Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 69 Jebakan yang menjebak.


__ADS_3

Di sebuah pavilliun istana kekaisaran Zing yang tersohor.


''Benarkah, bahwa semalam Kaisar menginap di balai pengobatan?,'' tanya wanita berwajah cantik, serta tubuh indah tersebut, dengan kernyitan pada keningnya.


''Aku tidak menyangka, bahwa anda akan bersedia menginap disana yang mulia.'' ucap wanita itu dalam hatinya.


''Benar yang mulai selir, bahkan hamba melihat sendiri saat ....(gugup untuk berbicara) disaat yang mulia kaisar,...(berhenti kembali).'' ucap pelayan pria tersebut, dengan nada gemetar serta ragu ragu.


''Kau membuatku kesal, dengan ucapan konyolmu.'' ucap wanita tersebut, yang tak lain adalah selir Fengrui dengan suara geramnya.


''Lanjutkan dengan benar, jangan membuatku penasaran.'' lanjut selir Feng kembali.


*Selir Feng adalah salah satu selir, yang paling sering menerima kemulyaan dari kaisar Zing pada tahun tahun terakhir ini, dengan banyaknya waktu yang ia lalui bersama pemimpin kekaisaran tersebut, rumor beredar sangat pesat, bahwa dirinya adalah selir kesayangan sang penguasa kekaisaran Zing.


Namun, yang sebenarnya adalah, selir Feng menerima setiap perlakuan istimewa itu, hanya karena tampak pada wajah cantiknya, memiliki kemiripan dengan Ziaruo.


Dan tentun saja, ia tak mengetahui akan hal itu, ia mempercayai setiap spekulasi dan imajinasinya, sebagai wanita special kaisar.


*Karena pemikiran tersebutlah, ia merasa bahwa ia adalah, calon Permaisuri yang akan dipilih oleh Kaisar Jing dimasa mendatang.


Oleh karena hal itu ia merasa berkuasa didalam istana dalam( pavilliun para selir kaisar*)*


"Ampun yang mulia selir, pelayan ini melihat sendiri, Yang Mulia membopong tubuh Nyonya Yun, memasuki salah satu kamar di balai pengobatan.'' lanjut pelayan tersebut, sembari merendahkan kepalanya dalam posisi bersujud.


''Ternyata Janda itu, benar benar hebat, biar aku lihat mampu berapa lama, ia menerima anugrah dari kaisar.'' ucap lirih selir Feng dalam hatinya.


''Ayo.... kita akan berkunjung kebalai pengobatan.'' ucap wanita itu kembali, dengan sebuah senyum penuh arti pada bibirnya.


''Baik yang mulia Selir.'' jawab sang pelayan lagi, sembari melangkah mengikuti sang majikan dari belakang.


Sementara itu di Akademi kekaisaran.


''Apakah Yunsang masih dirawat dibalai pengobatan?.'' tanya Guru besar Mengshuo kepada penjaga asrama Akademi.


''Benar Tuan, menurut tabib disana, sepertinya masih akan membutuhkan waktu beberapa hari lagi.'' jawab penjaga Asrama dengan sopan.


Mendengar hal tersebut, Mengshuo berdiri dari duduknya, ia berjalan memdekat kearah sang penjaga Asrama.


''Mengapa ia memerlukan waktu yang begitu lama, apakah penyakitnya bertambah parah?.'' tanyanya lagi, kepada bawahannya itu.


''Saya kurang mengerti tuan, namun beberapa saat yang lalu sebuah surat datang, dan mengabarkan bahwa, tuan muda Yunsang masih membutuhkan waktu, untuk beristirahat disana.'' Jawab pria itu kembali, dengan berusaha menjelaskan tentang kedatangan surat yang datang tadi pagi, dari balai pengobatan.

__ADS_1


''Baiklah, aku mengerti, kau boleh pergi dan siapkan kereta kudaku.'' pintanya kepada sang penjaga Asrama.


''Sepertinya, aku harus melakukan kunjungan kebalai pengobatan, dan kuharap dia disana sekarang.'' ucap Mengshuo dalam hatinya.


''Baik tuan, mohon tunggu sebentar, saya akan memyiapkan kereta anda.'' jawab sang penjaga kembali, sebelum pergi dari ruangan Mengshuo.


Di dalam sebuah ruangan balai pengobatan.


Seorang pria dengan pakaian setengahterbukanya, tengah mondar mandir didepan ranjang tidur, dimana seorang wanita masih terlelap dalam tidur nyenyaknya, aura damai dan tenang, menghiasi wajah cantik wanita diatas ranjang tersebut.


''Mengapa dia belum bangun, apakah aku terlalu keras menotoknya semalam?.'' gumamnya dalam hati, nampak jelas pada raut wajahnya sebuah kecemasan.


''Aku harap, totokanku tidak menyakitinya, ataukah aku telah salah menotoknya?.'' ucapnya lagi masih dengan penuh kecemasan.


Kaisar Jing kembali mendekat, ia meletakan kedua jari utamannya( jari telunjuk dan jari tengah) didepan hidung Ziaruo.


''heeeeehhhh...( mendesah pelan), untunglah dia baik baik saja, tapi mengapa ia belum bangun, apa aku harus memanggil tabib?, ia...benar, aku harus segera memanggil tabib.'' ucapnya lagi, sembari berjalan kearah pintu, hendak memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk memanggilkan tabib.


''Tunggu, jika aku memanggil tabib sekarang, maka rencanaku akan gagal, tidak tidak...aku harus menunggunya bangun, ia benar...aku harus menunggu hingga ia bangun.'' ucapnya lirih, sambil kembali melangkahkan kakinya kearah ranjang, ia bergerak cepat merebahkan kembali tubuhnya disamping tubuh Ziaruo.


Kaisar Jing telah membulatkan tekadnya kali ini, dan berpikir bahwa segalanya harus sesuai dengan rencana.


Menyadari ada pergerakan dari tubuh disampingnya, Kaisar Jing segera memejamkan mata, setelah ia mengacak pakaian bagian bawahnya, seolah memang pakaian itu tidak ia kenakan, namun sekedar menutupi tubuhnya saja.


" Aku akan memilikimu dengan cara buruk ini, namun, aku memiliki ketulusan hati dan keindahan kasih sayang untukmu, maafkan aku kali ini saja." ucapnya dalam hati.


*Beberapa saat sebelumnya*


Hari sudah menjelang pagi, akan tetapi matahari masih belum menunjukan sinarnya, didalam sebuah ruangan didalam balai pengobatan, seorang wanita mulai mengerjapkan bulu mata lentiknya.


Wanita yang tak lain adalah Ziaruo itu, bebrapa kali mengerjapka matanya.


Namun, ketika hendak bangun ia sangat terkejut.


Di dekatnya kini, tengah berbaring tubuh gagah seorang pria yang sangat ia kenal, hatinya bergemuruh, tangannya mengepal.


Sebuah kabut tipis kemerahan telah membalut kepalan tangannya, dengan kekuatan penuh Nyonya Yun, ingin memberikan sebuah pukulan mematikan kepada pria, yang kini tengah berbaring disampingnya.


Akan tetapi, ketika ia hendak mengayunkan sebuah pukulan, tiba tiba saja ia menghentikan gerakannya, saat ia melihat tanda merah pada pergelangan tangannya( tanda kesucian), masih berada disana.


Ia mengeryitkan keningnya sesaat.

__ADS_1


''Jika aku masih diriku( virgin) lalu apa maksud dari semuanya?, apa lagi permainannya kali ini?.'' pikir Ziaruo dalam diamnya, ia hanya menatap pria itu dengan penuh tanda tanya.


''Apakah ini bagian dari takdirmu juga, dan haruskah aku menikah dengan dirinya?.'' gumamnya kembali dalam hati.


Meskipun benar, bahwa dirinya masih dalam keadaan yang sama seperti semula, namun Kaisar itu telah melihat seluruh bagian tubuhnya, maka ia harus tetap bersama dengan sang kaisar.


Dalam hati, Ziaruo tidak memiliki kebencian pada pria tersebut, namun ia juga tak memiliki perasaan kasih sayang, layaknya pria dan wanita terhadap kaisar Jing, yang tengah berbaring disampingnya itu.


''Bagaimana aku dapat melemahkan penjagaanku semalam?, sehingga ia memiliki kesempatan melakukan hal ini terhadapku?.'' ucapnya lirih, meruntuki kecerobohannya sendiri, yang melemahkan penjagaannya semalam, dan tidak berusaha membaca lebih detil pikiran pria disampingnya tersebut.


''Heeeehhhhhh...'' Ziaruo kembali menghela nafas panjangnya.


''Aku tahu, kau memiliki hati kepadaku, namun apakah harus seperti ini?, kau mengecewakan dan menodai kepercayaanku, maka seharusnya kau memperoleh sedikit hukuman, atas keberanian ini.'' ucap Ziaruo lirih, sebelum kembali merebahkan tubuhnya disamping sang kaisar.


''*Aku akan mengabulkan keinginan anda, sebagai balasan untuk ketahanan tidak melakukan hal buruk terhadap tubuhku.


Namun, juga masih harus dihukum, karena keberanian serta kekurang ajaran ini, dan aku tahu cara menghukum anda yang mulia.'' gumam Ziaruo dalam hatinya sebelum memejamkan matanya kembali*.


*Kembali kedalam cerita*


''Eeehhmm.....'' suara pelan dari tubuh disamping sang kaisar, tampak disana gerakan gerakan tubuh natural, layaknya setiap orang ketika bangun tidur pagi hari.


Kaisar Jing masih memejamkan matanya, ia menunggu reaksi dari sang wanita, yang kini tengah mengupulkan kesadarannya tersebut.


Namun, sebelum kaisar itu mendengar apapun.


Dari luar ruangan terdengar suara yang tak asing bagi telinganya.


''Selir Feng menghadap yang mulia kaisar.'' ucap suara dari luar ruangan.


Mendengar suara tersebut, reflek kaisar Jing yang sedari tadi berpura pura tertidur membulatkan matanya, ia duduk dengan cepat, namun ia tidak merapikan pakaiannya, ia hanya menutup setengah tubuhnya dengan selimut yang sama dengan Ziaruo.


''Dasar Selir b*doh, ia bisa merusak rencanaku.'' pekiknya dalam hati, ia kesal kepada sang selir yang tiba tiba saja datang tanpa pemberitahuan.


''Bagus, semuanya akan segera dimulai, ternyata dewa masih mengingatku, dan memberikan kesempatan ini.'' gumam ziaruo lirih, dengan wajah yang dia buat seolah kebingungan, akan tempat dirinya berada saat ini, serta mengapa pria itu diatas ranjang bersama dengannya.


''Yang Mulia, hamba menganggap anda telah memberikan izin, kepada wanita ini untuk masuk.'' ucap lagi wanita diluar ruangan, sebelum ia masuk kedalam kamar tersebut.


''Krieet...''suara pintu terbuka.


Seorang wanita cantik, anggun serta dengan balutan pakaian serta perhiasan mewah, masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2