
" emang dia siapa Ziv?" heran Hira.
menatap Sivia mengintimidasi, Ziva bersedekap perut, tersenyum menyebalkan Ziva mode peran antagonis on
" dia karyawan dia perusahaan bokap tepatnya mantan. gw inget empat bulan yang lalu ada karyawan biasa yang nyoba pansos ke kakak gw."
" Lo tau kan Ibrahim Husain." Ziva memutari badan Sivia yang berdiri mematung
telunjuk diarahkan ke dadanya " dia nyoba Deket kakak gw, sampe nyandung kaki kak Tika calon kakak ipar gw dikantin kantor. niatnya mau permaluin kak Tika, tapi karena kakak gw bucin akut sama kak Tika, yang ada dia dimarahin kakak gw. dan detik itu juga kakak gw pecat dia." menggerakkan telunjuknya dilehernya.
" bego. jadi gak dapet kakak gw. Lo ngincer tuan muda Hartadraja? "
" ya.. wajar sih, dia putus asa. gw yakin dia missqueen. kalo dari cerita yang gw denger Hito dulu bucinnya dia, maybe dia pikir gampang bikin Hito balik lagi ke dia." julid Hira.
" camkan ini. gw Zivara Arvania Husain tidak akan membiarkan lo, rudet update ganggu percintaan bustie gw." berdiri bertolak pinggang menantang.
tiga orang pria diruangan itu menatap ngeri serangan dari teman-teman Zahra yang memancarkan permusuhan.
malu dihina depan teman masa SMA-nya Sivia mendorong bahu Ziva, Sivia melawan " kalo gw ganggu, Lo mau apa? "
" emang bisa, liat noh bucinnya Hito." menoleh ke Hito yang berusaha membersihkan jilbab Zahra dari remeh snack.
" we Will see. " dengan percaya diri Sivia mendekati Hito.
" Hito, aku kesini atas undangan kamu. katanya kamu mau ngomong sesuatu sama aku. " Sivia menarik lengan Hito, mencoba mengalihkan perhatian Hito.
Hito sedikit menengadah ke Sivia, " oh iya tuh si Erwin nagih janji Lo. katanya Lo mau jadi pacar dia kalo dia udah motong gajinya Zahra. " Hito melempar Sivia ke Erwin. dia muak melihat sikap sok Sivia. Erwin mengerang males, Heru tertawa mengejek.
membelalak kaget mendengar perkataan Hito. dia mundur dua langkah
" Hito, kamu ngomong apa? aku gak ngerti omongan kamu. "
" Win, Lo punya rekaman waktu Lo sama dia kan? ini saatnya penebusan dosa Lo ke ayang bebeb gw." gombal Hito yang dibalas raut muntah Zahra. Hito terkekeh mengusak jilbab Zahra.
Erwin tanpa buang waktu memutar rekaman pertemuan dia dan Sivia di cafe'. bodohnya Sivia ini.
tak ada jalan keluar lagi bagi Sivia untuk mengelak, maka dia mencoba berdrama. percobaan yang selalu berhasil dimasa lalu
menangis sesegukan Sivia mendekati Hito mencari simpati. duduk bersimpuh menyamping Sivia memegang lutut Hito
" maaf Hito, kamu tahu, aku masih cinta kamu. kamu juga masih cinta aku, aku tahu kamu mau balikan sama aku. tapi wanita ini penghalang kita. aku hanya menyingkirkan penghalang cinta kita Hito." lirih Sivia.
Hito menyingkirkan tangan Sivia di lututnya karena risih
" dengan mempermainkan perasaan gw? " geram Erwin
Sivia mendelik sengit. " sorry gw gak maksud. gimanapun Lo temen gw. tapi gw cuma cinta Hito. " dia tahu, dia harus memilih.
Erwin memejamkan mata menahan kesal, menarik nafas dan melepaskannya berat.
" Lo bilang. Lo Sama gw bisa temenan. gak perlu pacaran atau itu cuma modus lo " tuduh Hito
" Hito,...gw..." Sivia sebenarnya bingung mau ngomong apa.
" apapun yang Lo coba sekarang. gw perjelas. gw gak cinta Lo. yang Lo pikir gw mau balikan sama Lo, itu halu Lo." pungkas Hito. dia bertekad bulat untuk mengakhiri segalanya.
" kamu gak bisa gitu ke aku. Erwin bilang..."
" Lo bilang apa sama dia, Win?" tukas Hito.
" apa yang gw bilang itu bohong." ujar Erwin puas mempermainkan Sivia.
Sivia menggeleng tidak menerima. menoleh menatap dengan pitam kepada Zahra, tiba-tiba Sivia menerjang Zahra yang langsung dihempas oleh Hito sehingga Sivia terjungkal.
" HITO...aku bener-bener kecewa sama kamu."
" Alhamdulillah. " ucap Hito santai.
" aku menolak dipermalukan seperti ini." murka Sivia.
" emang Lo punya malu? terus Lo mau apa? " tanya datar Hira.
" apa? pasti di otak Lo sekarang lagi ngomong ' bakal gw bales perbuatan Lo' gitu kan. sinetron abis." ledek Ziva.
" denger. kalo Lo punya sedikit otak buat mikir. Lo harusnya sadar buat pergi. Lo finish, end, Fin tamat,." Ziva menekan-nekan telunjuknya di dada Sivia.
" satu-satunya bucin Lo udah waras. Hito, dia terlalu bucin Sama Zahra, debu kayak Lo mencoba mengoyak mereka? yang ada Lo yang mampus."
tanpa kata, Sivia karena kesal menyerang membabi buta Ziva, Zahra menarik cepat kerah belakang Sivia dan memukul wajah Sivia tepat di tulang pipinya. Sivia yang tak bisa mengelak pukulan itu terjengkang.
" urusan Lo sama gw. savage Lo bukan disini tempatnya. " berdiri menjulang dihadapan Sivia yang lebam parah dan sudut bibir pecah berdarah.
" kalau ada Adel tambah rame ini. " bisik Heru ke Erwin. yang diangguki Erwin
" kiamat bagi si Via. "balas bisik Erwin.
Ting ...nong....
baru Heru beranjak berdiri. seorang wanita cantik masuk santai ke ruang tamu.
" panjang umur dia." bisik Erwin disamping Heru yang menatap Edel intens
" ada pesta disini. ih gak ngajak-ngajak. " tanpa menghentikan langkahnya menghampiri Hito, cipika-cipiki
" hallo brother. "memeluk Hito erat yang dibalas Hito sama eratnya. pandangannya langsung mengarah ke Sivia yang terbaring lemah
" masih berulah Lo. otak udang lo piara. begonya Lo lepasin tangkapan raksasa sekelas Abang gw buat ikan teri sekelas si badut Heri. " Eidelweis melempar beberapa lembar photo ke wajah Sivia.
di photo-photo itu terpapar gambar Sivia berpelukan, bercumbu, bermesraan dengan seorang pria. photo tertanggal satu tahun yang lalu.
berjongkok dihadapan Sivia, menengadahkan dagu Sivia untuk menatapnya
" jangan coba banyak bacot dan tingkah buat hidup kakak gw rusak. calon kakak gw baru nonjok lo, Lo udah payah gini. seharusnya Lo sadar Lo bukan tandingan dia. damagenya terlalu kuat. ck..ck.. Lo banyak tingkah gw buat hidup Lo lebur. " menghentakan dagu Sivia keras.
menendang-nendang kaki Sivia dengan kurang ajar " pergi Lo." Sivia dengan susah payah tanpa ada yang menolong beranjak pergi.
selepas Sivia pergi suasana menjadi santai. tiga perempuan yang ada menatap Edel dengan takjub. sedangkan tatapan Edel menjurus ke Heru yang sedari tadi menatap Edel dengan rindu.
" ya udah. urusannya udah selesai. kita pulang duluan ya." ucap Zahra beranjak berdiri
" kamu pasti Zahra. " ragu Eidelweis menatap Zahra.
" iya. " Zahra mengangguk bingung.
" aku Eidelweis adik bungsunya kak Hito." Edel menjabat tangan Zahra.
" secara pribadi aku minta maaf atas tragedi yang menimpa ayahmu. andaikan aku memberitahukan terlebih dahulu pengkhianatan Sivia, kakak ku tidak akan sefrustasi itu waktu Sivia meninggalkanya. ini semua salahku. "
Zahra terdiam. Hito menggeleng sembari mendekati Edel dan memeluknya erat.
__ADS_1
" itu sudah berlalu. gak ada yang perlu disesalkan. gak ada daya dan upaya untuk mencegahnya." kata bijak Zahra, meski sakit dalam hatinya masih terasa.
dia tak ingin ada orang yang merasa menyesal atas tragedi kematian ayahnya. seperti dia yang menyesal belum menjadi anak yang membanggakan bagi ayahnya.
*****
Atma Madina laboratorium
hampir satu tahun empat remaja ini berteman dengan seekor simpanse yang menjadi model uji coba biohacker ciptaan mereka.secara keseluruhan uji coba prototipe biohacker ini berhasil dan lusa akan uji coba kepada manusia.
mereka memutuskan akan memasukan chip ini ke dalam tubuh Sivia. ukurannya yang lebih kecil dari pada ukuran sebutir beras akan memudahkan memasukan chip itu.
mereka menciptakan sebuah chip yang dapat menempel di sel syaraf makhluk hidup.
dengan adanya chip ini diharapkan mampu mempersingkat waktu meretas database rahasia yang disimpan dari segala macam teknologi hanya melalui sentuhan jari dan penglihatan mata. mampu mengirim segala informasi dari informasi yang didapat dalam hitungan detik melalui respon suara, getar, dan gerak.
chip yang disimpan dalam syaraf bisa menyatu dengan darah sehingga mampu mendeteksi DNA. lewat DNA tersebut mampu mendeteksi keberadaan orang-orang dalam circle DNA itu
suhu tubuh dapat dijadikan baterai bagi chip tersebut. agar chip tersebut tetap aktif dalam tubuh makhluk hidup.
dengan adanya chip ini dapat meretas segala database rahasia yang didapat dapat ditransfer dalam perangkat lunak yang ada ke dalam server peretas dalam hitungan detik.
" kalian ngerasa keren gak sih. kita udah menciptakan ini. " ucap Jimmy berharap dapat pujian para sohibnya.
" ini ide gila sih. tapi b aja tuh. " gengsi Daniel.
sebenarnya para sohibnya sangat memuja kejeniusan Jimmy. keberadaan chip ini diakui mereka pada dasarnya adalah ciptaan Jimmy dan Daniel.
memuji Jimmy berarti harus bertahan memasang telinga untuk mendengar Jimmy berbangga diri dalam setiap keadaan dan situasi dan itu dapat bertahan sampai tujuh lebaran. maka dari itu segala pujian untuk Jimmy mereka ucapkan dalam hati saja.
" Nu, gw pengen perluas pengawasannya ke Hartadraja." imbuh Mumtaz.
" gw lagi nunggu instruksi Lo Muy. " jawab Ibnu
" tepatnya ke siapa Muy. "Daniel penasaran
" pasangan buyut Hartadraja. gw punya feel gak enak sama mereka khususnya nenek buyut. secara yang orang tau sekarang kak Ala pacaran sama om Hito. "
" emang enggak. lah itu yang diomongin didepan wartawan gimana?" penasaran Jimmy.
" kata kak Ala sih enggak. gw juga gak tahu kenapa kak ala ngomong gitu."
" ya udah sih kita cuma bisa ngawasin kak Ala aja. ini urusannya sama Hartadraja." ujar Ibnu
Daniel : gw in
Jimmy :2 in
Mumtaz: 3 in
Ibnu: 4 in
****
" papa mama ngundang kamu ke rumah. " ucap Hito sewaktu mengantar Zahra ke lobby menunggu taksi online. sebelumnya Hito menawarkan untuk mengantar pulang Zahra, namun Zahra menolaknya.
" ngapain? "
" ya pengen ketemu kamu lah. mereka udah denger kalo kita pacaran. "
" ya kamu bilang lah kalo itu gak bener. "
" kok jadi ribet gini ya.."
" ya kamu kenapa bilang kita pacaran. "
" ya kan niatnya bikin kamu susah. "
" sekarang kamu yang susah. " Hito menahan tawa gemas.
" bilang aja maaf aku gak bisa Dateng. "
Hito yang tersenyum berubah datar. " kamu mau Nerima undangan papa mama. "
melihat Hito merubah raut wajahnya, Zahra jadi tidak enak hati.
" bukan gak mau, tapi aku canggung kalo berada ditengah keluarga kamu. "
" tenang. ini keluarga inti aku. mama, papa, Edel, sama aku. mau ya." bujuk Hito.
" insyallah. itu taksinya udah datang. aku pulang ya. "
****
rumah mama Aida
" kalian ini sebenarnya libur sekolah gak sih. libur gak libur sama aja. gak ada dirumah. " keluh mama
" iya. Ia sendirian aja dirumah. ini lagi kak Ala padahal udah gak ada kuliah, tapi ke kampus mulu. "
" sekarang kita terbuka. kegiatan kalian ngapain aja. dimulai dari kak Ala. " ujar mama tegas
" kakak emang udah gak ada kuliah, tapi sekarang gabung sama penelitian prof Farhan. jadi sibuknya masih ada. "
" Aa Mumuy masih lagi sibuk sama temen ngembangin mainan. "
" Ayin masih sama temen main panjat tebing. ma, Ayin mau main film. "
" HAH..." mereka serempak teriak
" maksudnya Ayin sama temen lagi audisi tahap 2 main film. "
" tentang apa? film porno Lo ya. " tuduh Tia.
zayin menoyor kepala Tia. " film tentang militer gitu. "
" ma, Ayin pengen masuk TNI. "
" HAH.. " kejutan lagi dari Zayin.
" kalian apaan sih hah heh hah mulu. "
" Lo yang apaan. mimpi apa Lo pengen jadi TNI. "
"sebenernya dari dulu udah pengennya. ayah tau. ayah gak ngelarang. "
" terus otak jenius Lo dianggurin. " sarkas Tia.
". eh emak daster. kalo gw jadi anggota pasukan khusus yang dibutuhkan tu otak encer kayak gw. " sewot Zayin.
__ADS_1
" lagian Lo ngadi-ngadi pengen jadi TNI. " risau Tia. pasalnya kalo Zayin jadi TNI, dia dan Zayin gak bakal ketemu lama. Tia gak mau begitu.
" ayah emang pernah bilang, tapi ayah pikir itu cuma cita-cita anak kecil yang bisa berubah. "
" dari dulu Ayin serius, dan sampai sekarang masih itu cita-cita Ayin. "
" Ayin pengen jadi pasukan khusus gabungan dari semua pasukan khusus. KOOPSUS. "
" karena itu kamu sering latihan fisik sama Raja, Juan." tanya Mumtaz yang diangguki Zayin.
" Raja Sama Juan juga masuk TNI? " tanya Tia. zayin menggeleng
" entar Lo perang ketembak mati Lo Yin. " Tia berusaha menakuti Zayin.
" kalo TNI ya perang Tia. iya kali dagang cilok. " jengah Zayin.
Kaka Ala hanya bisa diam. dia tak menyangka adik yang berwajah baby ini memiliki cita-cita diluar ekspektasinya. dia pikir Zayin akan kuliah seperti biasa. "
" mau pilih angkatan mana?" tanya Mumtaz mencoba memberi dukungan
" belum pasti antara udara sama laut. "
" kenapa ga darat?"
" pengen jadi jadi pasukan khususnya mereka itu. "
*****
" kenapa diem aja. "tanya Hito. sekarang mereka sedang dijalan memenuhi undangan papa mama Hito.
" enggak kenapa-kenapa. "
" gugup? "
" menurut mu. aku mau ketemu tuan Hartadraja loh. siapa yang gak gugup. di bilang kamu aja yang ngomong kalo itu tuh gimmick. "
" mereka mana percaya. "sanggah Hito.
" ya udah entar bilang aja kalo kita udah putus. "
" kita pacaran cuma seminggu gitu. lagi main Srimulat kamu."
" ih kamu mah. bantuin napa. ini juga salah kamu ya." Zahra mukul lengan Hito. bukannya sakit Hito malah tertawa. dia suka jika Zahra mulai senewen.
****
assalamu,alaikum.." Salam mereka memasuki rumah.
Zahra yang gugup meremas ujung baju Hito.
Hito yang melihat itu menarik lengan Zahra dan menempatkannya di siku lengannya. tanpa penolakan dari Zahra, Hito tersenyum tipis.
" wa, alaikumsalam. sini masuk cantik. " sambut hangat mama Dewi.
mama Dewi tak sengaja melirik tautan tangan Zahra di lengan anaknya. dia tersenyum senang.
Zahra yang menyadari itu menarik tangannya canggung. Hito hanya tersenyum tipis
" iya. terimakasih Tante. "
Tante Dewi menarik Zahra duduk di ruang keluarga.
" Tante gak nyangka Hito sama kamu pacaran. Tante senang dengernya. " Tante Dewi menggenggam tangan Zahra.
"hah..saya juga gak nyangka Tante. " gak nyangka jadi begini rumit. bathin Zahra.
" gimana kabar mama kamu?" tanya Tante Dewi antusias
" mama Alhamdulillah baik. Tante. "
" Tante gimana kabarnya. "
" baik. bahkan lebih baik. pas denger kamu sama Hito pacaran." jawab Tante Dewi menepuk-nepuk tangan Zahra.
Zahra hanya bisa tersenyum pasrah. semula ingin memberitahu bahwa berita pacaran dirinya dengan hito tidak benar, sekarang jadi ragu untuk mengatakannya.
Zahra melirik Hito yang duduk disofa single disebelahnya hanya dibalas senyuman oleh Hito.
" Zahra nya udah datang ma. kok ga panggil papa. " tegur om Aznan.
" maaf sayang. lupa. " Tante Dewi berdiri menghampiri om Aznan.
om Aznan bersama Tante duduk di sofa panjang diseberang Zahra.
" gimana kuliah kamu Zahra. lancar?"
" Alhamdulillah. lancar om. "
" kata Hito udah mau koas. "
" iya. Alhamdulillah. diterima di rumah sakit di Atma Madina. "
" wah hebat kamu. jarang Atma Madina menerima peserta koas. mereka punya standard tinggi. " puji om Aznan.
" ooh calon kakak ipar udah Dateng. pantesan ngumpul. " Edel turun dari tangga. menggeser Hito untuk pindah. Zahra tambah canggung
Hito pindah ke samping Zahra. walau ia keberatan dengan kepindahannya.
duduk disamping Zahra dia tidak bisa menatap wajah Zahra yang terkadang bersemu merah malu, canggung, dan kikuk. baginya itu hal baru yang menyenangkan dari Zahra.
" yuk langsung makan. takut keburu dingin. ngobrolnya dilanjut nanti. "
Ting.. nong...
semua orang mendadak berhenti bergerak.
" mama nunggu seseorang. "
" enggak. " Tante Dewi menggeleng.
kepala pelayan membuka pintu. masuklah nenek Sri
" kalian tumben pada kumpul. Hito lihat nenek bawa siapa. kamu pasti senang. " meski nenek Sri berbicara pada Hito, namun matanya melirik Zahra yang berdiri disamping Hito.
masuklah dibelakang nenek Sri Sivia dengan senyum menawan....
^^^jangan lupa vote ya^^^
^^^taufan kamilah ,21, juni, 2021^^^
__ADS_1