
Di usianya yang ke tujuh belas, ia telah di culik dan di jatuhkan ke dasar jurang oleh orang asing, selama festival perburuan istana yang diadakan 1 tahun sekali.
Dengan upaya keras, pada akhirnya ia di temukan dan nyawanya tertolong.
Namun, dari kejadian tersebut sosoknya yang gagah, dan mulai bertumbuh dewasa menjadi tubuh lumpuh dan tak berguna.
Meski kaisar telah menghukum penjahat terkait yang di curigai, dan berusaha sekuat tenaga menyembuhkan pangeran ke 6, sosok sang putra tidak dapat di pulihkan lagi.
Kaisar pada akhirnya, kehilangan kasih sayangnya sejak hal itu terjadi.
Bahkan, ia juga mengirim pangeran ke 6 keluar dari istana, untuk tinggal bersama keluarga sang ibu di wilayah selatan batas kekaisaran.
Namun, karena keluarga itu adalah salah satu dari empat pilar pendiri kekaisaran Tang, kaisar tidak dapat mengirimnya dengan mudah.
Ia menyertakan beberapa puluh penjaga khusus, untuk sang putra untuk memberi muka kediaman Xia.
Meski rumor mengatakan bahwa kaisar juga memberikan segel pengawal khusus untuk pangeran ke 6.
Namun, itu tidak belum terbukti, dan dengan kondisi fisik yang di miliki sang pangeran, sosoknya bukanlah sebuah ancaman bagi orang lain.
Dan secara signifikan, sejak saat itu gelombang licik yang di kirim untuk pangeran ke 6 berkurang.
Akan tetapi, ketika kabar tersebar bahwa di kediaman Xia telah lahir keturunan pangeran ke 6, mereka menyadari bahwa kaisar tidak membunuh pelayan yang mengandung cucu kekaisaran di saat itu.
Dan dari kabar yang terungkap, di ketahui bahwa justru kaisar mengirim sang pelayan kesamping pangeran ke 6, dengan begitu rapi dan terencana.
Sehingga mereka baru menyadari, bahwa kaisar tidak pernah membuang wajah untuk sang putra satu itu.
Justru ia mengirim pangeran ke 6, untuk menjauhkan diri dari ancaman yang mungkin akan datang.
Kabar itu menyebar, setelah pelayan tersebut melahirkan seorang putra kecil yang sehat.
Dalam hirarki putra kerajaan, baik dari siapa ia terlahir selama itu darah keturunan kaisar, bayi mungil tersebut adalah seorang pangeran kecil.
Meski kabar yang di terima istana, usia pangeran kecil masih 7 bulan disaat itu.
Dengan kasih sayang kaisar untuk selir dan pangeran ke 6, pangeran kecil yang baru mulai belajar duduk tersebut, telah mereka anggap sebagai sosok lain dari duri di jalan mereka.
__ADS_1
Plot dan intrik, serta rangkaian rencana mengalir ke wilayah selatan kekaisaran secara bergantian.
Meski setiap aspek di kediaman selatan melakukan upaya terbaik, pada akhirnya sebuah kecelakaan yang hampir merenggut nyawa pangeran kecil, menggoncang kediaman Xia di masa itu.
Tubuh mungil di atas ranjang membiru, dan bibirnya mengeluarkan busa.
Dan dari kejadian di hari itu, pada akhirnya istana menerima kabar bahwa pangeran kecil telah meninggal dunia.
Sebagai penjahat yang teridentifikasi, pelayan di samping pangeran kecil adalah pihak yang bertanggung jawab, telah menerima hukuman racun di tempat saat itu juga.
Namun, banyak hal janggal terjadi dalam proses penyelidikan, khususnya bagaimana seorang pelayan yang setia, memiliki keinginan untuk membunuh pangeran kecil yang telah ia rawat sejak bayi.
Meski demikian, dengan kondisi pangeran ke 6 yang terpukul akibat kematian pangeran kecil, serta kondisi tubuhnya yang sakit-sakitan, semua perhatian tertuju untuk tubuh itu, dan proses hukuman serta penyelidikan untuk sang pelayan, tidak di lanjutkan lebih mendetil.
Sikap tersebut, menjadi titik ketenangan bagi setiap orang.
Bahkan istana dan kediaman Xia, juga menjadi lebih tentram sejenak, setelah kematian pangeran kecil.
Terlebih lagi, setelah kediaman Xia menarik diri secara bertahap dari pemerintahan, para keluarga bangsawan lain tidak lagi menyoroti anggota keluarga Xia.
Menyadari akan pemahaman diri dari kediaman Xia, kaisar di masa itu juga menghadiahkan otoritas khusus untuk mereka.
Dekrit tersebut awalnya di tentang oleh banyak pejabat istana, dan pihak politisi lain di istana.
Bahkan, para pelajar juga di kerahkan oleh pihak-pihak tertentu, untuk melakukan protes keras atas dekrit tersebut.
Namun, dengan alasan untuk menjaga pangeran ke 6 yang tidak dianggap mampu melindungi diri sendiri, akhirnya bantahan serta suara penolakan mereka mereda.
Di sini, untuk mengenang masa penolakan dekrit kaisar yang hiruk pikuk di setiap kalangan, seorang cendekiawan jenius tak di kenal, mencetuskan sebuah gambar besar di dinding gapura masuk istana.
''Naga dengan dua taring, serta mata yang menatap kearah tubuh sendiri, serta cakar yang tertutup rapat mengarah keekornya."
Banyak makna dari gambar tersebut, yang di berikan setiap orang.
Namun, yang paling populer di masa itu adalah, kisah raja dan Dewi khayangan yang menggemparkan, dan marak di bibir penulis cerita di kedai-kedai minum teh.
Di mana inti dari cerita di sana adalah, bahwa seorang raja tetaplah manusia biasa, yang bahkan tak dapat melindungi seseorang yang ia kasihi, dari mata jahat iblis, yang mengejar sang Dewi.
__ADS_1
Bahkan raja juga kehilangan seluruh keturunannya bersama sang kekasih, atas hukum langit yang di jatuhkan, karena pelanggarannya mencintai sang Dewi.
Meski banyak pihak tersinggung untuk kisah itu, namun cerita dari mulut ke mulut tak dapat di bungkam.
Dan pada akhirnya kisah itu menjadi legenda yang di tanamkan setiap orang, dari generasi ke generasi.
Sejak saat itu, kehidupan berjalan lebih baik di kediaman Xia.
Mereka tak ambil pusing dengan apapun kejadian di istana kekaisaran.
Seolah keluarga itu bukanlah salah satu dari ke empat patriot negara yang pernah berjaya.
Hingga tepat, ketika tuan Xia meninggal dunia 14 tahun kemudian.
Dimasa itu kaisar Tang, ayah pangeran ke 6 telah meninggal, dan di gantikan oleh pangeran ke 2 putra dari sang permaisuri.
Kembali, sebuah kabar mengguncang istana kekaisaran Tang.
Kemunculan pangeran kecil yang di nyatakan telah meninggal di saat itu, membuat banyak hati geram.
Khusunya janda permaisuri mendiang kaisar, dan kaisar yang memerintah saat itu(pangeran ke 2).
Mereka ingin menjatuhkan hukuman seberat-beratnya untuk klan Xia, atas tuduhan melakukan penipuan kepada kekaisaran.
Akan tetapi, tindakan tersebut tak dapat di lakukan. Karena di kediaman Xia masih memiliki dekrit mendiang kaisar terdahulu, yang telah mangkat.
Di sinilah semua orang baru menyadari, bahwa segalanya adalah rencana dan tipu muslihat dari keluarga Xia di masa lalu, dan tentu saja dengan sepengetahuan dan izin kaisar.
Tujuannya tak lain dan tak bukan, untuk melindungi keturunan dari wanita yang sangat di cintai oleh mendiang kaisar tersebut.
Dan selama mereka memiliki dekrit di tangan, serta segel prajurit khusus, tak akan ada yang mampu menggoyah, atau menjatuhkan keagungan keluarga Xia.
''Bahkan jika tubuh Anda telah dingin dalam peti, kehangatan hati paduka masih menjaga mereka." Janda permaisuri.
Wanita itu bersimpuh di lantai kamar, dan kembali berkata. ''Ternyata pihak yang berjaya belum tentu menjadi pemenangnya."
Perkataan tersebut terdengar sangat ironis, sebelum akhirnya ia tertawa dan meneriaki diri sendiri.
__ADS_1
Dan sejak saat itu, kediaman Xia menerima gelar baru dari khalayak umum "Pangeran Xia atau yang lebih di kenal sebagai Pewaris Xia."
Meski gelarnya masih di anggap enggan oleh keluarga kekaisaran, namun darah yang mengalir di tubuh itu nyatanya memanglah keturunan dari keluarga kekaisaran dan juga darah keturunan dari bangsawan Xia, salah satu pendukung perjuangan kekaisaran Tang yang agung.