
seusai shalat jum,at. atas undangan Hartadraja lima orang remaja duduk dalam suatu ruangan besar yang berada dilantai 7 yang didalamnya terdapat layar raksasa memenuhi tembok beserta meja panjang melingkar berbentuk U di lengkapi kursi yang melingkari meja.
Bara, Daniel, Jimmy, Ibnu, dan Mumtaz duduk di samping kiri klan Hartadraja dari kakek buyut Fatio, kakek Aznan, ayah om Hito, om Damar, om Hito, om Damian, suami dari Tante Julia, dan Akbar. dan disamping kanan mereka telah duduk duduk perwakilan dari Abouf cyber. perusahaan rekanan Hartadraja corp. penanggung jawab pengelolaan keamanan rahasia dagang perusahaan Hartadraja.
Abouf cyber yang menjadi rekanan Hartadraja corp adalah perusahaan cabang Indonesia yang berpusat di Amerika berkantor pusat di New York.
" Akbar, kata om Hito ada yang ingin Akbar sampaikan terkait perusahaan." kakek Aznan membuka pertemuan.
tanpa membuang waktu Ibnu dan Mumtaz mempersiapkan perangkat IT yang disambungkan langsung ke layar. sedangkan Daniel membagikan beberapa kertas berisi laporan-laporan terkait rahasia perusahaan.
dilayar muncul kode-kode yang terdiri dari angka dan huruf baik yang telah tersusun sistematik maupun masih secara acak
" yang bapak-bapak lihat di layar ada bermacam-macam sandi atau kode pembuka dari data base - data base perusahaan anda." ucap Ibnu to the point
" seperti yang sudah kami jelaskan kepada Akbar bahwa tingkat keamanan perusahaan anda lemah."
seluruh keluarga Hartadraja terkejut. pasalnya untuk mengamankan rahasia perusahaan. perusahaan mengalokasikan dana sangat besar.
" hal ini dapat anda lihat di tabel sebelah kiri adalah data base yang sudah berhasil dibobol oleh hacker, dan tabel sebelah kanan masih dalam percobaan pembobolan yang selama ini atas nama pertemanan sedang kami tahan."
melihat laporan tabel di kertas sebelah kiri sudah ada puluhan data base yang bocor, kakek buyut meremas kpinggiran kertas itu dengan geram.
pihak abouf cyber gelisah ditempat duduknya
" kalian sok tahu. apa yang kalian katakan tidak berdasar." Abouf cyber membela diri
" kami mengetahui ada peretasan dan membloknya tidak kurang dari dari setengah jam. bahkan kami dapat mengetahui pusat peretasan tersebut darimana." Jimmy berargumentasi
" di lembaran kedua, dapat anda lihat. peretas masuk ke data base anda melalui kantor cabang yang secara de fakta berada dibawah tanggung jawab Tanura Hartadraja."
yang cukup membuat keluarga Hartadraja terperangah
" di layar akan dijelaskan simulasi peratasan terhadap data base perusahaan anda."
Ibnu berdiri di depan audien menjelaskan objek-objek gambar di layar.
" di lembaran selanjutnya dipaparkan lewat grafik, kami sudah mengambil perbandingan antar perusahaan yang termasuk lima perusahaan terbesar di indonesia dari segi kualitas keamanan menjaga rahasia perusahaan .
" dan hasinya kualitas resiko peretasan perusahaan Hartadraja corp terendah."
" selanjutnya di layar akan muncul rekam jejak digital dari awal terjadinya peretas masuk ke data base perusahaan sampai Kami memblokirnya."
suasana ruangan hening. semua pasang mata tertuju pada layar diiringi penjelasan dari Ibnu betapa mudahnya hacker menerobos pertahanan perusahaan Hartadraja. hal-hal yang disampaikan Ibnu sama persis dengan yang dia sampaikan ke Akbar tempo hari.
" boleh kami tahu berapa dana yang anda keluarkan untuk keamanan ini? Bara bertanya untuk memastikan sesuatu
" jutaan US Dollar." om Damar selaku penggung jawab audit perusahaan.
" dapat kami pastikan Hartadraja terkena tipu. untuk level anda seharusnya harga yang dikeluarkan hanya ratusan US dollar saja."
__ADS_1
kami juga memiliki hadiah dari Atma madina untuk Hartadraja.
" hacker yang berhasil meretas perusahaan Hartadraja berada dibawah naungan Abouf cyber, Amerika." ucap Bara menatap lurus keluarga Hartadraja.
" dengan kata lain besar kemungkinan kontrak kerja Hartadraja dengan perusahaan cabang Abouf cyber tanpa dikonfirmasikan ke perusahaan pusat. sehingga Hartadraja corp tidak dibawah keamanan Abouf cyber pusat." papar Bara.
" untungnya dalam kontrak kerja Hartadraja corp dan Abouf cyber sebelumnya dinyatakan bahwa abouf cyber tidak akan meretas perusahaan dua tahu setelah pemutusan kontrak kerja."
" ketika kami berhasil mengidentifikasi asal hacker, kami langsung melaporkan ke petinggi Abouf cyber.
BRAK..suara gebrakan meja yang dilakukan oleh kakek buyut Fatio yang berdiri dari kursinya cukup membuat seisi ruangan terperanjat kaget.
menatap marah petinggi Abouf cyber dengan menunjukan telunjuk tangan kakek buyut Fatio naik pitam " kalian berani mempermainkan kami." teriaknya
" saya tekankan tidak akan ada mediasi, jika anda tidak mengembalikan uang kami beserta kerugiannya dalam waktu 1 X 24 jam.maka kami akan melakukan tindakan tegas."
petinggi Abouf cyber cabang Indonesia yang hadir dalam pertemuan itu terdiam.
" jika anda tidak dapat melakukan apa yang di inginkan Hartadraja corp, maka kami akan melaporkan anda ke Abouf cyber pusat sehingga lisensi anda dicabut kami mengawasi kalian." tutup Bara pada pertemuan ini.
" baiklah pertemuan ini sampai disini. karena sudah jelas objek perkaranya dan siapa pelaku kejahatannya." tutup om Hito.
para petinggi Abouf cyber keluar dari ruangan dengan membawa beban berat.
***
setelah meredakan amarah Hartadraja senior, saat ini para remaja dan keluarga Hartadraja duduk dalam suasana agak santai. di lantai teratas dari gedung ini.
" bagaimana kalian tahu tentang peretasan ini.?" tanya kakek Aznan. kakek buyut sudah di pulang kan untuk menurun kan tensi nya.
" semua bermula dari kecurigaan Akbar terhadap Tanura." jawab Akbar melirik papa Damar.
" maksudnya?"
" Akbar menaruh curiga kepada Tanura yang memiliki pola tingkah laku berbeda dengan klan Hartadraja pada umumnya."
" tolong jangan berbelit-belit Akbar. langsung aja ke intinya." om Damar penasaran.
Akbar menceritakan semuanya. tentang tes DNA, pengeluaran Tanu dalam sehari yang mencapai ratusan juta, aktifasi perusahaan dibawah tanggung jawab, dan pengawasan terhadap Tanura.
seluruh keluarga Hartadraja yang mendengarkan penuturan Akbar terdiam terkejut. hari ini benar-benar penuh dengan kejutan
Akbar menundukkan kepala " maaf kalo Akbar sudah melewati batas."
" bagaimana situasi keamanan rahasia kami?" tanya om Damian.
" saya dan teman-teman bersepakat hanya bisa membantu Akbar sampai berita ini diberitahukan kepada bapak-bapak."
" setelah kami keluar dari gedung ini , kami secara etika pertemanan tidak lagi bertanggung jawab terhadap keamanan perusahaan." mereka mengangguk
__ADS_1
" bagaimana Tanura dapat mengetahui kode rahasia perusahaan? tanya om Hito.
" om. sebagai seorang direktur perusahaan, Tanu pasti punya wewenang membuka data base perusahaan. Tanu mungkin tidak baik. tapi dia tidak bodoh. dia tahu ada ladang uang yang bisa dimanfaatkan disini. jadi besar kemungkinan Tanu menjual kode itu atau memang mereka bekerja sama dalam peretasan ini."
" terus bagaimana perusahaan itu masih tetap berjalan sampai saat ini. jika menurut perhitungan saya seharusnya perusahaan itu bangkrut." tanya om Hito.
" itu karena Akbar langsung ambil alih perusahaan itu. sehingga Tanu marah. yang pada akhirnya Tanu mencoba penjebakan kemarin itu om. " jelas akbar keceplosan
" penjebakan apa? bilang Akbar penjebakan apa? kamu udah terlalu banyak rahasia ke papa dan mama.". ucap khawatir papa Damar.
suasana yang sempat santai mendadak tegang kembali.
dengan berat hati Akbar bercerita tentang apa yang terjadi beberapa waktu lalu.
keluarga Hartadraja lagi-lagi geleng kepala dibuat terkejut dengan ulah Tanura. sedangkan papa Damar mengusap wajah dengan gusar dan menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa.
kakek aznan mengusap dadanya " lalu, apa hasil dari pengawasan terhadap Tanura.?
" Tanu secara berkala bertemu dengan ibu kandungnya. semua pembicaraan antar keduanya ada dalam data base kami." jawab Ibnu.
" bagaimana dengan hasil tes DNA nya?
Akbar mengeluarkan sebuah amplop dari tas sekolahnya. meletakkan amplop diatas meja.
semua pasang mata tertuju pada sebuah amplop tersebut. ruangan hening.
ceklek...pintu dibuka oleh seseorang. mengalihkan perhatian penghuni ruangan
" assalamu, Alaikum." Tante Nadya barjalan menghampiri om Damar dengan raut wajah cerah. senyumnya tidak hilang dari bibirnya setelah duduk disamping om Damar.
" ada apa ini. kok tegang amat." oceh Tante Nadya. Tante Nadya mengambil amplop yang berada diatas meja. membuat suasana tambah tegang. herannya tak ada satu pun yang mengambil amplop tersebut dari tangan Tante Nadya.
" ini apa?"
Tante Nadya membuka amplop yang masih tersegel, mengeluarkan kertas...
" sayang, ada apa kok tiba-tiba Dateng kesini?" om Damar mencoba mengalihkan perhatian Tante Nadya.
tangan Tante Nadya yang bersiap membuka kertas menaruh kembali kertas diatas meja. dan cukup membuat para lelaki bernafas lega
" oh iya hampir lupa. jangan kaget ya. tapi kamu pasti kaget, tapi usahain jangan kaget ya." ujar Tante Nadya absurd cukup membuat para remaja terkekeh gemas, sedangkan para lelaki Hartadraja jengah.
mengambil sesuatu dari dalam tas dan mengangkat tinggi-tinggi selembar foto hasil USG. seperti dihipnotis semua pasang mata mengikuti gerakan tangan Tante Nadya.
" TADDDDAAA...aku hamil mas."Tante Nadya mengucapkannya dengan sumringah dan seluruh audien yang ada membuka mulut lebar kaget.
" PROK..PROK..." Tante Nadya menepuk tangan keras di depan wajah om Damar menyadarkan kekagetan mereka dan mereka gelagapan.
" gitu amat reaksinya, ngucap selamat kek, kasih hadiah kek." Tante Nadya mengusap ujung matanya sok menangis yang langsung dapat pelukan dari om Damar.
__ADS_1
seketika ruangan berubah dengan kegembiraan meski dalam hati mereka tersimpan kekhawatiran, karena Tante Nadya pernah keguguran beberapa tahun lalu.