Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 197 Beban yang bertambah.


__ADS_3

Ziaruo mengernyitkan kening sejenak, dan menatap makhluk di depannya.


Namun, dengan cepat ia kembali menampilkan wajah tenang, dan berkata. ''Oh...Lalu apa mauamu?, bukankah dia tak pernah menyentuh daging?, dan siapa dirimu..?.''


Pertanyaan itu terlontar bukan tanpa sebab, sebagai seorang abdi bagaimana mungkin ia dan yang lainnya, kini memiliki keberanian melebihi sang ratu.


Namun, Ziaruo tak memerlukan jawaban dari jelmaan di hadapannya.


Ia tahu betul, mahkluk disana ibarat perahu tanpa nakhoda.


Tanpa sang ratu, mereka hanyalah sekumpulan mahkluk buas yang akan patuh kepada yang paling dominan.


Dan untuk itu, sedikit banyak Ziaruo juga memiliki peran atas kesalahan yang mereka lakukan.


Ia mengambil satu-satunya pemimpin yang dianggap sebagai ratu panutan bagi seluruh klan mereka.


Menepis dari baik dan buruk apapun tujuannya, mahkluk-mahkluk itu tetap lah yang tergoyahkan tanpa pemimpin diantara mereka.


Hati Ziaruo merasa bersalah atas kejadian ini, namun kenyataan atas kebengisan di sana juga nyata dihadapan semua orang.


Bagaimanapun di kehidupan terdahulu, mereka adalah bagian dari klannya.


Namun akankah ia menutup mata begitu saja?.


Ziaruo terdiam sejenak, sebelum akhirnya kembali berkata. ''Bahkan dengan tapanya ratusan tahun, dia hanya dapat menjadi pelayan wanita ini.''


Ziaruo kembali berjalan lebih mendekat kearah sang jelmaan.


Ia mampu melihat raut wajah cemas, dan rasa takut yang mulai menguasai jelmaan Jingyun.


Mahkluk tersebut mundur beberapa langkah kebelakang.


Indra ketujuhnya reflek memberikan perintah untuk melakukan hal tersebut.


Ia mengingat jelas, bahwa wanita di hadapannya saat inilah, yang sangat di patuhi dan di hormati oleh Ratunya dahulu.


''Apa..apa yang ingin anda lakukan?.'' Tanya Jelmaan Jingyun dengan nada sedikit terbata.


Ziaruo tidak langsung menjawab pertanyaan itu, ia diam sejenak dan menghela nafas dalam.


''Yang mulia, haruskah anda melakukan hingga sejauh ini?.''


Ziaruo meluncurkan perkataan itu dengan nada pelan serta dalam.


Seakan ia tengah menyapa seseorang yang sangat ia kenal, dan dalam ikatan kedekatan yang baik.


''Apakah anda masih akan melanjutkan tindakan anda, hingga semua orang hancur?.'' Lanjutnya lagi.


Baik itu Jelmaan jingyun, ataupun mereka yang berada tak jauh dari tubuh Ziaruo, mampu mendengar perkataan itu.


Tak ada jawaban apapun dari bibir jelmaan di depannya, karena ia memang menyadari itu bukanlah untuk dirinya.


Sejak ia mengetahui kekuatan dari wanita itu, Jelmaan Jingyun mulai menebak hubungan antara wanita disana, dengan sosok misterius sang tuan yang telah membuat perjanjian dengan dirinya.


''Hentikan, saya mohon hentikan ini sekarang.'' Lanjut Ziaruo lagi.


Lagi-lagi tak ada jawaban, ataupun sahutan dari siapapun untuk perkataan Permaisuri.


Yongyu, Jing, dan semua orang yang disana juga secara reflek terdiam.

__ADS_1


''Berikan wajah untuk wanita ini sekali saja, dan biarkan mereka hidup damai.''


Ziaruo kembali melihat sekeliling area pertempuran.


Tampak jelas wajah-wajah tersiksa karena luka yang tidak ringan, kepedihan atas kematian, serta tubuh-tubuh tak bernyawa disana, membuat wanita itu meraung pilu dalam hati.


''Baik secara langsung ataupun tidak, anda kembali membebankan dosa serta keburukan di pundak wanita ini Yang mulia, apakah anda masih belum memahami itu?.''


Ziaruo kembali membuka suara, dan mengatakan kemarahan, serta prostes dalam hatinya.


Namun, nada suara itu lebih mengacu kepada kekecewaan, dan rasa bersalah yang besar untuk diri sendiri, atas kejadian hari ini.


Melihat ketidak berdayaan dari wajah Ziaruo, Rayyan yang sedari tadi memperhatikan, mendongak kearah langit dan menyahuti.


''Yang mulia...'' Serunya lantang.


''Mohon lihatlah pria ini, dan berikan kemarahan anda padanya.''


Rayyan mengatakan perkataan itu, untuk dirinya sendiri dan ia melakukannya dengan penuh ketulusan.


Dalam benak pria tesebut, ia kembali terngiang sebuah kutukan atas tubuh dan jiwanya yang buruk.


''Lakukan kemarahan anda untuk pria ini baginda, jangan lagi mempersulitnya.''


''Dia tidak bersalah...dia dan juga anda tidak bersalah.''


Rayyan masih mengangkat wajahnya kearah langit, seakan orang yang ia ajak berbicara kini tengah berada diatas awan dan sedang mendengarkannya.


Tentu saja hal ini sungguhlah sangat aneh, bagi sebagian orang disana.


Maka tak ayal, hampir semua orang ikut melihat kearah sudut pandang Rayyan.


''Zingyun... dan Zingyunlah yang paling menderita.'' Lanjut Rayyan lagi.


Namun kali ini, wajah pria itu mulai bergerak dan menatap kearah Ziaruo yang masih diam dan tak bergeming, atas ucapannya.


''Kamilah yang bersalah, hanya kami yang berdosa diantara kalian semua.''


''Jangan lagi menambah deretan penderitaan untuknya, seperti apa yang kami lakukan.''


Rayyan.


''Dan jangan menderita seperti kami, dalam putaran waktu yang tak berujung.''


Rayyan menoleh kearah Jiang jing wei sejenak, dan kembali mendongak keatas langit.


Namun tetap saja, baik perkataan dari Ziaruo ataupun dirinya, tak pernah mendapat jawaban dari siapapun.


Hingga sebuah gelegar guntur dilangit mulai terdengar.


''Craaasszh...zeblaaar.''


''Apakah jika anda mengatakan hal itu, segalanya membaik?, apakah jika anda menderita kami akan kembali pada awal mula?.''


Sebuah jawaban yang menggema di balik pepohonan hutan, dengan lantang terdengar.


''Anda serakah, bahkan ketika penderitaan ini berlangsung, anda masih tetap serakah.''


''Di balik perkataan anda yang merendah, nyatanya masih berharap untuk pria ini berbaik hati kepada anda, pantaskah itu?.'' Lanjut suara itu lagi.

__ADS_1


Mendengar perkataan tersebut, Rayyan diam mematung.


Baginya apapun yang akan ia ucapkan tidak akan berpengaruh.


Pada kenyataannya ia dan sang Permaisuri, adalah sosok yang paling patut di persalahkan.


Sepasang dewa yang tak mampu menjaga, dan menerima sebuah anugerah atas kelahiran dari dewi bulan yang agung.


Dewa dan dewi yang di takdirkan sebagai perwakilan orang tua bagi kelahiran dewi bulan di alam Awan, nyatanya membuatnya memiliki kearoganan dan keinginan tinggi akan dunia.


Bahkan ia juga dengan sengaja mengubah perjanjian nikah, antara pangeran malam Zangley dan dewi bulan Ziayun, yang telah di resmikan oleh kedua belah pihak.


Keinginan serta ketamakannya, telah menyeret Permaisuri Awan, dan juga pangeran kekaisaran phoenix yang secara kebetulan menaruh hati kepada dewi bulan.


Sehingga menimbulkan sebuah pertempuran hebat, diantara 2 kekaisaran negri atas Awan, dan berakhir dengan menghilangnya klan bulan, dan kekaisaran malam yang di dominasi oleh suku dari ras serigala ratusan tahun.


Keduanya tak mampu mengemban tugas dengan baik, bahkan menyebabkan pertikaian dengan akibat yang mengerikan.


Oleh karena hal tersebut, sepasang dewa dan dewi itu menerima kutukan, dan terlahir dengan keburukan nasib.


Bagi sang ratu akan selalu menerima ketakutan sepanjang hidup, dan meninggal dengan hati serta jantung yang tercabut dari tempatnya.


Dan untuk sang dewa ( kaisar bulan) tak memiliki kematian dalam tujuh putaran waktu. Ia tidak akan di pertemuan lagi sebagai pasangan bersama sang ratu tercinta.


Bahkan, dalam setiap kehidupan yang di jalani oleh ratu awan, dirinya hanya akan di perlihatkan kematian, serta kengerian atas hidup wanita itu.


Dan hukuman tersebut akan berlangsung, hingga ia mampu menyelamatkan reinkarnasi ratu, dari kengerian kematian yang tragis.


Namun sekuat apapun dirinya, jika takdir menulis penderitaan pada tubuh itu, tetap saja ia tak dapat mengelak dari keburukan hidupnya.


Hingga pada putaran kehidupan kali ini, ia telah berusaha keras untuk menjaga kehidupan sang ratu dari kematian dengan sekuat tenaga.


Rayyan yang tak lain adalah kaisar bulan di masa lalu, merasa hukumannya akan berakhir, karena ia mampu menjaga sang ratu dengan baik.


Akan tetapi, di detik- detik terakhir keberhasilannya, mahkluk jelmaan itu datang dan menghancurkan semua jerih payahnya.


Ratu kekaisaran Bulan yang terlahir sebagai pelarian dari negri lain, dan bersembunyi bersama sang suami di tepian hutan barat, meninggal dengan tubuh yang mengenaskan.


Bahkan tak ada wajah, jantung dan hati yang dapat di temui dari tubuh sang ratu.


Kelelahan Rayyan yang akan terbayar dalam sekejap menghilang.


Ia hanya mencium aroma jejak dari tubuh pembunuh sang ratu saja.


Di balik perjalanannya yang panjang, serta rasa sakit kehilangan sang ratu berulang kali, Rayyan menjadi gelap mata dan memutuskan untuk memburu sang jelmaan.


Ia sempat lupa, bahwa segalanya telah terencana dalam garis takdir dirinya dan sang ratu.


Pria Rayyan terus memburu jelmaan tersebut, hingga ia di pertemuan dengan Ziaruo kembali.


Hanya dalam sekali lihat saja, Rayyan telah mampu mengetahui serta memastikan, bahwa Ziaruo adalah reinkarnasi dari putrinya yang telah ia kecewakan.


Namun, dengan rasa malu dan bersalahnya Rayyan hanya bungkam, dan menjaga wanita itu dengan ketulusan.


Kasih sayangnya sebagai seorang ayah, tak pernah dapat ia sampaikan dengan terus terang.


Hanya menjaga dan melindunginya saja tanpa membuka suara, untuk pengakuan atas identitas lain dirinya.


Akan tetapi, yang tidak ia sadari, sesungguhnya Ziaruo telah mengetahui segalanya dengan jelas.

__ADS_1


Bahwa Rayyan adalah ayahandanya di kehidupan terdahulu.


__ADS_2