Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 44 Buah kebohongan 2


__ADS_3

"Tuan sepertinya, gadis itu adalah, pelayan wanita yang mirip denga nona Ziaruo''


ucap pemilik sepasang mata, yang kini tengah berdiri, di balik rimbunnya dedaunan diatas pohon, yang agak jauh dari pinggiran sungai.


"Kau benar, dia orangnya, tapi apakah benar dia Ziaruo, dan ada hubungan apa dengan per*mpok King?.'' Jawab pemuda di samping pria tersebut, yang juga menyembunyikan dirinya dibalik rimbunnya dedaunan.


"Entahlah tuan, tapi sepertinya, ia dalam kondisi yang kurang baik, setiap 2hari sekali,tabib datang ke pondok besar tersebut, untuk memeriksanya.''


jawab pria tersebut lagi, yang tak lain adalah Wangze.


"Lalu kapan prajurit bantuan akan datang?.'' tanya pangeran Muronghui kembali, dengan mata masih lekat, menatap ke arah seorang gadis, yang tengah memcuci beberapa helai baju.


"Selambat lambatnya 3hari lagi tuan.'' jawab wangze dengan suara pelan dan tenang.


"Sssttt...diam dulu, ada yang datang.'' ucap pangeran Muronghui, setelah melihat dari kejauhan seorang pria mendekat, kearah gadis yang mereka amati sedari tadi.


Dan benar saja, di bawah sana ada seorang pria berjalan mendekati wanita tersebut.


"Maaf tuan saya ingin kembali kepondok, nona saya pasti sudah bangun dan mencari saya.'' Ucap Xioyu, dengan wajah ketakutan, sejak kejadian malam itu, 9ia memang sering ketakutan jika dekat dengan laki laki.


"Benarkah, tapi sepertinya nonamu itu akan lama bangunnya, dan aku juga cukup menyayangkan wanita secantik itu harus mengalami luka luka yang separah itu?.'' Jawab pria tersebut dengan tatapan intens Xioyu, seolah tengah mengabsen, setiap jengkal tubuh milik gadis tersebut.


"Tidak tuan, nonaku sudah siuman dari tadi pagi, oleh karena itu, saya harus cepat kembali, jika tidak tuan Gutingye aka menghukum saya, karena membiarkan nona sendirian.''


Ucap Xioyu berbohong serta menggunakan nama Gutingye untuk menakuti, serta memperoleh kesempatan melarikan diri dari pria di hadapannya .


"Beraninya kau menggunakan nama tuan besar, untuk mengancamku.'' Ucap pria itu dengan tatapan tajam, sembari mencengkeram lengan Xioyu dengan kasar.


mendapati perlakuan tersebut , Xioyu terkejut dan menjatuhkan keranjang cuciannya .


ia mulai gemetar dan ketakutan .


''Aku tahu, nonamu sebenarnya bukan tunangan tuan besar, hanya karena kehilangan ingatanya, kalian bersekongkol menipunya.'' lanjut pria tersebut, dengan tatapan penuh ancaman.


"Tidak tuan, saya tidak tahu apa apa, saya hanya menemukan nona terluka parah dan membantunya mencari pertolongan, itu saja.'' Jawab Xioyu kembali berbohong, dia hanya ingin melindungi dirinya, dan rahasianya, dari pria tersebut, tetapi justru kini dirinya yang semakin disalahfahami.


"*Bagaimana ini, kenapa semakin rumit, aku harus segera mencari jalan untuk membawa nona pergi dari sini* .''

__ADS_1


pikirnya dalam hati .


"Kau jangan berpura pura lagi, aku tahu dia adalah Ziaruo, tabib cantik yang tinggal di pondok tengah hutan ini, cepat katakan kepadaku, siapa yang telah melukainya sampai seperti itu?.'' Tanya sinis pria tersebut, dan kembali meraih tangan Xioyu dengan kasar.


"Tidak tuan saya tidak tahu apa apa?.'' Jawab Xioyu dengan wajah memelasnya.


"Baik, kau tetap tidak mau bicara ya, asal kamu tahu saja, tabib yang sudah kalian perintahkan untuk membuat Ziaruo lumpuh, serta memberinya obat agar ingatannya tidak kembali, sudah aku b*nuh, dan setelah inipun giliranmu.'' Ucap pria tersebut, dengan nada kasar, serta tatapan tajam.


Mendengar hal tersebut, Xioyu membulatkan matanya, ia mengerti sekarang, beberapa hari yang lalu tiba tiba saja kondisi nonanya kembali memburuk, dari yang awalnya sudah bisa menggerakkan kakinya, sekarang ia justru tidak dapat merasakan apapun pada kakinya .


"Nona, mengapa nasib anda begitu buruk, hixs ..ini semua karena saya, semua salah saya, karena justru membawa anda kepada mereka, maafkan saya nona.'' Ucapnya penuh penyesalan dengan bulir bening yang menetes kepipi putih miliknya.


"Tuan ijinkan saya untuk merawat nona, saya akan melakukan apapun untuk membantu anda, saya tidak tahu menahu soal racun dan tabib tersebut, tuan Tingye yang memberikan obat tersebut, tuan tolong bantu nona saya hixs..."


Pintanya dengan nada sendu, serta isak tangis penuh penyesalan.


"Benarkah kau tidak mengetahui apapun?.'' Sahut pria tersebut, sambil melepas cengkramanya pada tangan Xioyu.


"Ia tuan, nona adalah penolong saya, bagaimana mungkin saya mencelakainya." Jawab Xioyu kembali, berusaha meyakinkan pria didepannya tersebut.


kau harus menukar obat yang di berikan oleh tuan besar untuk Ziaruo dengan obat itu." Lanjut laki laki itu, dengan nada datar sebelum pergi meninggalkannya.


Namun baru beberapa langkah ia berjalan, ia menghentikan kakinya. "Jika dia tetap belum bisa berjalan setelah 2hari, maka kau akan memilih mati dari pada bertemu denganku.'' Lanjut pria tersebut lagi, dengan senyum menyeringai.''


"Hixs...nona ...hixs...mengapa anda bisa semalang ini, apa yang harus aku lakukan, semua yang disini adalah orang orang jahat, tuan...'' Gumamnya lirih dan diselingi dengan isak tangis, ia merasa putus asa.


Ia juga kecewa, baginya saat ini tidak buruk untuk berbuat jahat, asalkan bisa menyelamatkan nonanya, sebab baginya sekarang, orang baik selalu menerima kemalangan .


Akan tetapi, apa yang bisa ia lakukan, dia hanya wanita lemah dan tak memiliki kemampuan apapun, hingga dua klebatan bayangan mendekat kearahnya.


''Nona jangan takut, saya adalah teman nona Ziaruo dan ini adalah pengawal saya, bisa kita bicara sebentar.'' Ucap salah seorang pria tampan dengan penuh wibawa, yang tiba tiba muncul di hadapan Xioyu.


 


Sementara itu di kampung merah milik King, di sebuah pondok yang paling besar diantara, pondok pondok yang lain.


 

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu saat ini, apakah kepalamu masih sakit?.'' Tanya Gutingye dengan lembut, kepada Ziaruo yang tengah bercanda dengan Yanyan diatas ranjang didalam kamar.''


Pria tersebut mendudukan tubuh kekarnya, pada sebuah kursi yang tak jauh dari ranjang tersebut.


"Aku sudah lebih baik, hanya saja, entah mengapa kakiku kembali susah digerakan." Ucapnya dengan pelan, sambil menatap kakinya yang tertutup selimut diatas ranjang.


"Kakak, tidak apa apa nanti juga sembuh, aku juga masih bersedia menikahimu koq.'' Ucap polos bocah kecil tersebut.


Mendengar ucapan polos pria kecil tersebut, Ziaruo mengusap kepalanya dan tersenyum lembut kearah bocah tersebut.


"Sekarang apa kau ingin menikahiku?, atau menjadikan aku sebagai ibumu?.'' Tanya Ziaruo lembut, sambil melirik kearah pria yang kini tampak membulatkan mata kearahnya.


Ziaruo mengingat ucapan dari Tingye, ketika ia hendak pingsan beberapa hari yang lalu.


 


"Jangan, aku mohon ..jangan seperti ini, maafkan aku, aku tak akan memaksamu, aku akan menunggumu, dan akan selalu menjagamu, bagaimanapun keadaanmu.''


 


Serta ingatan ingatan, sedikit pertengkaran dengan kaisar Murongxu tentang hal hal menunggu ia berfikir, bahwa pertengkaran itu ia lakukan dengan Gutingye, jadi, ia memutuskan untuk menerima rencana percepatan pernikahannya dengan Gutingye.


Mendengar hal itu, seolah ruangan tersebut penuh dengan aura kebahagiaan bagi Gutingye, pria tersebut spontan meraih kedua tangan Ziaruo dan menggenggamnya erat, menciumnya beberapa kali,


ia lupa bahwa saat ini, disana masih ada bocah kecil, yang menatapnya kebingungan.


"Yah, aku ingin kakak menikah denganku 7 tahun lagi, kenapa sekarang malah akan menikah dengan ayah.'' Tanya Yanyan dengan tatapan polosnya.


"Ia, nanti kamu akan menikah denganya, tapi supaya sekarang kakak cantik tidak menikah dengan orang lain, biar ayah menjaganya dulu untukmu, sebagai ibumu.'' Ucap Gutingye mem*nip*lasi, kepolosan sang putra.


Gutingye berfikir, pada saatnya nanti, ketika Yanyan besar, ia akan faham dan mengerti bahwa, dia dan Ziaruo terpaut usia terlalu jauh, lagi pula Yanyan belum benar benar mengerti, tentang hubungan antara wanita dan pria yang sesungguhnya.


"Ia ayah, tolong jaga kakak cantik untukku ya, terimakasih ayah, aku selalu bisa mengandalkanmu.'' Ucap bocah tersebut kepada sang ayah, dengan senyum lebar serta sorot mata kebahagiaan.


Sementara itu, Ziaruo hanya tersenyum menahan kegemasan atas kepolosan bocah tersebut.


**pfff..cicak di makan kadal ..... he..he..he..** author **

__ADS_1


__ADS_2