
Masih di ruangan lotus, dimana sebuah tempat yang dikhususkan untuk mereka,
*( para istri kaisar atau biasa disebut sebagai selir/ permaisuri).'*
yang telah kehilangan, kasih sayang serta kepedulian dari penguasa tunggal kekaisaran Xili.
Semua orang hanya diam mendengarkan, dengan pemikiran mereka masing masing, sehingga ruangan menjadi hening.
'' Yang mulia kaisar..ampuni kesalahan hamba, kesalahan karena telah mengambil tempatnya.
Tempat permaisuri Ziaruo anda, tempat dari wanita tuan muda Rasya, nona Rahartika.'' kembali terhenti sejenak.
Tempat yang seharusnya tidak ada nama Sujin, ataupun Yolan disana.'' lanjut permaisuri yang telah lengser tersebut disela isak tangisnya yang pilu, penuh penyesalan.
Mendengar perkataan itu, ketiga orang yang disana, serta sepasang mata yang tak jauh dari tempat tersebut, membulatkan matanya.
'' Ka... kau...mengingatnya juga.'' sahut kaisar Murong, serta dengan reflek, meraih tubuh Sujin dan membawanya berdiri, sehingga tanpa sadar, Murong mencengkram pundak wanita itu kasar.
''Aaahhhkk....'' jerit pelan sujin.
Namun, tentu saja semua yang disana dapat mendengar jeritan tersebut.
Akan tetapi, kaisar Murong tidak memperdulikannya.
''Jadi kau juga mengingatnya?.'' tanya lagi pria paruh baya tersebut, mengulangi pertanyaannya.
Namun, kali ini ia terlihat lebih tenang dan sudah melemahkan pegangannya pada pundak wanita itu.
'' Hamba, mengingat semuanya, wanita ini mengingat semuanya yang mulia, maafkan wanita hina ini, yang telah berani datang diantara anda dan sang dewi, pelayan rendahan yang bermimpi bersanding dengan kaisar junjungannya, pelayan yang bermimpi tinggi ini pantas mati.'' ucap Sujin dengan isak tangis yang tak ditahannya lagi.
''Tapi, sayangnya semua telah terjadi, dan kami sekarang seperti orang asing, jawab kaisar Murong sembari melepaskan kedua tanganya, dari pundak wanita itu.
__ADS_1
Tampak jelas, diwajah yang masih memiliki raut kharisma tersebut, sebuah kegundahan, serta kekecewaan akan sesuatu.
Namun, hal tersebut hanya terlihat sekilas saja, dan segera berubah menjadi dingin kembali.
''Adakah yang ingin kau sampaikan lagi?.'' tanya pria tersebut datar, seolah ia berbicara dengan orang asing yang tak pernah singgah dalam hidupnya, tanpa ada jalinan sama sekali diantara mereka.
Mendengar pertanyaan itu, tubuh Sujin kembali luruh dilantai ruangan, ia hanya bisa menyesali dan menyalahkan atas keegoisannya.
Menyalahkan setiap kebod*hannya, bahkan karena keangkuhan dan perasaan egoisnya, ia mengabaikan setiap ucapan dari pangeran Muronghui, yang mencoba memeperingatkannya.
Namun apalah daya, segalanya telah terjadi.
Sungguh ironis, seorang yang dulunya dihormati, dan disegani sebagai wanita no.1 di kekaisaran Xili tersebut, kini tak mampu berucap apapun, dan tampak menyedihkan.
''Bisakah kau menghilang, atau setidaknya jangan lagi namamu terdengar ditelingaku.
Aku hanya ingin, mengingat dia dan menghukum diriku dengan merindukannya, tanpa ada orang lain diatara kenangan kami.'' ucap kaisar Murong, dengan tatapan tajam, yang terasa jauh lebih tajam dari tatapannya.
Mendengar hal tersebut, isak tangis Sujin semakin terdengar keras, dan semakin pilu, bagi siapapun yang ikut mendengarnya.
''Apa yang kau harapkan dariku?, kenyataannya aku bukanlah dia.'' jawab kaisar Murong pelan.
''Dia yang selalu setia kepadaku, bahkan dengan kondisinya yang kesakitan, ia bahkan masih' peduli dengan orang lain, tentu saja ia akan memaafkanmu.'' pikir murongxu dalam hatinya.
''Disini, dia tidak melakukan kesalahan apapun, bahkan dari awal, setiap hukuman yang di terimanya, adalah kesalahanku, dan hanya selalu aku, yang melakukan kesalahan.'' lanjutnya lagi, sebelum melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut.
Setelah kepergian kaisar Murongxu, di dalam ruangan tersebut kembali terdengar, suara tangisan pilu seorang wanita, bahkan tangisan itu terdengar jauh lebih keras dari biasanya.
Tak ada yang tahu, apa yang terjadi dengan wanita yang pernah berkuasa tersebut.
Melihat, keadaan sang Ibu, pangeran Muronghui, seolah ikut memahami rasa kepedihan hatinya.
__ADS_1
Namun, jika mengingat kembali setiap ucapan, dari sang kaisar Ayahnya, dan mengingat semua hal yang telah dilakukan, oleh sang ibu diistana dalam ketika ia berkuasa selama ini, wanita didepannya tersebut, juga telah melakukan banyak kesalahan yang sulit untuk dimaafkan.
Akan tetapi, bagaimanapun buruk dan baiknya seorang ibu, dia tetaplah wanita yang telah membawanya, selama 9 bulan didalam kandungannya, sebelum ia mampu melihat dunia, bahkan jauh jauh hari, sebelum berjaya sebagai putra mahkota, penerus tahta dimasa yang akan datang.
''Ibunda....'' panggil sang pangeran mahkota, sembari ikut mendudukan dirinya dilantai ruangan, memeluk erat sang Ibu, yang kini tampak rapuh dan hancur atas kesalahannya sendiri, dan hanya hal itulah, yang mampu ia lakukan untuk sang Ibu tercintanya.
Sementara itu....
Ibarat 11,12, dengan keadaan wanita tersebut, seorang pria didalam sebuah tandu, yang mengarah ke pavilliun utama, tampak memejamkan matanya, dengan wajah menengadah kearah langit.
''Bahkan dia memaafkan, dan datang menemuinya, mengapa ia tidak dapat memaafkanku?.'' ucapnya lirih, dengan perasaan yang tak dapat diungkapkan.
''Ternyata, hubungan anda sudah berlangsung bahkan, jauh sebelun negri ini terbentuk yang mulia, dan anda adalah pasangan baginnya, apakah anda dan nona Ziaruo, sepasang kekasih yang melegenda tersebut?.'' ucap kasim Di, dalam hatinya.
Sebuah legenda
Menceritakan, seorang putri dari penguasa Klan bulan, yang terkenal karena kecantikan, serta kebaikan hatinya, yang di jodonkah dengan kerajaan kegelapan, sebagai bukti perdamaian mereka.
Namun, karena sang pangeran yang masih belajar dinegri Awan, maka pernikahan di tunda hingga 4 purnama mendatang.
Seolah takdir mereka telah terjalin, pangeran kegelapan yang selain diketahui, karena ketampanannya, ia juga terkenal, dengan sikap dinginya terhadap wanita, ternyata jatuh hati dengan sang putri, dan hal tersebut adalah sebuah kabar baik bagi kedua kerajaan.
Meski pernikahan resmi belum diadakan( masih bertunangan), namun, hubungan mereka terjalin dengan baik.
Bahkan, pangeran kegelapan sering berkunjung, disela waktu senggangnya, hanya untuk sekedar bertemu untuk menyapa, ataupun memberikan hadiah, atau cindera mata, hasil dari sebuah kompetisi yang di ikutinya, untuk wanita itu.
Namun, entah apa yang terjadi, sehingga putri cantik Klan bulan tersebut, membatalkan pertunangan mereka, dan justru menikah dengan kaisar muda dari kekaisaran phonix, salah satu dari dua Klan yang disegani, dan dianggap suci di negri atas Awan.(Klan Phonix dan Klan Naga)
''Apapun yang kau lakukan, sekarang dia adalah milikku, putri pewaris Klan bulan adalah permaisuri kekaisaran phonix.'' ucap pria tersebut, sembari berjalan keluar dari kobaran api, mendekat kearah, pangeran kegelapan dengan wajah tanpa rasa bersalahnya.
Penggalan kalimat tersebut, adalah salah satu pemicu, diantara beberapa alasan, atas kematian seluruh rakyat dan anggota keluarga dari Klan bulan.
__ADS_1
Sebuah negri, yang terkenal dengan keturunan mereka yang cantik serta rupawan, pemilik kemampuan magis terkuat dalam mengendalikan Air, dan angin, serta mahir dalam pengobatan, bahkan juga mahir dalam mengolah racun.
Hanya dalam hitungan hari, istana kekaisaran, yang di dominasi oleh anggota Klan tersebut, menjadi tempat yang kosong, dan bahkan sebagian dari mereka, yang tidak ditemukan terb*nuh, menghilang tanpa jejak.