Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 250. Saudara angkat.


__ADS_3

"Bahkan jika dia telah berkuasa disana, mengapa ia masih menerapkan tangan hitam untukmu?, mengapa ia tidak mau melihat pesonanya diantara matamu saat itu?." Wajah itu masih di lingkupi dengan amarah, akibat beban kemarahan yang besar, ia tak berdaya untuk menahan lelehan air mata.


''Bahkan jika ia takut kau mengancam tahtanya, seharunya tidak bertindak sejauh itu."


Bahasa Lexue dan gerak tubuh di bawah pandangan Yongyu, bukan lagi sosok ibu yang lembut di masa kecilnya dulu.


Bahkan jika ia telah berubah, mengapa begitu besar perubahan yang terjadi?. Ataukah memang sifat dan pribadi sesungguhnya dari sang ibu seperti ini?


Pikiran dan hati Yongyu menyimpannya rapat-rapat, meski ini adalah pribadi sebenarnya sang ibu, apa yang dapat ia lakukan.


Bagaimanapun dirinya, adalah bagian dari ukiran darah dan jantung hati dari tubuh sang janda permaisuri.


Yongyu membalas tatapan itu dengan ketidakberdayaan. Meskipun ia sempat membenci Jing Wei atas keburukan untuknya beberapa waktu di masa lalu, tetap saja tindakan tersebut tak lepas dari peran sang ibu.


''Jangan membuatku melihat ibunda dengan pandangan yang berbeda, bisakah?." Yongyu mengatakan itu, dengan sedikit mengurangi tekanan nada suaranya.


Namun, seperti apapun ia mengatakan hal tersebut, makna di dalamnya tetap saja menusuk jantung wanita itu.


Dengan tangan yang siap mendorong sosok sang putra, Lexue menengadahkan wajah.


Mata itu menatap nanar sosok yang paling ia kasihi, selama hidupnya tersebut.


Kasih sayang tulus satu-satunya yang ia miliki di dunia ini.


Bahkan, sebuah perasaan yang tidak ia alirkan untuk sosok kaisar terdahulu.


Baginya, hanya Jiang Jing Yun saja yang patut ia kasihi di dunia ini.


Jing Yun saja yang pantas menerima perlakuan baik setulus jiwa raga miliknya.

__ADS_1


Oleh karena dorongan perasaan partial nya tersebut, bahkan ia tega melakukan keburukan untuk sosok putra lain, yang juga telah terlahir dari rahimnya sendiri.


Hanya Jiang Jing Yun sosok sempurna dalam pandangan hati serta mata Lexue.


Akan tetapi, apa yang di pikirkan oleh sosok tersebut untuk dirinya saat ini?, Lexue tercengang mendengarnya.


''Apa maksudmu?, apa arti dari perkataan mu barusan?." Lexue merasakan hatinya seolah di tusuk dengan duri-duri yang tajam.


''Apakah menurutmu aku melakukannya untuk diriku?,Apa kau tidak mengerti dengan apa yang kulakukan?." Janda Lexue kehilangan kepercayaan dirinya, dalam perkataan Jiang Yun barusan.


Bahkan jika orang lain menuduh ataupun menyalahkan setiap tindakannya, ia tidak ambil pusing.


Baginya mereka hanya bisa berkata-kata buruk di balik punggungnya saja.


Namun, siapa yang akan mengira bahwa sosok di depannya saat ini, juga menyalahkan, bahkan menuduhnya dan merasa ia adalah yang patut dipersalahkan.


"Bagiamana kau bisa berpikir demikian?, aku ibumu...Yang kulakukan tentu saja untukmu, semua untukmu." Lexue tak bisa menahan kepahitan hatinya lagi, tanpa sadar ia memukul dada sang putra beberapa kali, sembari mengatakan hal tersebut.


Justru melihat reaksi wanita di depannya yang demikian, ia merasa hatinya hancur dan kecewa.


''Tapi bu...Dia juga putramu, saudaraku sendiri." Yongyu masih merasa bingung, dengan sikap sang ibu yang lebih berat untuk dirinya.


Ia juga heran alasan apa yang membuat wanita di depannya begitu menolak sang kakak. Hingga sebuah pemikiran tak beralasan muncul di benak pria tersebut.


''Atau dia bukan saudara kandungku Bu?, apakah dia anak angkat ibunda dan ayahanda kaisar?."


Bibir Yongyu bergetar saat menyampaikan pemikiran, yang di anggapnya mustahil itu.


Dalam hati Ia ingin sang ibu menolak dan menyangkal pertanyaannya barusan.

__ADS_1


Bagaimanapun mereka buruk di masa lalu, Yongyu tetap merasa bahwa dirinya dan Jing Wei adalah saudara.


Akan tetapi, ketika melihat sorot mata Lexue yang melebar, Yongyu merasakan debaran dalam dadanya.


ia"Tidak itu tidak mungkin benar?, itu pasti bohong." Gumamnya dalam hati.


Lexue mundur beberapa langkah, wajahnya seolah menampilkan sebuah Selena yang besar di sana.


''Tentu saja dia terlahir dari rahimku sendiri.''


Perkataan Janda Lexue berbobot kali ini dan itu membuat perasaan Yongyu semakin kebingungan.


''Lalu mengapa ibunda melakukan itu kepadanya?. Bahkan jika itu untukku, semua tetap tidak dapat di benarkan."


Di tengah perasaannya yang merasa bingung, tanpa sadar Yongyu telah memvonis keburukan kepada sang ibu.


Dengan bahasa lain, ia menganggap bahwa Lexue bersalah dalam masalah di antara mereka.


Mendengar hal itu, hati Lexue semakin tidak terima. Dalam pemahamannya, sang putra tidak hanya menuduhnya bersalah, bahkan secara tak langsung mengganggap bahwa dirinyalah penyebab kemalangan yang ada untuk Jiang Jing Yun.


''Bagiamana kau bisa menuduhku begitu buruk, apa aku sengaja melakukannya?, aku juga merasa berat untuk itu."


Air mata Lexue mengalir deras tak terbendung.


Bahkan jika ia adalah seorang yang berhati kejam, apakah ada orang tua yang enggan untuk melihat penerusnya.


Lexue merasa segalanya tidak adil, semuanya dia lakukan untuk menempatkan sosok penerus yang sah di kekaisaran Zing.


"Bagaiman jika kukatakan ia kalian hanya terhubung melalui wanita ini saja?." Suara Lexue tidak keras ataupun lirih, namun itu sudah sangat jelas dalam pendengaran Yongyu dan pelayan tua di sana.

__ADS_1


"Bagiamana jika darah yang mengalir di tubuhnya, tidak terpaut darah imperial kekaisaran secara langsung?." Wanita itu telah kehilangan akal sama sekali.


Sehingga ia merapal perkataan, yang sangat tabu untuk di dengar keluar dalam pendengaran orang lain.


__ADS_2