
Tepat dihari ketiga, pondok mereka ( Ziaruo dan Yongyu) menjamu tamu dadakan, lebih tepatnya, Yongyulah yang berkerja keras, untuk menyiapkan makanan serta obat perawatan.
*Ziaruo hanya meracik bahan, memberitahu, takaran dosis serta arahan cara pemakaian serta penyeduhanya, selain itu semua dikerjakan oleh Yongyu*
Namun bagi Yongyu, lebih berat ketika mengatur hati, serta mengontrol kebencian dan amarahnya, yang kini tengah berusaha berontak.
Pemuda tersebut tak ingin melakukan tindakan konyol, ataupun tindakan yang dapat mengancam terbongkarnya penyamarannya.
Bahkan ia berusaha keras menjaganya rapat rapat, agar tidak tercium hidung pelacak milik Wuhan.
Penjaga kepercayaan sang kaisar Jing kakaknya.
Maklum saja, mereka bertiga tumbuh bersama sejak kecil.
*Wuhan seorang yatim piatu, yang dipungut atau dibawa oleh Jingwei keistana sejak usianya 8 tahun.*
Jadi jika tidak hati hati, satu slip melenceng saja, mereka akan curiga.
*Sekarang wajah Jingyun atau Yongyu sudah berubah ya, karena efek dari pil perubah pesona milik Ziaruo, sesungguhnya pil tersebut, bukan merubah sepenuhnya, namun lebih tepatnya, menyempurnakan / meregenerasi sel tubuh, serta sel kulitnya yang rusak atau mati akibat salah perawatan atau luka karena pengaruh racun ditubuhnya, oleh karena itu di sebut pil perubah pesona * versi author.''*
Seorang wanita cantik keluar dari bilik sederhananya, dia terlihat cerah dan penuh semangat pagi itu, hal inilah yang membuat senyum tersungging dibibir se*si milik Yongyu.
"Apakah ada hal yang menyenangkan, sampai kau membuang buang senyuman berhargamu itu?.'' Tanya Ziaruo kepada pemuda tersebut (Yongyu)
"Anda terlalu memperhatikan saya nona, bahkan senyum kilatpun dapat anda lihat he..he..he..'' Jawabnya dengan santai, namun dihatinya merasakan kebahagiaan dan tak lagi cemas, saat sang nona keluar, dari biliknya setelah 3 hari, 2 malam.
"Apakah mereka sudah pergi?.''
Tanyanya lagi.(kaisar Jing dan Wuhan)
"Belum nona, mereka bilang ingin menunggu nona dan berpamitan dulu, serta ingin mengucapkan terimakasih.''
Jawab Yongyu dengan sopan.
Namun, sebelum mereka sampai dikamar Yongyu, ternyata kedua orang tersebut, sudah menunggu mereka berdua di ruang tengah.
Melihat kedatangan Ziaruo dan Yongyu, kaisar Jing membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Ziaruo dan Yongyu, tindakannya tersebut diikuti oleh Wuhan.
"Terimakasih banyak, atas pertolongan anda serta pelayan muda anda nona, saya mungkin sudah tidak akan tertolong tanpa bantuan anda.'' ucapnya sopan, dan hanya di jawab senyuman, dibalik cadar oleh wanita tersebut.
"Yong ..tolong ambilkan kotak diatas mejaku, keduanya bawa kemari.'' Pinta Ziaruo kepada Yongyu.
''Baik nona,"
Jawabnya sopan, sebelum melangkah pergi, menuju ruang tidur Ziaruo.
"Ini nona.'' Ucap Yongyu sembari menyerahkan, 2 kotak kecil dengan ukuran yang berbeda.
''Terimakasih Yongyu, kau boleh pergi, siapkan perlengkapan kuda kita, aku akan menyusulmu setelah ini.'' Pintanya lagi, kepada pemuda tersebut.
__ADS_1
"Baik nona, saya akan mempersiapkan kuda terlebih dahulu.'' Jawab Yongyu, sebelum akhirnya meninggalkan sang nona, bersama kedua orang, yang membuatnya kurang nyaman tersebut.
''Ini terimalah, untuk kotak yang agak besar adalah milik anda, (yang dimaksud adalah Jingwei ) didalam sana ada salep untuk luka anda, dan juga ada 4 butir pil sebagai penawar racun.
''Satu butir berwarna hitam untuk racun yang terdapat pada anak panah kemarin, dan 3 butir berwana coklat keemasan untuk mentralkan racun pelemah sel Pria di tubuh anda.
(Pencegah kehamilan /racun anti keturunan).'' Jelas Ziaruo tenang, dan tanpa menutupi apapun.
"Apa! rancun pelemah sel pria?.''
Sahut kedua orang tersebut hampir bersamaan, sebelum akhirnya mereka saling lirik. (Wuhan dan Jingwei)
"Ya benar, umumnya racun pencegah kehamilan digunakan kepada wanita saja. Namun, dengan sedikit merubah beberapa komposisinya, dapat juga digunakan untuk pria dan ini jauh lebih efektif.
Karena, hanya melemahkan sel dari sang pria, serta tanpa mengurangi keinginan sang pengguna,(orang yang terkena racun) dalam urusan bersama pasangan.'' Jelas Ziaruo lagi.
(versi author ya. peace)
Mendengar penjelasan tersebut, kaisar Jing terduduk lemas diatas kursi pada ruangan tersebut, ia seolah tak percaya bahwa sang ibu bisa sampai sejauh itu.
Dan hebatnya lagi, tindakan itu lolos dari pengawasannya.
''Bu...apakah aku bukan putramu?, sehingga kau sampai tidak ingin melihat anak anakku.'' Gumam Jing dalam hati.''
"Apakah jika saya meminum pil tersebut, racun b*d*h ditubuh ini, akan bisa hilang nona?, dan apakah saya masih bisa memiliki keturunan?.'' Tanyanya dengan nada berat, seolah menahan suatu kemarahan yang besar.
"Jika ketiganya sudah anda minum, saya rasa anda akan kembali seperti semula. Akan tetapi, anda harus memberi jarak 4 hari pada setiap pil tersebut.'' Ucap Ziaruo menjelaskan.
Dan satu hal lagi yang terpenting, selama pemulihan saya harap anda tinggal sendiri dulu( dengan kata lain, dilarang melakukan h*b*ngan pasutri ).'' Lanjut wanita itu menjelaskan dengan nada tenang.
Jiang jingwei mendengarkan dengan cermat setiap perkataan dari Ziaruo.
Dalam hatinya ia memuji kehebatan wanita penolongnya tersebut.
"Menurut anda, kira kira sudah berapa tahun, saya terkena racun ini nona?.'' Tanyanya lagi, ia ingin memastikan sebuah pemikiran yang kini memenuhi kepalanya.
Mendengar ucapan itu, Ziaruo terdiam sejenak, ia menatap pria tersebut dan berkata. "Untuk pastinya, kapan racun itu mulai masuk ketubuh anda, saya tidak tahu.
Akan tetapi, dilihat dari reaksi anda menerima pengobatan, sepertinya sudah lebih dari 5 tahunan.''
''Mungkin, karena racun tersebut sebenarnya, tidak membahayakan pemilik tubuh, jadi.. jarang orang tidak menyadarinya, bahwa ia sedang teracuni.''
''Namum, bagaimanapun juga racun tetaplah racun, jika digunakan dalam jangka panjang, akan memiliki efek buruk untuk tubuh. Dan untuk racun ini efeknya adalah menghambat kerja fungsi tubuh anda, melakukan penyembuhan untuk dirinya sendiri.'' Ucap wanita itu lagi menjelaskan.
"Dengan kata lain, kekebalan tubuh anda akan menurun, dan anda akan mudah sakit.'' Lanjut Ziaruo lagi, ketika ia melihat kedua pria tersebut, seolah tidak memahami penjelasanya.
"Terimakasih nona.'' Jawab Jingwei dengan penuh ketulusan.
Namun, dengan kemarahan yang ditahannya.
Ketulusan dalam ucapan terimakasihnya, atas bantuan pengobatan yang di berikan oleh Ziaruo. Dan sebuah amarah untuk sang ibu, yang tega memberikan racun dari tangannya sendiri.
Jing tampak mengeratkan gigi, bahkan pria itu sampai lupa hendak berkata apa.
__ADS_1
Pada akhirnya, hanya ucapan terimaksih saja yang terucap dari bibir pria tersebut.
"Tidak usah sungkan, oh ..ya, dan kotak ini untuk anda, oleskan pada tangan yang terluka, untuk beberapa hari kedepan, usahakan jangan bersentuhan dengan air terlebih dulu, dan.......'' Ziaruo berhenti sejenak.
Wanita itu, menatap wajah Wuhan sejenak dengan pemikiran tak terbaca, sebelum akhirnya membuka mulut kembali dan berkata. ''Maaf atas tindakan saya semalam.''
Sebuah ucapan yang membuat semua kedua pria di sana, membulatkan mata mereka.
Wanita itu mengatakannya dengan mudah, sambil menyerahkan kotak kecil kedua untuk Wuhan.
Mendengar hal tersebut, kedua orang pria itu, sontak saja menatap wanita yang mengenakan cadar di depannya.
Dengan malu malu serta tubuh agak membungkuk, Wuhan maju mendekati wanita tersebut.
"Tidak nona, saya memang pantas menerimanya, karena kekasaran yang telah saya lakukan, dan terimakasih untuk obatnya.'' Jawab Wuhan, dengan penuh kesopanan, disela rasa canggungnya.
Mendengar ucapan sang pelayan setianya, Jiang jingwei semakin kebingungan, ia menatap wajah sang penjaga tersebut sejenak, kemudian beralih mlihat kearah wanita muda didepannya.
"Ada kejadian apa diantara mereka?, dan kapan Wuhan terluka?, mengapa aku tidak tahu?, apa saja yang sudah terjadi disaat aku pingsan?.
Lalu kekasaran apa yang telah dilakukan oleh penjaga b*d*hku ini?, dan mengapa justru gadis itu, yang meminta maaf lebih dulu?.'' Pikiran Jingwei berkelana, dan menebak nebak, tentang kejadian diantara gadis di depannya itu, dengan sang penjaga setianya.
"Oh ya nona, ini adalah lencana keluargaku,( lencana kaisar Zing) jika anda berkunjung ke Zing, tunjukan giok tersebut kepada penjaga, maka aku akan datang untuk menjamu anda.'' Ucap Jing dengan penuh wibawa.
''Oh ya... dan ini ada sedikit uang untuk pelayan muda anda nona." Sambung Jingwei kembali, sambil menyerahkan sebuah giok, serta sekantung uang yang diletakan diatas meja, didepan Ziaruo.
"Terimakasih, saya akan menyimpannya sebagai kenang kenangan, dari seorang teman yang singgah, dan saya mewakili sahabat saya Yongyu, mengucapkan terimakasih, atas uang pemberian anda ini." Jawab Ziaruo tenang, dengan penekanan pada kata sahabat.
Dan setelah berpamitan, akhirnya Jiangjingwei bersama Wuhan, meninggalkan hutan barat dengan menaiki kuda mereka.
Akan tetapi, belum juga keluar dari hutan, tiba tiba saja Kaisar Jing menghentikan kudanya, ia sudah tidak tahan lagi Menahan rasa penasaran didalam hatinya.
Pria tersebut sudah tidak sabar, untuk segera menanyakan kegelisahannya kepada Wuhan.
Menanyakan tentang kejadian kekasaran, dan maaf maafan diantara sang penjaga, dan nona cantik pemilik pondok.
Gadis cantik bercadar, yang kini sudah menjadi penyelamat nyawanya tersebut.
Sejujurnya ada ketertarikan dimata Jingwei kepada Ziaruo.
Namun, ia tidak bisa ceroboh. Dengan statusnya yang tinggi, banyak hal yang menjadi pertimbangannya.
Seorang gadis muda, dengan usia diperkirakan masih 14-17tahun, hanya ditemani seorang pria muda berani tingga dihutan barat, yang terkenal dengan hewan pemakan daging manusia, serta para perampok, dengan kultivasi tinggi serta bengis.
Jing yakin ada rahasia besar dari sang gadis tersebut.
Dan kini kaisar JiangJingwei, semakin tertarik dengan gadis itu, ketika Wuhan selesai menceritakan kisahnya.
Kisah tentang kejadian di saat gadis tersebut, mengobati luka pada dirinya (Jing).
Setelah beberapa saat kemudian, kedua pria tersebut, sama sama menyunggingkan senyum mereka, serta memancarkan sorot mata cerah yang sama.
Akan tetapi, apakah pikiran mereka juga sama?.
__ADS_1