
"Sebuah awal baru akan kujalani, dengan hati baru, identitas baru dan akan kumulai dari titik ini.
Guru apa kau melihatku sekarang?, hanya kaulah yang tak akan menghianati dan menyakitiku.''
''Tunggu aku kembali, akan kubaktikan semua untuk menjagamu, membalas semua jasa jasamu membesarkanku.'' Ucap lirih Ziaruo, ketika ia sudah berada diatas punggung kudanya.
Ia menatap ke arah pondok, tempatnya beberapa hari ini tinggal.
"Yongyu, apa kau tetap akan mengikutiku jika kukatakan....Bahwa aku datang kesini untuk sebuah tujuan.'' Tanyanya kepada pemuda, yang juga sudah berada diatas punggung kudanya.
"Apa yang anda tanyakan nona?, tentu saja aku akan tetap ikut. Bahkan jikapun anda meninggal mungkin pilihan terbaiknya adalah saya mengikuti anda.''
Pemuda itu terdiam sejenak dan menunduk, menghela nafas perlahan sbelum kembali berkata. ''Anda adalah satu satunya keluarga saya sekarang.''
"Baiklah ....kita adalah saudara, jadi siapapun yang keluar dari hutan lebih dulu, dia adalah saudara tertua, hutan ini adalah asal usul kita, ibu kita, dan segalanya kita awali dari sini." Ucapnya antusias dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
"Baaaiiiik......siapa yang takut ..aku akan menjadi kakakmu, dan aku yang akan mengatur semua keputusan dalam keluarga kita, aku pasti menang, ha..ha..ha..." Balasnya tak kalah antusias.
Dengan diselingi tawa yang memecah keheningan hutan, suara derap langkah pacu kuda mereka menggema, diantara pepohonan serta tebing hutan angker itu.
Melihat dan mendengar hal tersebut, perasaan Ziaruo menghangat, ia merasa ada seseorang yang akan menjadi bagian dari dirinya(kelurganya).
"Ya...anda akan menjadi kakakku, dan anda akan memenangkan pertandingan ini, karena akupun ingin menjadi adik dari seseorang." Gumam Ziaruo pelan, dengan senyum yang mengembang cantik di balik cadarnya.
"Aku harus menang, karena aku juga ingin memeliki seseorang yang ingin kulindungi. Aku akan menjagamu Ziaruo." Yakinnya dalam hati, sembari memacu kudanya kencang.
Pemuda itu sesekali melihat kebelakang, memastikan bahwa sang calon adik cantiknya itu, tidak tertinggal jauh dan terpisah darinya.
"Sungguh hati kami menghangat, bukan karena, dari pertalian darah, yang mengalir ditubuh ini.
Dan benar kasih kami merapat erat, meski bukan dari rasa dengan makna, cinta pria dan wanita.
Karena aku adhiknya ..
dan karena dia saurada tertua..
saudara tertua Rahartika dari dunia yang berbeda ..Giodion Atmadja.''
Pemuda yang tinggal, sebagai kakak Rahartika dikediaman Rahmawan, saat Ika kelas 6 sekolah dasar, dan kembali tinggal dikeluarga tersebut setelah Rahartika meninggal, di usianya yang ke 16 tahun. Jiang jingyun atau Yongyu adalah reinkarnasinya.
__ADS_1
Atau bisa juga Giodion Atmadjalah reinkarnasi dari Jiangjingyun.
*Boleh disesuaikan imajinasi saja ya , intinya kedua orang tersebut adalah orang yang sama*
Oleh karena itu, dia menyelamatkan pemuda tersebut (Yongyu), dan membawanya pulang kepondok, saat terjadi penyerangan atas pangeran ke-2 Murongyu, beberapa hari yang lalu di hutan barat kerajaan Xili.
Skip..3 hari kemudian.
Sepasang muda mudi, berjalan dengan tenang memasuki sebuah kedai yang juga merupakan, sebuah penginapan, mereka tampak serasi, seolah pasangan yang baru saja menikah.
Terlihat jelas rasa kepedulian, yang sangat nyata serta tulus diantara mereka.
"Kak..kau ingin pesan apa?, biar aku pesankan.'' Ucap sang gadis, saat pria muda yang tak lain adalah Yongyu tersebut, berjalan menjauh kearah kasir, hendak memesan kamar untuk menginap.
Karena kebetulan saat itu, hari memang sudah sore.
"Terserah kamu saja, biar aku mencari kamar untuk menginap dulu.'' Jawab Yongyu dengan senyum lembutnya.
*Tapi jangan salah ya, senyum lembut tersebut hanya ia tunjukkan untuk sang adik tersayang, Ziaruo saja.
Karena Yongyu memang sangat dingin, dan datar kepada orang lain, meskipun itu seorang wanita.
Maklum saja, jangankan orang lain bahkan baginya, sang ibu kandung serta kakaknyapun, memiliki motif tersembunyi atas perhatian yang mereka berikan, baginya hanya gadis itulah yang tulus kepadanya ....Ziaruo.*
Namun tanpa disadari oleh mereka, ada beberapa pasang mata menatap keduanya lekat, dari bibirnya tersungging senyum yang lebar, tanpa menunggu lebih lama, pemilik mata tersebut berjalan mendekat ke arah Ziaruo.
"Ternyata dewa memang menginginkan kita untuk bertemu kembali.'' Ucapnya dengan rona bahagia, sopan serta bermaksud menyapa.
Dan itu memang sebuah kebahagiaan baginya.
Dalam beberapa hari terakhir, sejak kepulanganya dari perbatasan, ia tak pernah bisa melupakan wajah cantik gadis itu, bahkan ia telah merencanakan setelah acara pesta 1hari mendatang, Murongyu akan menuju hutan barat, mengunjungi gadis cantik itu.
Tentu saja dengan alasan, memberikan sebuah pembayaran, atas biaya perawatan untuk dirinya beberapa hari lalu.
"Ia ..dewa memang ingin kita bertemu kembali.'' Sahut wanita itu, dengan nada tenang ciri khas miliknya.
"Oh ya, anda kemari dengan siapa? apakah sendirian?.'' Tanyanya basa basi, padahal ia sudah tahu, gadis itu disana bersama seorang pemuda, yang kini sedang melakukan pemesanan kamar.
"Saya bersama saudara laki laki saya tuan, dan dia sedang melakukan pemesanan." Jawabnya dengan lugas, karena memang itulah kenyataannya.
"Benarkah?, mengapa waktu itu aku tidak melihat saudaramu itu nona?.'' Tanyanya lagi, lebih mendetil.'' (bahasa gaulnya ka..e..pe..o...kepo.)
"Ya karena saat tu, saya sedang kekota Zing untuk melakukan perdagangan, dan adhikku yang baik hati serta cantik ini, sembarangan membantu orang ''Sahut Yongyu dari arah belakang Murongyu.
__ADS_1
Yonyu, memperhatikan gerak gerik pangeran ke-2 Murongyu, sejak saat awal ia datang menghampiri tempat duduk sang adik.
Ada rasa tidak suka, ketika pria tersebut mendekati Ziaruo, entahlah perasaan itu karena apa?, ia hanya tidak suka saja. Untuknya alasan bisa ia cari nanti.
Intinya ia saat ini, merasa takut perhatian tulus yang baru ia miliki akan hilang.
"Maaf jika menggangu kenyamanan dan waktu berdua anda.'' Jawab Murongyu sopan.
"Ya..benar .. anda memang sedang mengganggu waktu makan sore kami.'' Sahut sarkas Yongyu, dengan maksud mengusir pria pengganggu didepannya itu.
Mendengar hal itu, Murongyu merasa geram. Namun bukan keluarga kerajaan namanya, jika ia langsung menunjukan amarahnya.
Lagi pula ia adalah ahli dan pandai berstrategi, jadi bukanlah hal yang mudah untuk membuat seorang Murongyu, akan terpancing dengan sikap kasar Yongyu.
Terlebih lagi dia adalah kakak dari orang yang ia sukai.
"Jangan anggap serius perkataan saudara saya tuan, jika anda berkenan silahkan bergabung disini, makan bersama kami.'' Ucap Ziaruo dengan lembut.
"Adik ..dia sudah ada meja disana....dan apa kau tak merasa seolah kita merebut temannya, dengan menahannya disini.'' Sahut Yongyu lagi, ketika Murongyu mengiyakan tawaran dari Ziaruo, untuk makan bersama mereka di meja tersebut.
Bagi Murongyu, hal itu adalah kesempatan berharga. Kapan lagi ia akan bisa makan satu meja dengan wanita yang ia kagumi.
"Si*l, mengapa saudaranya ini seolah tak menyukaiku.'' Gumamnya dalam hati.
Namun tentu saja, dengan tetap menampilkan, wajah tenang serta sesekali menebar senyuman, untuk gadis bercadar di depannya.
"Ah ..bukan hal yang besar, bahkan kami tadi juga bertemu secara kebetulan.'' Jawab Murongyu cepat, agar bisa makan bareng, dengan adik pria menyebalkan didepannya tersebut.
"Tapi makanan kami cuman 2 porsi saja, dan jika harus menunggu anda memesan dulu, kasian Ziaruo dia pasti kelaparan.'' Jawab Yongyu lagi, tetap dengan nada yang menunjukan ketidaksukaanya.
"Jadi namamu Ziaruo.......kau adalah ruoerku'' Ucap Murongyu dalam hatinya, dengan senyum tergambar pada wajah tampan miliknya.
"Kakak...hentikan.'' Pinta Ziaruo kepada sang kakak Yongyu, sembari meletakkan tangannya diatas paha pria disampingnya tersebut.
Dengan maksud untuk menghentikan sikap konyol serta kekanak kanakannya, Hal itu dipahami oleh Yongyu.
Dan disambut senyum kemenangan, dari pria didepannya yang sedari tadi selalu mencuri curi lihat, ke arah gadis bercadar tersebut.
"Aku tak akan membiarkan Ziaruo, masuk ke tempat yang penuh dengan kepalsuan.'' Ucap Yongyu dalam hati.
"Kau mungkin kakaknya, tapi apakah kau akan menyimpan adikmu untuk selamanya?. Selama orang belum mengenal serta melihat Ziaruo, aku harus cepat. Atau akan banyak orang yang akan memperebutkanya.''
Gumam Murongyu dalam hati.
__ADS_1