Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 17 Karma dan budi *2


__ADS_3

"Guru ... dimana anda?.'' Pangil seorang gadis kecil, dengan sebuah mainan boneka kayu di tanganya.


"Guru ..jika anda tidak keluar, maka aku akan pergi meninggalkan anda.'' Ucap gadis itu lagi, dengan nada penuh ancaman.


"Guruuu....ha..ha..ha..'' Pekik sang gadis kecil, saat menghambur kedalam pelukan, ketika ia melihat gurunya merentangkang kedua tangan. Menyambut tubuh mungil sang gadis, masuk kedalam kungkungan dada bidangnya, serta dekapan hangat kedua tangan kekar guru besar Xio.


Tiba tiba saja, gadis tersebut tersentak, dan terbangun dari tidurnya.


Ia melihat sekeliling. Yang muncul di dalam fikirannya pertama kali, adalah sebuah kebingungan.


"Apa aku masih bermimpi?, em..aahhkk..sakit.'' Rintihnya pelan, saat ia mencubit tangannya sendiri.


Gadis itu menyadari, ternyata semua ini bukanlah mimpi.


"Jadi aku sudah di kirim kesini.'' Gumamnya lirih.


Ziaruo mengingat segalanya. Semua kenangan kehidupan dimasa lalu, Saat dirinya menjadi Rahartika, dan saat dia sebagai Ziaruo permaisuri kaisar Awan.


Bahkan, Ia juga masih merasakan kesedihan, saat mengingat penghianatan suaminya.


Akan tetapi, Ziaruo juga harus bisa melewati ujiannya sekarang.


Di sini, dia terlahir kembali sebagai gadis berusia 15 tahun. Dengan tubuh murni, dan belum pernah tersentuh siapapun. Namun, dengan pikiran yang sudah terkontaminasi vitcin *da**n* keistimewaan, serta kemampuan yang tidak terduga. Tanpa terkecuali, beladiri serta kultivasinya *y**ang tinggi*.


Ia melihat sekeliling tempat tersebut, dan bergumam. ''Ternyata....Aku berada di sebuah hutan.''


Sejenak Ziaruo menatap senja diufuk barat, ada kesedihan dengan kesendiriannya saat ini. Namun, ia menyadari perasaan itu, tak akan membantunya.


Gadis tersebut berpikir, tidak mungkin baginya bermalam di hutan, tanpa sebuah perlindungan.


Oleh karenanya, ia memutuskan untuk mendirikan sebuah pondok, untuk berteduh, berlindung, dan tempat untuknya menetap sementara waktu.


''Sreeet....sreeet....''


Dengan hanya sekali kibasan, muncul sebuah pondok sederhana berbentuk panggung, dengan 4 penyanggah dari batang kayu pohon besar, yang tumbuh kokoh dalam sekejap.


Pohon tersebut, lengkap dengan daun rindangnya, yang memayungi ( berada di atas genting) atap podok.


Di sana ada sebuah tangga kayu, untuk masuk ke pondok sederhana, yang terbentuk dari akar pohon besar.


"Emmhh...cantik dan indah, tinggal pagar yang mengelilingi halaman, sekaligus sebagai pembatas dengan hutan di sekeliling pondok.'' Gumamnya lagi, sebelum mengibaskan tangan lagi secara perlahan.


''Sret..sret...''


Dengan gerakan tangan lembutnya, ia memunculkan sebuah taman, serta ayunan.


Sebuah ayunan, yang terikat pada dahan salah satu pohon besar, serta tepat berada di samping kiri pondok.


Pagar tinggi, yang tersusun dari deretan pohon yang berdiri berjajar, melingkari pondok, dengan ayaman anyaman rotan liar yang tumbuh subur, juga muncul disana.


Dengan penjabaran. Bawa pagar tersebut, di buat menggunakan magic, dari tanaman hutan tanpa memotongnya, justru lebih tepatnya Ziaruo menumbuhkan mereka.


Alhasil pondok tersebut terlihat sederhana dan natural.


Namun, jika di lihat secara cermat, akan tampak keeleganan, serta menakjubkan.


*M**enakjubkan karena begitu rapi dan teratur*, tanpa potongan ataupun ikatan, terbentuk secara alami


"Heeemmmz...cantik ...'' Lagi-lagi kata itu meluncur dari bibirnya, sebagai ungkapan rasa puas.

__ADS_1


Ziaruo memutuskan akan tinggal di sana sementara waktu, untuk memulihkan tubuh, serta menenangkan hati, dan juga pikirannya.


Entah membutuhkan berapa lama, ia akan mampu berdamai dengan hatinya, dan keluar dari hutan.


Karena bagaimanapun, ia diturunkan kesana untuk memulai ujian, serta deretan kisah baru.


Dan sang takdir, tak akan mau menunggu hingga seseorang itu siap, ketika ia hendak menyapa.


Sementara...


Di sebuah istana kekaisaran Xili, semua orang di hebohkan dengan kemunculan kilatan cahaya tetang, yang menyerupai seekor burung Phoenix.


Kilatan tersebut, sempat terbang melayang di atas istana, sebelum melesat menuju hutan barat kekaisaran Xili.


Seorang panatua kuil, yang di anggap sebagai orang suci, atau perantara dari dewa menyampakaikan. ''Telah datang utusan langit, dengan Rajah phoenix pada pergelangan tangan kirinya, sebagai takdir permaisuri sejati dari putra naga langit."


Panatua tersebut, hanya menyampaikan sesuatu apa adanya, sesuai dengan petunjuk dari dewa yang ia terima.


Sontak saja, pernyataan pria dengan topeng separuh wajah itu, membuat semua orang panik, serta memiliki banyak pertanyaan dalam benak mereka.


"Apa maksud dari perkataan anda panatua?.''


Tanya kaisar Murong(Murongxu) dengan penuh wibawa.


"Ampuni kebodohan hamba yang mulia.'' Jawabnya tenang, sembari menundukan kepala sejenak.


Karena dia adalah orang yang di anggap suci, ia hanya perlu menundukkan kepala kepada kaisar, tanpa melakukan penghormatan dengan cara menunduk dengan tubuh setengan berjongkok, dan kaki kirinya di tekuk, seperti yang lainnya.


"Hamba hanya menyampaikan, apa yang saya terima, tidak menutup kemungkinan petunjuk tersebut, mengacu pada permaisuri masa mendatang yang mulia.'' Ucapnya dengan penuh penghormatan.


Mendengar hal tersebut, ada gejolak amarah dihati Kaisar Murongxu.


Kaisar Murongxu melambaikan tangannya, sesaat setelah kepergian Panatua suci, sebagai tanda telah mengizinkan semua yang hadir dalam pertemuan, untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.


@NB:


Kaisar Murongxu \=> Dianggap sebagai reinkarnasi dewa, bijak dan berwibawa. memiliki kemiripan, dengan kaisar Murongxu kerajaan Awan, dan juga Rasya Wijaya diningrat dari kehidupan moderen.


Pemimpin( kaisar ke-3) kekaisaran Xili, menikah dengan permaisuri Sujin, putri dari mentri pertahanan, yang sekaligus di rumorkan, sebagai pemilik kekayaan terbesar di kerajaan tersebut, bahkan rumor mengatakan kekayaan mereka lebih besar dari harta kekaisaran Xili.


Ia juga meliki 2 selir istimewa yaitu selir kehormatan Yuanyi dan selir keagungan Jianyue, serta ratusan bahkan mungkin ribuan selir yang hanya menemani kaisar beberapa kali saja, atau saat malam pernikahan mereka saja. Bahkan, ada yang tidak pernah melihat wajah Murongxu sama sekali.


Memiliki 4 orang putra dan 1 orang putri.


2 pangeran dari pernikahanya dengan permaisuri Sujin, pangeran pertama( 19 tahun) Muronghui yang dinobatkan sebagai putra mahkota pada usianya yang ke 10 tahun.


Dan pangeran Murongling ( pangeran ke 3 berusia 16 tahun)yang memiliki selisih usia 3 tahun dari putra mahkota .


Pangeran ke 2, Murongyu putra kaisar dengan selir keagungan Jianyue ( berusia 18 tahun ) pangeran ke 2 ini, mahir dalam ilmu beladiri, dan seni perang, sejak usianya 15 tahun, ia sudah beberapa kali memenangkan pertempuran, dalam sebuah peperangan di perbatasan, dan juga pertempuran pergolakan pemberontakan.


Sementara untuk selir kehormatan dan kaisar memiliki seorang putri yaitu Murongying 14 tahun.


Sebenarnya banyak selir yang berhasil hamil dengan perhatian dari kaisar, namun tak banyak dari mereka yang sukses hingga melahirkan.


Banyak intrik serta polemik di dalam istana dalam, dan selalu akan menemui jalan buntu saat proses penyelidikan.


Kembali ke dalam gelapnya hutan.


Tampak seorang wanita, tengah duduk bersila di atas ranjang tempat tidurnya, ranjang tersebut terbuat dari kayu hutan, dan dihiasi dengan anyaman anyaman cantik dari rotan.

__ADS_1


*(Tentu saja dengan ingatan akan kreasi jaman moderen, dan perpaduan magic milik Ziaruo, ia hanya tinggal membayangkanya dan sriiing...ABRAKADABRA ... jadilah...hehe # peace)*


Ranjang tersebut, bernuansa moderen namun terkesan unik dan elegan.


Di dalam ruangan itu, juga ada sebuah cermin jernih yang ia bawa dari ingatanya, akan cermin di kamarnya dulu ketika ia menjadi gadis moderen ( Rahartika).


Alat alat kosmetik yang simpel, yang biasa ia gunakan, serta peralatan mandi tercintanya.


Maklum dia sudah terbisa hidup bersih, dan


dengan kemampuan istimewanya, ia dapat menciptakan apapun yang ia fikirkan, hanya dengan satu gerak kecil tangan kirinya.


Bahkan, ia juga dapat mempercepat pertumbuhan sebuah kehidupan ( tumbuhan atau tanaman, namun bukan dalam artian menciptakan lebih tepatnya menpercepat biji tumbuh.


Sesuatu yang ia munculkan atau ciptakan, adalah sesuatu yang sudah pernah ada dan sudah pernah ia lihat / dengan kata lain ia menghadirkan atau memunculkan sesuatu yang sudah ada di dalam ingatannya, baik benda mati dan benda hidup (tumbuhan dan hewan).


Meski lirih, tiba tiba saja ia mendengar seseorang yang sedang bertarung, suara logam yang berbenturan, serta suara pukulan pukulan yang saling berbalas dari sebuah perkelahian.


Di gerakannya tangan lembut miliknya, dari tangan tersebut muncul sebuah cahaya putih yang melesat menyentuh gelas Air di atas meja, air tersebut mengikuti gerak cahaya putih yang menyentuhnya.


Dengan cepat, dan secara ajaib dari air itu menampilkan sebuah tayangan, layaknya televisi di Zaman moderen,( cermin Air bulan, cermin yang sama yang di gunakan Ziaruo, saat melihat pesta pernikahan suaminya dengan Sujin).


Dari cermin itu, terlihat seorang pemuda dengan baju zirah perang, tengah berusaha bertahan menghadapi 4 orang, dengan topeng yang menyeramkan diwajah.


Ziaruo melihat secara teliti pertempuran tersebut, namun saat wajah pria dengan baju perang, tepat pada titik fokus di depan cermin. Wanita itu reflek melesat pergi, dari kenyamanan pondok.


.............................


Sementara itu, seorang pria muda, dengan baju kebesarannya sebagai seorang prajurit, tengah bergulat melawan 6 orang yang mengenakan topeng wajah iblis.


Ia telah berhasil merobohkan 2 dari 6 pembunuh tersebut.


Namun, karena sudah kelelah di medan perang. Pemuda itu kini merasa kewalahan, dan terdesak.


Hentakan pukulan, serta sabetan pedang lawan, semakin dekat dengan kulit tubuhnya.


Karena tenaga yang kian terkuras, gerakan gerakan pro itu semakin melambat.


''Slash ..slash''...dua luka dari mata pedang pembunuh, berhasi terukir pada lengan, dan paha atas miliknya.


Maka, tak ayal cairan merah menghiasi torehan pada lengan serta kali kokoh miliknya.


Dan tak berselang waktu lama, tubuh gagahnya mulai melemah, kakinya sudah tak dapat lagi, menopang tubuh gagah tersebut.


"Lakukan dengan cepat, atau kau akan menyesal karena menyia-nyiakan kesempatan kali ini.'' Ucap pemuda itu, dengan nada arogan.


Ia tahu dengan jelas, saat ini hidupnya sudah di ujung tanduk.


Sedangkan, para perajuritnya masih berjarak 1 batang dupa perjalanan.


Jadi, hanya pasrah yang dapat ia lakukan.


Di dalam darah yang mengalir di tubuhnya sekarang, telah mengalir racun yang berasal dari senjata para pembunuh itu.


''Jika ada keajaiban, mungkin malam ini akan menjadi malam indah sepanjang hidupku.'' Ucapnya lirih, dengan menutup kedua mata.


Pemuda itu menutup kedua matanya, ketika melihat salah satu pembunuh, mendekat kearahnya dengan gerakan mengayunkan pedang, tepat ke arah leher.


"Sampaikan salamku untuk raja n*raka.'' Ucap pembunuh bertopeng iblis, sembari mengayunkan pedang.

__ADS_1


__ADS_2