Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 167


__ADS_3

Selang 2 hari kemudian, rombongan kaisar Jing telah sampai, di hutan barat kekaisaran Xili.


Mereka sengaja menghentikan perjalanan disana. Atau lebih tepatnya, kaisar Jing memang sengaja datang ketempat itu, dimana dengan sisi posesifnya terhadap Ziaruo, tempat tersebut adalah tempat, yang seharusnya tidak akan pernah ia datangi.


Namun, didunia ini selalu tidak ada yang pasti.


Demi menekan jumlah kekalahan/ lebih tepatnya, menaikan kemungkinan untuk memenangkan pertempuran, serta menekan penderitaan para prajurit miliknya, Jiang jing wei bersedia datang ketempat, dimana makam Gutingye berada.


Bahkan, ia bersedia menerima pasukan milik mantan suami sang istri.


Saat ini, kepentingan negerinya dan keberhasilan pertempuran adalah yang terpenting.


Tidak hanya untuk kelangsungan penduduk kekaisaran Zing semata, namun juga untuk menjamin kebahagiaan sang permaisuri, dan putranya kelak.


Ibarat sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui.


Bahkan tidak hanya itu saja, jika para pasukan elit merah bersedia mengabdi kepada kekaisaran Zing, maka negrinya akan mendapat tambahan orang-orang terlatih yang akan ikut menjaga, serta melindungi kekaisaran miliknya.


Terlebih lagi, jika mereka bersedia pindah ke daratan kekaisaran Zing, Jiang jing wei akan merentangkan tangan menyambut, dan menganggap mereka sebagai bagian dari rakyatnya.


Namun, jika para pasukan elit merah, memutuskan untuk tetap menetap di hutan barat, selama mereka menyatakan diri sebagai rakyat Zing, dirinya juga akan tetap menerima dan mengakui keberadaan mereka.


Disisi lain, wilayah perbatasan hutan barat milik kekaisaran Zing, tidak akan lagi kosong tanpa penghuni.


Dan mungkin juga di kemudian hari, disana akan menjadi sebuah kota yang berkembang.


Mengingat, wilayah hutan barat yang luas dan besar, mungkin akan dapat menambah lahan baru yang berkembang dan menjajikan dimasa mendatang.


Mengingat hal tersebut, Jiang jing wei merasa apapun pilihan dan dimanapu para pasukan elit ingin menetap atau berpindah ke dataran terbuka kekaisaran akan tetap menerima keuntungan dari keberadaan mereka.


*Note*


Hutan Misteri Atau hutan barat.


Sebuah hutan misteri yang ditakuti oleh banyak orang, dan berada di bagian barat kekaisaran Xili, serta menjadi wilayah bagian timur kekaisaran Zing.


Dapat juga dikatakan sebagai pembatas antara kedua kekaisaran.

__ADS_1


Sebagian hutan barat/misteri, termasuk dalam wilayah diantara dua kekaisaran.


Namun, karena disana tak penah tercatat adanya sebuah perkampungan, atau penduduk tinggal disana, tempat tersebut tidak menjadi perioritas bagi kedua kekaisaran.


Sehingga, kondisinya sekarang menjadi seperti sebuah tempat yang berdiri sendiri, tanpa tuan.


Meskipun wilayah tersebut, merupakan sebuah lahan yang sangat luas, dengan tingkat sumber mata air yang tak sesikit, sungai besar, serta kontur tanah pegunungan yang menjanjikan, tak banyak dari orang awam, yang bersedia datang dan menetap disana.


Hal ini di karenakan, mitos menakutkan, serta rumor tentang banyaknya perompak kejam, yang sering menyerang disana.


*Back to story*


Dalam rute perjalanan menuju kekaisaran Zing, rombongan mereka memang harus melewati hutan yang terkenal angker tersebut.


Seharusnya rute rombongan hanya melewati jalan setapak, yang berada di pinggiran hutan saja.


Namun kali ini rombongan mereka, sengaja datang kedalam hutan barat.


Terutama wilayah tepi sungai, di pinggir selatan hutan misterius, yang ditakuti banyak orang.


Hal ini dikarenakan di sanalah, tempat bermukim sebagian besar tentara merah, yang membaurkan diri, sebagai penghuni hutan.


Selain itu, tak banyak dari mereka yang benar-benar murni, dari anggota pasukan merah milik Gutingye.


Hampir 70% dari pasukan itu, adalah anggota baru, atau juga pasukan dari kamp militer milik jendral tua Gu, yang bersedia bergabung menjadi pasukan khusus, atau memiliki alasan tertentu yang mengharuskan mereka, untuk tergabung kedalam pasukan tersebut.


Hampir tak ada orang luar, yang mengetahui keabsahan mereka.


Bahkan, negri Tang yang menjadi negara induk dari pasukan merah terdahulu, telah menghapus keberadaan mereka dari daftar pasukan khusus kekaisaran.


Dan hal itu bukan karena sengaja dilakukan.


Namun, lebih dikarenakan pemerintahan negri Tang, telah mengganggap mereka tidak lagi ada.


Dengan makna lain, pasukan merah telah dianggap selesai, atau sudah mati, sejak terjadinya pemb*nt*ian kamp perkampungan merah, dimasa Gutingye.


Pasukan yang tersisa, adalah para anggota yang tengah di kirim untuk suatu tugas, serta anggota pencari berita di negri lain, yang dianggap bersiteru dengan kekaisaran Tang disaat itu.

__ADS_1


Jumlah mereka yang hanya berkisar Ratusan tidak disadari oleh para penyerang disaat itu.


Dan ketika kembali dari tugas, mereka menemukan kejutan besar, dengan apa yang terjadi pada perkampungan merah.


Namun, tidak semuanya dari mereka telah menyelesaikan tugas masing-masing.


Sebagian besar yang tersisa, sengaja kembali ke hutan barat. Karena, mereka mendengar tentang penyerangan di perkampungan merah, dari para prajurit elit yang lebih dulu kembali, atau telah menyelesaikan tugas.


Akan tetapi, secepat apapun mereka bergerak, pada kenyataannya semuanya telah terjadi, sebelum kedatangan para anggota pasukan itu.


Dan di tengah kekacauan, kesedihan atas kepergian keluarga, serta kehancuran disana(perkampungan merah), para prajurit itu tak bisa memutuskan apapun, untuk kedepannya beberapa saat.


Mereka mencari jejak, keberadaan anggota yang lain, keluarga, serta mencari petunjuk orang- orang yang dapat mereka hubungi untuk melapor keistana.


Maklum saja, bagi pasukan elit merah, perkampungan merah juga rumah bagi sebagian besar, para prajurit elit yang telah berkeluarga.


Tak sedikit dari mereka, mebawa keluarganya kesana, demi ketenangan ketika bertugas.


Meskipun perkampungan merah terkenal sebagai sarang perampok (sebagai kedok penyamaran), setiap orang akan bergantian menjaga keluarga dari rekan mereka, yang tengah menjalankan tugas dari pimpinan.


Oleh karena itu, kehancuran perkampungan merah, membuat mereka sangat terpukul.


Dan di saat yang bersamaan, mereka juga kebingungan, karena tak ada dari mereka yang tahu dengan pasti, cara menghubungi pihak istana.


Di sini status mereka yang lebih di kenal sebagai perompak, merupakan titik kelemahan dimata orang awam pada umumnya, tentu saja anggapan sama juga akan dilakukan oleh orang lain di kekaisaran Jing.


Hal tersebut bukan tanpa alasan. Didalam peraturan perompak merah, hanya ketua (Gutingye), dan ketiga wakil pelindung pasukan merah( Zelan, Lucifeng dan Luo jinting) saja, yang dapat melakukan hal tersebut(kontak langsung dengan kekaisaran Tang).


Di hari ketiga setelah penyerangan, secara kebetulan mereka bertemu dengan Jendral tua Gu, yang sedang berada disana untuk melakukan penyelidikan tentang kasus sang putra.


Dari cerita, serta kejadian yang menimpa para prajurit khusus merah, jendral Gu tua mencium keculasan, dan alasan yang tidak masuk akal, tentang penyerangan, serta rumor pemberontakan, atas kepemimpinan sang putra dimata kekaisaran.


Ia merasa, ada unsur kecurangan diantara kasus, serta tuduhan yang disandang oleh Gutingye.


Bahkan penyeragapan yang tiba-tiba, dan tidak terprediksi dari kekaisaran Xili, membuat jendral Gu semakin mengeratkan, urat geramnya kuat-kuat.


Oleh karena hal itu, jendral Gu memutuskan untuk menutupi, keberadaan sisa para prajurit elit merah, dari kekaisaran Tang.

__ADS_1


Bahkan, ia juga meminta para anggota elit yang tersisa untuk merekrut anggota baru, yang dianggap berkemampuan.


__ADS_2