Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
PART 206


__ADS_3

Malam telah berlalu, Asisten Li kini terlihat gelisah karena tidak melihat Veni di apartemennya, ia menghubunginya namun tidak di angkat sama sekali.


''Sial,pergi kemana kamu ... jika ingin marah, mending kau caci saja aku, jangan menghilang begini''ucap Asisten Li seraya terus menghubungi satpam yang menjaga apartemen Veni.


Bahkan Asisten Li mencari kerumah kontrakan yang dulu Veni sea, Namun nyatanya tidak ada seorang pun di sana


Asisten Li bahkan putus asa mencarinya, ia hampir saja menghubungibTian untuk menanyakan tentang Veni, Namun ... jika Tian tahu,otomatis Leona akan juga tahu.


''Sayang, ku da di mana malam-malam begini, jangan bikin aku khawatir''ucap lagi Asisten Li


Jam sudah menunjukkan pukul 3 malam hari, sudah 4 jam lamanya Asisten Li berkeliaran di jalan, Namun ... tidak ada tanda-tanda keberadaan Veni


Sedangkan yang di cari sudah terbang ke alam mimpi dengan selimut tebal yang membungkus tubuhnya


Pagi menyapa dengan begitu indah, gadis yang bergeliyat di atas kasur dengan senyuman membuka matanya dengan perlahan, ia terkejut saat ia tidak mendapai seseorang dala ruangan itu.


''Dasar gila kerja ...! awas saja ... jangan harap dapat senyumanku hari ini'' ucap Veni dengan begitu kesal.


Veni pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah itu .. ia turun dengan pakaian yang rapi.


Veni mengambil bebarapa roti dan memanggangnya, ia terlihat tdak semangat.


''Apa pekerjaan lebih penting dariku, sampai-sampai kau tidak pulang dan mencariku''cebik Veni yang meluapkan kekesalannya pada sang roti.


Setelah itu, ia pun pergi dengan hati yang begitu jengkel, ia se


udah memesan taksi online yang akan membawanya ke kantor.


Veni yang selalu ceria kini berubah muram dan tidak ada senyum sama sekali, Veni yang biasanya menari-nari saat memasuki perusahaan kini terlihat terburu-buru.


''Nona, ada salam dari Tuan Asisten Li, jika Nona datang, Nona di minta untuk keruangannya'' ucap resepsionis yang sudah di tugaskan oleh Asisten Li.


Veni hanya menganggukkan kepalanya, lal meninggalkan resepsionis itu dengan terburu-buru.


''Tumben ya Nona Veni tidak ada senyumannya''ucap salah satu yang mengenal karakter Veni


''Aku dengar kalau Nona Veni sudah punya kekasih, mungkin lagi ada masalah dengan kekasihnya''ucap resepsionis kedua


'' Benarkah, padahal ia terlihat begitu cocok sama si Tuan Asisten'' ucap rsepsionis pertama

__ADS_1


Gosip itu tidak berhenti di situ, bahkan Veni juga bertingkah seperti itu pada semua teman divisinya.


''Tuan, Nona sudah datang, hanya saja saya lihat, dia menuju keruangannya''lapor resepsionis itu pada Asisten LI


''Baiklah'' hanya kata itu yang Asisten Li katakan


Asisten melihat jam yang melingkar di tangannya, masih jam 7 kuramg 10 menit, ia masih memiliki waktu untuk keruangannya Veni


''Dasar gadis nakal''umpat Asisten Li seraya membawa kakinya menuju keruangannya Veni


Benar saj, saat ia sudah sampai, ia melihat wanita yang membuatnya tidak tidur semalaman kini telah fokus pada layar laptopnya, tidak adas enyum yang ada guraan kekeksalan di dahinya.


Asisten Li mendekati meja Veni, semua karyawan berdiri dari duduknya untuk memberi hormat pada Asisten Li, kecuali Veni


''Apa sebegitu fokus sehingga tidak menyadari keberdaanku ...?'' ucap Asisten Li seraya sedikit menundukkan kepalanya agar ucapannya terdengar oleh Veni, namun lagi-lagi Veni mengabaikan Asisten Li


Asisten tersenyum melihat tingkah Veni yang semakin imut jika ia marah


Veni pun berdiri dan meninggalkan Asisten Li yang masih berdiri di mejanya


''Wah, Veni berani banget ngacangin Asisten Li, alamat akan kena hukuman besar nantinya''bisik teman seruangan Veni


''Kau benar banget, kalian nyadar gak sih ... udah sering banget loh, Asisten Li kemeja Veni, apa  jangan-jangan Asisten Li menyukai Veni ya ...?'' bisik lagi mereka yang ternyata banyak membenarkan ucapan temannya


''Apa jangan-jangan Asisten Li yang menyukai si bar-bar itu ya ...?''ucap lagi yang lain


Tentu Asisten sudah pergi mengikuti langkah Veni yang ternyata keruangan kepala divisi


Tanpa mengetuk pintu, Asisten Li membuka pintu ruangan itu, sontak  membuar kedua manusia yang ada di ruangan itu terkejut, hampir saja keyua divisi itu marah,namun saat melihat siapa yang datang, ia malah berdiri takzim


''Tuan Li, apakah ada sesuatu  yang anda inginkan ... ?''tanya kepala divisi itu yang bernama Yogo


''Tuan Yogo, bisakah aku pinjam ruanganmu dan juga karyawanmu itu sebentar, ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya''ucap Asisten LI


''Tentu ... tentu boleh Tuan''ucap Yogo seraya melihat kearah Veni yang tidak bergeming sama sekali


Setelah berkata seperti itu,dan melihat Veni dan Asisten Li bergantian, Yogo pun keluar dan satu kalimat yang membuat Yogo bertanya-tanya, 'Tutup mata dan telinga, anggap kau tidak melihat dan mendengar apapun tentang kami'


Veni memilin bajunya bagian bawah tanda ia gugup

__ADS_1


''Tidur dimana semalam ...?''tanya Asisten Li


''Itu bukan pertanyaan tentang pekerjaan, jadi ... saya tidak wajib menjawabnya,Tuan!''ucap Veni


Terdengar Asisten Li menghela nafasnya, jika seperti ini ... Veni akan susah di bujuk


''Saya rasa, kita tidak punya kepentingan untuk di bahas,kalau begitu ... saya permisi,Tuan''ucap Veni


Benar saja ... Veni sudah keluar dari ruangan itu dan menuju ke mejanya


''Ven ... kau baik-baik sja kan ...?'' tanya teman Veni


''Aku baik-baik saja, memangnya kenapa ...?''


''Ya ... enggak kenapa-kenapa sih, hanya saja hari ini senyummu tidak ada, kau tahu ... hari tidak akan ceria tanpa senyumanmu tau ...!''ucap teman Veni


''Alah ... bilang saja kau kepo, kenapa Asisten Li  sering kesini iya kan ...?'' tebak Veni yang langsung membungkam teman-temannya.


Setelah mengatakan itu, Veni tersenyum dan melakukan tugasnya kembali.


Itu yang membuat Veni banyak yang menyukainya,dia rajin, ramah dan juga tidak sombong


*****


''Apa ada masalah ...? kenapa dengan wajahmu ... ?''tanya Tian


''Tuan.saya ingat saat itu Nona Leona pernah ngambek,Tuan membujuknya dengan cara apa ... ?''tanya Asisten Li


Bukan jawaban yang Asisten Li dapatkan,tapi tawa Tian


HAHAHA ... HAHAHA ... HAHAHA


"Kenapa Li ... apakah dia ngambek padamu sekarang ... ? memangnya apa yang kau lakukan ... ? sampai dia begitu, setahuku dia ceria orangnya" ucap Tian yang masih tertawa


"Semalam dia minta pulang, tapi saya masih fokus bekerja Tuan" Asisten Li tidak pernah berbohong pada Tian.


Tian berhenti tertawa, lalu menatap Asisten Li


"Untuk kemudian hari, perioritas kan wanitamu" ucap Tian serius

__ADS_1


"Akan saya usahakan Tuan" ucap Asisten Li


"Jangan usahakan, tapi harus di pastikan " ucap Tian serius.


__ADS_2