaruo dan Murongxu) memang tak punya pilihan, di sana selain hidup dengan ingatan yang baru, mereka juga memiliki keluarga layaknya manusia biasa.
Sementara di kehidupan ini, keduanya tak memiliki anggota keluarga, serta masih memiliki ingatan yang sama seperti ketika di negri Awan.
Seharusnya di kehidupan kedua mereka sekarang, Ziaruo dan dirinya dapat melakukan meditasi, ataupun menentukan tempat tersembunyi, untuk menghindari orang lain.
Namun, seola benar benar tidak memahami dengan arti ujian, serta penderitaan yang harus ia jalani.
__ADS_1
Bagi Murongxu, jangankan untuk memahami makna dari takdir mereka, ia justru semakin mengumbar kemarahan dari setiap kejadian yang tidak ia sukai.
Ketika hal hal tersebut menyangkut sang permaisuri, pria tersebut selalu merasa keberatan.
Terlebih lagi, ketika tubuh yang ia berikan kepada Ziaruo tengah menikmati, madu asmara penyempurnaan pernikahan diantara keduanya (Ziaruo dan Jiang jing wei).
Sebuah kemarahan yang besar, membuatnya terbangun dari tapa, dan hendak membumi hanguskan kekaisar Zing.
Dan hal itu berimbas kemalangan, bagi Murongxu dari kekaisaran Xili( Jiwa ciptaan murongxu dari helaian rambutnya), yang tengah menempati gubuk sederhana milik Ziaruo di hutan barat.
Pria tersebutlah yang pertama kali, menerima kemarahan dari sang Kaisar negri Awan.
Murongxu dari negri awan, dapat mengetahui keberadaan dari Ziaruo dengan mudah, karena ia bisa mendektesi melalui aroma tubuh, serta pancaran energi yang di keluarkan oleh tubuh buatannya.
Dan tempat pertama yang ia temukan saat menuju kekaisar Zing, adalah tapak tilas perkampungan merah di tengah hutan.
Mendapati hanya sekumpulan makam, Kaisar Awan yang baru saja memaksakan diri menyudahi tapanya, memporak porandakan semua makam disana.
Khususnya makam Gutingye dan Gutingyan.
Karena selain mengingat kejadian pernikahan Ziaruo dan gutingye, hanya kedua makam tersebut saja, yang memiliki aroma pekat Ziaruo.
Sebenarnya, dengan kekuatan kultivasinya yang tinggi ia mampu menemui orang yang di inginkan, hanya dengan satu tarikan nafas.
Akan tetapi, akibat memaksakan bangun dari tapanya lebih awal, membuat tubuhnya melemah serta mengalami luka parah, yang di akibatkan inti kekuatannya, berbalik menyerang tubuh sendiri. Murongxu harus mengeluarkan tenaga extra untuk menemukan sang kekasih hatinya.
Di tambah lagi, Murongxu kehilangan konsentrasinya, disaat tengah berupaya memulihkan diri, kebetulan bertepatan ketika Ziaruo sedang berme*r*an bersama Jiang jing wei.
Karena apapun yang di lakukan oleh Ziaruo, Murongxu dari kekaisaran negri Awan tersebut, akan mengetahui serta ikut merasakan.
Kaisar Murongxu sejak awal, selalu memantau apapun yang dilakukan oleh Ziaruo, baik ketika ia kehilangan ingatan, juga disaat ia melangsungkan pernikahan dengan Gutingye.
Kaisar negri awan, masih mampu menahan luapan kemarahan di dalam hatinya.
Bahkan disaat Ziaruo berdekatan dengan Yongyu, serta menikah kembali dengan Jiang jing wei, meskipun sulit serta menyakitkan hati, ia masih mampu menahan gemuruh di dadanya.
Namun, ketika ia melihat Ziaruo memadu kasih sayang dengan Jing, hatinya tak lagi dapat ia kontrol, letupan letupan kecil berubah menjadi kobaran besar, dan seolah membakar seluruh tubuh serta pemikiran obyektifnya.
Hingga pada akhirnya, ia tak lagi mampu menahan segalanya, dan memutuskan untuk menghentikan tapa, yang kurang beberapa waktu saja.
Dan hal itulah yang menyebabkannya terluka, serta memudahkan Ziaruo menyegel jiwanya, di dalam tubuh Murongxu dari kekaisaran Xili, ketika mereka melakukan perkelahian di pondok hutan barat.
Wanita tersebut, juga menyembunyikan tubuh asli reinkarnasi Murongxu, kedalam cermin air bulan.
Di kehidupan ini, Murongxu menerima karma atas perbuatan curang, di karenakan keegoisannya.
Sebuah hukuman penderitaan serta luka hati, karena melihat setiap tindakan sang permaisuri bersama pria lain, sebuah kekecewaan atas pengkhianatan(versi Murongxu) sang istri yang menikah dengan pria lain.
Sebenarnya kaisar Murong tak perlu mendapat penderitaan besar, jika saja ia tak mengganti tubuh sang istri.
Ia juga tak akan menyaksikan kei*t*man Ziaruo dan Jing, serta memiliki kemarahan yang di hatinya sekarang.
__ADS_1
Kerena Murongxu dengan kecurangannya, telah mengganti tubuh Ziaruo menggunakan tubuh buatan dari kultivasinya. Pria tersebut mampu melihat setiap detil apapun yang di kerjakan, bahkan ia juga mampu merasakan apapun tindakan sang istri, termasuk saat bersama pria lain.
Sungguh gambaran yang tragis, dimana seorang pecinta tengah menyaksikan wanita terkasihnya, tengah bercumbu dan memadu kasih sayang dengan pria lain, secara langsung.
Dan itu bukan hanya sekedar mengetahui, akan tetapi nyata tergambar di pelupuk mata, secara mendetil dalam setiap incinya.
Meskipun, tubuh dalam penyatuan tersebut bukanlah tubuh sebenarnya, akan tetapi tetap saja di sana, Jiwa Ziaruo serta leguhan ken*km*tan yang terlukis diantara keduanya, membuat kaisar Murongxu menggelapkan aura, serta hampir gila karena kemarahan.
Banyak hal yang ditahan oleh Murongxu, selama perjalanan di kehidupan ini, sejujurnya ia ingin menentang kehendak langit, yang tergaris di dalam tangan takdirnya sekarang.
Akan tetapi, ia tahu betul bahwa jika ia melakukan hal tersebut, maka jiwa kegelapan di dirinya akan bangkit.
Dan ketika hal tersebut terjadi, seluruh harapan untuk kembali bersatu dengan istri tercinta akan musnah.
Bahkan, sebagai dewi dari klan bulan, Ziaruolah yang harus mengurung dirinya di dalam cermin air bulan. Dan bahkan, ada kemungkinan mereka akan menjadi musuh yang saling menghancurkan.
''Heeeeh....''
Kaisar Murongxu kembali menghela nafas panjang, ada sebuah kegetiran dalam setiap pandangan matanya. Hingga Wangde dari balik pintu, muncul dan duduk di dekatnya.
''Apakah kau sudah lebih baik sekarang?.'' Tanya pria tersebut, sambil menggeser kursi, agar lebih dekat dengan ranjang.
Mendengar pertanyaan tersebut, Murong hanya meanatapnya tajam, pria yang tengah berbaring di atas ranjang itu, tidak menjawab pertanyaan dari Wangde.
Namun, selang beberapa saat kemudian, dengan suara tenangnya Murongxu balik bertanya. ''Apakah mereka sudah pergi?.''
''Heeeeh...sudah.'' Jawab wangde, sembari menghela nafas panjang.
Ada sebuah tatapan datar tak terbaca, pada wajah pria tersebut, dan Murong mengetahuinya.
''kau boleh mengaguminya, bahkan kau juga boleh merebutnya dari pria b*d*h itu.'' Ucap Murongxu pelan, ia melempar tatapan wajahnya kearah dinding ruangan.
''Karena kau juga pria yang b*d*h sama sepertinya, lihat saja setelah kondisiku pulih, aku akan membunuh kalian semua.'' Gumam dalam hati Murong.
Mendengar perkataan tersebut, Wangde tersenyum sekilas dan menjawab. ''Tidak...aku tidak akan menurunkannya dari posisi tinggi di hatimu, dengan menjadikannya sebagai milikku (istri).''
Tampak jelas pemujaan dimata pria tersebut, ia berhenti sejenak sebelum kembali berucap. ''Karena dia adalah dewi bagi hidupku, dia adalah tuan sekaligus seseorang yang jauh lebih berharga, serta berkedudukan lebih tinggi dari sekedar seorang pasangan.''
Ucapan wangde membuat Murongxu menjadi mengerti, bahwa segalanya adalah tentang bagaimana harus berkompromi dengan hati.
Murongxu tahu dengan jelas, wangde menaruh hatinya untuk Ziaruo.
Namun, entah mengapa ia merasa aman, serta tidak terancam, atas perasaan dari pria yang mengabdikan dirinya, untuk Ziaruo tersebut.
Dengan perlahan ia kembali menatap wajah pria di depannya, ada banyak pertanyaan di dalam hati kecil Murongxu, akan tetapi ia bingung, serta merasa gensi untuk bertanya.
''Eeeheeem..''
Murong berdehem sejenak, dengan suara yang di buat seolah ia membenci pria tersebut, Murong kembali berkata. ''Keluar, kau mengganggu istirahatku.''
''Aku tahu, tapi entah mengapa saat melihat pintu ruanganmu, kakiku langsung melangkah masuk.'' Jawab Wangde tenang.
__ADS_1
''Dan entah mengapa seolah, aku mengerti keadaan serta kondisi dari pria di dalam ruangan ini.'' Sindir Wangde, sembari melangkahkan kakinya, meninggalkan ruangan tersebut.