![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, Marissa dan Angelina benar-benar penasaran, mengapa mereka berdua sangat betah berada di dalam kamar seharian.
"Apakah sangat menyenangkan kalau sudah nikah ... ?" tanya Marissa pada Angelina, Galla dan Alan.
"Kau ingin tahu ... ? kalau begitu menikahlah dengan ku, aku alan membuat mu tidak keluar dari kamar dua hari dua malam" ucap Alan menggoda Marissa.
"Apa ... !!! dua hari dua malam ... "Marissa terkejut dengan ucapan Alan yang menggodanya, sedangkan Alan tertawa dengan expresi wajah Marissa.
"Ssstttt ... pengantin barunya udah turun tuh"ucap Galla dengan isyarat matanya.
Benar saja, mereka melihat Tian dan Leona menuruni tangga dengan begitu pelan.
"Kenapa ... kok jalan kalian lamban ... ?" tanya Alan sok polos.
"Apakah sesakit itu ... ? sehingga kalian berjalan kayak siput"goda Alan lagi.
"Eh ... eh ... jangan goda anak Mami dan mantu Mami dong ... "ucap Nyonya Diana seraya mendekati arah kedua pengantin baru.
"Kau memang anakku Tian"bisik Nyonya Diana pada Tian
Lalu Nyonya Diana mendekati Leona yang mana Leona mengerti kalau mertuanya juga akan menggoda nya nanti.
"Mantu Mami ... bagaimana ... apakah kau puas dengan pelayanan anak Mami ...? Mmmm ... berapa ronde ... ? bisik Nyonya Diana pelan di telinga Leona.
Jangan ditanya ... apakah wajah Leona sekarang memerah, tentu ... siapa yang tidak akan malu mendengar pertanyaan seperti itu, apalagi dari mertua perempuan.
Tanpa Leona sadari ia menggenggam erat tangan Tian.
"Mam ... bisakah Mami jangan menggoda kami terus, apakah Mami mau ... kami membatalkan niat kami untuk membuatkan Mami cucu yang banyak"ucap Tian menambah rasa malu untuk Leona.
Sedangkan yang lain sudah tertawa, Sedangkan ibunya Leona baru keluar dengan membawakan beberapa cemilan untuk para pemudi yang masih tertawa mendengar ucapan Tian.
"Kalina senang sekali ya ... bagi-bagi sama bibik, apa yang membuat kalian begitu bahagia?" tanya Ibunya Leona.
Sedang kan Leona sudah menggelengkan kepalanya, berharap kata-kata memalukan itu tidak terdengar oleh sang Ibu.
"Mantumu ini loh jeng ... mengancam ku dengan membatalkan membuat cucu untuk kita, keterlaluan sekali dia jeng" ucap Maminya Tian memasang wajah sedihnya.
__ADS_1
"Iss ... Mam ... " ucap pasrah Tian.
Ibunya Leona hanya tersenyum, ia mengerti kalau Maminya Tian pasti sudah menggoda nya.
"Kalian nikmatilah ... "ucap Tian seraya membawa Leona meninggalkan mereka semua.
"Hai ... kalian mau kemana ...?" tanya Galla.
"Aku akan ke Jimmy sebentar, ada hal yang ingin ku tanyakan padanya" jawab Tian.
"Kami semua ikut, toh aku juga sudah rindu sama dua pasangan yang tidak nikah-nikah itu" ucap Galla.
"Ya ... kami semua ikut, seharian kami tertahan di dalam rumah hanya karena kalina tidak keluar kamar, ya ... kalina senang-senang lalu kami ... " cebik Marissa.
"Bukankah Li sudah memerintahkan Veni untuk senang-senang, dan itu tentu berlaku untuk kalian juga" ucap Tian seraya melangkah kan kakinya.
Namun ... tetap saja ke empat orang itu terus mengikuti Tian tanpa malu.
Leona terus diam, Tian bisa saja memanggil Jimmy ke kediaman nya, namun ... ia ingin membawa Leona pergi berdua, tapi semua gagal ... ke empat manusia mengikutinya terus.
"Kau tidak menemani Veni pergi ... ?" tanya Leona pada Asisten Li yang kini menjadi sopir untuk dia dan Tian.
"Lalu ... Veni pergi sama siapa ... ?" tanya Leona pada dirinya sendiri.
"jangan cemas ... Veni sudah besar, dan juga di sini asal ia tinggal, tentu akan banyak teman yang merindukan nya bukan ... ?" Tian menenangkan perasaan wanitanya yang mulai gelisah.
*****
"Kita bertemu di sini Ven ... bagaimana kabarmu ... ?" tanya Arsa saat bertemu dengan Veni di Mall.
"Aku baik, tapi ... seperti nya kita tidak saling kenal kan ... apalagi aku juga tidak sudi berkenalan dengan suami pengkhianat sepertimu" ucap Veni seraya berlalu meninggalkan Arsa yang mematung mencerna ucapan Veni.
Saat Arsa masih melamun, ia dikejutkan dengan tepukan di punggung nya.
"hai ... lagi ngelamunin apa ... ?" tanya Dinda.
"Tidak ada ... hanya saja tadi aku bertemu dengan Veni, teman sekantor Leona dulu" ucap Arsa dengan senyum kecutnya.
__ADS_1
"Dia pasti mengatakan yang tidak-tidak ya ... udah ... itu memang kenyataannya kan ... ? tentu teman-teman ibu Leona masih sangat marah padamu" ucap Dinda.
Tentu semua yang dikatakan Dinda adalah kebenaran.
Apalagi Arsa pernah memaksa masuk keruang meeting saat itu.
"Hufff ... kau benar, tapi ... aku sudah benar-benar menyesali nya Din ... apakah aku tidak pantas untuk di maafkan" ucap Arsa.
"semua orang punya salah dan berhak mendapatkan kesempatan kedua, hanya saja ... melupakan kejadian menyakitkan itu tidak semudah kita mengucapkan maaf, jadi sabarlah dan tunjukkan kesungguhan mu " Dinda semakin dekat Arsa namun ... ia sudah membentengi diri sendiri agar tidak jatuh hati pada pria yang kini menjadi atasannya lagi.
Begitu juga dengan Arsa, ia tidak ingin jatuh hati pada Dinda bukan karena ia tidak cantik, tapi ... karena ia tidak akan menemukan teman atau sahabat sebaik dirinya, ia ada saat Arsa tidak punya apa-apa lagi.
"Baiklah ... sebaiknya aku antar kau pulang" ucap Arsa pada Dinda.
"Okay ... terimakasih karena sudah menemani ku belanja " Dinda berkata seraya melangkah kan kakinya mensejajari langkah Arsa.
*****
"Selamat ya ... atas pernikahan kalian, maaf kami baru tadi malam tiba di kota, kami kira kami tidak akan terlambat, kalian dadakan ngabarin kami" ucap Jimmy saat melihat Tian dan Leona.
"Benar ... kalian terlalu cepat menikah, apa jangan-jangan Nona Leona sudah berbadan dua ya ... " ucap Dokter Raisa.
"Untuk apa pacaran lama-lama seperti kalian" ucap telak Tian membuat Jimmy menelan saliva nya, apalagi saat Raisa menatapnya dengan tatapan berbeda.
"Langsung saja, aku dan istriku ingin memeriksa kesuburan, mengingat dia sudah pernah menikah dan belum di karuniai anak, istriku ingin tahu kesehatan nya" ucap Tian seraya menggenggam tangan Leona.
Flash Back
"Kita keluar ya ... bisa kah kita ke dokter? aku ingin tahu, apakah aku subur atau tidak, kau tahu sendiri aku sudah menikah 4 tahun tapi belum memiliki anak"ucap sedih Leona, Leona sangat ingat, Mami nya Tian selalu mengungkit cucu, jadi ia ingin memeriksa kan dirinya.
"Untuk apa? meskipun kau tidak bisa memberiku anak, aku akan tetap ada di samping mu, kita akan menua bersama sayang" ucap Tian.
"Tidak ... mungkin kau bisa menerima keadaan, tapi bagaimana dengan yang lain, dan juga aku ingin jadi istri yang sempurna untuk mu, mumpung masih awal, bisa kah kita periksakan kesuburan ku"
Itulah pinta Leona, sehingga kini mereka berada di rumah sakit.
Flash ON
__ADS_1
Raisa bangkit dari duduknya, seraya berkata
"Kalau begitu ayo Nyonya Tian, kita mulai pemeriksaan nya" ucap Raisa dengan di selingi senyum godaan nya.