Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 22 Wanita wanita. kepercayan dan penghianatan.


__ADS_3

Mempercayai seseorang akan bermakna 2 hal.


Hidup bahagia bersamanya atau, memperoleh pelajaran berharga karena dirinya.


Dan seolah, menentukan pilihan ke-2 atas peribahasa tersebut, gadis itu menangis di dalam biliknya, ia tak menampakkan diri selama hampir 2 hari.


Yongyu merasakan kekhawatiran atas sikap nonanya tersebut.


Namun, dia juga belum memahami serta mengerti, tentang perilaku, sikap, serta kepribadian wanita yang kini menjadi majikannya tersebut.


Maklum ia baru mengikutinya beberapa hari ini.


Akan tetapi,Yongyu percaya bahwa gadis itu adalah seseorang yang baik, buktinya ia bersedia menolong orang lain yang belum ia kenal, dan itu saja sudah cukup bagi pria tersebut, sebagai alasan untuk menjadikan dia majikan.


Sementara itu, Yongyu juga harus melayani kaisar Jingwei, musuh yang sekaligus saudaranya sendiri.


Juga harus menyiapkan makanan, untuk Wuhan yang sangat ia benci.


Sebenarnya, Yongyu juga tahu bahwa Wuhan, memaksanya meminum racun, adalah karena perintah sang kakak.


Namun, entah mengapa rasa sayangnya untuk sang kakak begitu besar, jika dia mau sekarangpun ia dapat membalaskan dendam kepada kaisar zing tersebut.


Akan tetapi, ia justru memfokuskan kebenciannya pada sang tangan kedua ( Wuhan). Sungguh ironis bukan.


"Karena, akan selalu ada cara serta alasan, untuk memaafkan bagi mereka yang masih memiliki kasih sayang.''


* Yongyu *


"Nona apakah yang terjadi padamu, mengapa anda mengunci diri anda?.'' Ucapnya dengan lirih, sehingga terdengar seolah sebuah gumaman saja.


Yongyu berjalan perlahan, menjauh dari pintu kamar Ziaruo.


* flash back on *


"Orang orang seperti anda adalah sebuah permata yang sebenarnya.''


Ucap Ziaruo dengan sebuah senyum yang terukir di wajah cantiknya, ketika mendengar ucapan dari pikiran Wuhan.


Namun, senyum cantik tersebut menghilang, disaat sebuah penggalan kenangan, kembali melintas.


Gambaran kehadiran sosok yang tengah berada di istana, pada masa yang sama dengan dirinya saat ini.


Seseorang yang jika dia ingin, ia dapat menemui atau mendatanginya, hanya dengan satu kibasan tangan saja.


Akan tetapi, mengingat saja membuat hatinya bergemuruh, seolah ada sesuatu yang menghimpit kuat, hingga sesak di dalam dadanya.


Perlahan dipejamkanya kedua mata coklat itu, tanpa sadar bulir bening mengalir pada ujungnya.

__ADS_1


''Setidaknya ini hanya kenangan, tidak sesakit seperti saat pernikahan itu terjadi.'' Gumamnya pelan.


Ia menyadari, bahwa kejadian itu sudah hampir 20 tahun yang lalu.


Namun, karena ia baru dikirim kedunia itu, (20 hari di dunia awan setelah acara pernikahan dilangsungkan), seolah kejadian itu baru beberapa hari saja, bahkan lukanyapun masih merah.


"Masihkah kau mengingatku, dengan puluhan wanita yang menemani di sisimu?.'' Ucapnya dalam hati, dengan mata yang berkaca kaca.


"Dan masihkah, perasaanku sama, ketika kulihat kau pernah bersama mereka, melakukan apa yang pernah kita lakukan bersama.''


''Menyakitiku, dalam ketidak tahuanmu, dan aku membencimu atas ingatan baru milikmu.''


"Dan nanti jika kita sudah kembali, miliki aku dalam mimpi dan kenangan saja, seperti kau memeliki mereka dalam fikiranmu sekarang.


Kau boleh menyandingkan kenangan kita, bersama kenanganmu dengan mereka. Namun, aku tak lagi ingin menyandingkan tubuh dan hatiku, bersama raga dan cintamu.''


''Keinginanku akan seorang putra, menjauhkanmu dariku, sebelum kumiliki putra-putraku.''


''Masihkan takdir berkata, kita adalah contoh pasangan dari para dewa?.''


"Dan masihkah bisa aku menerimamu, dengan aroma dari mereka, melekat di tubuhmu?.''


Hatinya kembali sakit, saat membayangkan rutinitas sang suami, yang biasa ia lewati bersamanya, kini diarungi bersama wanita lain.


Ziaruo menepuk dadanya beberapa kali, seolah ingin menghilangkan sakit saat ini. Semakin ia mengingat, semakin sakit, dan berat hatinya untuk memaafkan.


Malam itu, adalah sebuah malam yang penuh dengan rasa rasa beraneka cerita, akan ketakutan, kecemasan, kegundahan bahkan akan rasa sakit yang mendalam.


Ketakutan Ziaruo, dan ketiga pria dalam pondok sederhana di hutan.


* ¤ flash back off ¤*


Sementara itu di sebuah bilik didalam istana,


permaisuri Sujin tengah menahan kemarahan, serta kekesalanya.


Bahkan beberapa kali ia melampiaskan hal tersebut, kepada selir kaisar yang baru saja, memperoleh perhatian dari Murongxu( sang kaisar).


Permaisuri menuding, bahwa selir-selir tersebut merayu, dan menggunakan matra-mantra pemikat.


Dan Itu terbukti, dengan kaisar yang tidak lagi pernah mengindahkan undangannya, untuk datang berkunjung ke kediaman selir Sujin, di Pavillion phoenix.


*Disini kita lihat kembali episode sebelumnya, pada episode 16, tentang karma dan budi, Yolan atau permaisuri Sujin yang berdoa untuk, menjadi istri meski tanpa cinta, dengan mengatas namakan ketulusan dan budi baiknya. Memberikan pertolongan untuk Rasya atau Murongxu, dan hal itu menjadi kenyataan didunia ini sekarang.*


Namun lagi-lagi, hati dan fikiran akan selalu mencari pembenaran, atas tubuh dan nasib buruknya, dengan menitik hitamkan orang lain.


Ditambah lagi, tentang rumor yang mengatakan, bahwa telah datang permaisuri sejati, dikekaisaran Xili.

__ADS_1


Dengan kata lain, bahwa dirinya adalah permaisuri palsu, serta tentang berita keberhasilan dari pangeran ke-2 Murongyu, yang telah memenangkan peperangan, dan akan memperoleh lahan baru sebagai hadiah atas perjuangannya, semakin membuat wanita itu kesal.


Pada tahap ini, kelembutan dan kebaikan Yolan sebagai gadis biasa, menghilang di antara batas batas kedudukan, kekuasaan, dan iri akan kesuksesan orang lain.


"Sungguh harta dan kekuasaan adalah ketakutan bagi mereka yang tidak MAWAS diri.''


Sementara itu ibarat Setali tiga uang, dengan permaisuri Sujin.


Janda permaisuri Jing dari kekaisaran Zing, tampak kebingungan dan cemas, setelah menerima laporan. Bahwa kini pangeran JingYun menghilang tanpa kabar.


Dari jejak terakhir yang terlacak, oleh orang orang kepercayaannya, sudah satu minggu yang lalu sebelum pangeran Jingyun menghilang.


Janda permaisuri, ingin meminta bantuan kaisar untuk melakukan pencarian.


Namun, sekarang ini kaisarJing, tengah berada di kekaisaran Xili, untuk menghadiri undangan dari kaisar Murong.


Dan ia juga tidak mungkin untuk memerintahkan pasukan bayangan, tanpa lencana dan perintah langsung kaisar Jing.


Oleh karena itu, Janda permaisuri Lexue hanya bisa meminta bantuan panglima Yifeng, dari kamp militer


...*Pangeran Yinfeng( sepupu kaisar terdahulu)...


Jendral perang negri Zing, yang menbawahi


50.000 lebih pasukan terlatih dan, 3000 pasukan pemanah serta 20.000 pasukan berkuda.


Jendral Yinfeng, juga adalah ayah kandung dari kaisar Jiang jiwei, karena saat janda permaisuri masuk ke harem, ia sedang mengandung 1minggu.


Oleh karena itu, Wanita tersebut, memberi obat kepada kaisar JiangJingwei, agar ia tidak memiliki keturunan.


Janda permaisuri ingin mengembalikan tahta, kepada pewaris yang sah, asli keturunan dari kaisar terdahulu.


Yaitu pangeran Jiang jingyun, putra kandung kaisar Jingrong dan Janda permaisuri.


Akan tetapi, karena desas desus tindakanya, tercium oleh orang kepercayaan kaisar Jingwei, akhirnya hubungan kedua saudara tersebut berakhir dengan sebuah tragedi.


Sebuah kejadian yang membuat sang kakak (kaisar Jing jingwei), menanamkan racun ketubuh sang adhik( Jiang Jingyun).


Namun, jendral besar Yifeng, tidak mengetahui bahwa wanita yang di cintainya tersebut, telah bertindak keji kepada sang putra.


Jendral itu, tetap dengan suka rela membantu semua rencana rencana Janda permaisuri, bahkan ia rela untuk mengirim putrinya, Fenglian dari hasil pernikahanya yang sekarang, melakulan pernikahan perjodohan kenegri jauh.


Meskipun, Jendral Feng tahu dengan jelas, pernikahan seperti ini, ibarat melepaskan sang putri dihutan belantara, tanpa bantuan dan persiapan apa apa, ia tetap melakukan hal itu.


Dengan alasan untuk mempertahankan, serta memperkokoh posisi kaisar JiangJingwei ( putra mereka).


''Sungguh ironis, berbaik hati berbuah duri, berpangku tangan menuai kejayaan, apakah takdir sedang bercanda?.''

__ADS_1


*Takdir dari author ya, tunggu nanti saat karma, dari author mendatangi mereka, cuzzz please bantuan like, komen dan votenya ya..*


__ADS_2