Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 25


__ADS_3

 


''Apakah, kebaikan sekarang akan mampu, menutupi kesalahan seseorang dimasalalu.'' Ucap lirih Guru Xio, sambil menghela nafas panjang.


Mata birunya menghadap langit, seolah menerawang menembus waktu hingga ribuan tahun silam.


Wajah tampan di usia yang tak lagi muda tersebut, tampak seperti sebuah ruang tanpa dasar, dengan sejuta teka teki.


Perlahan ia gerakkan tangan, dan cermin air bulan menghilang diantara ruang udara. Menguap menyatu bersama angin yang berhempus pelan saat itu.


"Karena kesalahan tetaplah sebuah kesalahan, keduanya tak akan berubah dan salung mengganyikan, meski di tutup dengan ratusan kebaikan.'' Gumamnya lagi, dengan sembab diujung mata teduhnya.


"Ziayun ....lihatlah dia benar benar mirip denganmu, seolah kau hidup kembali untuk memenuhi janji kita dulu, tapi .....( terhenti sejenak)...tetap saja dia bukan dirimu, bahkan ditubuhnya juga mengalir darahnya.'' Sambung Baixio lagi.


Sementara itu, disebuah pemukiman dekat perbatasan kota Wey.


Seorang pemuda bersama sang adik, tengah menelisik dengan cermat di sekeliling tempat keberadaan keduanya.


Tampak jelas pancaran rasa puas dari sorot mata, serta tarikan dari kedua ujung bibi mereka.


Sebuah rumah yang dapat dikatakan cukup besar, dengan ruangan yang masih terawat, nyatanya mampu memenuhi kriteria dari Ziaruo sang adik.


Rumah dengan perpaduan batu sungai pada bagian bawah, serta rangkaian kayu yang tertutup ayaman rumput liar pada bagian atas serta atap, pada kenyataannya mampu menampilkan keharmonisan yang kental, dan memeberi kesan nyaman serta indah, dari rumah yang mereka beli kemarin.


"Aku akan memakai kamar di lantai atas, sebebelah kiri anak tangga kak.'' Ucap Ziaruo menegaskan.


"Tentu saja, kau boleh memilih yang manapun, bahkan jika kau memilih memakai semua kamar, bukan masalah besar untukku.'' Jawab Yongyu, memastikan.


Sesuangguhnya Yongyu telah terbiasa tidur dialam terbuka, tak membutuhkan ruang tertutup ataupun selimut tebal untuk dirinya beristirahat.


Meski dengan status dan latar belakang yang tidak biasa, ia telah melalui banyak hal serta telah mampu beradaptasi dengan kondisi terburuk.


Yongyu tak lagi memusingkan kenyamanan beristirahat untuk tubuh bangsawan miliknya, terlebih lagi jika itu untuk kebaikan Ziaruo.


"Apa kau akan menghadiri undangan pesta kerajaan nanti sore Ruoer?.


''Kau tahukan, bahwa hampir semua dilingkup istana kerajaan adalah tempat yang berbahaya?.''


''Bahkan, sebuah perkataan dapat membuat kepala seseorang t*rl*pas dari tubuhnya.''


Yongyu mengatakan banyak hal dengan perasaan cemas, dan berharap sang adik tidak akan datang keacara perjamuan.


"Kak..aku tahu kecemasanmu. tapi apakah kau akan tenang jika kukatakan, bahwa untuk mengalahkanku di istana, dengan trik serta plot kecurangan, mereka masih butuh waktu ribuan tahun.''


''Lagi pula, aku hanya tamu undangan, dan bukan bagian dari mereka yang tinggal disana.'' Ucap Ziaruo, sembari berusaha menenangkan p muda tersebut.


"Kau.... apa benar benar tidak tahu, maksud dan tujuan pangeran Murongyu mengundangmu.'' Gumam Yongyu dalam hati.


"Lagi pula bukankah, ada kakak yang menjagaku?.'' Lanjut wanita itu lagi, dengan senyum yang disetel semanis mungkin.

__ADS_1


Mendengar, dan melihat tindakan Ziaruo, Yongyu tak dapat mengatakan apapun.


Perlahan ia mendesah dan berkata. ''Haueeeeh.. memang susah dibujuk, baiklah paling-paling jika mereka menyinggung, atau mempersulitmu akan kubuat kekacauan besar disana.''


''Ayo... kita bersiap-siap, pasti si Murongyu Br*ngs*k sebentar lagi datang menjemputmu.''


Ziaruo tidak marah ataupun tersinggung dengan perkataan pria tersebut, karena ia tahu semuanya tulus dan nyata, sebagai ungkapan kekhawatiran hati sang kakak untuk dirinya.


.................................


 


Pada sebuah ruangan, di dalam istana para selir negri barat (kekaisaran Zing)


Nampak seorang wanita muda nan cantik, tengah bersama seorang pria diatas ranjang yang besar dan indah. Mereka terlihat kelelahan, dengan rutinitas yang baru mereka kerjakan.


 


"Apa kau akan mengatakan kepadanya tentang kehamilanmu ini?.'' Tanya sang pria yang hanya menutup tubuhnya dengan selimut.


"Tentu saja!. Tapi, nanti jika Paduka sudah kembali dari kekaisaran Xili.'' Jawab sang wanita dengan penuh keyakinan.


''Akan tetapi untuk sekarang, aku akan merahasiakan ini terlebih dahulu.''


''Karena jika Janda permaisuri tahu sekarang, maka akan sulit bagi anak kita bertahan.''


Wanita itu berhenti sejenak. ia menghela nafas dalam, sebelum kembali melanjutkan ucapannya.


"Apakah kaisar b*d*h itu, tidak akan mencurigai bayi didalam perutmu itu?.'' Tanya sang pria kembali, sembari melakukan gerakan ajaib, dari jari jemarinya yang mahir diatas tubuh wanita tersebut.


Namun, seolah berbanding balik dengan keinginan sang pujangga tercinta, wanita itu merasa enggan.


Dengan gerakan yang lembut ia menepis tangan sang kekasih sembari berucap. "Hentikan tanganmu, aku tak ingin kelelahan, dan menyebabkan masalah bagi tiket emasku(Janin dirahimnya) untuk menjadi permaisuri.''


"Pergilah...hari sudah hampir siang, aku harus mempersiapkan diri utuk memberi salam kepada Janda permaisuri." Sambung wanita itu lagi, sembari bangun dari ranjang.


Ia berjalan menuju bilik kecil, dengan hanya mengenakan selimut yang menutupi tubuh polos putih miliknya.


Mendengar ucapan tersebut sang pria mendengus sesaat dan menjawab. "Baiklah, aku akan menemuimu lagi nanti, Aku pergi dulu jaga anak kita baik baik.''


''Dasar wanita b*d*h bermimpilah menjadi phonix, dan aku yang akan menjadi sangkarnya untukmu.'' Pikir pemuda tersebut, dengan senyum lembut menghiasi bibir tipisnya.


"Anak kita hah!, bermimpilah jika statusku sudah dipastikan, akan kukirim hadiah istimewa untukmu.'' pikir wanita tersebut, dibalik tirai yang menjadi penghalang ruangan, antara ranjang kamar dan bak pemandian.


Sementara itu disebuah kerajaan tentangga yang berjarak 4 hari perjalanan kuda (siang ), atau 2 hari ( siang dan malam ).


Tengah tampak sebuah keramaian, serta kemewahan sebuah acara perjamuan.


Banyak orang terpandang, keluarga bangsawan, serta tamu dari kerajaan tetangga.

__ADS_1


Setiap orang yang datang, dan akan memasuki halaman istana, akan diperiksa izin masuk, identitas, serta undangan mereka akan dicatatat oleh penjaga.


Bahkan, akan diminta untuk menitipkan disana, senjata yang mereka miliki atau mereka bawa.


Dan akan di kembalikan, nanti ketika acara telah selesai.


Tampak diantara barisan di sana, sebuah kereta dengan kusir yang sudah sangat dikenal di dalam lingkungan istana.


"Tuan silahkan majukan kereta anda, dan selamat menikmati pestanya.'' Ucap sang penjaga dengan hormat, tanpa mengecek terlebih dahulu, siapa orang yang berada di dalam gerbong tersebut.


Mereka hanya mengenali kereta kudanya, serta kusir yang membawa kereta saja.


"Penjaga, memangnya itu kereta siapa yang baru saja masuk?, mengapa ia tidak melalui pemeriksaan?.'' Tanya seorang bangsawan, yang menjadi tamu undangan, dan masih mengantri untuk pemeriksaan.


''Itu adalah kereta kuda Yang Mulia pangeran ke-2, yang baru saja menjemput calon permaisurinya.'' Jawab sang penjaga.


''Ternyata rumor yang mengatakan, bahwa pangeran ke-2, membawa permaisuri dari negri taklukan perang itu benar.''Ucap undangan 1


''Tapi aku mendengar, bahwa dia adalah orang yang telah menyelamatkannya, ketika di serang oleh pembunuh.'' Sahut orang ke- 2.


''Yang jelas pangeran ke-2 menukarkan hadiah, sebagian tanah rampasan perang, dengan undangan untuk seorang wanita dan saudaranya.'' Ucap undangan lainnya lagi.


Dan jadilah, hari itu sebuah topik hangat bagi orang orang disana, sebagai bahan untuk bermur-mur ceria.


Sementara itu, dua orang yang berada didalam kereta, hanya tersenyum senyum saja.


Dengan wajah bercadarnya, gadis itu tampak menikmati dirinya, yang menjadi fokus rumor terhangat disana.


"Adik siapkan dirimu, ketika kau turun dari kereta kuda nanti, akan ada banyak mata yang memandangmu. Dan akan banyak pemikiran tentang dirimu dari orang orang di sana.''Ucap Yongyu dengan tegas, namun penuh dengan perasaan cemas untuk Ziaruo.


"Yang bisa mengusik emosiku masih belum kutemui disini kak.'' Jawabnya dengan menyunggingkan senyum sejuta arti.


"Sebentar lagi kita akan bertemu, dan aku tahu ini adalah awal pertemuan kita dikehidupan sekarang, dan akan menjadi titik awal setiap cerita ujian kedua kita.''ucap dalam hatinya, sembari menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan. Seolah tengah mengumpulkan kekuatan, untuk menghadapi sebuah tantangan yang berada didepannya.


*Orang pernah berkata, bahwa pasangan kita adalah pantulan diri sendiri didepan cermin, dan ketika seorang yang baik berjumpa dengan orang yang kurang baik ( b*ruk) itu bermakna 3 hal:



Bagi orang baik hal tersebut adalah sebuah ujian untuk kebaikannya, akankah ia mampu membantu orang tersebut, berubah menjadi lebih baik, atau justru ia yang akan ikut terjerumus menjadi seseorang yang kurang baik ( b*ruk)



2 .Bagi orang yang kurang baik ( berkelakuan buruk/ pemilik sifat buruk) adalah sebuah kesempatan untuk dirinya, dapat berubah serta memperbaiki diri, menjadi lebih baik dengan bantuan pasangannya.


3. salah satu dari mereka, berpura pura.


Berpura pura menjadi orang baik( berarti dia orang yang buruk), oleh karena itu ia mendapatkan pasangan yang b*ruk


Berpura pura menjadi orang yang b*ruk( sebenarnya dia orang baik) sehingga ia memperoleh pasangan yang baik.*

__ADS_1


"Benarkah demikian?.


Terimakasih, mohon tinggalkan jejak like, komen dan saranya.


__ADS_2