Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 175


__ADS_3

Malam telah tiba, Tian melarang Leona untuk datang ke kediaman Candra malam ini, ia lelah dalam perjalanan, ia tidak ingin hal terjadi pada istrinya.


"Kalian istirahat lah, Angelina ... kau sekamar dengan Veni" ucap Tian yang membuat Galla melotot.


"Kenapa peraturan nya berubah ...?" tanya Galla


"Di sini ada ibu tidak enak pada beliau" ucap Tian yang langsung membuat Galla terdiam.


"Baiklah, kalau begitu ... aku ke atas" Tian berkata seraya meninggalkan mereka semua di ruang tamu.


Seketika tawa Veni pecah.


"Hahhahahahah "


Tawa Veni mengalihkan pandangan mereka semua kearahnya


"Kenapa kalian malah menatapku ...? lihatlah tuh wajah Tuan Galla ... kayak udang kukus, hahahhaah" lagi lagi Veni tertawa membuat Galla malu sendiri


"Kalau begitu, aku pamit dulu, ah rasanya aku ingin cepat-cepat berbaring di ranjangku" ucap Alan yang sudah berdiri dari duduknya.


"Kau istirahat lah ... " ucap Galla pada Angelina


"Kau juga" balas Angelina


Di saat mereka sama-sama naik ke atas, Asisten Li menatap Veni.


"Hei, jangan terlalu lama berduaan, entar yang ketiganya adalah setan" ucap Alan yang masih berdiri di ambang pintu keluar.


Tentu Galla dan Angelina yang mendengar nya hanya bisa menertawakan nya.


"Ah, baiklah ... aku istirahat, menunggumu mengucapkan kata manis, sama saja menunggu waktu tuk berhenti" ucap Veni lalu mencium pipi Assisten Li, dengan cepat meninggalkan Asisten Li


Senyum di bibir Asisten Li terlihat dengan tangan yang memegang pipinya.


Malam telah berganti, Leona sudah siap dengan penampilan nya, begitu juga dengan yang lain.


"Ibu sudah dari sana ... ?" tanya Leona


"Sudah, kau jangan terlalu lelah, pikir kan kehamilan mu" ucap Ibunya Leona


"Pasti Bu ... Tian selalu menjagaku" ucap Leona


Mereka bukan menuju ke rumah Candra terlebih dahulu, melainkan ke pemakaman Arita.


Leona, Veni dan Angelina duduk di sisi makam Arita.

__ADS_1


'Arita ... kali ini aku tidak akan menangis untukmu, ku harap kau sudah tidak merasakan sakitmu lagi, aku salut dengan mu ... kau menceritakan semua sakit mu padaku, karena rasa bersalah mu padaku, aku tidak menyalahkanmu atas hancurnya rumah tanggaku, semua tidak akan terjadi jika Arsa menolak akan rayuanmu, intinya kalian sudah di butakan oleh naf*u kalian, tenanglah di sana'


Bathin Leona


Leona sangat ingat, dimana Arita mengeluh sakit, dimana Arita menumpahkan tangisnya menahan sakitnya.


Tian membantu Leona untuk bangun dari duduknya.


Rasa sakit di perutnya kini terasa lagi.


"Sakit ... ?" tanya Tian saat melihat Leona menggigit bibirnya


Leona hanya mengangguk kan kepalanya pelan.


Asisten Li sudah merasa panik duluan, Saat Asisten Li mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter, Leona melarang nya.


"Tidak usah, aku hanya lelah saja" ucap Leona menghentikan Asisten Li


"Kita ketempat Candra sekarang" ucap Leona pada Tian.


"Kau sakit begini ... tidakkah kau harus istirahat ... ?" Tian memegang pinggang Leona dan membawanya ke mobil


"Sudah tidak sakit lagi, tadi hanya kram saja " Leona berkata seraya tersenyum pada Tian.


Akhirnya mereka pun berkunjung kerumah Candra.


Keesokan harinya.


Tian kini telah mengutus bawahannya untuk meninjau perkembangan proyek yang awalnya ingin ia tangani sendiri.


"Galla ... maafkan aku ... aku tidak bisa menemani mu untuk meninjau proyek besar kita, kau tahu keadaan istriku begini, bawalah Alan dan yang kain bersama mu, jika ada apa-apa, langsung kabari aku" ucap Tian yang tidak nyaman sendiri pada Galla


"Kau jangan berkata begitu, Istrimu jauh lebih penting, apalagi saat ini ia sedang hamil besar, kau jangan khawatir ... tunggulah kabar baik dariku oke" ucap Galla seraya menepuk bahu Tian


"Tian ... kau suami idaman dan suami siaga, sikapmu akan menjadi contoh untukku nantinya" Galla berkata dengan nada serius


"Karena aku begitu mencintai istriku, dia segalanya bagiku Galla, kau juga akan sama, karena kita bersahabat dan tidak suka main perempuan " ucap Tian tersenyum kala mengingat banyak wanita yang mengejar mereka, namun ... Galla tidak seperti Tian yang sangat benci di kelilingi wanita, Galla masih bisa bergaul dengan mereka untuk melebarkan bisnisnya saat itu.


"Semoga kau dan Angelina segera sampai ke jenjang pernikahan " Tian berkata seraya berpelukan dengan Galla.


"Kau tidak ingin memeluk ku Tian ... ?" goda Angelina


yang mana Galla langsung memelototinya.


Angelina tertawa melihat expresi wajah keduanya.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ... kami langsung pergi saja, agar besok bisa langsung bekerja" ucap Galla


"Hati-hati " ucap Tian


"Sampai kan salam ku pada Leona" ucap Angelina


"Pasti, maaf dia tidak bisa mengantar mu" ucap Tian


"No problem " Angelina berkata seraya mengikuti langkah Galla.


Angelina dan Galla pun berlalu, kini pandangan Tian tertuju pada Asisten Li


"Kau juga punya urusan bukan, bawalah Ibunya Veni berobat di sini ... !" ucap Tian


"Saya tidak bisa meninggalkan Tuan sendirian disini" ucap Asisten Li


"Aku ada istriku, pergilah cepatlah urus Ibunya Veni sebelum kalian menyesal" Tian berkata seraya menepuk lengan Asisten Li


"Meski dia hanya ibu asuh, tapi dia juga berarti bagi wanitamu, ingat ... ! perioritas kan wanitamu" Tian berkata seraya terus menepuk bahu Asisten Li.


Lihaonan terharu dengan pemikiran sang Tuannya, ia hanya sekali mengatakan bahwa ia ingin membawa Ibunya Veni ke kota ini, ia tidak menyangka bahwa Tian alan mengingat nya.


"Baiklah, aku ke atas dulu, pergilah besok pagi " Tian berkata seraya menaiki tangga rumahnya


Asisten Li terus saja menatap kepergian Tian.


Lelaki yang selalu ia jaga selama ini, lelaki yang selalu ingin ia lihat bahagia dan tersenyum, kini juga telah memikirkan kebahagiaan untuk nya.


Asisten Li tersenyum lalu duduk seraya menundukkan kepalanya.


Bisa membuat keluarga bahagia adalah salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup ini.


'*Jangan pernah melupakan orang-orang yang sudah membantu saat kita sedang mengalami masalah yang besar. Mereka itu ialah keluarga'


Itulah yang Asisten Li lakukan saat ini pada Tian.


Surga yang nyata saat ini yang bisa kita rasakan adalah rumah kita yang dipenuhi kehangatan dari keluarga kita*.


Asisten Li mengangkat kepala nya, menatap ruang yang kini di tempati Veni.


Mungkin ketidaksempurnaan kita yang membuat kita begitu sempurna satu sama lain.Cinta adalah ruang dan waktu yang diukur oleh hati.Cinta terdiri dari satu jiwa yang menghuni dua tubuh.Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kamu memegang hatiku selamanya.


Asisten Li tersenyum saat hatinya berkata demikian, ia ingin mengungkapkan semuanya pada Veni namun ... bibirnya seakan-akan terkunci untuk berkata.


Memulai jatuh cinta, adalah awal yang sulit bagi seorang Lihaonan.

__ADS_1


Karena selama ini yang ada dalam hati dan jiwanya hanyalah seorang Tian Alvaro


__ADS_2