![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam telah tiba, Dinda menunggu kedatangan seseorang di rumahnya.
Ya ... Joe berjanji akan berkunjung kerumah Dinda untuk membicarakan pembangunan untuk semua orang jalanan.
Udah beberapa kali Dinda mondar-mandir di depan pintu, tapi orang yang ia tunggu tak kunjung tiba.
"Apa dia sibuk ya ... " Dinda berdialog lada dirinya sendiri, bahkan ia melihat ponsel nya tidak ada satupun pesan dari orang yang ia tunggu.
Hanya beberapa lesan godaan dari Arsa.
Dinda tersenyum saat membaca pesan dari Arsa,
'Awas ada setan ... ya ... jangan kebablasan bahas hal yang baik'
Dinda mendelik saat membaca pesan itu, lalu ia membalas nya dengan bibir tersenyum.
'Aku bukan si Arso ya ... yang selalu ada setan nya di dekatnya'
Emoji tawa Dinda kirimkan.
Saat Dinda tertawa, sebuah mobil masuk kedalam pekarangan rumahnya, Dinda segera meletakkan ponselnya di dalam sakunya.
Turunlah pria yang terlihat begitu jutek namun ternyata sangat lah ramah.
"Maaf saya telat nona" ucap pria itu yang ternyata adalah Joe
"Tidak apa-apa tuan, silahkan duduk" Dinda tersenyum mempersilakan Joe untuk duduk.
"Tunggu sebentar" Dinda berlalu meninggalkan Joe sendiri di ruang tamu.
Di situ Joe Melih tidak ada orang sama sekali dirumah ini
Tidak menunggu lama, Dinda keluar dengan nampan di tangannya.
"Nona tinggal sendiri .." tanya Joe
"Ya, kedua orang tuaku ... sudah tidak ada, hanya tinggal aku sendiri" Dinda tersenyum melihat kearah Joe.
"Tapi, aku masih punya ayah satu lagi" imbuh Dinda seraya duduk di depan Joe yang hanya terhalang meja.
Saat Joe ingin mengajukan pertanyaan lagi, Dinda menyelang ucapannya.
"Minumlah dulu, Tuan"
__ADS_1
Kedua nya saling melempar senyuman.
"Baiklah, Nona yakin akan melakukan hal ini ... ? ini akan butuh biaya yang besar jika hanya kita berdua" ucap Joe menguji kesungguhan Dinda, Jika Joe mau ... ia bisa melakukan sendiri tanpa orang lain, tapi Joe tertarik pada wanita di depan nya yang ingin ikut andil dalam pembangunan rumah untuk orang-orang yang hidup di jalanan.
"Saya yakin, Tuan ... saya bekerja hanya untuk saya sendiri ... berbagi mungkin akan. isa membantu mereka, juga bisa buat amalan orang tuaku yang sudah tidak ada" Dinda berkata dengan tatapan penuh kerinduan.
Lama mereka berbincang, sehingga Joe bisa tahu karakter wanita yang ada di hadapannya.
Ia terlihat banyak bicara namun ... penuh pengertian.
Dia tipe wanita yang ceria namun ... banyak menyimpan kesedihan.
Pertemuan pribadi itu telah selesai, Joe pamitan untuk pulang.
"Baiklah ... Ka Joe ... nanti saya transfer uangnya ke Rekening kakak" ucap Dinda saat mengantar kan Joe ke mobilnya.
"Tidak perlu terburu-buru, Kalau begitu ... aku pamit dulu, sampai berjumpa lagi" Joe melambaikan tangannya pada Dinda, dengan penuh senyuman Dinda membalas lambaian tangan itu.
Dinda pun masuk kedalam rumah nya saat sudah memastikan mobil Joe sudah keluar dari pekarangan nya.
Namun ... Joe tidak pergi, ia menelfon seseorang untuk mencari tahu tentang Dinda.
"Secepat nya kau kirim kan data nya" akhir dari percakapan Joe dengan temannya.
"Akhirnya kau tertarik juga pada seorang wanita, jangan seperti kakakmu" ledek orang yang di telfon Joe.
*****
"Apa ada yang sakit ...?" tanya Tian
"Tidak ada, aku hanya ingin turun ke bawah, mau kumpul sama keluarga mu, tidak enak kan kalau aku berdiam diri di kamar" ucap Leona menatap Tian.
"Jangan malam ini, besok tidak apa-apa, kau baru keluar dari rumah sakit, jangan banyak gerak dan banyak lah istirahat" Tian mengelus kepala
Istri nya agar mengerti bahwa Tian ingin. yang terbaik.
"Baiklah ... tapi aku ingin makan sekarang" ucap Leona dengan mimik sok imutnya.
"Kau lapar, baiklah ... tunggulah di sini, aku akan mengambil kannya untukmu" Tian segera mengecup kening Leona karena ini pertama kalinya Leona meminta sesuatu padanya.
Melihat Tian yang berjalan terburu-buru, membuat semua yang ada di ruang tamu berdiri.
"Tian, ada apa ...? kenapa kau seperti terburu-buru ... " tanya Maminya Tian.
__ADS_1
"Apa terjadi sesuatu pada Leona ... ?" tanya Mamanya Mora.
"Tidak, dia hanya minta makan, makanya Tian terburu-buru untuk mau mengambil kannya" ucap Tian.
Yang mana semua keluarga bernafas lega, katena mereka berfikir ada yang terjadi pada Leona.
Papinya Tian tersenyum melihat tingkah anaknya, rasa khawatir nya adalah hal mengingat kan nya.oada dirinya saat istrinya hamil dulu, Sayang nya saat itu Maminya Tian sering ngomel saat hamil Tian.
Tian juga membawa sendiri nampan di tangan nya, ia melarang siapapun untuk menggantikan nya.
"Audah, tidak apa-apa, lagian aku tidak akan terus melayani istri ku kan ...? mumpung aku ada, jadi aku yang akan melayani nya. Besok saat aku kerja barulah kalian yang menjaganya, tapi ... di saat aku datang, semuanya sudah menjadi tugasku, Kalian faham kan ... ?" ucap Tian pada beberapa pembantu yang ada.
"Kami mengerti, Tuan" ucap serentak para pembantu itu.
Sayangnya saat Tian sudah sampai di kamar, ia sudah melihat istrinya tertidur pulas.
Tian menaruh nampan itu di atas nakas, lalu duduk di samping istrinya.
"Sayang, makanannya sudah datang, kau bangunlah makan sebentar" Tian mengelus pipi Leona agar ia bangun.
"Aku gak jadi makan, aku ngantuk" jawab Leona dengan suara yang sangat ngantuk.
Tian menatap wajah lelah istrinya, ia mencium nya seraya berkata:
"Baiklah, nanti kalau kau merasa lapar, bangun kan aku, jangan ambil sendiri ya sayang" Tian berucap tepat di telinga Leona.
Leona hanya menjawab dengan kata Hemm ...
Ia benar-benar berlalu kedalam mimpi nya.
Tian pun memanggil pembantu nya untuk mengambil makanan yang ia ambil tadi.
"Kok tidak di makan ... ?" tanya sang Mami saat sampai di pintu kamar Tian.
"Dia sudah tertidur duluan Mam, apakah orang hamil memang begini Ya Mam ...?" tanya Tian seraya memandang tubuh istrinya yang sudah di selimuti.
"Orang hamil beda-beda, ada yang doyan makan, ada yang tidak bisa makan, ada juga yang emosional, dan juga jangan heran atas perubahan dalam orang hamil, misal perubahan dalam fisik, dalam berbicara, juga dalam keseharian nya, kau harus bisa mengerti akan hal itu" ucap sang Mami nya seraya memberi isyarat pada pembantunya untuk membawa nampan itu ke dapur.
"Apapun perubahan itu, asal tidak membuat Leona tersiksa, aku akan sabar Mam ... karena ku dia akan menanggung semuanya sendirian" mata Tian berkaca kala mengucapkan kalimat itu, Lalu ia memeluk sang Mami seraya berkata
"Terimakasih Mam ... karena Mami sudah mengandung ku dan merawat ku hingga menjadi seperti sekarang, maafkan Tian jika Tian belum bisa membuat mami bahagia" Tian memeluk sang Mami nya
"Mengandung adalah anugerah Tuhan untuk semua Wanita sayang, Wanita akan merasa sempurna menjadi seorang istri saat ia di beri kepercayaan dalam hal kehamilan" Maminya Tian membelai kepala sang anak dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Mohon dukungannya juga untuk Kanaya ya kak, pertama ikut event semoga bisa menjadi seperti Kebangkitan Istri Tersakiti ini. dukung like dan kominnya ya kakak yang baik hati.