
setelah peristiwa tawuran gagal.sosok Mumtaz jadi perbincangan seiring viralnya video tawuran gagal itu. bahkan sampe jadi perbincangan ditelevisi. banyak undangan tv kepada Mumtaz, namun ditolaknya.
"kyaaa...kak Mumtaz koh."
"Aa Mum. Irene jodohmu."
" selamat pagi ka Mumtaz.!"
" sumpah Baru ngeh gw kak Mumtaz tuh kereenn.!"
" siapa sih yang bilang kak Mumtaz itu aneh., juling tu matanya."
" gw yakin kak Bella nyesel udah mutusin kak Mumtaz."
setiap hari sapaan, ungkapan didapat Mumtaz. sebenarnya dia risih tapi gak tau harus bagaimana.
" kayak jadi isteri pejabat lagi kampanye aku tuh."
"hehe...hehe..nikmatin aja dek. ga tiap hari ini."
" gak tiap hari gimana ini udah dua Minggu ya aku jalan Ama Aa yang tiap harinya dihebohin gitu."
" iri dek. ntar juga ilang sendiri."
" ih gak banget iri begitu. kak. kali dapet coklat lagi Ia bagi ya." Mumtaz mengangguk. udah dua Minggu loker Mumtaz dipenuhi beberapa bagai barang pemberian penggemar dadakannya.
" masuk gih. udah rame juga kelasnya. kalo ada apa-apa bilang. Aa langsung ke kelas aja ya." Tia mengangguk dan salaman mencium tangan Mumtaz.
kelas 12 IPa 2
" cieee ciee.... yang masih jadi pangerannya BINAKU BANGSA." sindiran Jimmy menyambut Mumtaz masuk kelas.
" diem. kelebihan energi Lo." mumtaz langsung duduk ditempatnya.
" hai Mum, hari ini sibuk gak!" seorang gadis melangkah berlenggok bak model masuk kelas dan menghampiri meja Mumtaz dan duduk diatasnya.
" seperti biasa."
" bisa anter gw jalan gak?" gadis jelita dengan kepercayaan diri tinggi yang nekad masuk kandang macan. bukan rahasia kalo anak kelas 12 IPa 2 benci Gladys. gadis yang mau dia dipacari Daniel, kalo Daniel membelikannya tas keluaran terbaru merek C. terang Daniel menolak.
" sedeket apa Lo Sama dia sampe minta ditemenin jalan. mau pansos Lo?"ejek Daniel benci.
" apa urusannya sama Lo Niel. masih marah Lo gw tolak. lagian Mumtaz juga gak keberatan." Gladys gadis idaman anak IPA. kecuali anak kelas 12 IPA 2.
" kapan gw nerima ajakan Lo." heran Mumtaz
" Lo gak nolak gw." percaya diri sekali gladys ini
" gw gak mau. gw nolak ajakan Lo." tekan Mumtaz jengah. pengalaman dengan Bella membuat dia jengkel pada perempuan agresif dan pongah.
"whaha...hahaha.. si cabean IPA ditolak Mumtaz. turun drajat banget kan lo." telak Jimmy. diikuti tertawaan sekelas.
" yakin Lo nolak gw. gw gak nawarin dua kali loh?" sok negosiasi banget Gladys ini.
" dih kenal Lo aja gak mau dia." Ibnu yang pendiampun join membully Gladys.
" hus..hus... sana pergi kita mau belajar. udah mau lulus ni." Jimmy mengibas-ngibaskan tangan mengusir galdys.
" belagu Lo Mum. baru tenar segitu juga." gladys pergi dengan wajah ditekuk dan kaki dihentakan yang dibarengi sorakan cemooh sekelas sampe gladys tak nampak.
**************
Kamis menjelang maghrib tiga pemuda berpakaian rapih layaknya excutif muda memasuki rumah Daniel yang belakangan menjadi tempat kumpul anak BINAKU BANGSA.
dengan aura percaya diri dan senym menyebalkan sambil mengangkat tangan yang menenteng empat kotak pizza ukuran jumbo.
" spadaaaaa orang dermawan bawa hadiaaaah..." teriakan membahana menghentikan sesaat pergerakan penghuni rumah sedang sibuk menyediakan pembukaan puasa.
" wa,alaikumsalam." sindir Daniel. yang duduk disofa panjang samping Mumtaz diruang tamu.
"hehehehe.. sorry. assalamu,Alaikum wr.wb." dilanjut bersalaman ala tamu kondangan dengan membungkukan sedikit badannya.
kehadiran Bara dan 3 sohibnya cukup mengagetkan orang-orang yang tidak mengenal mereka. sekelompok anak aneh bisa berhubungan dengan most wanted sekolah meski berandalan. dari segi manapun gak bakal nemu titik temunya.
" alay Lo. kemana aja lo. jadi boss geng tu jangan nanggung. pas disamperin ke kandang kagak ada Lo." cibir Jimmy masih kesel kepada sepupunya atas kejadian tawuran gagal itu
memutar bola matanya jengah " kalo Lo lupa, gw ingetin ni. hari itu gw terpaksa bolos sekolah tercintah karena gw terpaksa kudu ngehadirin meeting sama klien dari Jerman. karena sepupu gw males ngelakuinnya padahal ini kerjaan dia. ni juga gw baru balik dari Rusia." telak Bara melirik Jimmy melenggang santai menuju meja makan berukuran besar. dan menaruh pizza itu.
" ilih baperan Lo Bar. pms Lo?" Jimmy merayu membuntuti bara dan memeluknya dari belakang yang melihatnya bergidik ngeri
" bacot Lo. awas..jangan gini..." jengah Bara melepaskan diri dari pelukan Jimmy.
" lusa kalian harus ke Jerman ketemu mereka buat kesepakatan." masuk ruangan tamu
" kenapa gak Lo aja sih." Jimmy mencoba negosiasi.
" kan Lo pada yang ngerti lapangannya jamet."
__ADS_1
" ok. tapi nego udah beres kan?"
" hmm. tinggal tanda tangan aja. sekalian ke Rusia juga. baik banget gw. kalian yang dapet duit gw yang susah." sindir Bara.
" itungan amat elah. kan Lo juga kecepretan Bar."
" kecepretan doang. beli mie ayam juga abis."
" kalo sekompi belinya." ledek Ibnu.
" terus gimana Lo Mum. ga papa kan. cuma tendangan
" cuma apanya? liat noh soulmate gw kena tendang. kan jadi Atut dia nya"Jimmy mendekati Mumtaz dan mengangkat kaos yang dikenakan Mumtaz sebatas dada yang memperlihatkan perutnya.
Mumtaz berontak karena risih. " apaan sih Lo Jim. belok Lo"
melihat itu Bara merasa bersalah . " maaf. menebus rasa bersalah gw, gw bawain pizza toping zuper super sureme 3kali lebih banyak daripada yang standar. TAADDAAAAA." membuka kotak pizza itu ala pesulap.
" gw tau Lo pada bucin pizzaa. makanya gw bawa spesial buat Lo pada."
" tumbenan sekarang rame?" tanya heran Rizal sohib Bara. setau dia rumah ini cuma tempat ngumpul mereka berempat.
" gak ngerti gw juga. kayak taman kanak-kanak ya. mau diusir temen sendiri, gak diusir pada ngelunjak kayak rumah sendiri. gak liat noh pakaian mereka bertebaran." matanya menilik seputar ruangan yang tak karuan ulah temen gak tau dirinya.
" Muy, Lo puasa kan!?" tanya Bara.
kaget karena tak tau kalo Bara tau kebiasaan Senin-Kamis nya " insya Allah. kenapa? mau traktir Lo?"
" lah tu pizza bukan traktiran?"
" ooh. Lo gak liat tu langsung diserbu?" ya memang sejak pizza diletakan diatas meja, Langsung dikerumunin sama penghuni. sdetik mendengar adzan Maghrib di tv.
berdecak " WOY jangan diabisin semua elah. ni bintang utamanya belum makan. ini lagi bocah ngapa ikutan makan dah." sewot Bara menggeplak kepala ubay sohibnya memberi tatapan sok horor kepada mereka. mungkin kalo disekolah itu mempan, karena mereka takut kepada Bara. tapi saat ini mereka menahan takut itu. kan ada Mumtaz dan kawan-kawan pikirnya.
" cuma satu doang Bar. elah." ucap temen sekelas Bara."
" Lo satu yang lain juga satu abislah." buru-buru menyelamatkan sekotak pizza yang masih utuh dan membawanya ke ruang tamu.
klik...klek..suara pintu terkunci otomatis membuat Bara dan para sohibnya heran dan mengangkat alis dengan tatapan bertanya.
" pintu terkunci otomatis sampe jam delapan." jelas Daniel.
" kenapa?"
" buat shalat sama ngaji Yasin. kan malem Jum,at. kalo gak gitu abis shalat Maghrib pada langsung kabur. kesel gw." penjelasan yang diangguki oleh yang lainnya.
******
" gw denger Lo diundang tv Muy." tanya Bara.
" hooh tapi dia nolak Bar. belagu banget kan dia." delik Jimmy sibuk jadi juru bicara dadakan.
" terus kenapa Lo yang nongol di tv Jamal." Bara melempar cangkang kacang gemes ke muka Jimmy.
" ya karena dia nolak. kan sayang bayarannya." jawab enteng Jimmy mengangkat bahu.
" sumpah cuma Lo doang anak Sultan berasa gembel cuma gegara duit 45 juta sampe jual temen Lo." Daniel masih kesel sama Jimmy yang membuat kesepakatan dengan salah satu tv meliput sehari dirumahnya Minggu lalu.
" udah sih toh duitnya juga udah abis. masih aja dibahas dasar tukang ngadu loh." bela Jimmy.
" malu - maluin Lo Jim. untung gw yang jadi sepupu Lo." cibir Bara.
treng...tring...notifikasi pesan masuk di hp Mumtaz.
memperlihatkan isi wa dari pak Erwin ke yang lain yang berisi undangan traktiran pizza yang belum terlaksana.
" entaran aja Muy akhir bulan. sekarang mah dompet sultan lagi pada kembung." ngawur Ibnu.
dijawab oke oleh Mumtaz.
" lah kenapa gak besok. entar keburu lupa!" tolak Jimmy.
" gak. akhir bulan aja. pas dompet kita lagi busung laper " timpal Mumtaz.
" udah gw jawab malem Minggu akhir bulan." tegas Mumtaz.
" siapa pak Erwin?" Bara ikut bicara.
" klien baru kita Bar." Daniel menjawab
" gw join ya."
" iya aja gw mah. kan bukan gw yang neraktir."
********
pukul 19.30 wib. Sabtu malam. akhir bulan
__ADS_1
delapan orang pemuda masuk cukup membuat pelanggan cafe' yang ada bersorak ria kaget tak menyangka bakal ketemu orang yang lagi viral. mereka duduk dibangku pojok cafe' dekat jendela.
" berasa jadi artis gw." Rizal menyisiri surai rambutnya dengan jari.
" Muy. tampil gih. bandnya telat Dateng ni. bagi yang mau tampil ditraktir minum nih." kak Zahra menghampiri meja Mumtaz dan kawan-kawan.
" oke. kakak chantik. kita tampil" Jimmy berjalan sambil memegang lengan Mumtaz disebelah kiri dan Daniel disebelah kanan yang mengekornya dengan dumelan dan Jitakan. semangat 45 Jimmy mendengar kata traktir padahal cuma minuman aja.
" Bar, coba Lo tanya Tante Lo ngidam apa waktu hamil si Jimmy." Yuda sang ketua OSIS geleng kepala tak habis pikir. yang ditanya menghela nafas berat seakan memikul beban besar.
" kalo bukan sepupu, gw lempar ke mars tu orang."
diatas pannggung depan speaker.
" cek..cek..1..2..3.. kepada saudara Ibnu diharap maju karena posisi drummer masih kosong."
yang dipanggil berdecak mengacak rambutnya kesel.
" punya topeng gak lo pada." jengah Ibnu
" dosa apa gw dikehidupan masa lalu gw sampe temanan ma modelan bgini." dumelan Ibnu sepanjang menuju stand. yang dikekehin sama yang denger.
masih Jimmy depan speaker " udah komplit ya. baiklah kita sambut vokalis kita BARAYADHA ALSHEN ATMA MADINA. tepuk tangan semua."
"whoaaaaaa......" sorakan yang didominasi perempuan muda membahana. memang setenar itu Bara. sebagai most wanted BINAKU bangsa sekolah elit dan pengusaha muda dari kerajaan bisnis Atma Madina yang terkenal seantero negeri.
mengusap wajah menyesal join. Bara melangkah dengan tatapan prihatin dan mengasihani dari para sohibnya.
tampilnya geng aneh +Bara dimanfaatkan pengunjung mengadakan siaran langsung disosial media mereka hingga 5 menit tampil pengunjung cafe' tambah rame layaknya menonton pertunjukan band musik sungguhan termasuk Tia dan kawannya.
Tia, Crassy, Sisilia ,yang malam ini berniat kumpul dan menginap bareng dirumah Dista dipaksa ke cafe' atas desakan Dista yang menonton siaran langsung ig temennya untuk memastikan penampilan sang kakak Bara. karena tak kebagian meja, akhirnya mereka gabung di meja Bara dan gengnya.
" baiklah sampe sini aja saya disini. sekarang kembali ke geng aneh ini" tutur Bara menutup penampilannya dan memberikan tatapan mengancam kepada Jimmy. sepertinya hanya Jimmy yang menikmati euforia ini.
sesampainya di meja Bara dengan santainyamenarik lengan Crassy tuk duduk disampingnya yang mendapat tatap kaget dari teman-teman kedua belah pihak.
" karena babang tamvan Bara lelah, vokalis digantikan oleh MUMTAZ, Yee...tepuk tangan." disambut tepuk tangan meriah penonton
Mumtaz memberikan pelototan membunuh pada Jimmy yang ditanggapi dengan cuek dan cengiran alay, sedangkan yang lain menahan tawa. mereka tahu benar kalo Mumtaz paling males menjadi pusat perhatian publik.
membuang nafas kasar dengan gitar ditangan, Mumtaz berdiri depan speaker tak lupa menjatuhkan jitakan keras reflek ke kepala Jimmy yang meringis kesakitan yang mendapat sorakan karena terlihat imut dan menggemaskan dari pengunjung yang melihat bromance mereka.
orang-orang di meja bara membuka mulut karena kaget tak percaya seorang Mumtaz mau tampil didepan pula.
" maaf kalo suaranya fals ya." pembukaan Mumtaz mendapat sambutan meriah bahkan dia mendapat finger love dari beberapa pengunjung cafe'.
pada dasarnya suara serak basah Mumtaz menenangkan ditambah alunan gitar rendah membuka awal nyanyian ' ku ingin kau tau' dari repvblik yang romance melow. mengedarkan pandangan ke pengunjung berakhir menitik satu pusat perhatian kepada sang gadis bernama Sisilia berambut hitam legam sebahu dan berponi yang duduk di meja Bara.
tatapan Mumtaz terkunci padanya. dia yang mengikat Mumtaz dengan senyumannya yang menawan mengalirkan penghayatan maha dahsyat dalam nyanyiannya.
pengunjung larut dalam kesyahduan suara Mumtaz seakan turut merasakan jua rasa suka yang terpendam. sampai akhir lagu barulah Mumtaz mengalihkan pandangannya pada pengunjung tepukan tangan dan sorakan meriah mengembalikan dia pada kenyataan.
" terimakasih udah mendengarkan. kami hanya sampai disini aja. selamat menikmati dan selamat malam semuanya." lenguhan penolakan dari pengunjung dihiraukan Mumtaz, Ibnu, dan Daniel yang terus berjalan ke meja mereka.sedangkan Jimmy masih tebar pesona pada penggemarnya.
" sumpah gw gak ngerti kenapa gw temenan ma si Jimmy." keluh Ibnu. temen semeja mereka semangat mentertawakannya.
" fix gw besok mau ruqyah dari supaya gw terbebas dari Jimmy." oceh Daniel.
" Lo Muy gimana?" tanya Rizal Disela tawanya.menoel bahu Mumtaz yg menjadi tumpuan kepalanya diatas meja
menghela nafas berat " hidup itu penuh cobaan. yaa cobaan terberat gw ya..si Jimmy itu." merubah duduknya d Ngan menyenderkan badan ke kepala kursi. tatapannya bersirobok dengan Sisilia sesaat yang langsung diputus olehnya
menepuk pundak Mumtaz Bara yang duduk disampingnya bersimpati
" tapi Lo mending Muy si Jimmy cobaan Lo yang suatu hari nanti bakal pisah, gw sepupuan sama dia. bayangin Muy." Bara menunjuk dirinya sendiri langsung ditertawakan terbahak oleh teman-temannya.
" seneng amat guys. pasti gara-gara gw ya. makasih lo pada sama gw." ucap Jimmy yang sudah berdiri dibelakang kursi yang ditempati Tia. usapan wajah gemes, sumpahan, jitakan, toyoran di kepala Jimmy dapatkan dari teman-temannya.
dih rame ni meja!" pak Erwin menghampiri mereka dibelakangnya berdiri om hitto dan om Heru.
" eh pak Erwin malem pak. jadikan traktirannya." tak tahu malunya Jimmy bicara.
" jadi dong. makasih ya..cafe' rame banget ni gara-gara kalian. langsung keatas aja yuk." ajak pak Erwin.
******
rooftop
niat awal hanya mentraktir pizza Mumtaz dan kawannya sekarang bertambah Bara dan gengnya ditambah Tia dan kawannya.
" gak apa kan ya pak neraktir ramean gini." Daniel tak enak hati.
" santai. tuk malem ini kita nikmatin bareng. kamu para gadis imut gak dicari mamanya kan ya" dijawab gelengan kepala oleh keempatnya
" aku Tia adiknya Aa Mumtaz." beritahu gadis berjilbab pink. dijawab pak Erwin menganggukkan kepala. om Hito dan om Heru diam memandangi Tia.
" Mumtaz nya mana ya?" pak Erwin mengedarkan pandangan kesekitar rooftop itu.
__ADS_1
" masih dibawah sama Ibnu ngebantu kak Zahra yang kewalahan melayani pengunjung cafe'" jawab Daniel.