Terikat Mumtaz

Terikat Mumtaz
bab 8 hari pertama, hari kehancuran


__ADS_3

Pukul 06.34 wib


dua pria dewasa didalam mobil mewah memandang dari kejauhan rumah tipe minimalis nan asri. yang satu duduk dibalik kemudi berdiam dengan wajah masih mengantuk. sedangkan yang satu lagi. duduk dibangku penumpang menatap kosong rumah tersebut. seakan sedang menunggu. entah hanya menunggu.


" Ru. Lo yakin mereka jam segini udah bangun." Hito membuka obrolan. karena sudah hampir satu jam mereka berada ditempat tersebut, tapi rumah yang ditatap hening bak tak berpenghuni.


" yakin. mereka itu memulai hari pukul 4 pagi. ditambah hari ini tu hari pertama UN si kembar bos."


" Ru. kenapa mereka ga pake duit yang gw transfer. kenapa mereka milih susah payah banting tulang cuma buat kebutuhan sehari hari."


" kalo itu gw gak tahu bos. mereka memang aneh."


saat hendak berucap kembali, dikejauhan samar-samar terdengar keributan


" A. ayo cepetan. entar telat Lo." Tia merengek


" ya Allah. Ya. gak bakal. ini baru jam setengah tujuh Ya. Lo mau nyaingin mang Didin, satpam sekolah. jengkel Zayin.


" ya bukan gitu. tapi gw belum belajar ."


" terus itu salah gw?" Zayin berdrama sambil menunjuk dirinya.


" au ah."


Tia dan Zayin berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda kebanggan Zayin.


" melihat interaksi itu Hito termenung. menghela nafas berat, seakan ingin membuang beban berat yang dia tanggung selama ini.


" kenapa mereka masih bisa biasa saja. setelah gw bunuh ayahnya." lirih Hito. dikedua bola matanya kini berkaca-kaca.


"........"tak ada jawaban yang bisa Heru,sang asisten utarakan.


"......Lo bukan pembunuh To. ini sudah takdir." setelah beberapa saat diam. selalu saja ini yang diucapkan Hito. bahwa dia adalah seorang pembunuh.


dengan tatapan menerawang, "....takdir ya.." lirihnya.


" jalan Ru. saatnya takdir kita kekantor sekarang."


*******


Putih Abu - Abu


berkumpul dimeja makan


" A. ntar disekolah jangan sok senior ya."


" lah Aa emang senior dek." Mumtaz mendelik.


" ih maksudnya jangan sok bullying, sok kuasa, pamer kesombongan, dan bla bla bla," baru juga make Putih abu-abu tapi kok kesannya mau menghadapi *******.


" mah apa iya Ayin harus satu sekolah sama Aa Mumuy sama Tia juga.?" zayin belum apa-apa mengeluh


" ya gimana dek Tianya pengen satu sekolah sama A Mumuy, tapi gak mau pisah sama kamu."


" ya jangan diturutin lah ma."


" kamu mau Tia sakit terus gara-gara jauh dari kamu?"


" heh. nasib punya kembaran lenje." ujar Zayin sambil membuang nafas yang dibalas cekikikan oleh yang lainnya.


*******


SMA BINAKU BANGSA


upacara bendera merah-putih


" Muy," panggil Jimmy. ketika yang lain mencoba khusu' upacara. orang-orang sejenis Jimmy akan mengganggu.


"hmm"


" itu Tia adek Lo. kenapa makin hari makin kayak mochi mukanya"menatap arah Tia barisan kelas sepuluh


" terus?"


" pengen gw unyel-unyel. gimish gw"


" kenapa naksir Lo sama adek gw? ujar Mumtaz judes


pletak.....


Daniel memukul kepala belakang Jimmy.


menoleh dengan tatapan memicing


" jijik gw Jim. muka Lo teman jangan sok imut." yang ditatap santuy.


" kenapa Lo. iri gw gak pernah muji cewek cabe Lo" Jimmy mencoba pakai tatapan laser.


" lah gak Lo puji juga si Indah mah masih indah." Daniel nyengir


" gak tau aja Lo gimana cewek Lo itu"


" emang Lo tau apa"


" gw tau apa yang Lo gak tau. tunggu tanggal mainnya."


" BARISAN BUBAR JALAN." komando ketua upacara. yang disambut gembira peserta upacara

__ADS_1


Kelas 12 IPa 2


suasana kelas gaduh. anak kelas saling sapa sok melepas rindu tak bertemu lama karena libur akhir tahun ajar


" guys, gw ke kelas IPS dulu ya. mau ketemu ayang Beben." Daniel berjalan keluar sambil melambai tangan dengan membawa papper bag.


"yok ikutin" paksa Jimmy memaksa menarik tangan kedua sohibnya. tanpa perlawanan mereka turut serta. entah mengapa masih pagi. tapi hati sudah merasa lelah kalo ada Jimmy.


Kelas 12 IPS 4


penghuni 12 IPS 4 memang terkenal dengan body goals. wajah cantik. makanya mereka dijuluki kelas bidadari dunia. tapi sepertinya julukan itu akan hilang tak lama lagi


" Dah, mana janji Lo. katanya awal masuk Lo bakal pamer tas limited edition Lo." Merry salah satu geng nyeletuk


" santai sih. curut Daniel gw bentar lagi juga ngasih. Lo tau kan seberapa bucin daniel sama gw. gampang dia dibegoin juga." Indah berujar dengan sombong.


" hati-hati Lo kalo ngomong Dah. Lo gak mau kan nasib Lo kayak Bella, dulu dipuja sekarang dibenci karena mulut lemes dia." Merry melirik Bella. yang dilirik mendengus.


setelah dia sering mengucapkan kata-kata menghina ke Mumtaz dengan berakhir putusnya dia dengan Mumtaz memang penghuni sekolah tak segan-segan menunjukan kebencian mereka padanya. bahkan sampai sekarang tak ada lagi siswa sekolah mendekatinya. dulu seringkali dia kerepotan menghadapi gombalan receh para siswa.


" itu mah emang si Bella nya bego ngehina terang-terangan gitu. main cantik lah beb." komentar Indah sambil mengibaskan rambut.


" dan Lo sekarang yang ngehina si Daniel. bilang dia curut Lo."


" gw gak ngehina tapi fakta. dia nempel gw mulu. kalo dia gak tajir udah gw buang ke got dia. itu kan emang tempatnya curut."


" sumpah sebenernya gw dari dulu pengen buang dia. tapi gw butuh duit dia. gw belum nemu orang yang lebih tajir dari dia dideket gw."


" jadi sebenernya Lo ga cinta sama dia?"


" cinta, hello gak mungkin gw cinta dia. inget dia itu kaumnya manusia aneh. iya kali gw bareng dia." Indah memutar bola mata dengan malas.


" sumpah ya. kalo gw udah dapet tas limited edition yang gw mau. gw bakal putusin dia. cuma dia yang nyanggupin buat beli itu tas buat gw."


oleh sebab obrolan mereka dilakukan dengan suara cukup keras menyaingi kegaduhan suasana kelas yang memang masih bebas, meski bagi teman sekelasnya obrolan mereka terdengar menjengahkan dan mentulikan, tapi bagi yang lain hal itu menarik, maka beberapa adik kelas yang lewat berhenti berkumpul melihat tontonan drama cewek-cewek cantik itu. termasuk Maryatul Qibtiah yang sering dipanggil marya atau Tia. dengan raut wajah merah marah, dia tak Nerima kalo salah satu sohib kakaknya dihina. saat hendak maju,


" ooh jadi gini kelakuan Lo sama gw. jadi Lo anggep selama ini gw curut Lo. *****." Daniel ngelonong masuk dengan raut wajah emosi diikuti oleh para sohibnya.


Ibnu berinisiatif menghidupkan mode kedap suara ruangan dan menyuruh orang-orang yang berkumpul masuk kelas sehingga ruangan isi ruangan di padat dan mengunci pintu kelas. dia punya feeling bahwa akan terjadi teriakan membahana. secara lawannya adalah geng cewek yang hanya memiliki kemampuan sekedar tamparan, pukulan ,jambakan yang tak beraturan yang dapat dipastikan dengan dominasi teriakan ala cewek belagu tapi tak bisa bela diri. cuma modal jiwa pembullying


mendengar suara menggelegar marah dari arah pintu. Indah dan gengnya yang semula bersikap pongah dan percaya diri terkejut kaget. apalagi didepannya Daniel berdiri dengan wajah tegang. dibelakangnya berdiri para sohibnya. Ibnu dengan wajah santai dan sibuk dengan hpnya, Mumtaz masih dengan ketenangannya. hanya Jimmy yang tersenyum smirk membuat para cewek itu nambah kalang kabut. siapa yang tidak tahu bahwa Jimmy si periang akan tak segan culas dan lemes terhadap semua orang yang menghina para sohibnya.


" sepertinya Lo mulai jumawa ***** hanya karena gw diem dan gak ngerontokin kesombongan Lo seperti gw ngerontokin kesombongan Bella." geram Jimmy.


dengan menghiraukan Jimmy indah maju melangkah memasang wajah bersalah dan melas mendekati Daniel


" bukan begitu. beb kamu salah denger." Daniel yang sopan menghentakkan dengan keras tangan Indah yang mencoba memegang lengannya.


" maksud Lo gw tuli *****?" suara pelan Daniel menyeramkan. para siswa yang menonton mulai merasakan suasana tegang dan horor


" kalo bukan *****, apa gw harus panggil Lo jalang? apa namanya kalo bukan jalang yang demi suatu benda Lo sodorin tubuh Lo buat dijamah laki-laki." bukan Daniel yang menjawab tapi Jimmy sang culas beraksi


mendengar omongan Jimmy Indah marah.wajahnya memerah,matanya melotot. dia alihkan tatapan matanya ke arah Jimmy.


" hati-hati omongan lo weird. gw bisa tuntut Lo dengan dasar pencemaran nama baik. biar mulut lemes Lo mingkem." Indah menggertak.


" nama baik HEH, tuntut gw kalo Lo bisa,gw tantangan Lo." Jimmy berhadapan langsung dengan Indah.


" gw tahu sepak terjang kepelacuran Lo. Lo sugar baby bagi beberapa om gatel."


dengan menunjuk wajah Jimmy dengan jari telunjuknya


" Lo..."


" apa? apa perlu gw buktiin sekarang juga omongan gw. HAH"Jimmy mendorong badan Indah menjauh memperlihatkan aura jijik diwajahnya.


teman satu geng indah yang melihat tindakan Jimmy berdiri dibelakang Indah sebagai bentuk dukungan dan perlawanan terhadap Jimmy.


Ting...Trung....tring...


suara notifikasi dari hp-hp yang berada dalam ruangan berbunyi, tak lama kelas gaduh karena isi dari group sekolah yang baru masuk.


di group tersebut terdapat rekaman video Indah dan seorang pria paruh baya bermesraan diatas kasur sebuah hotel dimana posisi indah diatas tubuh pria tersebut dengan tubuh bagian atas hampir telanjang dengan rambut berantakan sedangkan sang pria bertelanjang dada.


drung...


notifikasi hp Jimmy. Jimmy membuka hpnya, dia tersenyum smirk membaca isi pesan yang masuk.


mossion completed.


mulai besok keluarga Indah dan Bella bangkrut dan hanya disisakan masing-masing satu peruhaan kecil tak berarti.


" ehhmm. jadi hanya karena tas. Lo masih nempel ke gw. bukan hal sulit bagi gw tuk wujudkan itu, tapi apa iya wanita rendahan dan kotor kayak Lo pantes pake tas itu?." daniel berucap tenang tapi sorot mata tajam.


Daniel mengacungkan tangan yang memegang papperbag.


" Tia sayang, sini sayang aku ada hadiah buat kamu." Daniel memanggil dengan suara lembut dan menyerahkan papperbag tersebut kepada gadis yang kebetulan berdiri tak jauh dari mereka.


Tia membuka papper bag tersebut dan mengeluarkan isinya. sebuah tas slempangan mungil nan cantik dengan warna biru soft menyala berlogo 'C...' keluaran limited edition impian semua wanita membuat para siswi tepekik takjub kecuali Tia dan gengnya.


tak ada yang menyadari perubahan raut wajah sendu Jimmy mendengar ucapan Daniel.


" kalo cuma tas gini doang yang Lo mau. bisa gw borong. tapi gw pikir tas ini gak pantes buat Lo yang jalang murahan."


mendengar penghinaan yang dilancarkan oleh Daniel Indah tak tahan ingin menampar wajahnya. dia mengangkat tangan dan hendak mengayunkan tangan tuk menampar, tapi ada sebuah tangan mungil yang yang menghadang dengan memegang lengan indah dan menghempaskan keras. dan mengagetkan orang-orang yang melihatny


" mereka terlalu gantle tuk melakukan kekerasan fisik sama lo, tapi tidak dengan gw. Lo tampar satu diantara mereka Lo berurusan sama gw."

__ADS_1


" siapa Lo. gw gak punya urusan sama Lo."


" dih kepo. gw juga gak mau punya urusan sama para ***** seperti kalian. tapi kalo Lo pake acara kekerasan sama mereka, itu jadi urusan gw."


" dari seragamnya sepertinya Lo kelas sepuluh. jadi Lo belum tahu siapa kita." telah Merry.


memang disekolah ini masing-masing tingkatan akan ada pembeda diseragam mereka yaitu dilengan baju akan ada kombinasi berwarna abu-abu. bagi kelas sepuluh tidak ada kombinasi tersebut. bagi kelas sebelas akan ada satu kombinasi dilingkaran lengan bajunya. sedangkan kelas dua belas dua kombinasi abu-abu dilingkaran bajunya.


" kalo gw kelas sepuluh Napa?" tantang Tia.


" songong Lo bocil. mesti gw kasih pelajaran kayaknya." Bella maju menghadap Tia.


" Mundur Bella. jangan sentuh." Mumtaz angkat bicara. dan berdiri disamping Tia. dengan kedua tangan disaku celana dan tatapan tajam menusuk.


" kalo gw gak mau mundur. Lo mau apa. apa yang akan lakuin." tantang Bella. dia tidak tahu hubungan Tia dan Mumtaz. dia masih berpikir kalo Mumtaz akan membelanya seperti waktu dulu mereka pacaran jika Bella sedang cek-cok dengan teman sekolahnya yang berakhir lawannya akan mundur jika Mumtaz ikut campur


" gw udah peringatan Lo." Mumtaz berbalik dan menatap Tia.


" A,..." Tia menatap Mumtaz selam meminta ijin melakukan sesuatu


dengan menepuk pelan kepala Tia. Mumtaz mengangguk


"lakuin apa yang mau kamu lakuin. biar Aa yang tanggung jawab." sekarang mumtaz berdiri tegap dibelakang Tia.


Bella yang melihat tindakan Mumtaz terperangah. dia tak menyangka jika Mumtaz akan menghiraukannya.


terdengar tepukan tangan berirama teratur


" ck..ck..drama keluarga yang mengharukan. sesama benalu memang harus saling tolong menolong." ucapan sinis keluar dari gadis berambut lurus sebahu dengan diwarnai hijau menyala. seakan menunjukan superior diri diantara penghuni sekolah


dengan langkah menampilkan aura sombong dia berdiri dihadapan Tia.


" Lo bocil jangan ikut campur. atau Lo hancur lebur." tunjuk gadis itu


" siapa Lo?" Tia masih dengan keras kepala bersekap tangan didada sok menantang


" Lo gak tau gw atau pura-pura gak tau. supaya semua orang gak tau siapa Lo?"


" gw beneran gak tau Lo. siapa Lo. Lo residivis?" ucap Tia dengan tatapan polos


" shh. gw berbaik hati sama Lo. kenalin gw Tanura Hartadraja." ujarnya bangga dan pongah


hanya seperkian detik Tia terkaget. dia kenal nama belakang itu.


" ooh Lo si taruna?"


" TANURA." bentaknya


" terserah gw mau manggil Lo apa. mulut, mulut gw kenapa Lo yang rempong.


siswa-siswi sebelas dan dua belas berdecak kagum melihat keberanian Tia terhadap Tanura yang selam ini selalu ditakuti oleh penghuni sekolah. siapa yang berani melawan keluarga Hartadraja, maka dipastikan hanya tinggal nama saja.


" ck susah emang kalo ngomong sama orang miskin, gembel, dan benalu kayak Lo."


tanpa aba-aba, tiba tiba terdengar pekikan jeritan tercekik dari seseorang membuat orang yang menonton menjerit kaget


Mumtaz dengan nafas yang memburu mencekik leher Tanura dan mengangkat tubuhnya hanya dengan satu tangan.


" jaga ucapan Lo. gak masalah selama ini Lo hina gw. karena bagi gw Lo bukan orang penting yang mesti gw ladenin. tapi jangan pernah Lo hina keluarga gw." suara pelan yang tajam akan membuat orang takut dan pergi. tapi bodohnya Tanura


dengan suara yang tertahan sakit dia mengeluarkan tawa


" hahaha. emang apa yang bisa Lo lakuin ke gw. ingat gw anggota hartadraja." pekiknya


" gw tau siapa Lo. melebihi yang Lo kira. gw kasih clue ke elo apa yang gw tau. AMARA ARDINASTI" bisik Mumtaz yang mampu membuat Tanura terhenyak kaget. pasalnya tak banyak orang tahu kalo dia punya hubungan dengan wanita bernama Amara Hardinasti. mungkin hanya keluarga Hartadraja saja yang tau.


menjauhkan tubuh Tanura dari pandangannya dengan tersenyum smirk " sedangkan dengan apa yang bisa gw lakuin ke elo. dengan senang hati gw tunjukin."


Mumtaz mengangkat tubuh Tanura dengan leher yang tercekik, dengan kekuatan dan kecepatan yang mencengangkan Mumtaz melempar dengan mudah tubuh Tanura ke tembok sehingga terdengar dentuman benda keras dan suara beberapa tulang tubuh patah. seluruh orang menjerit ketakutan.


Tanura terhempas, dia terbaring tak berdaya. darah mulai mengalir keluar dari kepala, hidung dan beberapa anggota tubuh lainnya dia tak mampu mengangkat tubuhnya dari lantai bahkan hanya untuk membuka mata, dia tak mampu. sakit ini terasa disekujur tubuhnya. dia merasa habis dihantam berton-ton benda berat dan ditusuk benda tajam. hanya lirihan suara yang terpotong mencoba membentuk kata disela-sela kesadarannya yang mulai menipis yang terdengar.


" jangan ada yang berani mendekat. apalagi menolongnya." Mumtaz menghampiri Tanura berdiri menjulang. dia tahu Tanura masih sadar


" ini terakhir kali gw denger Lo hina kelurga gw.. sekali lagi, Lo hancur tak bersisa. tak peduli siapa nama belakang Lo." tegas, tajam, dan tak terbantahkan aura yang dimunculkan oleh Mumtaz. semua orang menahan nafas. seakan tak berani bernafas tanpa ijin Mumtaz.


Tia yang tersadar terlebih dahulu dan melihat atensi teralihkan langsung melayangkan pukulan dan hajaran pada Indah. Indah yang tidak siap menerima serangan itu terhuyung kebelakang yang langsung ditindih oleh Tia dan melanjutkan serangan kekerasan yang langsung coba diserbu balik oleh geng Indah yang tersisa Merry dan Bella dan dihadang oleh geng Tia yang terdiri dari Dista, Sisilia, dan Casandra.


oleh sebab Sisilia dan Casandra adalah pribadi yang takut akan kekerasan maka mereka hanya menghadang dari pinggir yaitu hanya memegangi tangan atau kaki Merry atau Bella. sedangkan Dista yang sebelas dua belas kebar-barannya dengan Tia menghajar dan memikul lawan secara membabibuta.


Maryatul Qibtiah salah satu murid bela diri Mumtaz menguasai silat, karate, dan sekarang mempelajari taekwondo. Dista Ardania Atma Madina menguasai silat, muay Thai, sekarang mempelajari ju-jitsu. sedangkan Sisilia dan Casandra baru mempelajari silat. karena paksaan dari Tia dan Dista.


pekikan jeritan dan teriakan sakit dan kaget antara korban dan penonton menghebohkan ruang kelas. mereka masih syok dengan tindakan Mumtaz dan dikagetkan dengan tindakan tiba-tiba dari Tia dan gengnya.


peringatan dari Mumtaz untuk tidak mengganggu Tia yang menghalangi mereka melerai pertengkaran itu. alhasil mereka hanya bisa meringis dan mengusap wajah seakan turut merasakan sakit kala melihat Indah, Merry dan Bella sudah tidak berupa hasil dari tindasan lawannya.


Mumtaz dan para sohib mendekati Tia dan gengnya untuk melerai perkelahian itu setelah melihat pihak lawan tak berdaya.


Ibnu melangkah kearah pintu dan membukanya.


" BUBAR-BUBAR SEMUA PERTUNJUKAN SELESAI." Ibnu mengusir orang-orang yang berada dalam ruangan.


" yang piket bersihin ruangan ini. terserah temen Lo mau diapain sama Lo pada." tuntas Jimmy meninggalkan kelas beserta para sohibnya.


yang punya kelas hanya menghela nafas berat.menghilangkan bau anyir dari darah Tanura dan direpotkan mengurus mereka bertiga.


^^^^^^26 Mei 2021^^^^^^

__ADS_1


__ADS_2