
Tanpa terasa tangan itu mencengkram kuat pundak sang ibu. Dan dengan suara yang dalam serta sedikit di naikkan penekannya, Yongyu kembali bertanya. "Katakan ibu siapa dia?, dan dimana sekarang?."
Janda Lexue sejenak tampak terkejut dengan sikap putranya. Namun, dengan cepat pula ia berusaha menenangkan hati serta pikiran "Jangan seperti ini, kau menyakiti ibunda."
Tangan Yongyu di tepis kuat oleh Lexue, bagaimanapun ia mencintai putranya tersebut, dengan pertanyaan yang langsung menikam ke ulu hati, bagaimana ia masih dapat bersikap lembut.
Lexue masihlah seorang ibu yang ingin di hormati oleh putra-putranya, seburuk apapun ia di masa lalu, tetap saja itu hal tabu untuk di ungkap oleh orang lain, terlebih dia adalah Jiang Jing Yun, yang sangat ia sayangi.
''Kau juga akan mengenalnya sebentar lagi, tapi tidak sekarang."
Jawaban itu, nada suara penuh keyakinan untuk sosok misterius di balik perkataan sang ibu, justru semakin membuat Yongyu penasaran.
''Ia mengatakan bahwa sesuatu terjadi dengan wajahmu, dan membutuhkan waktu untuk datang. Yun,er... lihat sekarang kau di depan ibunda." Lexue masih berusaha meyakinkan pria itu, tentang sosok yang ia percaya sebagai penolong sakti serta suci.
Yongyu masih belum mempercayai sosok di balik bibir sang ibu, namun tentang dirinya yang masih hidup, dan berganti wajah selain dirinya dan Ziaruo tak ada orang lain yang tahu.
Tentu saja Wuhan juga terhitung, untuk sekarang ini.
__ADS_1
Akan tetapi, mengingat waktu sang ibu dan Wuhan mengetahui rahasianya, tentu saja ia dapat mengambil kesimpulan, bahwa orang itu bukan Wuhan.
Janda Lexue merasa bahwa putranya masih ragu dengan perkataan yang ia lontarkan.
''Aku juga tahu bahwa permaisuri kakakmu adalah adik yang kau jaga, dan kau menaruh hati untuknya."
Mata Yongyu kembali melebar, ia ingin mengatakan bahwa semuanya tidak benar. Namun, belum juga perkataan tersebut meluncur, sang ibu kembali berucap.
"Karena dia seorang takdir yang di kirim dewa, jika kau berinisiatif untuk menikah dengannya aku tidak akan keberatan."
Yongyu semakin heran dengan sikap dan perubahan sang ibu. Bukan hanya kelembutan sang ibu di masa lalu telah menghilang, kini terlihat jelas bahwa wanita di depannya telah menjadi seorang yang pandai memainkan trik.
Pikiran Yongyu jelas tak beralasan.
Pasalnya, wanita di depannya memanglah sang ibu, hanya saja baru sekarang ini ia melihat sosok wanita itu dengan baik.
"Apakah itu juga yang di katakan ya?." Yongyu kembali menyipitkan mata sekilas, berharap bahwa yang akan terucap dari bibir sang ibu adalah suatu hal yang berbeda dari yang ia pikirkan.
__ADS_1
Namun, ketika ia melihat senyum tegas dari Lexue, hati pemuda tersebut berdebar dengan kuat.
''Apakah memang ada kebetulan yang begitu jelas, atau ia bisa melihat masa depan.'' Pikirannya semakin dipenuhi dengan pertanyaan.
''Hubungan kami tidak seperti yang ibunda pikirkan." Yongyu berkata separuh benar dan setengah salah.
Benar memang diantara dirinya dan Ziaruo hanya memiliki jalinan persaudaraan.
Dan salah, karena perasaan hatinya memiliki rasa yang lebih dari sekedar hubungan yang telah ia akui.
Namun, seperti telah melihat dan membaca pikiran sang putra, janda Lexue kembali menampilkan senyum tipis di bibirnya.
"Seperti apa hubungan diantara kalian, hanya kalian yang mengerti. Dan seperti juga hatimu, hanya kau yang tahu."
Janda Lexue seolah telah meyakini apapun yang di ucapkan sosok pria misterius. Bahkan, penyangkalan putra yang ia sayangi tidak mampu menggoyahkan kepercayaannya.
Yongyu seolah tak dapat berkata-kata, ketika mendengar ucapan tersebut.
__ADS_1
Seolah topeng yang ia gunakan selama ini, telah dibuka dengan paksa oleh sang ibu.
"Jika kau bersedia mengikuti rencana ibunda, maka segalanya akan menjadi milikmu. Bukan hanya tahta dan kekuasaan, bahkan wanita itu juga akan termasuk di dalamnya."