Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 58 Hidup masih berlanjut.


__ADS_3

Seperti apapun, keadaan dan jalan hidup di duanianya sekarang, inilah takdir yang harus ia jalani.


Detik berganti menit, menit berganti jam, hari berganti bulan, dan hingga tahun berganti tahun.


Banyak hal yang terjadi didalam hidupnya, namun seiring berjalannya waktu, ia lebih dikenal sebagai nyonya Yun, wanita yang kaya raya.


Pemilik beberapa rumah makan, penginapan, 2 rumah perlidungan anak anak terlantar( panti asuhan) serta pemilik beberapa toko toko perhiasan dan alat alat kecantikan.


Didalam catatan kependudukan kota Zing, nama Ziaruo tidak tercatat, bahkan selama beberapa tahun terakhir, jarang orang menyebut namanya, hanya sang kakak Yongyu, yang masih memanggilnya dengan sebutan Ruoer, akan tetapi di tengah kesibukan, mereka jarang sekali memiliki waktu bersama.


Ditengah kemajuan pesat usahanya, yang banyak tersebar di berbagai kota, bahkan dia juga memiliki beberapa toko di kekaisaran Xili, dan kekaisaran Tang, dan ada satu toko besar permata, perhiasan serta manik manik di kekaisaran Yao, Ziaruo(nyonya Yun) semakin jarang dapat berinteraksi dengan sang kakak.


Meskipun, semua usahanya ia wakilkan kepada orang orang terpercayanya tetap saja, Ziaruo atau sang kakak harus berkunjung ketoko atau rumah penginapannya secara teratur.


Hal tersebut ia lakukan, agar dapat lebih berinteraksi dengan semua pekerja, dan mengetahui perkembangan serta menerima setiap detil kinerja semua orang yang berada dibawah nama kediamannya, keluarga Yun.


Sementara itu, untuk laporan catatan, pendapatan serta pengeluaran keuangan( biaya operasional usaha serta gaji pekerja), setiap awal penanggalan hari ( setiap awal bulan), dari masing masing toko tersebut akan mengirimkan laporan secara menyeluruh kekediamannya.


Karena kesibukan inilah, ia sering bepergian keluar kota, dan ke berbagai negara tetangga yang memiliki cabang penginapan serta pertokoan miliknya.


Belum lagi, ketika ia dan sang kakak, menerima undangan undangan pesta perjamuan, dari kalangan orang orang, yang mengenal ataupun ingin kenal dekat dengan mereka.


Maklum saja, siapa yang tak ingin menjalin kedekatan dengan keluarga Yun, sebuah keluarga pedagang, yang dikenal berbudi luhur, ringan tangan dalam membantu orang kesusahan, bahkan ia juga besedia membesarkan anak anak orang lain.


Anak anak malang tanpa perlindungan( yatim piatu), serta anak terabaikan( terbuang atau dijual untuk perbudakan dengan usia yang masih dibawah umur)


Namun, semakin tinggi pohon itu tumbuh, semakin kencang pula tiupan angin mengarah kepadanya.


Di balik kesuksesan itu, rumorpun ikut berkembang pesat di sekelilingnya.

__ADS_1


Banyak orang menyebutkan, bahwa sebagian besar alasan Ziaruo, atau nyonya yun tak menikah, karena ia telah mengalami sakit hati kepada, sang suami terdahulu, yang mengabaikannya, atau dapat juga dikatakan, ia adalah wanita yang telah terbuang, dan tak diinginkan oleh sang suami lagi, oleh karena itu ia selalu menutupi wajahnya, agar tak dikenali oleh orang lain.


Serta ada pula, desas desus yang mengatakan, bahwa salah satu putra angkat nyonya Yun, adalah anak kandungnya sendiri, yang terlahir dari kegagalan pernikahan dimasa lalunya, dengan salah seorang yang berkuasa di kekaisaran Zing.


Bahkan mereka membenarkan, serta mempertegas, anggapan mereka sendiri tersebut, dengan menyangkut pautkan, alasan atas pemberian marga nyonya Yun, kepada bocah kecil, yang kini berusia hampir 9 tahun, dan menjadi putra kesayangan Ziaruo tersebut.


Bocah itu, adalah Yunsung, bayi kecil yang dibawa oleh kaisar JiangJingwei, setelah sehari dilahirkan oleh selirYu.


*Bayi yang terlahir akibat kesalahan kedua orang tuanya, atas keinginan dan keserakahan yang tidak pada tempatnya.*


Ada juga kisah tentang, beberapa pengagum yang selalu datang menemui janda muda tersebut, meskipun kedatangan mereka tidak disambut, bahkan sering diabaikan oleh nyonya Yun, pria pria itu, selalu saja datang kepenginapan ataupun kerumah perlindungan milik Ziaruo.


Salah satu pengagum tersebut, adalah kaisar Murongxu, yang dianggap sebagai ujiannya di dunia ini.


*Kaisar Murong yang turun tahtah lebih awal, dan menyerahkan mahkota kekaisaran ditangan sang putra, Muronghui.


Sementara untuk pasukan pertahanan kerajaan, berada dibawah kepemimpinan pangeran Murongyu, dan untuk pangeran Murongling, menjadi pemerintah kota ( Gubenur ) yang menangani beberapa kota besar, dibawah kekaisaran Xili.*


Bahkan wanita yang juga biasa di panggil sebagai nyonya Yun itu, sengaja tidak melakukan apapun, ketika ada rumor yang mengatakan bahwa Yunsang, adalah putra kandungnya, bersama salah satu pembesar kekaisaran Zing.


Dan pada kenyataan sebenaranya, putranya Yunsang secara tidak langsung memang, berkaitan dengan orang no1 di negri tersebut.


Hal itu, juga membawa keuntungan bagi sang kaisar.


Bagi Jing, yang sedari awal memang memiliki ketertarikan terhadap Ziaruo, ia sering menggunakan Yunsang, sebagai alasan untuk dapat bertemu, dan berinteraksi dengan Ziaruo.


Jadi secara langsung maupun tidak, hubungan diantara mereka ( kaisar Jing, Yungsang dan Ziaruo)menjadi lebih akrab. Dan bahkan dalam hal ini, kaisar Jing mengizinkan Yunsang, putra sang selir, dari hasil perbuatan tidak baik( pengkhi*t*n)tersebut, memperoleh izin, untuk memanggil dirinya sebagai ayah.


Sedangkan untuk Ziaruo, apapun bisa ia lakukan untuk bisa menghindari Murongxu, dan kedekatannya dengan kaisar Jing adalah salah satu upayanya, untuk menghindari Murong.

__ADS_1


Selain itu, nyonya Yun juga memeperoleh dukungan untuk masa depan bagi semua putra putrinya, ibarat sekali mendayung, dua, tiga pulau terlampaui.


*( khususnya untuk putranya, karena di era ini, perbedaan bagi pria dan wanita, kaya-miskin, ataupun kelurga biasa dan bangsawan, dalam hal apapun sangatlah berbeda jauh).*


Namun, apapun di dunia ini tidak ada yang cuma cuma (tidak ada yang gratis), karena kesibukan, ia hanya memiliki waktu tak lebih dari 6 sampai 10 hari saja, bertemu dengan anak anak angkat ( adopsi), yang menjadi bagian anggota keluarga di kediamanya.


*( tercatat sebagai putra dan putrinya), tentu saja di bawah pengawasan orang orang yang ia perkerjakan di kediamannya(yang dikenal oleh semua orang sebagai Pavilliun Bulan atau rumah Putih).


Setiap satu pengasuh ditempatkan untuk satu orang balita ataupun anak anak( usia 2 tahun hingga 10 tahun )


Untuk usia yang memasuki masa remaja mereka akan diajarkan untuk mandiri, ataupun belajar dalam perdagangan, bagi mereka yang berminat, agar kedepannya mereka mampu dan dapat mencukupi kehidupannya sendiri.)


Khusus untuk putranya, yang memiliki keinginan dalam belajar dan memasuki akademi ke kaisaran.


(yang berkemampuan dan berbakat, serta bantuan koneksi yang dimiliki Ziaruo, dengan beberapa orang berpengaruh).


Akan disediakan pengawal serta pelatih khusus, sebagai penjaga pribadinya ketika mereka, memasuki akademi kekaisaran.*


Bagi Ziaruo, mereka adalah putra putrinya, dan bukan anak dari orang lain, bahkan ia tak akan ragu untuk menuntut, dan menghukum siapapun, yang bertindak kasar ataupun menyakiti mereka.


Tentu saja, dengan catatan bahwa anak anak ( putranya)tersebut, bukanlah pembuat onar, atau dalam artian, bukan pihak yang berbuat kesalahan.


Seperti hari ini, sebuah surat datang dari akademi kerajaan yang menjelaskan, bahwa ketiga putranya, tengah terlibat dalam sebuah perkelahian, maka sebagai orang tua dari mereka, nyonya Yun, di undang untuk datang, ke akademi tempat sang putra menuntut ilmu.


Ditengah kesibukannya, ia mau tidak mau, harus menyempatkan diri untuk hadir disana.


''Hormat saya guru besar chang, nyonya Yun sudah hadir, dan menunggu anda di aula utama( aula pertemuan akademi) bersama wakil jendral Wushu.'' ucap seorang pelayan pria, yang berdiri di depan, seorang laki laki gagah yang duduk, dibalik sebuah meja dengan banyak gulungan serta tumpukan beberapa buku diatasnya.


''Heemmmzzz, kau boleh pergi.'' jawab pria tersebut, datar.

__ADS_1


Namun, di balik punggung sang pelayan, yang berjalan menjauh dari ruangannya itu, sebuah senyum tipis tergambar pada wajah tampan dan tegas miliknya.


''Nyonya Yun.....sekarang sepertinya, takdir sedang berpihak kepada saya, dan ini hanya sebuah awal.'' ucapnya lirih sembari berjalan keluar, menuju aula pertemuan.


__ADS_2