Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 134


__ADS_3

Kini pagi telah menyapa, semua insan sudah terbangun dari lelapnya tidur.


"Arsa ... kau mau kemana ... ?"tanya sang bibik saat baru tiba di rumah sakit.


"Bik, bisakah hari ini Arsa tidak masuk kantor ... ? ada hal yang harus Arsa lakukan, Bik" ucap Arsa mendekati Bibiknya


"Memang nya kau mau pergi kemana sepagi ini ... ?"


"Arsa mau ke kota N ada hal yang tertinggal di sana" jawab Arsa


"Baiklah hati-hati, jaga diri" Nasehat sang bibik yang mana Arsa sudah melangkah kan kakinya.


Sebelum Arsa berangkat, ia sudah mengabari Kamila agar mereka sudah bersiap, entah kenapa Arsa merasa sangat yakin, jika ... Arita dan Kamila memiliki hubungan darah.


Dalam perjalanan, Arsa menelfon Dinda.


Ia mengabari nya bahwa ia tidak bisa ke kantor hari ini, tentu banyak sekali pertanyaan yang Dinda lontarkan, mengingat siapa Dinda, ya ... dialah si cerewet dengan sejuta pertanyaan nya.


*****


"Bagaimana semua nya sudah sesuai rencana kan ... ?" tanya Tian pada Asisten Li.


"Semuanya sudah sesuai Tuan, jika berjalan lancar maka tidak sampai 1 jam semuanya akan selesai" ucap Asisten Li


"Apakah Istriku mengirim kabar untukku ...? iss mana ponselku" ucap Tian.


Dengan segera Asisten Li menyerahkan ponsel Tian yang mulai kemaren di pegang Asisten Li.


"Aku merindukan nya Li ... " ucap Tian saat menghidupkan layar ponselnya, terlihat wajah Leona yang tersenyum sebagai wallpaper nya.


"Nona pasti juga akan sangat merindukan Tuan" ucap Asisten Li


"Benarkah ... akan ku telfon dia sekarang, awas saja jika dia bilang tidak merindukan ku, kau yang akan ku makan habis" ancam Tian seraya menekan nomor ponsel Leona.


Tak butuh waktu lama, panggilan itupun terhubung.


"Hallo sayang ... " ucap Leona seraya melambaikan tangannya pada Tian.


Senyum yang begitu Tian rindukan kini bisa ia lihat.


"Kau tidak sedih saat ini ... ? mengapa kau terlihat begitu bahagia ... ? kau tidak merindukan ku ... ?" ucap Tian yang mana Asisten Li di belakang tubuh Tian sudah memberi kode dengan tangannya yang masih bisa Leona lihat.


"Tentu aku bahagia sayang ... karena aku bisa melihat wajahmu, apalagi kalau aku bisa memelukmu saat ini, aku sangat merindukanmu suamiku" ucap Leona dengan mata berbinar.


Tentu Leona mengatakan nya dengan tulus bukan karena kode yang Asisten Li berikan.


"Apakah benar ... kau sangat merindukan ku ...? jangan bersedih, aku akan segera pulang, aku janji ... " ucap Tian


"Eh ... bukan begitu juga sayang, kau selesai kan dulu pekerjaan mu, sampai benar-benar selesai, aku tidak mau kau meninggalkan pekerjaan mu sebelum selesai" ucap Leona.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan sebagai oleh-oleh?" tanya Tian


"Aku hanya ingin kau kembali dengan hati yang utuh, aku ingin kau kembali dengan selamat, hanya itu yang aku inginkan"


Leona tersenyum menatap wajah suaminya dari layar ponselnya, apakah Tian bahagia ... tentu ... dari semua wanita yang Tian kenal ... semua nya rata-rata menginginkan barang sebagai oleh-oleh, tapi beda dengan Leona.


Inilah yang membuat Tian semakin mencintai Istrinya.


*****


Kam sudah menunjukkan pukul 10 siang, Arsa baru tiba di kota N, dengan segera ia menghubungi nomor Kamila.


"Aku sudah ada di tempat kemaren, kirim lokasi tempatmu sekarang" ucap Arsa.


"Baiklah " hanya kata itu yang Kamila ucapkan lalu ia mematikan sambungan teleponnya, fan segera mengirimkan lokasinya.


Tanpa menunggu Arsa melajukan mobilnya dan menuju lokasi sesuai GPS.


"Aku sudah sampai di depan Ruko ber cat merah, kau ada dimana ... ?"tanya Arsa


"Tunggu sebentar, aku sudah bersiap ke sana" ucap Kamila.


Kamila segera mematikan ponselnya, lalu bergegas menggendong Laksya dan membawa segala keperluan nya.


"Hai, pak" ucap Kamila pada Arsa yang berdiri di depan mobil nya.


"Ayo masuklah ... kau sudah makan ... ?" tanya Arsa dengan senyumnya.


"Sudah" jawab Kamila


"Tapi, aku belum ... jadi kau harus menemani ku untuk sarapan pagiku yang tertunda" ucap Arsa seraya menutup pintu mobilnya.


Arsa segera masuk juga kedalam mobilnya.


Arsa memilih tempat untuk makan, sedangkan Kamila hanya memesan minuman.


Kamila mengamati Arsa yang fokus pada makanannya, ia terlihat begitu kelaparan, bagaimana tidak, ia belum makan sedari kemaren.


"Pelan-pelan saja makannya" ucapkan Kamila seraya menyodorkan segelas air putih yang memang tersedia di meja.


Arsa mengambil nya dan segera meminumnya agar makanan yang tertahan fi tenggorokan segera turun.


*****


"Alan ... kau tidak lagi mengerjai ku kan .. ? untuk apa gaun sebanyak itu ... ?" tanya Marissa


"Marissa sayang ... a


aku tidak akan bercanda kalau masalah bisnis, kami akan mengadakan pernikahan kedua untuk Tian" ucap Alan yang mana Marissa sangat terkejut.

__ADS_1


"Pernikahan kedua Kak Tian ... kau ... kau tidak lagi berbohong kan ... ?" ucap Marissa dengan mata melotot dan bibir sedikit menganga.


Tentu Alan mengerti dengan keterkejutan Marissa, bukan Alan namanya jika tidak mengambil keuntungan dari kebodohan Marissa.


Cup ...


Satu ciuman ia daratkan pada bibir Marissa sehingga Marissa langsung menutup bibirnya dengan tangannya.


"Alan ... kau brengsek ya ... ah ciuman ku lagi" ucap Marissa


"Toh aku sudah sering mengambilnya kan ... ?" ucap Alan enteng.


"Kembali ke topik, sebenarnya kau berbohong kan ... ? Aku tahu ... kak Tian bukan pria macam kau, yang senantiasa bersama satu wanita dengan waktu yang singkat, Kak Tian orangnya Setia" ucap Marissa.


"Yang bilang Tian ingin mendua itu siapa ... ? kau saja yang sekalu berfikiran jauh, makanya jadi orang jangan selalu berfikir buruk tentang orang lain, misalkan tentangku, aku ini setia loh ... setia menunggu hatimu terbuka untukku" goda Alan.


"Lalu ... " tanya Marissa


"Kak Tian akan mengadakan pernikahan nya juga di sini, kamu tahu sendiri ... kalau keluarga disini gak ada yang hadir karena dadakan, jadi ... pernikahan mereka juga akan di laksanakan di sini, siapa tahu sekalian dengan pernikahan kita" goda lagi Alan.


"kau serius ...?" tanya Marissa


"Serius ... aku serius ingin menikah dengan mu" ucap Alan, yang mana Marissa langsung memukul lengan Tian karena kesal.


"Marissa ... sakit" pekik Alan


"Biarin ... " Marissa melangkah kan kakinya meninggalkan Alan dan segera duduk di sofa yang ada di ruangan Marissa


"Kakak mu sudah merestui hubungan kita kok, ayolah Marissa sayang ... aku sudah kebelet nih" ucap Alan yang juga duduk di samping Marissa.


"Kebelet ... ? kebelet apa?" tanya Marissa


"Kebelet Kawin" ucap Alan dengan cengengesan.


*****


"Aku adalah wanita murahan ... benar, pekerjaan ku memuaskan para lelaki satu ke lelaki yang lain, keluarga ku hancur dalam dunia malam, dari nenekku ... mamaku ... semuanya adalah wanita malam, aku tidak bisa menyalahkan mama ku karena sudah memasukkan aku dalam dunia itu, karena bagi kami bertahan hidup itu sangat lah sulit" ucap Kamila seraya menundukkan kepalanya dan menghapus air mata yang sudah terlanjur jatuh tak di rasa.


"Kalian bekerja sebagai wanita malam ... ?" tanya Arsa tidak percaya.


"Iya, aku tidak bisa menyembunyikan ini padamu, karena setelah ini ... aku akan bekerja untukmu, Arsa ... hidup keluarga ku bergantung pada dunia malam itu, Nenekku adalah satu wanita yang menjadi ketua dalam perdagangan wanita, termasuk menjual mamaku yang adalah anaknya sendiri, keluarga ku semua nya bekerja dalam dunia itu, sejak lulus SMA aku mulai masuk dalam dunia itu paksaan mamaku, mama bilang percuma sekolah tinggi-tinggi toh jatuhnya tetap pada tempat yang kotor dan rendahan, aku menangis memohon namun ... apa yang bisa aku lakukan, aku sudah menekuninya pekerjaan ku selama bertahun-tahun, sehingga aku bertemu dengan satu tamu yang membuatku jatuh hati, selain dia ... pria yang menggunakan ku harus memakai pengaman, kecuali dirinya, aku jatuh cinta padanya, hingga hadir lah Laksya dan membuat ku seperti ini" ucap Kamila.


.


.


.


"Apakah kau memiliki saudara wanita ... ?" Tanya Arsa

__ADS_1


__ADS_2