![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Galla dan Angelina yang tadinya juga merasakan syok, kini sudah bisa tertawa lagi.
"Wah Joe ... ternyata pencintamu begitu setia ya ... " goda Galla
"Maaf, aku tidak tahu kalau akan terjadi begitu di sini, lagian kenapa bisa dia datang ... ? kau kan tahu sendiri kalau aku dan dia sudah jadi mantan" ucap Joe kesal
"Aku baru tadi pagi yang bertemu dengannya, dia yang mengajukan diri untuk datang ke acaraku, aku mana tahu kalau dia akan berbuat rusuh, kalau tahu ya ... gak bakal aku ijinkan juga kali Joe" ucap Galla
"Kakakmu menakutkan tau ... dia mengirim Jeni ke wilayah pelosok " ucap Galla
"Gak ngurus aku, iss ... menyebalkan sekali" rutuk Joe
*****
"Udah ... jangan sedih, toh kamu bukan seperti yang wanita itu katakan " ucap Angelina pada Dinda yang masih berdiri di pembatas balkon
"Aku bukan sedih karena itu kok kak, aku tahu ..m wanita itu masih mencintai kak Joe, aku juga gitu dulu, aku hanya sedih karena wanita itu menyesali dengan terlambat " ucap Dinda
"Oh iya, apa yang kau lakukan di dalam ruangan itu bersama Joe, kenapa Jeni berteriak dan menyuruh kalian berhenti" ucap Marissa kepo
"Itu ... itu ya ... " ucap gugup Dinda
"Joe memberinya peringatan, iya ... peringatan ... " ucap Dinda
"Benarkah ... ?" tanya Marissa tidak percaya
"Iya ... benar kak" ucap Dinda meyakinkan
"Nona Leona mana ... aku lihat tadi dia sangat marah, apakah dia marah padaku ... ? aku tahu semua kisahnya, aku ... aku bukan Pelakor kecil itu kak" ucap Dinda menundukkan kepalanya
"Dia tidak marah padamu, dia hanya terbawa emosi saja, makanya Tian yang turun tangan menangani Jeni tadi" ucap Angelina
"Jeni pasti akan menerima perbuatannya, ah acara kakak ku jadi berdrama yang gak jelas" cebik Marissa
"Tidak apa-apa, lagian bisa buat pelajaran juga kan buat kita semua, jadi wanita harus bisa mempertahankan harga diri kita, wanita seperti Jeni sudah tidak punya harga diri, rela mempermalukan diri sendiri hanya untuk seorang pria" ucap Angelina
"Terimakasih ya untuk kakak semua, aku tidak punya siapa-siapa di negara ini, aku hanya punya kak Joe sekarang, dia baik padaku, dan sekarang aku juga punya kalian, Terimakasih ... " ucap Dinda dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
"Ah jangan melow gini dong, mataku gak bisa lihat yang melow-melow" ucap Angelina
Di saat mereka masih terus menenangkan Dinda, suara pintu terbuka membuat ketiga wanita itu mengalihkan pandangannya
"Leona ... mana Veni ... ?" tanya Marissa
"Dia ikut Li untuk menangani wanita itu, bagaimana perasaan mu ... ?" tanya Leona pada Dinda seraya memegang kedua pundak Dinda
"Saya tidak apa-apa Nona, maafkan saya, karena saya ... anda jadi marah tadi"ucap Dinda menundukkan kepalanya
"Hei, kau tidak salah ... dia yang salah, Joe sudah menceritakan semuanya pada ku, Dinda ... aku mengenalmu dari dulu, aku yakin kau bukan wanita seperti itu" ucap Leona
"Terimakasih Nona" ucap Dinda
"Kau memanggil yang lain kakak, sedangkan padaku Nona, jahat sekali kau padaku" ucap Leona seraya pura-pura cemberut
"Terimakasih kakak " ucap Dinda
Leona pun tersenyum saat mendengar kata itu.
Akhirnya ke empat wanita itu bisa tertawa bersama, sedangkan Veni membawa Jeni pergi .
"Cinta yang kau anggap itu hanyalah ke egosian mu, jika kau mencintai Joe saat itu, kau tidak akan meninggalkan nya, setidaknya kau pamitan padanya, memintanya ijon dan menyuruhnya untuk menunggumu, tapi jalan yang kau ambil salah, bahkan ... kau sudah menjalin hubungan dengan pria lain di luar sana, dan itu kau masih bilang cinta pada Joe"ucap Veni dengan sinis.
"Nona Jeni ... pergilah baik-baik, biarkan Joe mengenang mu dengan kenangan yang indah, jika memang Nona mencintai Joe, aku yakin ... Nona akan menginginkan yang baik untuk Joe, dan Dinda lah yang kini Joe inginkan " ucap Jeni menatap sinis pada Jeni.
Tentu Jeni terkejut mendengar penuturan Veni, lalu ia menatap Li yang sedari tadi hanya diam, ia lupa, siapa manusia-manusia yang ada di sisi Joe.
Ia datang kembali pada Joe karena keuangan nya sudah menipis, pekerjaan pun terancam hilang, akhirnya Jeni kembali dengan drama-drama yang sudah ia susun.
Berharap akan berhasil namun nyatanya ia juga diasingkan sekarang.
"Ini termasuk welas asih dari Tuan Tian, jika mau ... Tuan Tian sudah bisa melepaskan nyawamu saat ini juga" hanya kata itu yang keluar dari mulut Asisten Li
'Duh gusti ... apa mengambil nyawa seseorang itu seperti mengambil nyawa nyamuk ... ? seenaknya saja main ambil huh' bathin Veni
"Mengapa kau beri aku rasa ... mengapa kau curahkan semua, sehingga aku berharap hanya akulah yang kau inginkan"bathin Jeni seraya menatap langit yang terasa seakan berada tepat di atasnya.
__ADS_1
"Tunggu ... !" ucap Asisten Li
Jeni mengehentikan langkahnya dan menoleh kearah Asisten Li
"Ini semua dari Joe, dan ini sebagai kompensasi karena sudah pernah masuk dalam hatinya " ucap Asisten Li seraya menyerahkan kardus kecil dan amplop
kardus itu berisi semua kenangan antara dirinya dan juga Joe.
"Dan amplop ini adalah berisi uang, setelah ini kau harus bisa hidup mandiri" itu pesan Joe untukmu
Jeni semakin menangis karena mengingat semua kesalahannya
"Joe belum tahu tentang hubungan mu dengan kekasih mu, kalau dia tahu ... aku tidak bisa memastikan apa yang akan dia lakukan padamu" imbuh Asisten Li
"Salamkan padanya, Maaf " ucap Jeni yang langsung pergi dari hadapan Asisten Li dan juga Veni, ia masuk kedalam bandara dan meninggalkan Negara dimana ia bertemu dengan Joe.
Penyesalan sudah terlambat, Jeni berharap ia masih bisa memperbaiki kesalahannya, tapi apalah daya, group pandawa lima itu paling anti akan sebuah pengkhianatan.
Akhirnya Asisten Li dan Veni sudah memastikan akan kepergian Jeni sesuai dengan keinginan Tian.
"Hufff ... kenapa sulit sekali setia, padahal jika setia itu akan mendapatkan jaminan bahagia " ucap Veni
"Karena setia itu mahal, tak sembarang orang sanggup memiliki nya" ucap Asisten Li seraya menoleh kearah Veni yang berdiri tepat di sampingnya.
Veni tersenyum seraya berkata
"Bukan hanya setia, tapi kepercayaan dan kepekaan juga penting " ucap Veni
"Maafkan aku, karena sudah tidak peka untukmu" ucap Asisten Li
"Aku juga, maaf karena sudah terlalu kekanak-kanakan" ucap Veni Seraya memeluk asisten Li.
Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan Bandara dan kembali ke kediaman Galla.
Dimana semua sudah berkumpul di sana.
*****
__ADS_1
Leona menjadi tersenyum kala melihat Marissa dan Alan yang seperti kucing dan tikus, namun tetap dalam metode mesra