Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 236


__ADS_3

Setelah mengantarkan Asisten Li dan Veni ke bandara, Joe kini kembali ke kediaman Tian. Ia harus mendengarkan apa yang sudah di katakan kakaknya. Kata musuh selalu terngiang di telinga Joe, benar, musuh Tian bukan hanya di dunia gelap tapi ... juga dari kalangan bisnis.


Sedangkan Asisten Li sudah terbang ke tempat tujuan. Veni bersandar di tubuh sang suami, karena ia merasa sangat lelah sekali.


''Kenapa kau malah memilih ketempat semacam itu ... ? masih banyak kan tempat yang bagus seperti Amerika atau ... ''


''Tidak, aku hanya ingin tempat yang aman dan damai itu saja, kau tahu ... dimana-mana kau selalu dihantui rasa cemas, cemas akan diriku juga cemas tentang Tuan Tian, tapi ... di tempat ini, kita akan aman, aku harap kau mengerti maksudku'' ucap Veni seraya menyandarkan kepalanya ke dada Asisten LI.


''Aku tahu, terimakasih, karena sudah mencemaskan aku''ucap Asisten Li seraya mencium pucuk kepala Veni.


Ini pertama klinya, ada seseorang yang benar-benar mencemaskan dirinya, benar kata Tian, Istri adalah segalanya. Semakin Li memahami apa yang Tian katakan, semakin besar rasa yang Li rasakan pada Veni.


Apalagi dengan Veni yang tidak memiliki mantan kekasih manapun, Membuat Asisten Li yakin, bahwa mereka memang di takdirkan untuk bersama


*****


''Apa ...  Arita sudah meninggal ... ? kalian bercanda kan ... ?''ucap Jack pada teman-temannya


''Memangnya selama ini kau kemana saja, sejak kejadian itu kau menghilang bagai di telan bumi tau gak ''ucap temannya Jack


''Kalian kan tahu, orang yang sudah Arita singgung adalah Tuan Tian, siapa yang tidak takut beruriusan sama dia, aku masih mau hidup normal kali''ucap Jack


''Lagian kau sih, sudah punya Dinda malah masih mau sama Arita'' ucap temannya Jcak


''Kalian kan tahu sendiri, Dinda tidak mau di ajak begituan, sedangkan aku  ... ah sudahlah, dan yang paling bikin aku gigit jari adalah, Dinda kini sedang bersama dengan salah satu Pandawa lima''ucap lesu Jack


''Itu harus kau terima, sudah cari yang lain saja kalau mau aman, setahuku ... pandawa lima tidak suka dengan bau-bau pengkhianatan, jadi jangan coba-coba, apalagi Dinda juga tidak suka dengan yang namanya selingkuh, mustahil dia akan balikan sama kamu'' ucap temannya Jack


''Kau benar juga, ah sialan baru beberapa kembali berharap Dinda masih sendiri eh, ternyata sudah berdua'' ucap sesal Jack

__ADS_1


''Tapi ... yang aku dengar nih ya ... Dinda ternyata anak kandung Tuan Candra, sedangkan Arita entah anak siapa ...?''ucap temannya Jack


''Benarkah ... ?''tanya Jack


''Udah banyak yang tahu kok kalau masala itu, pokoknya kisah Dinda beberapa bulan yang lalu menjadi sangat trending di berita utama, wajah cantiknya tentu menjadi nilai tambahan untu Dinda, sekarang ia juga sudah melakukan pemotretan dengan Desainer terkenal Marissa''ucap Temannya Jack yang semakin membuat Jack gigit jari


*****


Kehidupan di dalam dunia, tidak ada kekal yang abadi, setiap kegelapan pasti akan ada cahaya yang menerangi.


Dalam hidup ini, jadikan kisah indah kita sebagai kenangan yang mencambuk agar kita terus tersenyum, sedangkan masa sedih jadikan sebuah pengalaman yang akan mengajarkan kita akan arti dari sebuah kesabaran dan keikhlasan.


''Apa yang kau lakukan ... ?''tanya Marissa


''Aku sedang menunggu kak Joe, kamu kok ada di sini''tanya Dinda balik


, Alan membahas hal penting dengan kak Tian, sedangkan Leona menidurkan baby nya''ucap Marissa


''Din, apakah kau bahagia hidup begini ... ? kadang aku iri denganmu, kau dan Joe selalu berkumpul dengan mereka yang tidak punya, apakah sangat membahagiakan ... ?'' tanya Marissa


'Kau benar, ada rasa yang tak bisa kita ungkapkan dengan hanya sebuah kata-kata, Kak Marissa jika ingin ikut kesana ayo ... mereka semua baik-baik, dan juga sekarang mereka sudah tidak dekil. Ada di antara mereka yang punya ke ahlian menghias, memotong rambut dan bergaya kayak model, hanya saja mereka tidak bisa mengembangkan bakat mereka, tapi setelah ini, aku dan kak Joe akan berusaha membantu mereka''ucap Dinda


''Apakah benar, bagaiman kalau kau mengenalkan mereka padaku, siapa tahu mereka bisa di bimbing dan bisa bekerja di tempatku, atau aku akan membuka cabang disini ... ?''ucap Marissa yang sudah merancang keinginannya.


''Kak Marissa selalu mengambil tindakan tanpa berfikir dulu, bagaimana kalau itu akan membuat kakak rugi ... ?'' ucap Dinda


''Setiap bisnis pasti ada untung dan ruginya, tapi memberi pekerjaan yang layak untuk mereka bukankah aku juga berbuat baik ... ? Dinda, aku ingin juga berbagi, siapa tahu mereka bisa mengembangkan bakat mereka, nanti mereka kau ajari cara berfashion dan cara berpose dengan indah, bukankah itu jauh lebih menarik, karena modelnya kita pakai orang lokal bukan dari kalangan artis ataupun wanita kelas tinggi'' ucap Marissa.


Benar juga yang di katakan oleh Marissa, dengan begitu, masa depan mereka akan terjamin.

__ADS_1


"Apakah kakak yakin ... ?" tanya Dinda


"Kak Tian yang akan memutuskan, kau tahu ... dalam hal ini, kak Tian lah ahlinya, oh iya ... By the way, Joe kok lama, jangan-jangan lagi datangin yang nomor dua nih" goda Marissa


"Cih, gak akan ngaruh kak, aku percaya sama kak Joe, jadi gak akan mempan asutan kakak" ucap Dinda


Disaat Marissa ingin berkata, Mobil Joe sudah masuk dalam gerbang kediaman Tian


"Nah, Itu kak Joe" ucap Dinda tersenyum kearah Joe dan bergantian kearah Marissa


"Ya sudah ... karena pangeran mu sudah datang, aku balik ke kamar ya ... " ucap Marissa yang tidak ingin di pandang oleh Joe dengan tatapan selidik nya.


*****


"Mas, Bisa minta tolong gak ... ?" ucap ragu Kamila pada Arsa, yang mana Arsa sedang sibuk di ruang kerjanya


"Katakanlah, Mil" ucap Arsa tanpa melihat kearah Kamila, dan itu semakin membuat Kamila ragu.


Karena tidak ada jawaban dari Kamila, Arsa mengangkat kepalanya dan menatap Kamila.


"Ada apa ... ?" tanya Arsa dengan lembut.


"Laksya demam, bisakah Mas mengantarkan aku ke klinik, aku sudah memberinya obat hanya saja, tidak mempan mas, tapi jika mAs sibuk aku ... aku...." Sebelum Kamila melanjutkan ucapannya, Arsa sudah berdiri di dekat Kamila.


"Apa yang kau katakan, kenapa tidak katakan dari tadi kalau Laksya sakit ... ? kita kerumah sakit sekarang " ucap Arsa seraya berjalan mendahului Kamila.


"Apapun yang menyangkut Laksya, atau pun menyangkut dirimu, jangan ragu untuk mengatakan ya, Karena kalian sekarang adakah tanggung jawabku, jangan asal kasih obat pada anak seusianya, itu tidak baik untuk kesehatan nya" ucap Arsa seraya membuka kamar nya, dimana ia melihat Laksya yang terbaring.


Arsa langsung menggendong tubuh Laksya, benar saja, badannya sangat panas, Arsa dengan tergesa-gesa membawa Laksya, terlihat jelas rasa khawatir di wajah Arsa untuk Laksya.

__ADS_1


__ADS_2