
"Jika bersedia mengikuti rencana ibunda, maka segalanya akan menjadi milikmu. Bukan hanya tahta dan kekuasaan, bahkan wanita itu juga akan termasuk di dalamnya."
Pemuda itu semakin tak memahami pemikiran Lexue.
Dan seolah memahami apa yang di pikirkan sang putra, wanita tersebut kembali berucap. "Kau adalah putra ibunda, dan satu-satunya orang yang tulus peduli tentang dirimu hanya wanita ini."
''Apa itu juga yang di katakan, bahwa kami bisa bersama?."
Lexue melihat jelas sorot mata itu sedikit berbeda, saat menyangkut sosok Ziaruo.
Dan itu membuat wanita tersebut, memiliki sebuah pemikiran baru di benaknya. "Kau benar, semuanya adalah apa yang telah di katakan oleh guru suci."
Janda Lexue mengatakan apa yang ia pikirkan, meski itu sedikit menyalahi dari apa yang di ucapkan oleh sosok misterius yang ia panggil sebagai guru suci.
Baginya sedikit menambah ucapan, untuk menarik kepercayaan dan minat putranya, bukanlah hal besar.
Anggap saja, sebagai bumbu penyedap untuk kelezatan di akhir.
__ADS_1
"Bisakah ibunda mengatakan secara detil, tentang perkataan dari sang suci." Yongyu yang sedikit mulai tertarik perihal sosok di balik kisah sang ibunda, semakin di tekan rasa penasaran.
Ada rasa puas dalam hati Lexue ketika melihat Yongyu mulai menunjukkan ketertarikan dengan apa yang ia utarakan.
Meski itu masih sekedar rasa ingin tahu, baginya itu sudah lebih dari cukup.
Ia percaya, dengan perasaan sang putra untuk permaisuri Zing yang sekarang terus dipanasi, maka segalanya tidaklah sulit untuk membakar tahta Jiang Jing wei, dan menjadikan milik Jiang Jing Yun.
Dan ketika putra tercinta telah berkuasa, untuk kembali berada di atas puncak kekuasan tinggal menghitung hari saja.
Janda Lexue berpikir, Ziaruo hanya gadis saudagar kaya yang bahkan tak memerlukan banyak upaya untuk menyingkirkannya.
Ia berpikir, Ziaruo mampu bertahan hingga sekarang, mutlak karena Jiang Jing wei yang terlalu mendukung serta melindungi wanita tersebut.
Hati janda Lexue di bakar kebencian hebat, lantaran kedua putranya mencintai wanita yang sama.
Bukan hanya sekedar perkara kedua putranya yang saling berebut, atas kasih sayang Ziaruo yang ia permasalahkan.
__ADS_1
Namun, lebih mengacu sisi darah keturunan dan status wanita itu yang berstatus rendah.
Wanita itu berpikir, bahwa kebaikan dan Budi pekerti dapat di tanamkan dan diajarkan. Namun, darah keturunan, status, serta martabat tinggi adalah jati diri yang tak dapat di tawar.
Jika bukan untuk memanasi, dan menarik minat sang putra untuk duduk di atas singgasana, meski Ziaruo di rumorkan sebagai takdir Phoenix ia merasa putranya juga bukan orang biasa, dan tentu saja itu terlalu bagus untuk menjadi pasangan wanita tersebut.
Janda Lexue merasa tidak terima, bahwa kedua putra berharganya menikah dengan wanita yang bahkan telah menjadi janda.
Namun, dengan pemikiran yang tersembunyi ia akan membiarkan itu terjadi. Setidaknya untuk di waktu awal-awal ini.
Ketika segalanya telah tercapai, untuk berurusan dengan wanita pedagang kelas rendah yang ia benci, masih belum terlambat sama sekali.
Setidaknya itulah yang kini di pikirkan oleh janda Lexue.
Namun, dengan pemahaman dan pikiran Yongyu tentang Ziaruo, jangankan hal tersebut akan terwujud bahkan untuk menyetujui rencananya pria di sana masih belum sepenuhnya dapat di yakinkan.
"Putra ingin melihat dan bertemu dulu dengannya, jika semuanya memang seperti yang ibunda katakan maka kita bisa berbicara lagi nanti."
__ADS_1