Surai Kasih Tiga Kehidupan

Surai Kasih Tiga Kehidupan
Episode 83 Hanya tidur saja.


__ADS_3

Didalam pavilliun Phonix kekaisaran Zing.


''Kau benar, dan bukankah sekarang aku bukan orang lain bagimu Yun, aku adalah suamimu, dan Kau adalah istriku, permaisuri tercintaku.'' Ucap Jing, sebelum mencium kedua b*b*r Ziaruo dengan lembut.


Kaisar Jing tak dapat menahan keinginannya yang telah lama ia tekan, ia tak ingin wanita itu, menerimanya dengan terpaksa, namun entah mengapa ketika melihat Ziaruo tersenyum, pertahananya kembali goyah.


Sementara itu, mendapat perlakuan tersebut, wajah Ziaruo memerah, ia hanya menurut dengan perlakuan Pria yang telah resmi menjadi pendampingnya 3 bulan yang lalu.


Getaran hatinya tak menentu, degup jantungnya seolah berloncatan, hingga meninggikan suhu tubuhnya.


Hangat, hangat dan semakin menghangat.


Dalam pikirannya, ia memutuskan untuk menerima sepenuhnya, bahwa Jing sekarang adalah suaminya.


Akan tetapi, ia masih merasakan gelisa serta gundah dalam hati, seolah tengah berbuat kesalahan terhadap janji kesetiaannya untuk Murongxu.


Ziaruo kembali menunduk, ketika Kaisar Jing menyudahi ci*mannya.


Ia tak dapat berbohong, hatinya memiliki debaran atas kejadian yang baru saja ia lakukan bersama Kaisar itu, bahkan ia tidak menolak ataupun mencoba menjauh.


Apakah ia mulai menyukai Pria tersebut?, lalu bagaimana dengan dia dan Murongxu di kehidupan mendatang?.


Hati Ziaruo menjadi bimbang, hingga tanpa sadar sudah lama waktu yang ia habiskan, untuk diam menunduk diatas pangkuan Jing.


Sementara itu, Kaisar Jing seolah memahami apa yang ada di dalam pikiran Permaisuri, ia menghela nafas panjang, dan memeluk tubuh itu erat, dengan dagu yang ia letakan diatas pundak Ziaruo dan berkata dengan lembut.'' Apakah kau masih memikirkan dia Yun?.''


Pria itu, merasakan rasa sakit didalam hatinya ketika menanyakan pertanyaan tersebut, kepada wanita yang sangat ia cintai.


Dengan dagu yang masih di pundak Ziaruo.


Jing kembali menghela nafas panjang, serta memejamkan matanya sesaat sebelum kembali berkata. '' Aku akan menunggumu, sampai kau bisa menerimaku...kau tahu....aku mencintaimu, bahkan jika tak bisa melupakannya, aku tak akan memaksamu Yun, cukup berikan sedikit tempat untukku didalam hatimu.''

__ADS_1


Mendengar perkataan Pria yang kini menempel erat pada tubuhnya tersebut, Ziaruo terharu.


Namun, dibalik keterharuannya, ada banyak kebingungan dan rasa bersalah yang besar.


Ia telah memanfaatkan Pria penguasa itu, untuk menghabiskan waktunya yang tingal satu tahun di kehidupan ini sekarang, agar memperoleh ketenangan, serta tanpa gangguan dari para pengagumnya.


Keputusannya menikah dengan Kaisar Jing yang tersohor, tak terkalahkan, serta kejam tersebut dari awal adalah untuk menghindari gangguan, serta masalah di hari hari terakhirnya.


Namun, semakin hari ia merasa kebingungan dengan perasaan dan hatinya.


Apakah ia mulai menaruh perhatian kepada Pria itu?


Apakah hatinya telah goyah, dan memiliki perasaan kepada Jiang Jingwei?


Ataukah ia hanya merasa bersalah, bahkan merasa kasihan, kepada sang Kaisar yang begitu sabar dan mengalah kepadanya?


Banyak hal yang ia pikirkan, hingga membuatnya tak dapat berkata apapun, hanya diam dan masih tetap menunduk.


Ziaruo menghela nafas sejenak sebelum ia mengangkat kepala, perlahan tangannya mendorong tubuh Jing agar renggang dari tubuhnya.


Tangan putih ramping miliknya, kembali menangkup kedua pipi Jing dengan penuh perasaan sembari berucap.''Lihatlah...bahkan sekarangpun anda mulai bersedih karena diriku, dan itu menyakiti Hatiku Yang Mulia.


Ziaruo menatap lekat ke arah mata Kaisar itu lekat. Ada kesedihan dalam hatinya melihat kelembutan pada mata sang suami.


Hatinya seolah tidak ingin melihat lagi kesenduan dalam setiap ucapan dari Pria itu.


''Anda orang hebat, tidak pantas bagi seseorang seperti Yang Mulia berkata dengan penuh kepasrahan seperti tadi.'' Lanjut Ziaruo dengan penuh perasaan.


Mendengar ucapan Ziaruo, Jing tersenyum dan meletakkan tangannya diatas punggung tangan Ziaruo, yang tengah menyentuh kedua pipinya dengan lembut, sembari berkata.''Apakah kau mencemaskanku?, apakah kau memikirkanku Yun?.''


Raut wajah Jing tampak bahagia.

__ADS_1


Dengan antusias serta mata yang merona, ia kembali memeluk Ziaruo, semua hal yang telah ia lalui dalam memperoleh perhatian wanita itu, seakan kini terbayarkan.


Hari ini adalah kedua kalinya ia merasa bahagia, sebelumnya ia bahagia ketika Ziaruo bersedia menikah dengannya, meskipun dengan trik licik yang telah ia lakukan.


Dan sekarang, wanita tercintanya itu memikirkan, serta mengkhawatirkan dirinya, dengan rona kebahagiaan di wajahnya ia kembali berkata, dengan penuh kegembiraan.'' Aku bahagia sekali Yun mendengarnya.''


Kebahagiaan Jing tak dapat ia tutupi, terlebih lagi ketika Ziaruo membalas pelukannya.


Wanita itu melingkarkan kedua tangannya pada leher Pria tersebut, sembari berkata lirih, seolah sebuah bisikan indah di telinga Jing. ''Anda harus banyak bersabar ke depannya Yang Mulia, Permaisuri ini... juga akan berusaha untuk menerima anda sepenuhnya.''


''Aku akan bersabar, tidak...bukan bersabar, aku akan menjadi suami paaaaliiiing... sabar di dunia ini Yun, dan aku akan menunggu sampai kau benar benar bisa menerimaku dengan supenuh hatimu.'' Jawab Kaisar Jing reflek, ketika mendengar ucapan Permaisuri Yun.


Hati Pria tersebut, bergelora serta bergemuruh hebat, ia tidak menyangka akan mendengar perkataan yang indah bagi pendengarannya.


''Mungkin, dewa mengujiku dengan banyaknya penghianatan dan penderitaan selama ini, untuk dapat bertemu denganmu Yun, dan aku bersedia melaluinya berapa kalipun, asalkan itu semua demi untuk bisa bersamamu, aku rela dan akan menjalaninya dengan senang hati.'' Guman dalam hati Jing*.


Lagi lagi hati Ziaruo tersentuh dengan ketulusan hati Kaisar Jing, ia semakin tak mengerti dengan perasaan hatinya sekarang, apakah benar hatinya telah berpaling dari Murongxu?, lalu apa arti perjuangan, atas rasa sakit, penderitaan serta kekecewaannya selama 2 kehidupan ini?.


Bimbang, bingung dan tidak mengerti dengan apa yang harus dia lakukan.


Ziaruo juga merasakan kebahagiaan ketika melihat Kaisar Jing bahagia, dia juga merasakan rasa sakit dihatinya, ketika melihat Pria itu bersedia dan tak berdaya.


Ziaruo menampilkan senyum indah diwajahnya, untuk menutup kebimbangan dalam hati, serta menatap Jing lembut.


''Mungkin sudah waktunya anda beristirahat Yang Mulia, bukankah besok pagi ada pertemuan?.'' Ucap Ziaruo, sembari berusaha melepaskan diri dari pelukan sang Kaisar.


Wanita itu, berusaha menurunkan kakinya dan menggapai lantai ruangan, agar ia lebih mudah beranjak dari kecanggungan atas pangkuan sang Kaisar.


Akan tetapi, belum sempat kakinya menyentuh lantai, Kaisar Jing kembali mengeratkan pelukannya sembari berbisik didekat telinga Ziaruo.''Apakah jika aku sekedar tidur disini, kau akan keberatan Yun?, jangan khawatir, aku hanya akan diam seperti patung, tak bergerak dan tenang.''


Mendengar ucapan itu, Ziaruo membulatkan matanya sesaat, wajahnya memerah, wanita itu kembali menunduk dan tersipu.

__ADS_1


''Kau tak menjawab... berarti kau mengizinkanku tidur disini Yun....baiklah, ayo kita beristirahat sekarang.'' Ucap Kaisar Jing, sembari membopong tubuh Permaisuri Yun, dan membawanya menuju ranjang.


__ADS_2