Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 99


__ADS_3

Uhuk ... Uhuk .. Uhuk..


Arita terbatuk saat Arsa melepaskan tangannya dari leher Arita.


"Kau keterlaluan Arita ... tidak bisakah kau berubah demi papamu ... ? kenapa nkau.masih ingin mengganggu Leona ... !!!" teriak Arsa.


"Kenapa ... bukankah kau masih menginginkan mantan istrimu itu, aku akan membantu untuk mendapatkan nya kembali, asal kau juga membantuku untuk mendapatkan Tuan Tian, bukankah kita akan mendapatkan apa yang kita ingin kan ...?"ucap Arita seraya mendekati Arsa.


Entah setan apa yang merasuki Arsa, Arsa langsung melayangkan tangannya menampar Arita.


"Murahan kau Arita ... kau ingin mengambil Tian bukan ... ? kau bukan lah wanita impian nya, jika saja Marissa yang cantik di tolak apalagi dengan mu yang sudah tercemar dengan virus, seharusnya kau bertobat menyadari setiap kesalahan, tapi apa yang kau lakukan ...? kau bahkan ingin membuat rencana kotor lagi, beruntung ... beruntung aku tidak jadi menikahimu,. kau adalah kesialan bagi Candra Arita, sungguh malang sekali nasib Candra memiliki anak perempuan seperti dirimu, kau seharusnya sudah mati ... mati saat kau dilahirkan, kenapa malah wanita baik seperti ibumu yang di ambil duluan" ucap Ars menahan amarah.


Arita masih tercengang dengan tamparan Arsa, rasa panas di pipinya sangat terasa, namun lebih menyakitkan lagi kata-kata yang keluar dari mulut Arsa.


"Arsa ... nak ... pergilah ... biar Nenek yang menasehati Arita"ucap Nenek nya Arita.


"Nenek juga ... semua juga karena nenek terlalu memanjakan Arita, Sehingga ia tidak bisa mendengar nasehat orang lain"ucap Arsa.


"Cukup Arsa ... ini hidupku, pergilah .. jangan pernah ganggu aku lagi mengerti ...!!" ucap Arita dengan meninggi kan suaranya.


"Baik ... aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi, tapi ingat ... jika kau berani mengganggu Leona lagi apalagi dalam urusan pernikahan nya, aku yang akan menghabisimu ... dengarkan itu"ucap Arsa mengancam Arita.


Arsa kini meninggalkan Arita dan neneknya yang masih terkejut dengan ancaman Arsa.


Arsa yang datang kerumah Candra hanya ingin menjenguk keadaan Arita malah mendapat kan Arita yang menyusun rencana.


Benar kata Dinda ... Arita tidak akan pernah berubah, dia tetap akan menjadi wanita yang memiliki ambisi untuk menghancurkan kehidupan orang lain.


Dada dan nafas Arsa terasa sesak, bagaimana bisa ia jatuh dalam pelukan wanita monster seperti Arita.


Bagaimana dengan Candra sang papa, bagaimana perasaan nya ...


Candra lelaki yang baik, begitu pun dengan istri Candra, lalu dari mana watak Arita berasal.


"Aaaaaaaa ... " teriak Arita.


*****


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Leona Atmajaya Binti Bambang Atmajaya dengan mas kawin tersebut tunai"ucap Lantang Tian.


Saat penghulu berkata sah, semua saksi juga mengatakan Sah.


Sehingga kedua mempelai kini telah sah menjadi sepasang suami istri.


Leona mencium punggung tangan Tian mengecup kening Leona begitu lama, tentu Alan mengabadikan momen itu di ponselnya.

__ADS_1


*****


Akhirnya Tian dan Leona sudah resmi menyandang status suami istri, meski mereka baru saja menjalin hubungan, tapi ... mereka ingin membuat hubungan itu resmi tanpa harus berpacaran lebih lama.


Mereka sudah sampai di hotel tempat acara resepsi.


"Istirahat lah kau pasti sangat lelah"ucap Tian pada Leoan setelah Leona membersihkan diri.


"Mmm ... kau juga istirahatlah"ucap gugup Leona.


Tain langsung menarik tubuh Leona dalam pelukannya, seraya berkata.


"kita menikah untuk saling mendekat kan diri, bukan malah makin menjauhkan diri"ucap Tian mengecup kening Istrinya.


"Kenapa kau gugup sekali ... aku tidak akan memakan mu sekarang"ucap Tian, padahal dirinya juga gugup.


Leona hanya diam membalas pelukan Tian.


"Aku tidak gugup, kau yang gugup"peluk erat Leona seraya menghela nafas nya menghilangkan rasa gugupnya.


"Kalau kau tidak gugup, kita mulai sekarang ya ... tidak ... hanya itu saja"gugup Tian.


"hanya itu apa ... "tanya Leona.


"Itu ... pemanasan dulu"ucap Tian seraya memalingkan wajahnya yang sudah memerah.


Leona menangkup wajah Tian membuat nya kembali menatap nya.


"Hai ... dimana keganasan mu saat memerintah"goda Leona.


Yang mana itu berhasil membuat Tian terpancing.


Tian menangkup wajah Leona dengan kedua tangannya, mendekati wajahnya, hingga kini bibir mereka bersatu.


Leona melingkar kan tangannya di leher Tian membalas setiap permainan yang Tian berikan.


Kini Tian menuruni ciuman ke leher Leona.


Leona mengimbangi permainan itu dengan mendongakkan kepalanya, memberi Tian kebebasan untuk bermain di leher jenjangnya.


Tangan Tian mulai nakal, menyusup ke dalam kain yang menutupi tubuh istrinya.


"Biarkan aku berkenalan dulu dengan ini,"bisik Tian.


Tian berkata seraya bermain di buah yang bergelantungan.

__ADS_1


Tidak ingin munafik, Leona merindukan sentuhan ini, merindukan kehangatan sentuhan lelaki.


Suara indah yang Leona keluarkan membuat Tian semakin bersemangat untuk memberikan pelayanan untuk istrinya.


"Aku mencintaimu sayang" bisik Tian seraya memeluk Leona dengan erat.


Menyudahi permainan yang akan membuat dirinya lepas diri.


"Kau menikmatinya ...? apakah kau suka?"goda Tian.


"Panggil aku Suami ku"goda lagi Tian.


"Ah .. kau selalu menggodaku"ucap Lelna memalingkan wajahnya karena malu.


"Aku sangat menginginkan mu, tapi ... aku tidak ingin kau terlihat lelah saat acara kita nanti, aku tidak ingin jalanmu tidak normal saat acara kita dilaksanakan"bisik Tian.


Sungguh Leona sangat ingin menghilang saat ini dari hadapan Tian.


Jam seakan berjalan dengan begitu lama saat Tian selalu menggoda Leona.


*****


"Kau yakin mereka melakukan hubungan itu"ucap Alan pada Galla.


"Kalau tidak ... lalu ngapain mereka di dalam"ucap Galla dengan sangat yakin.


"Is ....kakak ipar sudah berpengalaman, kalau kak Tian ... ? aku yakin ... Kak Tian yang akan di ajari oleh kakak ipar bagaimana cara bermain"ucap Alan tanpa malu.


"Kau benar ... Janda secantik dia aku juga mau"ucap Galla.


"Hai ... kalian ngapain di depan kamar anakku"ucap Maminya Tian yang melihat dua pria lajang sedang berdiri di depan kamar pengantin baru.


Seketika Alan dan Galla terdiam seperti patung, tidak ada gerakan dari mereka, bahkan mau bernafas saja mereka lakukan dengan perlahan.


"Tante ... "ucap Galla dan Alan bersamaan.


"Kalian mau apa ? mau mengintip? apa kah kalian bisa melihatnya ?"ucap Maminya Tian seraya berusaha mengintip juga.


Membuat Alan dan Galla sama-sama saling melempar pandang.


Awalnya mereka takut kalau akan k3na matah, Tapi ... nyatanya Tante nya malah ikut mengintip, sungguh Mami yang sangat berbeda.


Tapi teman yang baik untuk Tian selama ini.


"Apakah kalian mendengar suara atau sesuatu tadi?"ucap Mamanya Tian menatap kedua pria yang masih berdiri mematung.

__ADS_1


"Tadi seperti ada barang yang jatuh Tante"ucap Galla.


"Benarkah ... ? Wah ... ternyata Tian ganas juga, ah ... benar-benar putra kebanggaan ku" Mamanya Tian berkata seraya meninggalkan Galla dan Alan dalam sebuah keterkejutan yang tiada tara.


__ADS_2