Terikat Mumtaz

Terikat Mumtaz
promosi


__ADS_3

Baca novel baru Ki juga ya!!!? ini drama romantis


Kamu Yang Aku Mau.


Harap bijak memilih bacaan.


Bercerita Bhumi Mahadewa Mahendra, guru yang didesak menikah oleh ibunya katena ia khawatir putra kebanggannya memiliki penyimpangan orientasi seksual karena di usianya Yang ke 29 tahun Bhumi tidak pernah memiliki kekasih, padahal dinginnya sikap Bhumi karena kisah masa lalu keluarganya.


Disisi lain Shavara Nasution yang dikhianati Tunangannya setelah empat tahun berhubungan enggan memiliki kembali kekasih karena menurutnya cinta itu bullshit yang ada hanya nafsu birahi yang dipaksa Ibunya mencari pengganti mantannya alih-alih mendekam menangis mantannya yang jahanam itu.


Dua pribadi yang berbeda dengan luka masing-masing namun sikap yang apa adanya tanpa mereka sadari mereka saling menyembuhkan.


spoiler


Saat membuka pintu ruangannya, Dewa membuang nafas kesal dan memasang wajah dingin pada siswi cantik berseragam kecil dan ber-rok pendek duduk dengan sikap provokatif di atas kursi kerjanya dengan dua kancing atas yang sudah dilepas dilengkapi senyum menggoda padanya.


Alih-alih menutup pintu takut ketahuan guru yang belum pulang, Dewa sengaja membuka penuh pintu itu.


" Kalau kamu sedang BO, bukan di sini tempatnya, keluar..." Usir Dewa langsung.


Senyum itu berangsur menghilang, digantikan mimik sendu di wajahnya atas perkataan kasar sang guru.


" Pak,...beri Leta kesempatan untuk menunjukan cinta Leta ke bapak." rayu Arleta Ajikusuma.


Most wanted girl di SMA dimana Dewa mengajar. Sejak kelas 10 Arleta sudah menyukai Dewa dan melakukan segala hal untuk menarik perhatian Dewa, namun tidak ada yang berhasil. Apalagi sifat keras kepala dan memaksa dari muridnya ini sangat menyebalkan baginya.

__ADS_1


" Keluar Arleta." Bentak Dewa.


" Pak, saya suka bapak, cinta bapak. Tidak bisakah bapak menghargai perasaan saya?"


" Leta, sejak kamu kelas 10 saya disusahkan oleh tingkah laku kamu, dengan saya tidak melaporkan kamu dengan dalih pelecehan itu bentuk saya menghargai kamu Karena kamu punya masa depan."


" Kalau begitu sayangi saya."


" Saya tidak mau, saya tidak suka kamu. Dari kata-kata itu bagian mana yang kamu tidak mengerti." Tekan Dewa.


" Bapak belum pernah mencoba untuk menyukai saya, beri saya kesempatan untuk kita dekat, bapak pasti akan suka saya." Kekeuh Arleta.


" Tidak sudi  tingkah murahan kamu yang membuat saya lebih tidak menyukai kamu, selagi saya bersabar, keluar kamu dari ruangan saya." Tegas Dewa.


" Terserah. Jangan salahkan saya kalau saya melaporkan tindakan kamu kebagian komite disiplin dengan tuduhan asusila. Kamu sudah kelas 12, dan menyedihkan sekali kalau kamu harus di DO karena nafsu kamu." Ucap Dewa serius.


Arleta terbelalak kaget, segera Arleta berdiri dan berlari kecil ke arah Dewa yang berbalik badan dan hendak meninggalkan ruangan.


" Kunci motor bapak ada di saya." Teriak Arleta menggantungkan kunci di jari manisnya.


" Ambil, sebagai bayaran untuk kamu agar kamu menjauhi saya."


" BAPAK, saya bukan wanita murahan." Arleta berteriak marah karena tersinggung.


" Benarkah? beberapa menit yang lalu saya yakin kamu akan memberi tubuh kamu pada saya kalau saya menutup pintu itu. Apa namanya untuk wanita yang menyodorkan tubuhnya kalau bukan murahan, apalagi tidak hanya sekali kamu lakukan itu." Ucap Dewa dengan seringai merendahkan.

__ADS_1


@@@@@@


Sudah dua bulan Monika menjauhinya karena marah tidak mau diajak jalan dua bulan lalu, yang bertepatan dengan ulang tahun pacarnya Aryo.


" Lo beneran masih marah sama gue?" Tanya Shavara jengah.


" Var, Lo gak capek ngintilin gue mulu, ngemis temenan sama gue, Lo pasti ngerasa gue jauhin Lo, ngehindarin Lo, kurang jelas kode dari gue yang gak mau temenan sama orang kayak lo? Gue tahu Lo be-go, tapi Lo gak to-lol kan?" Ucap Monika dengan suara meninggi yang disengaja agar orang yang disekitaran mendengar.


Satu lagi kebiasaan baru Monik yang baru  disadari gadis yang dipanggil Vara itu. Mempermalukannya, seolah dia gadis jahat, walau tidak Shavara balas.


" Maksud Lo apa orang macam gue?" Shavara mulai terpancing.


" Gue cuma minta anter Lo main, tapi Lo gak mau."


" Itu hari ulang tahun pacar gue, sebagai sahabat Lo seharusnya tahu seperti tahun-tahun yang lalu pasti gue habisin hari itu sama dia." Ungkap Shavara kesal.


Mereka berdua tahu setiap tahun, Shavara atau Aryo yang sudah dipacarinya selama empat tahun saat ulang tahun keduanya pasti mereka menghabiskan waktu bersama. karena hari-hari yang lain disibukan Aryo untuk membangun bisnisnya yang mulai berkembang, demo masa depan mereka berdua.


" Dan jangan lupa demi Lo, gue potong kebersamaan gue sama dia, meski Lo  batalin janjian jalan kita, dan Lo marah sampai sekarang? Lo masih nyebut gue gak setia kawan, di sini siapa yang gak setia kawan, HAH?


" Orang yang Lo sebut gak setia kawan ini adalah orang yang minjamin dana saat Lo gak bisa bayar semester, gue yang nungguin Lo di rumah sakit saat Keluarga Lo gak peduli sama Lo, dan cuma karena gue gak bisa jalan sama Lo, Lo seenak jidat ngecap gue gak setia kawan?" Shavara murka atas perkataan Monik tadi, ia mengeluarkan unek-uneknya.


Monik terjengkit kaget, Shavara dengan gamblangnya mengungkit sedikit kebaikan dia yang sudah Monik terima.


Monik menyeringai culas pada Shavara," Wow, jadi mau Lo apa, aslinya gue gak mau temenan sama Lo dan gue yakin, Lo gak punya teman selain gue, karena gak akan ada yang mau temenan sama Lo kalau gak butuh duit, dan memanfaatkan kenaifan lo. Menyedihkan sekali Lo."

__ADS_1


__ADS_2