![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam ini ... Tian menemani Leona di rumah sakit. Sedangkan Asisten Li dan Veni menunggu di depan ruangan.
"Biar ku antar kau ke hotel saja, kau harus istirahat" ucap Asisten Li tanpa melihat kearah Veni
"Kalau bicara lihatlah pada orangnya, bukankah kau Asisten Li ... " ucap Veni dengan nada mengejek.
"Aku bicara apa ... ? kamu jawab nya apa ... ?" ucap Asisten Li melepas jas nya dan memakai kan pada Veni.
Veni berdiri dari duduknya, mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Asisten Li.
"Tempat tinggalku bukankah ada padamu,
Saat kumencari jalan mu, kutemukan rumahku.
Kebutuhan hidupku, bukankah ada di tangan mu,
Saat ku menemukanmu, aku juga menemukan diriku"
Asisten Li tertegun mendengar ucapan Veni yang baginya adalah kata yang begitu mendalam.
Asisten Li berbalik menatap Veni, tidak ada raut wajah.
Veni membalas tatapan Asisten Li tanpa ada keraguan, rasa takut ... semuanya sirna berganti dengan tatapan yang penuh arti dalam perasaan.
Tanpa persiapan lagi, Asisten Li di buat terkejut dengan pelukan Veni yang tiba-tiba.
"Lihaonan, jadilah Lihaonan malam ini" Veni berkata dalam pelukan Asisten Li.
Seketika tubuh Veni lemas dalam pelukan Asisten Li.
Sejenak Asisten Li terkejut, lalu ia mengangkat tubuh Veni dengan masih mulut membisu.
Namun Asisten Li langsung mengirim kan pesan untuk Tuannya.
Lihaonan pun membawa Veni ke hotel dekat rumah sakit.
Tubuh Veni pun ia baringkan di atas ranjang, ia tatap wajah Veni, wajah yang dalam keadaan tertidur dan tenang, terlihat begitu cantik.
Lihaonan ... ia usap kepala Veni dengan lembut, tanpa sadar bibir nya tersenyum, sejenak ia teringat akan ciuman nya yang menurut nya sangat lah berbeda dengan ciuman nya dengan keponakan nya dulu.
Di sentuh mya bibir Veni dengan jari jempolnya, ia tersenyum seraya mendekati wajahnya dengan wajah Veni, wajahnya terhenti tepat di atas wajah Veni.
Ada rasa gugup dan gemetar yang ia rasakan,
__ADS_1
Namun ... perlahan wajah itu semakin mendekat tanpa ia minta, bersatu nya bibir itu, membuat tubuh Asisten Li merasa meremang.
Awal ia hanya menempelkan saja bibir nya, namun perlahan ... bibir itu bergerak tanpa di ajari.
Gerakannya membuat Asisten Li merasakan kenikmatan yang belum ia rasakan selama ini.
Manisnya bibir Veni mengalahkan manis susu yang selama ini ia nikmati.
Seakan gerakannya sudah diatur, tangannya meremas tangan Veni.
*****
Pagi telah menyapa, Tian sudah bangun, ia membersihkan sendiri tubuh istrinya.
"Ada perawat yang akan melakukan ini nantinya" cegah Leona
"Apa kau mau tubuhmu ini di nikmati orang lain ... ? hanya aku yang boleh, yang lain tidak ...!" ucap Tian seraya membersihkan tubuh istrinya.
Awalnya Leona merasa malu dan tidak nyaman, karena sebenarnya ia sudah sehat.
Tapi ... Tian tidak membiarkan nya turun dari ranjang.
"Kalau ada yabg sakit, atau yang kau inginkan, langsung katakan padaku, jangan minta pada yang lain, aku ayahnya ... hanya aku yang boleh menuruti keinginannya" Tian berkata seraya mengelus perut Leona.
"Dia sudah ada di dalam sini, tentu aku sangat menginginkan nya" Tian mencium perut Leona dan meletakkan kepalanya di atasnya.
"Kau boleh ada dalam perut ibumu, tapi jangan sampai ibu mu mendapatkan kesusahan karena, jika kau membuat ibumu kesulitan, kau akan berhadapan dengan ayah, kau faham kan ... !" Tian memberi peringatan pada anak yang belum keluar, sungguh membuat Leona merasa geli.
"Hai, apa yang kau katakan, itu alan membuat nya takut tau, sayang ... jangan dengarkan ucapan ayah mu ini, dia memang kejam tapi dia sayang kamu" Leona tertawa meladeni Suaminya.
Tian memandang wajah Leona penuh arti,
"Jika kau tersiksa menanggung nya, aku tidak apa-apa, jika ... "
Leona menghentikan ucapan Tian dengan jarinya yang ia tempelkan di bibir suaminya.
" Jangan berkata apa-apa lagi, aku bahagia dengan kehadiran nya, seberat apapun nantinya ... sesulit apapun aku memperjuangkan nya, aku akan terus mempertahankan nya, karena dia adalah buah hati kita, hasil cinta kita, Tian ... dia adalah dunia kita setelah ini" Leona memeluk Tian, ia menenggelamkan kepalanya dalam pelukan sang suami.
"Impian semua wanita yang sudah menikah adalah anak, karena m
anak adalah pengikat yang paling kuat dalam rumah tangga, termasuk aku ... aku sangat menginginkan ini, aku bahagia sayang ... aku bahagia ... "Leona terus memeluk Tian.
Suara pintu terbuka membuat Tian dan Leona melepas pelukannya.
__ADS_1
Ya ... mereka melihat ketiga pria yang terlihat iri dengan kemesraan nya.
"Kenapa kalian menatap begitu ... ? Li ... jangan kira aku tidak tahu apa yang terjadi semalam ... ?"
Terlihat Asisten Li menundukkan kepalanya saat mendengar ucapan Tian, membuat Galla dan Alan menatap tajam pada arah Asisten Li.
Namun seperti biasa Asisten Li mampu menahan expresi wajah nya, Sehingga Galla dan Alan kini mengincar jawaban dari Tian.
"Kalian cari tahu saja sendiri, lagian ini rahasia ku dan Li seorang" Ucap Tian menahan senyumnya, begitupun dengan Asisten Li.
"Selamat ya ... atas kehamilannya ... semoga ibu dan bayinya selalu sehat" ucap Galla dengan serius pada Leona
"Terimakasih ... " balas Leona dengan senyuman.
"Kakak ipar jangan khawatir, kalau ingin sesuatu tengah malam, langsung katakan saja, kakak ku Tian pasti akan mengabulkan nya" ucap Alan dengan sumringah.
"Kakak juga boleh mengerjai nya, mumpung lagi hamil, kapan lagi mengerjai seorang Tian" bisik Alan pada Leona, membuat Leona tertawa, membenarkan apa yang Alan katakan.
"Apa yang kau katakan pada istriku ...?" tanya Tian saat melihat Alan membisikkan sesuatu pada Leona
"Aku hanya bilang, kalau Kak Tian makin tampan saat istri nya hamil" Alan berkata seraya melihat kearah Leona
"Apa hubungannya kehamilan Leona dan ketampanan ku ... ?" tanya Tian
Sebuah Alan menjawab ucapan keluarga besar Tian datang, mereka mendekat kearah Leona yang duduk bersandar.
"Bagaimana keadaan mu sayang ... " sang Mami mengelus kepala Leona
"Leona sudah sehat Mam ... hanya saja masih dilarang turun ranjang" ucap Leona
"Tian yang melarang mu kan ... ? tidak perlu terlalu posesif Tian, biarkan Leona turun dan menggerakkan tubuhnya" ucap sang Mami
"Dokter yang mengatakan itu, harus banyak istirahat ... " Tian tidak mau kalah sama Maminya.
"Ia ... Mami tahu ... tapi tidak begini juga ... Leona juga butuh menggerakkan tubuhnya agar tidak kaku" Maminya menatap kesal pada putranya.
"Apa yang dikatakan Mami mu benar, memang baik menjaga istri dengan begitu rupa, tapi tidak baik juga membatasi gerakan sang istri yang lagi hamil, biar kami saja yang akan menjaga istrimu, sebaiknya kau bekerjalah ... " ucap Tantenya yaitu Mamanya Mora
"Mama benar, aku juga ada di sini sekarang, aku akan menjaga kakak ipar dengan sangat baik" ucap Mora.
"Aku tidak melihat Veni dari tadi ... ? apakah dia baik-baik saja ... ?" tanya Leona seraya menatap ke arah Asisten Li
"Dia ada diluar Nona" jawab Asisten Li dengan cepat.
__ADS_1
Ya ... Veni memang ada diluar, ia malu untuk masuk, karena bibirnya terasa bengkak, padahal ia tidak melakukan apapun semalam.