![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Syahdu ... malam berlalu sepi, mengiringi gelisah hati Arsa, Kini ia sudah bersiap berangkat kerja.
"Arsa ... gak makan dulu?" tanya sang mama.
"Tidak usah ma ... Arsa makan di kantor saja"ucap Arsa.
"Katanya bibimu akan memberi mu jabatan, benar kah?" tanya sang mama.
"Ia ma ... bagaimana dengan perkembangan perusahaan paman?"tanya Arsa sebelum melangkah keluar rumah.
"Katanya ini ulah Leona benarkah? apa iya Tian bertindak sekejam itu pada perusahaan paman mu?"ucap Mama Arsa dengan bibir mencibir.
"Kalau mama tidak ingin getah nya, mama diam jangan ungkit Leona lagi, plies ...Leona tidak pernah berbuat salah, yang salah di sini aku, bukan dia, tapi yang kalian hujat dia" ucap Arsa.
"Derajat manusia tidak akan ada yang tahu ma ... diapa tahu besok-besok kita akan ada di bawah atau Leona ada di atas kita,dengan kemampuan Leona,dia pasti bisa mewujudkan impiannya,mama tahu ... aku sangat merindukan nya ma"ucap Arsa dengan suara yang bergetar menahan rindu pada sang mantan Istri.
Mama Arsa melihat itu di raut wajah anaknya.
Meski ia malu mengakui kesalahan pada Leona, tapi tidak bisa di pungkiri kalau Leona adalah eanita yang terbaik untuk anaknya.
Saat mulut mamanya terbungkam, Arsa melangkah kan kakinya meninggalkan mamanya masih dengan diam.
*****
"Jeng ... apakah sudah siap"tanya Mami nya Tian.
"Apakah harus saya ya jeng, saya belum pernah memiliki pengalaman tentang ini jeng"ucap Ibunya Leona.
"Setiap yang Tian pilih dialah yang terbaik" ucap Mami nya Tian.
"Ini tentang apa ya Bu" tanya Leona saat mendengar tentang nama Tian.
"Sayang ... akan ada kejutan lagi untukmu nanti, kau jangan bertanya lagi ya, kalau kau tahu sebelum waktunya, bukan surprise dong namanya"ucap Maminya Tian.
Leona tersenyum pada arah kedua ibu yang sama-sama ia hormati, yang membuat Leona kefikiran adalah sejak semalam Tian tidak menghubungi nya lewat ponsel nya.
Tapi Leona ingin berfikir positif, mungkin Tian banyak pekerjaan atau mungkin kelelahan,
Akhirnya Leona mengikuti kemana arah mobil membawanya, namun ... sesaat Leona terkejut karena mereka melewati jalan menuju ke perusahaan Arsa.
Ibunya yang duduk di samping nya memegang tangan Leona seraya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya secara perlahan.
__ADS_1
"Ibu ... ini tidak mungkin kan ...?"tanya Leona pada sang ibu yang kini berpenampilan bagai wanita karir sesuai dengan pilihan Maminya Tian.
Semua pikiran pun bergabung dalam ingatan Leona.
Leona memasang setiap kejadian dan kejutan yang selama ini ia dapat.
"Ibu ... ini ..."ucap Leona saat mobil berhenti di depan perusahaan Arsa.
"Turunlah nak, kau akan mengerti semuanya setelah ini"ucap Ibunya Leona.
Leona mengikuti apa yang ibunya katakan,
sudah banyak karyawan yang menunggu kedatangan mereka di luar kantor.
beberapa karyawan masih sangat diingat oleh Leona.
"Selamat datang kembali bu Leona ..."ucap beberapa karyawan yang masih mengingat Leona.
"Salam ... "ucap Leona seraya tersenyum pada mereka dengan rasa kebingungannya.
"Langsung saja ... kita potong pita nya, untuk kalian Ini adalah Ibu Rina ... dia adalah pemilik baru perusahaan ini, kami berharap setelah bergantinya pemilik, perusahaan ini bisa lebih-lebih maju lagi"ucap sang Mami Tian,di sertai tepuk tangan semua karyawan.
Ibunya Leona menatap nanar semua orang yang berada di depannya, tapi 1 sosok yang membuat nya semakin mengalir kan air matanya.
Ia bertindak tanpa memberi tahu dan tanpa orang lain tahu, dialah sosok yang selalu ingin di puja, Tian Alvaro datang di hadapan semua orang.
Ia berjalan mendekati ketiga wanita yang kini telah mengisi hatinya.
Leona terharu akan kedatangan Tian, ia hanya bisa menatap dengan aliran air mata, pagi ini ia sudah ditaburi dengan beberapa kejutan dan juga kebahagiaan.
Tian mendekati Leona dan langsung memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu" ucap Tian Seraya mencium puncak kepala Leona.
Tian melepas pelukan Leona dan langsung mencium kedua pipi Mami nya dan juga Ibunya Leona secara bergantian.
"Selamat untuk ibu" ucap Tian.
lalu Tian berdiri di dekat Leona Seraya menggenggam tangan Leona.
"Ayo jeng potong pita nya"ucap Maminya Tian.
__ADS_1
Dengan gugup akhirnya Ibunya Leona memotong pita itu.
Leona terus menatap wajah lelaki yang tidak bisa ia jangkau fikiran nya.
Bagaimana bisa ia berada di sini setelah semalam ia tidak berkata apa-apa.
"Kenapa selalu menatapku sangat merindukan ku kah?"goda Tian pada Leona dengan bicara pelan di dekat daun telinga Leona.
"Sangat ... aku sangat merindukanmu"ucap Leona tanpa mengalihkan pandangannya pada Tian, sehingga pandangan mereka terkunci begitu lama, tanpa mereka sadari acara potong pita dan sambutan sedikit telah selesai, akhirnya mereka pun masuk bersama.
Marissa yang selalu memandang kearah Tian, merasa sangat cemburu, tapi ... seperti yang Tian katakan,
'Percuma aku menerima mu tapi aku tidak bisa menyentuh mu'
Marissa mencoba tersenyum dengan luka hatinya.
benar kata andalan cinta tidak harus memiliki.
cukup melihatnya bahagia seharusnya kita juga ikut bahagia.
"semangat kamu sudah ada Alan di dekatmu" bisik Angelin di dekat telinga Marissa.
Marisa melihat kearah Angeline dangdut tersenyum samar.
"apakah Kau juga sudah melupakannya sulit loh menemukan pria seperti Tian" ucap Marissa.
"Aku tahu itu tapi setidaknya masih banyak pria lain yang bisa buat kita bahagia"jawab Angelina.
mereka semua pun masuk ke dalam perusahaan ibunya Leona.
pengangkatan Ibu Leona di perusahaan Arsa, membuat semua anggota keluarga mamanya Arsa marah, mana bisa orang rendahan seperti ibunya Leona dan Leona kini memiliki perusahaan yang dulu adalah milik keluarganya.
"Benarkan dugaanku semuanya karena Leona dia tidak mungkin bertindak jika tidak ada yang menghasut nya"ucap istri paman nya Arsa.
"kalian lihat sendiri ... di sana juga ada Tian, Tian yang telah membeli perusahaan Arsa,Bukankah itu sudah jelas kalau Leon lah biang kerok dari semua ini" ucap pamannya Arsa pada mamanya Arsa dan juga Papanya Arsa.
"sudah cukup ...!!!"ucap papanya Arsa.
ruangan itu menjadi hening seketika.
Bisakah kalian tidak menyalahkan orang lain dalam kegagalan kalian? bisakah kalian intropeksi kesalahan apa yang telah kalian lakukan sebelum menyalah kan orang lain?
__ADS_1
Leona tidak melakukan kesalahan apapun seperti yang kalian tuduhkan, jika memang Tian, ikut turun tangan atas kebangkrutan kalian ... itu berarti Leona sangat berharga dalam hidupnya"ucap Papanya Arsa.
"sampai di sini kalian masih terus ingin menyalahkan Leona? Apakah kalian masih ingin menunggu Tian menghancurkan hidup kalian sampai kalian tidak bisa bangkit lagi"ucap Papanya Arsa dengan penuh emosi.