
Langkah apa yang akan Lo lakukan, Muy? Kita ikutin." Ucap Daniel
" Menurut gue yang lebih penting mengatasi trauma Tia dulu, tu bocah ada dalam satu kampus sama Tia, gue gak mau apa yang terjadi hari ini terulang lagi." Ucap Jimmy
"Gue pikir Tia kemarin tumbang itu karena dia udah gak mampu menampung serangan psikis dari si Dinda lagi. Selama ini ada Zayin yang menjadi tumpuan, sekarang dia gak tahu kepada siapa bisa berbagi, jadi Muy, Lo sama Jimmy sebagai orang terdekat dia harus bicarain ini segera." Ujar Bara
" Gue gak bisa, gue pengen dia ngomong langsung sama gue sebagai bentuk kepercayaan diantara kami. Gue tentu bakal dukung dia, tapi dia harus terbuka sama gue karena keinginan sendiri bukan terpaksa." Ucap Jimmy.
" Baiklah, sekarang ini kalian perluas info Adinda Aloya. Gue udah kirim hasil pencarian gue ke kalian semua. Gue punya firasat ini bakal jadi masalah gede" Mumtaz beranjak ke kamarnya.
" Oke kita meeting jam tiga nanti." Ujar Jimmy.
Mereka pun beranjak ke kamar masing-masing.
*****
Kediaman Janu Januar
" Shit,..." Umpatan tak mampu dia tahan seusai mendapat telpon dari Daniel Birawa
Daniel menyuruhnya mengencani Adinda Aloya, pelacur cilik yang terus -menerus membuat hidupnya susah.
Rumah tangganya nyaris hancur jika saja Birawa muda itu tidak menolongnya dari jebakan partner bisnisnya, dan saat ini Birawa muda itu meminta balas jasanya.
Ceklek,..."
Pintu ruang kerjanya dibuka.
Isteri tercintanya melangkah mendekatinya dengan menilai. Entah bagaimana dia mengutarakan isi perbincangannya dengan Birawa muda.
" Mas, ada apa? Tanya Tiara, isteri Janu.
" Heh, tadi aku dapat telon dari Daniel Birawa, dia ingin mas membawa Adinda Aloya ke apartemen yang disebelah unit kita."
Tiara terbelalak " untuk apa? Mas, gak bohong kan? Apa ini cuma akal-akalan mas aja?"
" Ck,...gak lah. Mas udah coba menolak, tapi dia bilang ini darurat."
" Kapan?"
" Nanti jam setengah satu."
" Aku ikut nunggu di unit ya, buat jaga-jaga Aku gak bisa ngebiarin mas sama si rubah licik itu."
Isterinya sudah berubah, dia pikir akan mendapati amukan dari isterinya " hehe,... Iya. Kamu ikut. Sekarang siap-siap, kita berangkat."
Mereka beranjak keluar dari ruang kerja dengan saling peluk dipinggang.
****
Komplek surga duniawi.
Jam menunjukan pukul 00.30 WIB, tapi Samuel belum juga datang dengan membawa Dista sesuai janjinya.
Adinda berkali-kali menelpon Samu, tapi tidak diangkat.
" Sial si Samu dia malah ***-*** sama Dista, gak bakal gue kasih dia jatah sebulan." Tuduh Adinda.
Tok,...tok,...
" Din, kamu jangan lupa ada janji sama pak Januar di apartemennya." Teriak Celine.
" Iya, ma. Dinda lagi dandan, sebentar lagi keluar " balas Adinda.
Mood Dinda yang turun karena Samu yang tak kunjung datang, seketika naik dengan berita Januar.
Januar seorang politisi muda dengan karir cemerlang berwajah tampan berusia empat puluh lima tahun menjabat salah satu posisi wakil ketua di legislatif sekaligus pengusaha tambang. setelah satu tahun mengejarnya, akhirnya dia luluh, dan malam ini dia akan memastikan Januar merintih puas diantara selangkangannya.
Sebenarnya Januar bukanlah target utamanya, target utamanya adalah Hito Hartadraja, si misterius, setelah Santoso tak berguna. Namun demikian hatinya masih milik Zayin teman sekolah dasarnya.
Dia sekali lagi memperbaiki riasannya dan memeriksa penampilannya dari atas sampai bawah di depan cermin besar.
" Perfecto." Ungkapnya puas dengan penampilannya, dia beranjak pergi.
***
kediaman Birawa
Pukul 03.00 WIB
Mereka berkumpul di ruang konferensi masing-masing ditangan mereka memegang mouse yang terprogram paralel mengelilingi meja besar dimana layar menampilkan biodata dan sepak terjang Adinda Aloya dan Samuel
" Bisa kita mulai." Jimmy membuka meeting.
" Adinda Aloya Puteri dari Celine Miranda dengan Rudi Aloya yang sekarang berprofesi pengusaha traveling. Celine memiliki satu saudara bernama Fiona yang menikah dengan Victor Rafael, CEO agensi entertainment Vidi ent. mereka memiliki dua anak yaitu Samuel, dan Gabriela dengan kata lain selain sebagai kekasih, Samuel merupakan sepupu Adinda." Terang Ibnu.
Celine dan fiona mengelola tempat prostitusi ilegal terbesar di Indonesia bernama Surga Duniawi. Saat ini tempat itu dipimpin oleh Adinda.
Satu catatan menarik yang harus digarisbawahi adalah Samuel menjauhkan Gabriela dari segala aktifitas prostitusi, bahkan Gabriela sejak SD sampai sekaranh sekolah di sekolah ber asrama khusus perempuan. ucap ibnu.
" Dari catatan medis dan psikolog, Adinda memiliki riwayat kejiwaan; depresi, dia ketergantungan obat depresan, dan kelainan hiperseksual akibat dicekoki film porno sejak usia lima tahun, dan obat perangsang oleh orang tuanya sejak usia delapan tahun. Saat usia tujuh tahun mulai melayani klien meski belum melayani seksual langsung. Aktivitas seksnya dimulai usia delapan tahun." Lanjut ibnu
" Kini dia tinggal di sebuah apartemen di gedung milik Hartadraja berstatus hak milik atas nama Santoso. Dengan kata lain Adinda sugar baby-nya Ari Santoso ayah dari Alex Santoso." Ucap Jimmy
" Sebagian harta Santoso sudah atas nama Adinda Aloya, tapi dia juga berselingkuh dengan anak muda atas dasar suka. Ingat dia hiperseksual." pungkas Jimmy.
" Ini hasil dari pengintaian drone, drone gue sampai di tempat dua puluh menit lebih awal dari kita. melihat banyaknya pasukan yang dikerahkan, dan beberapa kendaraan yang disiagakan Samuel atas misi terhadap Dista. Diperkirakan seusai Dista dirusak di club, dia akan membawa Dista ke tempat prostitusinya."
" Sewaktu kejadian terpindai sosok Adinda berada disebuah cafe terdekat dengan club. atas tangkapan sinyal, gue menyadap, meretas ponsel, laptopnya. hasil dari pencarian data banyak file menyimpan dokumen banyak photo perempuan dan anak, kemungkinan besar dia juga terlibat pejualan wanita untuk dijadikan pekerja **** komersil (PSK) dan penyedia psk anak dibawah umur bagi pedofil. lapor Daniel.
" Pertanyaan gue kenapa dia ngebet deketin Tia?
" Mungkin karena gue? Dia beberapa kali coba cari perhatian gue dengan sok akrab sama Tamara, tapi Lo tahu Tamara, dia gak akan biarin orang lain bersaing dengannya." Ujar Bara
" Mungkin juga karena Jimmy, Lo kan juga sekarang banyak yang kenal sebagai Alfaska Atma Madina." Cibir Bara
Mata Jimmy membola, raut wajahnya mengeruh
" Kalo itu prostitusi ilegal, kenapa belum ditutup? Tanya Mumtaz.
" Klien mereka termasuk kalangan elite, antara laian; politisi, penegak hukum, pengusaha, dan lain-lain. Gue punya daftar dan transferannya, dan kalian tahu lah maksud gue apa." Ujar Ibnu.
mereka mengangguk paham
" Kalo tempat itu terbakar rata dengan tanah keren kali ya!" Ada yang mau pansos gak? Ujar Mumtaz.
Para sohibnya saling pandang mendengar ucapan dingin Mumtaz
" Gue lupa kasih tahu luas tempat mereka, yaitu seluas dua belas hektar. Tempat itu berkedok hotel, di dalamnya segala fasilitas hiburan ada. Dikalangannya tempat ini disebut Las Vegas versi mini."
Mumtaz menatap lurus layar di depannya dengan raut tanpa ekspresi. Jari tangan telunjuknya mengetuk-ngetuk permukaan meja
" Gue tawarin sekali lagi kalo gue bakar tempat itu ada yang mau pansos? Mumtaz menatap nyalang para sohibnya.
" Gak mungkinkan kebakaran lahan seluas itu dilakukan tanpa sengaja." Lanjut Mumtaz
Mereka tertegun melihat tatapan dingin Mumtaz.
" Gue paham lo marah, Muy. tapi kematian langsung masih terlalu baik untuk dia. gue ingin dia merasakan apa yang dirasakan Tia. gue ingin Tia sembuh dari sakit psikisnya." tutur Jimmy.
" Meluluhlantakan tempat mereka adalah kejutan terakhir buat mereka, dan kami beri kehormatan padamu yang melakukannya." ucap Ibnu.
" kita pasti menghukumnya, tapi pelan-pelan. sekarang kita pergi ke the Baraz, kita beri kejutan untuk Alex." Ucap Bara.
__ADS_1
" jangan lupa ajak Raja, gue ada kejutan buat dia." para sohib saling pandang, lalu mengedikan bahu.
" Oke, kita pelajari lebih lanjut lagi, jika butuh bantuan yang lain, kalian sendiri yang telpon orang itu.
" Jam sepuluh kumpul di rumah sakit aja, gue kangen ayang bebeb." Jimmy memeriksa ponselnya dia mendapati panggilan masuk sebanyak sepuluh kali dari maminya.
" gak bisa, agak siangan aja." ucap Bara
" lah kenapa?" tanya Jimmy.
" gue harus pergi sama Tamara." kesal Bara
" cie ,... pergi sama bini tua, Nu, kuy lah kita ajak bini muda bebeb Cassy shopping." goda Jimmy.
Bara melempar kepalan tangan kearah Jimmy.
****
The Baraz
Bangunan tua berlantai tiga bergaya Eropa, kelembaban hutan dan tampakan luar yang terkesan terbengkalai menambah keangkeran bangunan itu dengan segala macan rumor yang mengikutinya
Jika kita memasuki bangunan itu akan tampak gaya Eropa klasik yang menakjubkan selain pemasangan listrik suasana jauh dari peradaban modern membuat kita menyebrang lorong waktu ke era victoria.
Dua orang laki-laki terikat duduk dengan tangan dan kaki terikat bersenlonjor dilantai dalam keadaan mengenaskan dengan luka yang tanpa perawatan.
Tatapan membunuh dan pengampunan keluar dari dua pasang mata itu.
" Bagaimana, apa Marya gue puas dengan service gue? Katakan padanya tatapan takutnya selalu buat libido gue memuncak." Pancing Samuel dengan tawa melecehkan.
Raut Mumtaz berubah datar, Jimmy meradang yang langsung mendapat cekalan tangan dari Daniel untuk meredam emosinya.
Ibnu melempar setumpuk berkas ke pangkuan Alex " lepaskan ikatan tangannya." Instruksi Ibnu kepada penjaga Alex
" Dalam berkas itu tercantum harta bokap lo yang berhasil dikuasai Adinda Aloya." Bola mata Alex membulat. Dia membaca laporan itu, dan dia meradang naik pitam.
" Tugas Lo hanya menyebutkan siapa yang merintah Lo rusak Dista, Atma Madina bisa balikin hak Lo semua." Ujar Ibnu.
Alex menatap menimbang ke Bara " apa jaminan Lo gak bohong."
" Lo bukan dalam posisi negosiasi, bisa saja gue bangkrutin Lo dalam seketika." tegas Bara
Bara membuat sambungan telpon kepada asisten pribadinya yang bernama Budi
" Bud, eksekusi..."
" Oke, baik gue bilang, tapi Lo pegang janji Lo." Sela Alex
" Bacot." Ucap Jimmy.
"... pembatalan kerja sama Santoso dengan semua..."
" Samuel, yang nyuruh gue Samuel." Seru Alex. Samuel bergeming dengan kapanikan Alex.
" Kasih gue info yang belum gue tahu?" Ucap Bara
" Gue gak tahu apa maksud lo, Tapi gue hanya punya kesepakatan dengan Samuel."
" Gue bisa make Adinda kalau gue berhasil rusak Dista." Lanjut Alex ketika mereka tidak menggubris perkataannya.
" Katanya Lo pinter, tapi ternyata Lo bego. ***** bolong bekasan bokap aja, Lo mau. Lo tinggal kasih dia dollar, Lo bisa piara dia kayak bokap Lo piara dia." Hina Jimmy.
Alex terkejut mendengar kabar itu, Samuel menggeram kekasihnya dihina.
" Santoso, dan Birawa melakukan pelanggaran hak cipta dengan mencuri desain teknologi dari Rugawa tekno menurut Lo apa yang terjadi jika berita itu tersebar." Ucap Ibnu.
Alex bingung, pasalnya dia tidak tahu perihal itu.
" Raja Rugawa akan mengambil alih desain itu mulai sekarang." Ucap Jimmy.
Raja yang duduk di sofa mendongak menatap tak percaya omongan Jimmy.
" Serius Lo bang?" Tanya Raja memastikan. Pasalnya tiga bulan ini dia sudah melakukan segala upaya merebut kembali hasil kerja keras ayahnya, namun nihil.
" Ini hadiah buat Lo yang udah nyelamatin Dista, adik bar-bar gue."
" Sip. Kapanpun Lo butuh, gue siap. Kecuali Ita kobam, angkat tangan gue." Seloroh Raja
Alex tercengang mendapati kabar itu.
" Sumpah demi Tuhan, gue gak tahu apa-apa. Cuma itu deal gue sama Samuel. Lo tahu Adinda kan, wajah cantik, tubuh semok, kalo jalan, beuh goyang itik lewat." Tawa mesum Alex tersuar pasrah.
Samuel naik pitam dengan lecehan Alex, Adinda memang pelacur, tapi dia hanya menjual dirinya kepada kalangan elite. Bukan pelacur sampah murahan seperti hinaan Jimmy.
" Marya bisa menjadi saingan Dinda dengan sedikit latihan dari gue. Dadanya yang montok,..." Hina Samuel.
Mumtaz menendang keras rahang samuel sehingga Samuel terjengkang. Samuel tertawa nyaring kurang ajar mendapat tendangan Mumtaz.
" Lo salah, Gue kira Gabriela yang bisa jadi ratu baru surga duniawi." Ucap Bara melempar tab ke pangkuan Samuel yang sedang melakukan video call Gabriela yang sedang berkencan dengan Rio atas arahan Bara.
Tawa hilang, wajah berubah pucat, mata menyalang " Lo sentuh dia, gue habisin Marya." Teriak Samuel, Ketenangan dalam ketampanannya kandas.
" Lo sentuh Tia, Gabriela jadi kobokan para fuckboy." Ancam Jimmy.
" Hanya perlu menyebut siapa yang merintah Lo rusak Dista, Gabriela bebas."
" Heh, dalam mimpi Lo."
" Malam ini akan menjadi malam panas buat Gaby-nya Rio."
" Yo, Lo bisa pake Gaby sepuas Lo. Kalo Lo mau barengan sama temen Lo juga oke." Ucap Bara ke orang yang di seberang saluran."
Wajah Samuel naik pitam. Bertahun-tahun dia melindungi adiknya dari kelaknatan pelacuran, dia tidak bisa biarkan bajingan ini merusaknya.
Di video Rio menciumi Gaby dengan nafsu yang dibalas tak kalah panas oleh Gaby.
" Apa gue perlu tambah perangsang buat adik kecil Lo?"
Samuel sudah terpancing dia nekat menyerang Bara, namu tersungkur karena kakinya yang terikat.
Gelak tawa puas Bara membahana ruangan. Dia dari tadi ingin melihat keagresifan seorang Samuel yang terkenal Flamboyan dan ramah, namun tenang seperti pemburu.
" Ucapkan selamat tinggal kepada adik suci nan polos Lo, Rio seorang guru bagi wanita polos menjadi wanita jalang." ejek Bara
" Gue bersumpah demi apapun gue bakal hancurin Lo semua jika itu terjadi." Teriak Samuel
" Dengan modal otak udang lo? Ck,...ck... Mimpi."
Terdengar suara lenguhan gairah dari tab yang tergeletak dilantai
" Sepertinya libido adik Lo meningkat." Ujar santai Bara
Wajah merah Samuel tidak dapat menyembunyikan murkanya, meski dia memasang raut wajah datar.
Menjatuhkan kepalanya di atas lantai simbol kekalahan " Adinda, Adinda Aloya yang nyuruh gue." Ucapnya pelan.
" Bukti?"
" Chat-an di hp gue."
Bara memerintah anak buahnya memeriksa saku celana Samuel, dan mengambil ponselnya.
Ibnu memeriksa isi chat Samuel dengan Adinda, memberikannya kepada Mumtaz yang selanjutnya dialihkan kepada yang lain.
__ADS_1
" Tahan libido lo, Yo." Ucap Bara mengarah ke tab
Terdengar umpatan mengabsen penghuni kebun binatang dari Rio.
" Apa yang mau Lo ucapin ke Samuel,"
Tab diarahkan ke hadapan Samuel " bibir adik Lo manis, pasti lobangnya masih tersegel, gue robek ya." Ucap kurang ajar Rio.
Tiba-tiba Samuel berguling-guling, merayap membawa dirinya ke posisi duduknya berselonjor
Dadanya gemuruh Manahan amarah, tatapannya menyalang " Marya, gue yakin lebih nikmat, tangan kanan gue ini saksi hangatnya ******** dia." Provokasi Samuel dengan cengiran melecehkan kurang ajar
Injakan keras Jimmy di tungkainya mengundang jeritan meraung keluar dari mulut samuel yang seketika tergeletak meronta-ronta dilantai, tangannya mengibas-ngibas berupaya menjangkau kaki Jimmy yang malah ditahan dengan injakan tulang selangka kanannya oleh kaki Jimmy yang lain sehingga terdengar suara retakan tulang Sampai merobek permukaan kulitnya yang mengakibatkan terlihat tonjolan tulang.
Krekk!!
AAARRGGHHH!!!!
Semua orang meringis ngilu dengan perbuatan Jimmy.
Mumtaz berjongkok, dengan santai memutar pergelangan tangan kanan, mengapit sela jari-jari Samuel dengan jari-jarinya, dan menukikan keluar
Krek!!!!
Belum reda kesakitan akibat injakan tulang selangka nya, Samuel kembali harus meraung kesakitan akibat patah tulang bagian lainnya.
Telapak tangannya jatuh tak berdaya, tak bisa digerakkan lagi.
Sesudahnya Jimmy dan Mumtaz meniggalkan ruangan disusul yang lain
****
Kediaman Aryan Atma Madina
" Assalamualaikum, Afa pulang." Jimmy melangkah ke ruang makan, biasanya hari minggu pagi keluarganya berkumpul di ruang makan berbincang-bincang receh
Ketika sampai di muka ruang makan langkahnya terhenti, kala melihat seorang gadis berjilbab yang diikat dileher sehingga menampilkan tonjolan dadanya dengan pakaian panjang ketat membentuk tubuh duduk di samping mami-nya
Mami melihat sosok Jimmy " nah, itu anak Tante baru pulang, maaf membuat kamu menunggu lama. Alfa, kesini, sayang. Kenalkan ini Aurel, Puteri teman SMA mami. Kamu bilang suka yang tertutup kan, on mami kenalin." Ucap mami.
Ayah yang duduk di samping mami hanya diam mengamati
Jimmy menatap ayahnya, dia melangkah maju dengan aura dingin. Dia tidak peduli jika sikapnya akan menyakiti orang tuanya.
Tatapan jimmy menusuk langsung manik mata mami
" Siapapun namamu, dan apapun tujuan kamu kesini, saya tidak peduli. Apapun yang dikatakan dan dijanjikan Mami saya, lupakan. Saya tidak berminat kepadamu, Sekarang kamu pergi!" Ucap tajam Jimmy.
" Alfaska, minta maaf kamu kepada Aurel!" Bentak mami.
Aurel beranjak pergi, kala hendak melewati Jimmy, Jimmy mencengkram keras lengan Aurel
" Mami, perhatikan cara berpakaiannya, jika memang dia menutup aurat karena Allah tidak mungkin dia akan membelit kerudung dileher dengan pakaian super ketat begini mi, sehingga dapat Afa pastikan no ukuran branya, mi."
" Pakaiannya hanya formalitas, dia tak beda dengan perempuan yang kemarin mami bawa yang seperti jalang itu." Ancam Jimmy.
" Alfa, tidakkah kau merasa perbuatanmu sungguh keterlaluan? Hardik mami
" Mami, bukankah mami sudah tahu siapa orang yang ku mau?, Jika mami tidak bisa menghormati keputusanku, maka jangan harap aku menghormati perbuatan mami."
" Mami sudah katakan, mami tidak merestui hubungan kalian."
" Dan aku tidak peduli." Jimmy meninggalkan orang tuanya menuju kamar tidurnya.
" Pi, apa salah kalau mami ingin yang terbaik bagi Afa?" Tanya mami sedih
" Tidak salah, hanya kita tidak tahu apa yang terbaik bagi Afa, karena kita tidak memahami Afa."
" Mami benar-benar tidak tahu mesti bagaimana menghadapi Afa yang sekarang."
" Mami salah mencari waktu, saat ini Tia berbaring di rumah sakit."
" Dia kenapa?"
" Pingsan, di depan club sewaktu menolong Ita dari pelecehan teman lelakinya."
" Bagaimana keadaanya sekarang?"
" Kata mbak Sherly, Tia membaik. Jika tidak ditahan Afa mungkin hari ini juga pulang."
" Mbak Sherly tahu?"
" Iya, kan mbak Sherly yang menemani mbak Aida di rumah sakit."
" Dan aku gak tahu apapun?" Mami marasa bersalah
" Banyak hal yang kita tidak tahu, sayang. Biarkan Afa menemukan kebahagiannya sendiri." Sindir papi.
" Bagaimanapun dia seorang Atma Madina."
" Sebuah nama yang tidak menjamin kebahagiaan, Mi. kalau mami mau tetap keras kepala, bisa saja Atma Madina kehilangan ahli warisnya. Jadi hentikan sebelum itu terjadi." papi memperingati.
Papi tidak akan membujuk isterinya lagi, ia tahu menasihatinya akan percuma.
****
kamar tidur Daniel
Ketika Daniel membuka pintu kamarnya, Dista berdiri di depan kaca setinggi tubuhnya sedang menyisir rambutnya
" Serasa di kamar sendiri ya, Ta." sindir Daniel yang duduk di tepi kasur.
Dista berbalik sembari berdecak " maaf, bikin repot kakak." dia samar-samar mengingat kejadian semalam
" pasti kamu sekarang malu ya?" ledek Daniel, Dista mengangguk. Daniel tertawa geli.
" Bagaimana reaksi ayah-bunda?"
" Yang pasti ayah syok calon mantunya agresif banget pengen nyium ayah." Dista meringis
" Sini." Daniel menepuk-nepuk kasurnya, Dista duduk disamping Daniel
Menggenggam kedua tangan Dista, Dista melihat cincin di jari manis mereka, sontak menatap Daniel
" Aku kaget sekaligus senang pas kamu masangin cincin ini, tapi lain kali biar aku yang ngelamar kamu ya. aku diledek cupu sama yang lain karena kamu yang lamar aku."
" Maaf. kakak jangan marah." cicit Dista
" Hei, siapa yang marah. cincin ini simbol kita udah tunangan, karena udah tunangan, jadi kita mulai sekarang harus saling terbuka. jangan galau, cari teman lelaki lain. marah aja sama kakak ya!" Dista mengangguk
Daniel mencium sekilas " siap-siap aja dapat serangan ciuman Sampe kehabisan oksigen lagi." Daniel tersenyum smirk
" Ishh, nikahin dulu entar kebablasan." Kode Dista.
Daniel mencium bibir Dista, menghisap, dan ********** terus semakin dalam. Daniel meraup tengkuk Dista memperdalam ciumannya.
Daniel melepas ciumannya dengan terengah-engah " ini yang buat aku gak bisa dekat sama kamu. aku gak bisa nahan buat gak cium kamu." ucap Daniel dengan tatapan lembut.
Daniel memeluk Dista erat " kita harus segera menikah, masa bodo sama Jimmy yang bakalan marah besar."
Dista menatap bingung Daniel atas ucapannya " dia pikir karena dia duluan yang pacaran, jadi harus dia duluan yang menikah." dengus Daniel.
" kamu siap-siap gih, pinjem baju ke Ayu, kita ke rumah sakit. Tia pingsan, dan dibawa ke rumah sakit. aku mau mandi dulu." Daniel beranjak ke kamar mandi...
__ADS_1