Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 90 Surprise 2


__ADS_3

Keheningan malam membuat Arsa berdiri di depan jendela kamarnya, ia menginap dirumah mamanya karena menjenguk sang papa.


Ia menatap langit dengan rasa sepi, kemana ia akan membawa rasa sepi nya, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Arsa meminum obat nya dengan rutin.


'Aku harus sembuh dari sakit ini ... udah kapok kan kamu Arsa ... cari wanita baik-baik dah setelah ini ...'ucap Arsa lada diri sendiri.


Setelah Arsa meminum obatnya, ia merebahkan tubuhnya, iseng membuka akun sosial medianya.


Kebetulan ia berteman dengan Veni, Veni termasuk aktif di dunia maya, beda dengan Leona.


Betapa bahagia nya Arsa saat melihat postingan Veni di akun nya.


'Selamat datang di kota kelahiran'


Begitulah caption Veni dengan fotonya, yang mana terlihat Leona yang berada di belakang Veni, meski itu foto yang tidak sengaja ter ambil, tapi Arsa yakin kalau itu adalah Leona.


bersama dengan itu, ada beberapa postingan di beranda akan terbukanya sebuah perusahaan parfum di hari esok.


Arsa mencoba menyambung kan perihal atas kejadian yang menurut nya tidak lah mungkin secara kebetulan.


kemaren ia juga bertemu dengan' sosok wanita yang mirip dengan mantan mertuanya, tapi ... sayangnya di dekat wanita itu ada seorang uang selalu menjaganya, itu tidak mungkin kan ... kalau mantan mertuanya.


Nama yang tertera dalam berkas kepemilikan perusahaan baru, juga nama Mantan Mertuanya, apakah memang kebetulan atau memang di rencanakan.


Sedangkan rombongan Leona sudah di jemput oleh bawahan Tian, Tian mengetahui ini saat mereka sudah mendarat.


"Ini mau kemana tante ?"tanya Leona.


"Ke rumah seseorang yang akan membuat mu bahagia sayang"ucap Maminya Tian.


"Cih ... mentang-mentang punya calon mantu, ponaan nya di abaikan terus gitu ... awas saja ya ... akan aku aduin sama mama"ucap Mora yang membuat semuanya tertawa, sedangkan Galla terus menatap Leona.


Ia masih tidak percaya bahwa wanita ini adalah wanita yang benar-benar mampu membuat Tian bertekuk lutut padanya.

__ADS_1


Akhirnya dua mobil pun datang membawa rombongan itu, tidak butuh waktu yang lana merkea sudah sampai di sebuah bangunan yang berlantai dua.


"Silahkan Nyonya"ucap seseorang yang sudah membuka kan pintu untuk Maminya Tian dan juga untuk Leona.


Mata Leona terbelalak saat melihat sosok yang berdiri tidak jauh dari tempat nya berdiri.


Air matanya mengalir tanpa izin darinya.


"I ... ibu ... "ucap Leona dengan bibir bergetar.


Ibunya tidak mampu berkata, hanya anggukan kepala dan air mata yang kini sudah mengalir juga, kedua tangan ibunya terlentang ingin anaknya segera datang memeluk nya.


Tanpa menyadari ada siapa, Leona berlari dan memeluk ibunya, menumpahkan kerinduan yang selama ini ia impikan.


"Anak ibu ... anak ibu sudah sukses nak ... ibu merindukan mu sayang"ucap sang ibu dengan isak tangisnya.


"Nana juga merindukan ibu ... ibu ... mengapa ibu tidak mengabari Nana jika ibu sudah sehat,"ucap Leona dalam isak tangis pelukan ibunya.


Suasana haru semakin membuat beberapa mata ikut menangis.


"Hai Calon besan ku ... bagaimana keadaan nya sudah sehat?"ucap Mami nya Tian dengan gaya Soplak nya.


"Sudah jauh lebih baik jeng ..., terima kasih karena sudah membawa anak saya, terimakasih buat Ajeng dan nak Tian atas segala kebaikan nya selama ini"ucap tulus Ibunya Leona.


"Jangan berkata seperti itu, sebentar lagi kita akan jadi keluarga, dan Tian ... sudah kewajiban nya melakukan ini untuk besan, karena sebentar lagi besan juga sudah menjadi Maminya"Ucap Maminya Tian dengan senyum manisnya, semanis perkataan nya.


"Ayo masuk ... jadi lupa" ucap ibunya Tian dnegan tersenyum.


Akhirnya beberapa orang itupun masuk kedalam rumah.


"Duduklah ... kalian pasti belum makan malam kan ... ?"ucap ibunya Leona.


"Nyonya ... kamar untuk mereka sudah siap semua Nyonya"ucap pelayan yang sudah diperintahkan untuk menyiapkan kamar untuk kedatangan mereka.

__ADS_1


"Nyonya besar ...


"Eh ... kok Panggil Nyonya besar panggil kayak tadi saja kita ini besanan kan sekarang, tapi saya belum melamar Leona secara resmi ya ... maafkan Mami ya sayang"ucap Maminya Tian seraya membelai kepala Leona.


Saat mereka masih bercengkrama tiba-tiba dering ponsel Ibunya Leona berbunyi dan di situ tertera nama Tian, dengan segera Ibunya Leona mengangkat nya.


"Hallo nak ... "ucap Ibunya Leona.


"Selamat malam ibu ... apakah mereka sudah sampai? ibu ... jika cara bicara Mami saya atau ucapan nya tidak sesuai dengan pemikiran ibu, tolong maafkan ya bu ... soalnya Mami ..." belum selesai Tuan bicara Maminya sudah muncul di sebelah ibunya Leona.


"Ayo ... mami mu kenapa ... hah ? dasar anak nakal, kenapa Mami ... kenapa Mami ... besan ... anak ini nakal, kalau dia pulang jangan berikan Leona padanya, biar tahu rasa dia"ucap Maminya Tian membuat semua irang tertawa.


"Iss ... Mami ..., ibu sekarang tahu sendiri bagaimana Mami kan ... ? jadi jangan masukkan hati perkataan nya"ucap Tian.


"Mami ... lamar Leona sekarang"ucap Tian pada Maminya.


Leona masih tidak percaya kalau Tian bisa kekanak-kanakan seperti ini.


"Tian ... Leona nya sudah dilamar dia juga sudah resmi menjadi menantu Mami mu"ucap Galla.


"Kau juga ikut ...? kau tidak membuat masalah kan ... ?"ucap Tian.


"Hai Tian, Galla tidak akan berbuat sesuatu kalau ada aku"ucap Angelina yang juga ikut nimbrung.


Semua nya ikut nimbrung dengan begitu bahagia, Ibunya Leona dan juga Maminya Tuan kini menyiapkan makan malam untuk semua.


Makan malam bersama telah selesai, merkea berpamitan untuk istirahat di kamar masing-masing, Marissa dan Mora 1 kamar, sedangkan Veni dan Angelina 1 kamar, Alan dan Galla 1 kamar, Leona kini tidur bersama sang ibu, dan Maminya Tian tidur sendiri.


Ia bahagia dengan kebahagiaan beberapa hari ini, kehadiran Leona adalah berkah buat kebahagiaan keluarga kecilnya.


"Nak ... semoga ini awal dari kebahagiaan mu" ucap Maminya Tian menatap langit. .ia sangat ingat bagaimana tersiksa nya Tian saat bersentuhan dengan wanita, ia juga ingat dulu bagaimana ia dijuluki lelaki tidak normal karena takut bersentuhan dengan wanita, tapi ... kehadiran Leona sudah memberi anaknya bahagia yang selama ini di rasa kan oleh semua pria.


Hai teman-teman ... maaf mulai kemaren hanya bisa up 2bab, saya ada kesibukan kak yang belum bisa di abaikan, apalagi dengan mengurus Balita dan Bayi.

__ADS_1


Tapi tak usaha kan hari ini up 3 bab kak,


Terima kasih untuk Kalian semua yang mau membaca karya saya, jangan lupa like dan kominnya ya kak, biar saya lebih semangat up nya. hehehhehe


__ADS_2