Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 252. Sosok misterius.


__ADS_3

"Lalu siapa ayahnya?, jangan katakan bahwa itu adalah paman Feng, karena hanya dirinya saja kerabat kekaisaran yang masih hidup, dan setahuku paman kekaisaran jugalah satu-satunya orang yang bebas keluar masuk istana ibunda."


''Celegluuuuug." Ibarat sebuah rangakaian yang terhubung, hati janda Lexue bergetar mendengar nama jendral tua Feng di sebutkan.


Namun, dengan pengidentifikasian sang putra yang akurat, wanita itu seolah lebih tua lagi sepuluh tahun.


Wajahnya masam, dengan rasa malu yang kini hampir tersibak.


Namun, dengan otaknya yang pandai berencana, ia masih dapat membuka suara, dan berkata. "Tidak penting itu siapa, yang perlu kau ketahui, Wei'er bukan garis langsung keturunan ayahandamu, itu saja."


Lexue masih berusaha menghindari tatapan mata Yongyu, dan dengan bahasa tubuh yang segera menggeliat berbalik arah, ia masih mampu menutupi gelisah serta keterkejutan di matanya.


Jiang Jing Yun merasa kecewa dengan itu. Meski ia telah menduga kenyataan ini sejak lama, tapi tetap saja kenyataan selalu mengejutkan, setelah di akui secara langsung oleh sang ibu.


Saudara yang menjadikan dirinya sebagai pertalian terdekat dulu, akan selalu menjadi putra ibunya dan tentu saja juga saudaranya sendiri.


Namun, karena kelahirannya yang sedikit bernoda, sosok ibu yang di jadikan tumpuan mengais kasih sayang, nyatanya berbisa dan menggigit tangan sendiri.


Dalam hati sosok Jing yun yang telah berubah menjadi Yongyu, masih merasa miris dengan kisah saudaranya tersebut.


Meskipun kenangan tindakan buruknya masih jelas di pikiran Yongyu, namun dengan kondisi yang di alami serta kasih sayang ibu yang abu-abu, timbul rasa kasihan dalam hati.


Yongyu membalik perlahan tubuh ibundanya yang membelakangi, dengan lekat ia menatap wajah yang kini menengadah menatap manik mata miliknya.


"Lalu...ibunda yakin dari segi apa, bahwa aku adalah putra Anda?."

__ADS_1


Pemuda tersebut ingin menciptakan sebuah keraguan dari sudut hati sang ibunda. Dengan demikian ia ingin sosok wanita yang tak lagi muda di depannya, tidak banyak berharap kepadanya, dan menikmati hari tua dengan tenang di istana, bersama sang kakak.


Namun, jelas itu bukan dirinya yang menentukan. Bahkan jika Yongyu memiliki tujuan sendiri dengan pertanyaan barusan, kenyataan bahwa janda Lexue bukan wanita atau sosok ibu pada umumnya, telah mencengangkannya lagi.


"Bahkan sebelum kau datang, sesungguhnya aku telah mengenalimu."


Wajah itu, tatapan mata yang kuat menyembulkan sebuah reaksi keyakinan.


"Dan aku hanya tinggal menunggumu datang saja kemari, untuk sebuah janji yang harus di tepati."


Hati Yongyu bergetar dengan jawaban janda permaisuri.


Yang berarti bahwa dirinya telah di ketahui identitas, dan kuantitasnya oleh sang ibu sejak lama.


Bahkan, wanita tersebut sengaja menunggunya untuk datang hingga hari ini.


Bagaimana mungkin sang ibu akan menunggunya di sana dengan yakin, sedangkan ia telah di ketahui meninggal.


Bahkan wajah itu juga bukan lagi milik sendiri.


Yongyu mengingat Wuhan yang telah mengetahui identitas sejati miliknya.


Akan tetapi, mengingat dan memahami sifat pria tersebut, ia tidak yakin bahwa itu dia yang telah membuka rahasianya kepada ibundanya.


Dan jika Wuhan ingin membuka suara, pilihannya hanya ada Jiang Jing wei saja, bukan sosok sang ibu. Dan untuk Ziaruo itu jauh lebih mustahil lagi.

__ADS_1


Pertanyaan tersebut meluncur dengan sedikit terbata, dari tatapan yang lekat untuk Lexue ia ingin mengorek setiap isi kepala sang ibu, dan menemukan segala jawaban secara langsung.


"Tak perlu merasa bingung, kau juga akan segera bertemu dengannya." Janda Lexue menambahkan perkataan yang semakin memicu penasaran sosok Jiang Jing Yun.


''Siapa...siapa dia ibunda?." Yongyu mengulangi pertanyaannya kembali, dengan bahasanya yang berupah dan menjadi mempertanyakan, siapa sosok misterius di balik keyakinan sang ibunda.


"Yang perlu kau ingat, bahwa setiap perkataannya ada benar, dan ia mampu melihat ke masa depan...."


Lexue mengisahkan cerita tentang pertemuannya dengan sosok petapa suci yang dia temui secara kebetulan.


Mulai dari tentang terbongkarnya rahasia tentang Jiang Jing wei yang bukan putra mendiang kaisar, dan saran untuk menggantikan kedudukan tahta menjadi beralih di tangan Yongyu, yang di waktu itu masih di kenal sebagai Jiang Jing Yun.


Dan pertemuan keduanya, ketika ia tak memiliki harapan lagi setelah di ketahui bahwa dirinya, Jiang Jing Yun meninggal akibat binatang buas di hutan misteri.


Petapa sakti memberikan harapan baru kepadanya, dengan mengatakan bahwa Jing Yun-nya masih hidup.


Bukan hanya itu saja, Petapa misterius juga menyebutkan bahwa sang putra telah berganti identitas, dan akan datang padanya jika dirinya mengabdikan diri untuk berbakti di kuil serta melayani altar leluhur.


Dan di sinilah ia dan sang putra di pertemukan hari ini.


Yongyu semakin berdebar hatinya, ketika mendengar penuturan tersebut.


Dalam kehidupannya ini memang banyak hal keajaiban terjadi.


Bukan hanya tentang pengetahuan serta keyakinan sang ibu yang menjadi nyata, namun juga sosok yang berhubungan dengan adiknya Ziaruo, juga merupakan lingkup keajaiban.

__ADS_1


Yongyu sendiri telah mengalami secara langsung, baik perubahan wajahnya sekarang, dan peristiwa cermin air bulan beberapa waktu lalu, yang telah ia saksikan sendiri juga adalah sebuah misteri.


Tanpa terasa tangan itu mencengkram kuat pundak sang ibu, dengan suara yang dalam dan sedikit di naikkan penekannya, Yongyu kembali bertanya. "Katakan ibu siapa dia?, dan dimana sekarang?."


__ADS_2