Terikat Mumtaz

Terikat Mumtaz
bab 30 musuh dalam selimut


__ADS_3

" dia...lesbi bukan sih....?"


ucapan Jimmy mengalihkan semua perhatian kepadanya. tatapan keluarga Hartadraja intens dan mengintimidasi


menghela nafas berat " ini photo diambil langsung lewat cctv. ada juga videonya artinya emang dia stalk kak Edel."


" ni laporan dari robot pengintai ku. "


Jimmy menampilkan bagian dalam kamar tidur dan kamar mandi kak Edel.


" titik-titik ini adalah cctv. total ada enam titik, jadi ada enam cctv yang tersebar di penjuru kamar dan enam cctv di kamar mandi."


Jimmy mensinkronkan antara angel photo dengan letak satu cctv yang diletakan di bathtub.


" yang gw pikirin untuk apa?" Akbar mengusap kasar wajahnya dengan l gusar


" gw dan para asisten gw.."menunjuk para sohibnya dengan sombong yang mendapat delikan dan pelototan para sohibnya


" telah membuat kesimpulan. satu: ini si Erika lesbi, dia terobsesi Tante Lo "


" kedua dia sengaja ngumpulin photo-photo dan video pribadi Tante Lo untuk keuntungan pribadi. kayak investasi gitu yang akan dia pake di suatu hari nanti. satu hal yang gw belum kasih tahu ternyata kak Edel dan si Erika punya pacar yang sama." ujung mata Jimmy dan para Sohib melirik mengintimidasi Heru.


Heru yang sangat menyadari arah lirikan mereka berusaha tenang.


" maksud lo? disini gak ada photo Tante gw sama cowoknya?"


" ya..gak gw tunjukin lah wong 70++. paham kan Lo maksud gw?" Jimmy sewot. dia merasa terganggu membicarakan hal ini.


" kan Lo bilang si Erika lesbi, masa dia pacaran sama cowok juga sih kak?" tanya Adgar


" itu kesimpulan awal gw, tapi makin ke sini gw makin ragu."


Jimmy mengacak-acak rambutnya dan mengamuk-amukan tubuhnya lawan angin frustasi bagaimana cara menjelaskan situasi kak Edel dan temannya.


Adgar yang melihat itu mengernyitkan dahi " dia kenapa kak?"


Akbar hanya mengedikan bahu


" baiklah gini di depan kalian ada dua photo yang satu photo kak Edel dengan pria itu, dan satunya Erika dengan pria itu. gw kasih liat yang intim, tapi gak vulgar untuk gw tunjukin kalo mereka lebih sekedar teman." Mumtaz mengambil alih keterangan.


" kenapa photo prianya diblur?" om Hito berbicara sambil tetap memperhatikan laptop.


" untuk etika."


" bisa diperjelas. saya ingin tahu siapa laki-laki itu?" ucapnya menusuk dengan dendam


" untuk?"


" ku seret dia dan ku hajar."


" kayaknya gak perlu segitunya om." kata Ibnu hati-hati.


" dia menghamili Edel, tapi dia tidak mau bertanggung jawab. kalian pikir apa yang harus saya lakukan selain membunuhnya seperti dia membunuh kehidupan adik saya." hardik Hito menyalang.


"........,"


" tante Edel... hamil?" kaget Adgar


Hito terhenyak dia lupa di sini ada Adgar. Hito dan Akbar memejamkan mata sesaat sebelum mengangguk.


Adgar mengetatkan rahang dan mengepal kedua tangan erat sampai terlihat jelas urat tangannya.


" aku tak akan membunuhnya,, tapi akan ku seret dia kehadapan keluarga Hartadraja dan menikahkannya dengan Tante Edel meski harus mengikat dia." ucap Adgar


" om tak sudi tante mu menikah dengan seorang bajingan." tolak om Hito


" aku pun tidak. terserah om akan apakan dia setelah akad nikah, tapi aku akan memastikan sepupuku tidak mendapat julukan sebagai anak haram." tegas Adgar


semuanya tersentak " aku pikir tak peduli kita hidup di jaman apa, tapi julukan anak haram tetaplah suatu yang hina." lanjut Adgar.


" jadi sebelum om membunuhnya pastikan dia menikahi tante Edel. menjadi janda lebih baik daripada tidak menikah tapi beranak satu."


" maaf menyela. perihal kalian akan apakan lelaki itu kalian bahas setelah lelaki itu kalian tangkap, tapi untuk saat ini kita fokuskan dulu ke kak Edel." Ibnu mengalihkan ketegangan yang ada.


" saya mendapatkan suatu photo dan video yang janggal. disini ada photo mesum kak Edel bersama seorang pria yang diketahui bernama Eross Al Tairo dalam satu club."


" Eross bukannya sahabatan ya sama Tante Edel?" tanya Akbar ke om Hito. om Hito mengangguk.


" awalnya aku pikir ini photo pribadi kak Edel lainnya ,tetapi ketika saya telusuri rekaman cctv club saya curiga kak Edel dijebak."


Ibnu menampilkan rekaman video dari saat Edel dan Erika masuk ke club, bertemu sekelompok pria, Erika mencampur sesuatu di dua gelas minuman di meja bartender sebelum satu gelas minuman itu diberikan kepada Edel


Edel yang mabuk, Erika yang ternyata bekerja sama dengan sekelompok pria itu menempatkan Edel dan salah satu pria yang menjadi umpannya dalam satu kamar di club dengan keduanya dalam keadaan tidak sadar.


mereka atur berbagai pose kak Edel dengan partnernya sevulgar mungkin dan memphotonya yang berakhir meninggalkan mereka dalam keadaan sama-sama bugil.


keluarga Hartadraja menggeram naik pitam. wajah mereka memerah...


" Nu, tolong cari tahu identitas mereka!" titah Akbar


" siap bossque. pizza jumbo extra topping ya!" Ibnu bernegosiasi. Akbar mengangguk mengangkat jempol


Heru memperhatikan video itu secara seksama dengan wajah datar tanpa ekspresi. sekarang dia paham apa yang sebenarnya terjadi dengan photo yang dia simpan di nakas


" sekarang kita tinggal nunggu maunya cewek itu, gw harap gak lama." ucap Jimmy.


" do,a Lo terkabul. Jim. ini baru ada chat masuk dari Erika ke kak Edel, dia minta ketemuan sama ka Edel. hari ini jam empat an di cafe' D'lima." ucap Ibnu.


keluarga Hartadraja membelalak mata " sumpah Lo?" ucap Akbar


" Lo sadap hp Tante gw?" ucap Adgar


Ibnu menggeleng " tepatnya hp si Erika yang gw sadap. bahkan more than that."


" kenapa?" tanya heran Akbar


" karena dia sekarang lagi nyoba ngegebet gw." sarkas Daniel yang menatap lurus om Heru.


" seriusly. Lo di gebet tante-tante? Lo yang sad boy? cerocos Adgar yang mendapat geplakan dari Daniel.


" maybe gw sad boy, tapi gw tajir. dia lagi butuh duit. perusahaannya raport merah mungkin diambang kebangkrutan."


" btw Bar, gw udah kirim database perusahaan Pramono corp ke database perusahaan lo. yang ini teraktirannya Hanamasa ya." ujar Ibnu yang masih sibuk dengan laptopnya.


" oke thanks. atur aja Ama Lo semua." balas Akbar


" Niel, liat cctv rumah Lo gw ngerasa aneh ngeliat gerak-gerik si Erika." ujar Mumtaz yang sedari tadi sibuk dengan laptopnya, tapi terkadang lirikannya memperhatikan cctv rumah Birawa yang ada di tab Daniel


Daniel yang semula berdiri dekat Adgar kembali ke tempatnya dia memperhatikan tabnya " anjir kenapa si Erika masuk ruang kerja bokap gw?" resah Daniel.


Daniel masih fokus ke tabnya. rahangnya mengetat kala dia lihat Erika mencampurkan sesuatu ke minuman mamanya ketika mamanya pergi ke dapur.


dengan lancang dia juga masuk ke ruang kerja ayahnya. merasa tidak aman, Daniel melakukan sambungan telpon ke bundanya


" bun, dengerin Aniel. sekarang bunda masuk ke kamar Aniel dan jangan keluar sampe ada temen Aniel yang jemput bunda. TURUTIN ANIEL PLEASE. cewek itu biar Aniel yang urus." panik Daniel.


" Jim,..."


" udah gw suruh Bara ngutus orang ke rumah Lo. sekarang Zayin sama gengnya, dan Rizal lagi otw. Bara gak bisa ninggalin para bocil cewek di cafe." Jimmy menyela.


" Nu nanti suruh Rizal masuk ke kamar gw ambil alat pelacak dan pasang di mobil si cacing itu. sekalian suruh Zayin bawa bunda ke rumah mami Sandra." titah Daniel beranjak pergi yang diikuti oleh Jimmy.


" oke gw urus ni cacing dulu. om Heru ikut aku." ucap Daniel tegas


******


mengendarai mobil dengan kecepatan sedang Daniel melirik Heru. dia mengambil iPad di dashboard dan memberi kepada Heru.


" buka file berjudul 'HEDEL'." ujar Daniel.


dengan bingung om Heru membuka file itu, disana dia lihat rekaman kegiatan dia dengan Edel di apartemennya


Heru mengernyitkan dahi heran mengapa ada rekaman ini dan siapa yang merekamnya


" kalo udah, buka file " ' HEDEL BED'." lanjut Daniel. tanpa kata om Heru mengikuti instruksi Daniel.


dia terhenyak dengan apa yang dia lihat, adegan ranjangnya dengan Edel terpampang jelas di sana dari berbagai angle, mereka bagaikan bintang porno


" apa kamu..."


dengan jengah " ck. om pikir kita mesum. kita dapat itu dari laptop si Erika. jadi kemungkinan besar dia pasang cctv juga di apartemen om."

__ADS_1


om Heru tersentak terkejut " kita gak ngelihatin ini ke mereka karena masih ngehormatin persahabatan om dan om Hito. kita cukup kecewa waktu om hina dan usir kak Edel, tapi itu urusan kalian." lanjut Daniel.


" satu hal yang perlu om tahu, Mumtaz memutuskan dia akan melindungi kak Edel. om bisa terka apa yang terjadi pada orang-orang yang menyakiti kak Edel. aku harap om gak terlibat dengan si cacing itu." Daniel memberi peringatan.


" sekarang cacing itu di rumah aku, pengen ketemuan sama aku. tepatnya pengen jadi mantu Birawa." lanjut Daniel.


Derrrt....derrt...


" hallo, kenapa zal?" sapa Daniel


" misi completed. Zayin udah ngeluarin bunda, gw udah pasang pelacak di mobilnya. apa Lo masih butuh bantuan kita?"


" gak ada. thanx Jimmy sama gw. thanx ya!" Daniel menutup sambungan teleponnya.


*****


Rumah Birawa


sesampainya dia di garasi rumahnya " om jangan turun. liat aja di tab itu." Daniel beranjak masuk rumah.


" assalamualaikum, bunda?" pura-pura Daniel


"wa, alaikumsalam. eh Daniel udah pulang. bundanya gak ada katanya ada janji sama Sandra Atma Madina." Erika datang dari dalam rumah.


" mau minum apa?" tawarnya seolah dia nyonya rumah


Daniel mendengus " ini rumah gw. yang ada Lo mau ngapain di sini, tante?" Daniel menjatuhkan dirinya di sofa single


" hehe.. lupa. aku pengen ketemu kamu"


" buat apa Tante?"


" ya.. ketemu aja. kayanya kita bakal cocok deh."


" cocok ngapain Tante?"


" kamu ih...dari tadi Tante...Tante mulu. aku masih muda ya." kesal Erika


" ya Lo kan emang sederajat Tante-tante buat seumuran gw." ucap Daniel santai.


" denger Tante. gw to the point aja. gw seorang Birawa, tampang gw cakep, otak gw jenius, kekayaan berlimpah. gw masih bisa dapetin cewek lebih muda, cantik dan bohay daripada lo, jadi ngapain gw sama Lo." telak Daniel


" kamu gak mau nyoba yang udah dewasa gitu?"


" kalo masih perawan gw pikirin, tapi kalo udah jebol ogah. talak tujuh sama gw." Daniel langsung tegas


Erika terdiam dengan pernyataan itu.dia menatap benci kepada Daniel. dia tak menyangka seorang Birawa sulit untuk dia dapatkan.


" jadi Lo bisa pergi dari sini." usir Daniel


" aku mau tanya ada cewek yang Lo suka?"


" kalo gw minat cewek dewasa gw maybe Bakal gebet Eidelweis Hartadraja." pancing Daniel


seketika raut Erika memerah. dia benci mendengar itu, tapi dia tahan.


" kenapa?"


" dia berkelas, ramah, cewek baik. dan seorang Hartadraja." provokasi Daniel.


Erika tertawa meremehkan. Daniel mengernyitkan dahinya heran


" dia cewek baik? yakin kamu? tunggu nanti sore aku bikin kejutan buat kamu dan indonesia.


" oke lah aku pulang. kamu bakal nyesel tolak aku." Erika beranjak pergi dari rumah Birawa


" mana tu cacing?" tanya Jimmy memasuki rumah Birawa


" telat Lo." Daniel melempar bantal sofa yang kena kepala Jimmy.


*****


rumah sakit Atma Madina


ruang inap Eidelweis Hartadraja


" mau kemana kak?" tanya Zahra yang disuruh Mumtaz untuk mampir ke ruang kak Edel.


Edel berganti pakaian rapih seperti akan pergi


" mau aku temenin?" tawar Zahra. kak Edel menggeleng


" sendiri aja. aku bakal baik-baik aja." tolak halus kak Edel


" tapi kakak belum fit bener loh. nanti aku yang dimarahi Hito aku temenin ya." Zahra mencoba mengulur waktu


" enggak usah. aku baik-baik aja. cuma sebentar doangan, kamu juga sibuk harus jaga. kakak pergi dulu ya." kak Edel beranjak pergi


gagal mencegah kak Edel pergi Zahra melakukan panggilan kepada Hito, tapi tidak diangkat, maka Zahra mengirim chat via wa


" Assalamualaikum maaf ganggu aku mau kasih tahu kalo kak Edel keluar ketemuan sama Erika di cafe' D'lima. sekarang aku, bara, sama Ibnu mau susulin kak Edel kesana."


selanjutnya Zahra menelpon Bara


" Lo balik ke rumah sakit. biar bocil cewek nunggu Mumtaz. gw butuh Lo sama Ibnu sekarang." Zahra juga keluar dari ruang inap kak Edel


*******


apartemen Heru


ceklek...


Heru membuka pintu untuk Erika yang tersenyum cantik. Heru mempersilahkan Erika masuk


" ada apa sayang? tumben kamu udah pulang jam segini, tapi maaf aku gak bisa lama aku dah ada janji sama teman jam empat nanti." ucap Erika manja penuh penyesalan sambil bergelayut mesra di lengan Heru.


" gak ada apa-apa. sebentar juga gak apa-apa." Heru tersenyum menyelipkan seuntai rambut Erika ke belakang telinganya


senyum Erika memudar ketika dia melihat ada Eross di apartemen Heru. mendadak dengan gerak halus dia menjauh dari Heru dan Heru memperhatikan itu


sepulang dari rumah Birawa, Heru meminta ketemuan dengan Eross Al Tairo dia apartemennya


dia meminta penjelasan kepada Eross tentang photo intimnya dengan Edel meski dia sudah tahu. heru juga akan memberitahukan Eross siapa pelaku penjebakan dirinya dan Edel.


dari keterangan Eross photo itu adalah fitnah. selanjutnya Eross cerita bahwa dia tidak ingat apa-apa sampai paginya dia terbangun seranjang dengan Edel tanpa busana.persis dengan yang Heru lihat di cctv club.


" loh Eross ngapain kamu di sini. kalian saling kenal?" Erika gugup meski dia mencoba menutupinya dengan merapikan roknya kala duduk di samping Eross.


" enggak. gw kesini mau ngasih tahu kalo gw sama Edel mau tunangan. bagaimanpun Heru mantannya Edel dan orang kepercayaan kak Hito." alibi Eross yang memperhatikan raut Erika saat mendengar kabar pertunangan dia dan sahabat nya.


" oh ya? kenapa mendadak sekali. kalian pacaran?" tanya pura-pura Erika.


" ini semua karena jebakan itu Ri. sebagai bagian dari keluarga baik-baik jadi gw bertanggung jawab kepada Edel." Eross memperlihatkan raut gusar Erika.


" dan Lo mau-mau aja gitu?"


" ya engga langsung. gw sempet nolak, tapi Lo tahu sendiri gw sama Edel sahabatan. gak mungkin gw tinggalin dia sendiri. gw udah ngerusak dia." jelas Eross


Erika meremas roknya kesal. bukan ini yang dia harapkan


" emang dia masih perawan waktu sama lo? Lo tau kan dia dari Amrik dia juga hubungannya secara dewasa sama Heru." sarkas Erika.


" Erika..." tegur Heru karena tak nyaman


" jadi menurut Lo dia udah gak suci pas bareng gw. sumpah gw gak inget apa-apa."


" ya.. gini aku sekarang pacarnya Heru dan kita sering tidur bareng. menurut Lo Edel gak tidur bareng gitu dengan kak Heru?


" Erika..." bentak Heru.


Erika tak menggubris Heru. dia harus melakukan sesuatu untuk mencegah pertunangan mereka.


" denger gw gak mau denger omong kos...."


" gw punya bukti kalo Edel udah rusak sebelum Lo. dan itu oleh Heru." yakin Erika.


BRAKK!!.


di pintu sana Hito menatap nyalang Heru. dengan amarah dia mendekati Heru dan memukul Heru


BUGH,,,PLAK...BUGHH...!!!

__ADS_1


pukulan terus-menerus di lancarkan tanpa perlawanan dari Heru. menghiraukan jeritan erika. Hito baru berhenti ketika Eross menarik menjauh Hito dari Heru dengan sekuat tenaga karena melihat Heru yang sudah sekarat


Hito berontak " jadi Lo bajingan yang ngerusak adik gw. Lo yang tinggalin adik gw dalam keadaan hamil, BANGSAT. MATI LO DI TANGAN GW!!! teriak Hito.


Hito melepas diri dari pegangan Eross dan keluar dari apartemen dengan kasar


Awalnya Hito ingin menjemput Heru pergi bersama dengannya ke cafe'd'lima guna memantau pertemuan Edel dan Erika, tapi siapa sangka dia menemukan si bangsat yang merusak Edel.


****


cafe' D'lima, pukul 15.00 wib


kantor CEO Cafe' D'lima


saat ini Zahra, Bara, dan Ibnu bertemu dengan om Erwin meminta bantuannya untuk memberi tempat duduk yang strategis bagi kak Edel dan Erika yang sebentar lagi bertemu di cafenya sehingga mereka dapat memantau pertemuan itu.


" saya mau bantu kalian, tapi..."


" kalo bapak mau Mumtaz join di kerja sama keamanan perusahaan saya kabulin asal bapak bayar gaji saya selama tiga bulan awal saya kerja." sela Zahra yang tahu kemana arah pembicaraan mantan bosnya itu.


Bara sudah mengatakan kepadanya bahwa beberapa kali om Erwin minta bantuan keamanan jaga rahasia perusahaannya, tapi Zahra belum sempat bicara dengan Mumtaz.


" oke saya kabulkan permintaan anda nona." sindir om Erwin.


" oke deal. anda transfer, Mumtaz gabung. saya gak pernah mengkhianati om, jadi gak ada alasan om gak percaya saya." sindir balik Zahra.


pukul 16.00 wib


Edel memasuki cafe' dengan gelisah, dia tengok kanan-kiri mencari seseorang.


om Erwin menghampiri Edel


" apa kabar Edel? lama tak jumpa!" Erwin


" hello Win, gimana cafenya? kayaknya sukses ya." ucap Edel sembari mencari tempat duduk


" ikut gw. gw siapin meja buat Lo." kata Erwin yang mengundang heran Edel


" ini tempat Hito sebenernya kalo dia kesini dan gak boleh ada yang nempatin selain dia. songong kan kakak Lo." Alibi Erwin.


Edel hanya bisa terkekeh.


Erwin membawa Edel ke meja yang terletak di tengah-tengah ruangan.


" mesen apa Lo? yang ini gw yang teraktir."ucap Erwin


" jus jeruk aja deh. thanx ya!" balas Edel.


tak lama datang Erika yang langsung mengambil tempat duduk di depan Edel.


" hallo Edel. gimana kabar Lo.?" tanya Erika terkesan mengejek.


dibawah meja tangan Edel meremas roknya meski raut wajah dia pertahankan secuek mungkin


" well seperti yang Lo liat gw still okey!" jawab Edel santai


" heh. siapa yang mau Lo tipu. gw tau bucinnya Lo ke kak Heru. baru ini gw liat Lo putus asa seneng gw!!" Erika mengibarkan bendera perang kepada Edel


" cih doyan juga Lo bekasan gw! gimana rasanya selalu nerima bekasan gw. udah rela jadi jalang tetap aja jadi pecundang!!!" Edel menolak terluka


Erika memegang erat gelas di depannya. dia tahan amarahnya, kalo dia lampiaskan marahnya sekatanh, dia kalah, dia seorang pecundang seperti apa yang dikatakan Edel


" well maybe gw jalang, tapi orang tercintah Lo bilang gw masih lebih baik dari Lo. dan sebutan apa yang cocok buat Lo yang hamil, tapi ditinggal!!" skak Erika tersenyum smirk


patah!! Edel tertegun mengetahui Erika mantan sahabatnya tahu dia hamil!!!


" karena gw beruntung. anak gw gak harus berurusan dengan sampah busuk seperti lo. gw yakin masih banyak cowok yang mau bertanggung jawab untuk gw, karena gw teruji bukan tandingan Lo. seperti eross Al-Tairo!!" Edel tahu Erika tergila-gila kepada Eross sejak lama, namu selalu penolakan yang dia terima.


Erika benar-benar muak dengan Eidelweis Hartadraja. dia bosen selalu menjadi kacung Edel.


" gw Hartadraja, Lo Pramono seharusnya Lo sadar keberadaan Lo itu ada karena gw. gw hancurin lo, Lo dan keluarga lo jadi hama masyarakat!! " Edel menolak kalah


wajah Erika memerah naik pitam


" ck..ck..masih bisa sombong Lo walau udah jadi sad women. well kita liat apa Lo masih bisa ngebacot kalo gw kasih ini kejutan buat mantan sahabat tolol gw" culas Erika


Erika mengeluarkan ponselnya, dia membuka file video dan menekan ' play' lantas menghadapkan ponsel itu ke arah Edel


Edel menegang terbelalak dia semakin erat meremas roknya dia tahu latar belakang kamar tidur itu milik kamar tidur Heru


tak lama terdengar suara desahan dan erangan dua orang sedang bercinta dengan nafsu besar.


Awalnya Erika tertawa menang melihat raut wajah Edel, namun lambat laun tawa hilang diganti heran, berganti kesal, berakhir marah.


Edel masih berani mentertawakan remeh Erika. dia menyebut kata ' tolol' tanpa suara kearah Erika dengan raut menyepelekan


BRAK!!!!


gebrakan meja yang keras yang dilakukan oleh Erika menarik perhatian para pengunjung lain yang langsung menggunjingnya.


Erika mengernyit bingung dengan tatapan jijik para pengunjung cafe' sayup-sayup terdengar hujatan yang dia yakin mengarah padanya.


suara desahan dan erangan masih terdengar di ponsel itu meski telah berdurasi lima belas menit


Edel membalik ponsel itu ke arah Erika, dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. di sana terekspose jelas adegan ranjang panas dirinya dengan mantan pacarnya


Erika terduduk lemas loyo, sedangkan Edel duduk dengan kaki menyilang dan tangan bersedekap dada terlihat jelas raut kemenangan di wajahnya


" kau hama, hanya seorang Pramono ingin melawan seorang Hartadraja? enyah kau. tunggu kematian seluruh keluarga mu" ancam Edel.


ketika tersadar dia buru-buru mematikan video tersebut. dia pikir dengan dia mematikan ponsel itu semuanya selesai. oh tidak semudah itu Ferguson


Erika memperbaiki pose duduknya dia menormalkan raut wajahnya mengatur nafas lanjut mengambil ponselnya terus sibuk dengan ponsel tersebut. ketika menemukan apa yang dia cari, dia kembali membalikan ponsel itu ke arah Edel.


" setelah ini tersebar, Lo dan Hartadraja yang mati. buka hp Lo satu kejutan lagi buat Lo. gw udah sebar photo-photo ini diseluruh media sebentar lagi Lo mampus." percaya diri Erika menyodorkan ponselnya ke depan Edel.


di ponsel itu seharusnya menampilkan photo-photo bugil Edel baik yang di kamar tidur maupun kamar mandi, tapi yang terjadi photo vulgar dan bugil Erika yang tersebar


" fix Lo halu. mata Lo katarak. lihat ini." Edel membalik ponselnya ke Erika


lagi, Erika terkejut. dia memeriksa isi seluruh file dia.


dia lagi-lagi terkejut mendapati seluruh filenya berisi tentang dia. tidak ada tentang Eidelweis sama sekali.


menatap nyalang Edel dia menyiram wajah Edel dengan jus jeruknya lanjut hendak menampar Edel, namun ada tangan yang menahannya.


Hito. dia yang menahan tamparan Erika untuk Edel. Hito memelintir tangan Erika yang menjerit kesakitan.


Hito mendekat " hirup udara yang ada di sekitar Lo sekarang karena setelah ini Lo gak akan merasakan kehidupan lagi."


Erika baru menyadari seluruh keluarga Hartadraja hadir, dia bergetar ketakutan, dia tak ingin membayangkan apa yang akan dia alami


" sekarang keluarga Lo bangkrut." kak Damar berujar dingin. menutup sambungan twlponnya


seseorang membalik paksa tubuh Erika


PLAK!!!


nenek Sri menamparnya keras Erika. dengan lantang nenek Sri merendahkan Pramono


" seharusnya kamu sadar kehidupan Pramono atas pemberian Hartadraja, tapi kamu berani berulah kepada princessnya Hartadraja."


nenek Sri dengan brutal menjambak dan menarik rambut Erika tanpa ada yang berniat menghentikannya.


ketika Erika akan melawan tangannya langsung dipegangi oleh kak Julia.


sewaktu nenek Sri dan kak Julia sibuk dengan erika, para lelaki membersihkan Eidelweis dari jus jeruk yang mengenai wajahnya.


Edel masih tertegun kaget dengan kebrutalan keluarganya.


" hey, kamu kenapa diam aja gitu. takjub ya ngelihat kehebatan kita?" tegur Hito nyeleneh


" ck...kalian kenapa baru nongol sih. kan aku capek." sebal Edel merasa lelah


mereka terkekeh


nenek Sri dan Kakak Julia baru berhenti setelah Erika dalam keadaan pakaian sobek compang-camping, rambut mekar bagai sarang laba-laba, wajah penuh luka dan lebam mereka membiarkan para pengunjung memotretnya


" saya ijinkan kalian untuk menyebarluaskan photo ini orang keseluruh sosial media kalian. terima kasih atas kerja samanya." ujar nenek Sri keseluruh pengunjung yang disambut tepuk tangan meriah.


" ayo kita pergi, biarkan si hama ini merasakan ademnya AC cafe untuk terakhir kalinya." nenek Sri beranjak meninggalkan cafe.

__ADS_1


Edel digendong ala bridal oleh kak Damar mengalungkan tangannya di leher kak Damar dan menerbitkan senyum yang sudah beberapa hari ini hilang.


" gitu dong senyum.... kan cantik.." gombal kak Damar


__ADS_2