Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 68 Jati diriku.


__ADS_3

Masih didalam salah satu ruangan di balai pengobatan.


''Sampai kapan anda akan menatap saya seperti itu Yang mulia, apakah anda begitu senang melihat saya merasa malu, serta kebingungan dalam bersikap?.'' ucap Ziaruo dengan suara pelan, serta dengan rona wajah yang tersipu karena malu.


Mendengar perkataan tersebut, kaisar Jing wajahnya memerah, ia menjadi gugup sejenak.


''Maafkan aku, sepertinya sihirmu jauh lebih kuat dari yang sebelumnya.'' ucapnya pelan, dengan berusaha mengalihkan perasaan canggung serta malunya.


''Sihir?.'' pekik lirih Ziaruo lirih.


Namun, beberapa detik kemudian, ia mengerti maksud dari pria no1 di Zing tersebut.


''Anda boleh menyebutnya demikian.


Asalkan, itu membuat anda bertahan, dengan sikap tenang serta tidak merugikan wanita ini, Yang Mulia.'' jawab lembut Ziaruo sambil mengusap usap kepala Yunsang lembut.


''ZIARUO..'' panggil kaisar Jing lembut.


''Hamba yang mulia.'' jawab wanita itu lirih serta lembut, sebagai adaptasi kesopanan, atas kelembutan orang lain kepadanya, sembari tetap menatap putranya, yang mulai terlelap dalam tidur nyenyak.


Nyonya Yun atau Ziaruo semakin intens, menepuk nepuk pelan punggung Yunsang, yang masih meletakan kepala diatas pangkuannya, serta sesekali mengusap lembut pucuk kepala sang putra yang kini berjalan kedalam buaian alam mimpi.


''Jangan manggilku seperti itu, hanya ada kita sekarang.


Bahkan, Yusang sepertinya telah terlelap, aku berharap kau mau memanggilku Jing atau Jingwei saja.''ucap kembali pria itu.


Ziaruo tersenyum, ia mulai menggerakan tubuhnya perlahan, merebahkan tubuh sang putra pada posisi yang nyaman, agar tak mengusik kelelapan tidurnya.


''Saya mungkin akan merasa kurang nyaman Yang mulia.


Bagaimanapun, kita tidak dalam hubungan yang sedemian dekat.sehingga wanita ini dapat dengan leluasa, memanggil menggunakan nama saja.'' jawab Ziaruo, dengan suara pelan dan lembutnya kembali.


Mendengar ucapan wanita, yang kembali duduk tak jauh dari dirinya itu, kaisar Jing, tersenyum masam, seolah ia sudah menduga akan jawaban tersebut, ia merasakan sebuah kekecewaan atas tebakannya yang ternyata benar adanya.


"Bahkan aku sudah menduga akan seperti itu jawabanmu.'' ucap kaisar itu lirih.


''Mengapa aku harus begitu mencintai, dan memiliki kekaguman untuk seorang wanita, sepertimu, bahkan melebihi kecintaan pada diriku sendiri.'' gumam Jing dalam hatinya.


'' Bahkan jikapun, tak memiliki diriku didalam hatimu, aku mengizinkan kau untuk menggunakanku, mperoleh kemewahan dan untuk mencapai puncak, apakah kau juga masih tak ingin memikirkannya.'' tanya pria tersebut kembali.


Ziaruo merasa sangat menyesal, atas perasaan yang telah tumbuh didalam hati pria tersebut, tanpa sadar, ia menatapnya lekat.


''Aku tahu, kau hanya ingin menggunakan rumor atas kedekatan kita, untuk menjaga jarak dengan Murongxu.

__ADS_1


Aku tahu bahwa sekarangpun, ia masih sering mencari dan mendatangimu.'' ucap pria tersebut pelan, dengan ketenangan akan setiap kata katanya.


Mendengar hal tersebut, Ziaruo merasa buruk, ia memang membiarkan saja, rumor rumor tentang dirinya yang semakin berkembang di kalangan masyarakat, bahkan dapat di ibaratkan seolah hampir sulit membedakan, antara kepalsuan serta keaslian dari rumor itu.


''Heeeehhhh....'' Ziaruo menghela nafas pelan.


''Maafkan aku, maaf jika semuanya membuatmu berjalan diantara bias dan remang remang.'' jawab wanita itu lagi lirih.


''Aku sangat berterimakasih, atas perlindungan dibalik nama anda.


Namun.... sungguh, aku baru memahaminya sekarang, bahwa dari sikapku yang egois, telah membuat anda menderita.'' lanjut Ziaruo kembali, masih dengan suara yang pelan dan lembutnya.


Akan tetapi, jelas dari raut wajah itu, tampak sebuah penyesalan.


''Aku hanya ingin hidup sesuai keinginanku, untuk bersama orang yang kucintai yang juga mencintaiku.


Bersama putra putri kami.


Aku hanya ingin memiliki hatinya untukku saja, tanpa ada sebuah intrik dan polemik demi sebuah perhatian.'' ucap nyonya Yun, dengan suara lembutnya.


Dengan kata lain, ia tak ingin sang suami memiliki istri selain dirinya.


Kaisar Jing mendengarkannya tanpa menjawab apapun, lebih banyak diam dan berfikir.


''Apakah menjadi kesayangan, dari seorang pria, dengan banyak wanita lain sebagai istrinya, itu sebuah kebahagiaan dan kemenangan?.'' lanjut nyonya Yun, dengan sebuah tatapan, menuntut akan sebuah jawaban, dari pria yang kini berada di depannya tersebut.


''Apakah anda akan percaya jika ku katakan bahwa, wanita ini telah memiliki semuanya?.'' ucap wanita itu lagi, sebelum menghela nafas kembali.


Seakan, ia tengah berusaha menghempaskan, segala sesuatu yang menyesakan di dadanya.


Kaisar Jing masih diam, ia membalas tatapan wanita didepannya lekat, seolah kini ia tengah berusaha menemukan makna dari setiap ucapan nyonya Yun.


Ruangan menjadi hening, bahkan suara nafas merekapun, ikut menghilang di tengah kesenyapan disana.


''Apalagi yang dapat kutawarkan untukmu?, bahkan hatikupun telah kuberikan, serta tak memiliki apapun untuk diberikan lagi, namun aku masih dapat memastikan, bahwa jika bersamamu, aku harus mengabaikan mereka ( selir selirnya) akan kulakukan.'' ucap kaisar Jing dengan lembut.


Kaisar Jing ingin meraih tangan putih di depannya itu, serta memberikan kehangatan hati melalui tangan besar miliknya.


Wanita itu diam, ia mendengar ucapan pria tersebut dengan seksama, ada perasaan bersalah pada sorot mata coklatnya.


''Aku tahu....tentang cerita kehidupan anda sebelumnya.'' ucap lirih kaisar Jing dengan suara yang agak ragu.


Ziaruo atau nyonya Yun, tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


''Aku tahu, bahwa kalian (Murongxu dan Ziaruo) adalah reinkarnasi sepasang suami istri dari (kaisar dan permaisuri) kekaisaran negri awan diatas langit.'' lanjut pria tersebut dengan gemuruh di dadanya, yang ia tekan sekuat mungkin, ada banyak hal dalam pikiran dan hati kecilnya yang berkecamuk, ketika mengatakan hal itu.


Mengetahui, serta memahami makna dari ucapannya sendiri tersebut, adalah 2 hal yang berbeda.


Perasaan ingin memberikan penyangkalan atas kenyataan itu sangatlah besar.


Namun, bagaimanapun ia menyangkal, pada akhirnya, kenyataan adalan sebuah hal yang mutlak harus ia terima.


''Dan aku tahu, bahwa dia terlahir kembali dari wujud seorang bayi, dan memiki takdir seperti kami, dengan kenangan kenangan yang perlahan terbentuk selama disini.''lanjut sang pria kembali.


''Sedangkan anda, dikirim dengan wujud serta tubuh yang apa adanya, tubuh seorang istri, yang masih memiliki perasaan sama seperti sediakala, serta kedukaan kepada dia, yang telah memiliki banyak istri lainnya, ketika anda sampai disini.'' ucap kaisar Jing lagi, dengan penyampaian yang ia upayakan sebaik mungkin agar tidak menyakiti wanita itu.


''Oleh karena hal itulah, orang orang yang aku perintahakan menyelidiki asal usul anda, tidak membuahkan hasil apapun, karena anda bukan dari dunia kami, dan aku juga tahu, bahwa anda adalah takdir phonix, yang jatuh di hutan barat kekaisaran Xili 9 tahun yang lalu.'' ucapan Kaisar Jing kembali, dengan penuh keyakinan, tentu saja sesuai versi pemahamannya.


'' Ternyata anda sudah mengetahui sampai sejauh itu, namun ada beberapa bagian yang berbeda dari kenyataan yang sebenarnya.'' jawab Ziaruo lirih.


''Aku adalah reinkarnasi permaisuri dari salah satu kekaisaran Awan........( cerita panjang kali lebar ) hukumanku, karena dikehidupan pertama tidak berjalan sesuai apa yang seharusnya, dikehidupan ini banyak yang harus aku lalui, sebagai ganti ujian dimasa lalu yang telah aku lewatkan'' ucap Ziaruo menjelaskan, tampak jelas ada bulir bening pada ujung matanya, serta pnenekanan pada intonasi suara lirih miliknya.


Melihat kesedihan di mata nyonya Yun, kaisar Jing dengan reflek meraih tubuh wanita cantik itu, ia peluk erat tubuh ramping tersebut.


''Ternyata kau begitu menderita, dan hal itu hanya kau tanggung sendirian, mengapa harus ada luka dan duri, pada bunga indah ini dewa.'' ucap kaisar Jing kembali, sebelum menggerakan tubuhnya dan memeluk Ziaruo.


Mendapati dirinya diperlakukan demikian, nyonya Yun membulatkan matanya, ia berusaha mendorong tubuh pria tersebut. Namun, dalam hati kecilnya, kembali perasaan hangat ia rasakan.


Sebuah perasaan yang memberikan kenyamanan, rasa aman serta ketenangan.


''Mengapa aku bisa merasakan perasaan ini kembali, perasaan saat aku bersama denganmu( mengacu pada Gutingye), apakah aku mulai membuka diriku?.'' gumam dalam hati Ziaruo.


''Pejamkan matamu, beristirahatlah, besok segalanya akan lebih baik.'' ucap kaisar Jing lirih, sebelum akhirnya wanita itu terkulai dalam pelukan kaisar Jing, dengan totokan pada tubuh belakangnya.


Kaisar Jing, memberikan totokan pada tubuh Ziaruo, agar ia dapat beristirahat dengan tenang.


Pria tersebut membopong tubuh Ziaruo dengan kedua tangan kekarnya, sebelum ia membawa kedalam pangkuannya beberapa saat.


''Memangnya mengapa jika kau dulu adalah permaisurinya, aku tidak perduli sama sekali, mungkin kini dihatimu, masih memiliki perasaan kepadanya, namun aku akan memastikan bahwa kau adalah milikku.'' pikir dalam hati Kaisar Jing.


'' Kau adalah milikku, dan hanya aku saja yang pantas menjadi kekasih serta suamimu, maaf jika aku harus melakukan tindakan ini.'' ucap pria tersebut dengan sebuah senyum lembut, ketika menatap wajah cantikg dalam dekapannya itu.


Dengan langkah pelan, kaisar jing menuju keluar, meninggalkan bilik yang di tempati oleh Yunsang beberapa hari ini.


Pria dengan tubuh tegap tersebut, membawa wanita itu, masuk kedalam sebuah ruangan yang berada di ujung lorong balai pengobatan.


''Maafkan aku... semua kesalahan dan dosanya limpahkan kepadaku, kau akan selalu menjadi pihak yang tidak bersalah.'' ucap lagi pria tersebut, sebelum melepas pakainnya dan ikut masuk kedalam balik selimut.

__ADS_1


Dimana, disana tubuh seorang wanita, juga tengah terbaring hanya dengan beberapa helaian kain tipis menutupi tubuh tersebut.


__ADS_2