Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 212


__ADS_3

Semua orang sudah banyak yang datang di acara pertunangan megah itu, pertunangan antara dua pembisnis yang sama-sama memiliki nama tinggi di bagian dunia bisnis, Abi manyu yang terkenal akan kerjasama nya dengan perusahaan Tian, begitu juga dengan Galla, persahabatan antara ketiga perusahaan itu selalu menjadi pusat perhatian semua orang, dan ternyata keduanya menjalin hubungan asmara hingga menuju ke jenjang yang lebih serius.


"Veni ... aku merindukan mu loh, ah senangnya bisa lihat kalian, terlihat serasi loh, yang satu penuh senyum, yang satu tiada senyum, ibarat gula dan jamu, Kau gulanya dia jamunya, pahit sekali melihat dia" ucap Marissa pada Veni seraya memeluknya


"Hahahaha kau benar sekali Nona Marissa, jika dia tersenyum sedikit saja, maka senyumnya akan mengalahkan senyumnya gula, coba saja kalau gak percaya " ucap Veni seraya menatap Asisten Li yang berdiri di dekatnya, tentu Asisten Li tersenyum mendengar ucapan Veni, Betapa terkejut nya Marissa saat melihat senyum Asisten Li.


Senyumnya indah banget, tapi hanya di tunjukkan pada Veni, so sweet banget sih, pikir Marissa.


"Ah, si kaku ... kau bisa senyum juga ... Veni ... kau hebat banget sih " Marissa tidak percaya kalau Veni begitu bisa mengontrol Asisten Li, selain Tian tidak ada yang bisa memberi perintah pada Asisten Li


"Terimakasih Nona Marissa, atas keramahan yang anda berikan pada kami, Veni adalah orang yang paling spesial dalam hidup saya setelah Tuan Tian, tentu saya akan berusaha memberikan yang terbaik padanya, datanglah ke acara pernikahan kami nanti bersama tuan Alan" ucap Asisten Li


"Ya ... pasti ... ! pasti aku akan hadir untuk memberikan selamat pada pasangan fenomena ini hahhaha " ucap Marissa


Veni ikut tertawa mendengar candaan Marissa


"Kak Tian mana ... ?" tanya Marissa


"Dia akan datang bersama Nyonya Diana dan Tuan Al Varo" ucap Veni


"Owh ... sekarang kalian nikmatilah hidangan nya, Aku tinggal ya ... aku mau lihat calon iparku, kau mau ikut ... ?" tanya Marissa pada Veni


"Apakah boleh ... ?" tanya Veni pada Asisten Li


"Asisten Li tersenyum kembali lalu mengusap


pipi Veni seraya berkata


"Boleh" jawab Asisten Li


Bukan kata boleh yang menjadi sorotan Marissa tapi ... kemesraan yang Li tunjukkan yang membuat Marissa tercengang.


"Hei, ayo ... kenapa terkejut sampai segitunya ... ?"tanya Veni


Sedangkan Asisten Li sudah menjauh dari mereka dan menyapa beberapa orang yang ia kenal, tentu mereka dengan ramah menyambut Asisten Li, karena tahu ... Asisten Li kaki tangan Tian, bayangan Tian, dan wujud Tian di layar depan.


Marissa dan Veni kini menuju ke ruangan dimana Angelina di rias, saat mereka melewati beberapa orang, Marissa melihat Dinda dan Joe.


"Sebentar ya ... kota punya teman baru " ucap Marissa yang langsung menghampiri Joe dan Dinda yang di ikuti oleh Veni.

__ADS_1


Veni tahu Dinda tapi tidak begitu akrab


"Hai, kalian juga sudah datang, Joe ... aku bawa Dinda ya ... " ucap Marissa


"Baiklah, aku akan menemui kakak" ucao Joe pada Dinda


Dinda hanya tersenyum kikuk pada Joe, apalagi menerima pandangan Veni.


"Sudah Ayo ... " Ucap Marissa seraya menarik tangan Dinda


"Kalian pasti sudah saling kenal kan ... ? Ven ...ini Dinda kekasih kecil Joe, calon adik ipar kamu" ucap Marissa pada Veni


"Dinda ... ini Veni, Kakak iparmu, kau harus hormat padanya biar gak di pecat duluan jadi adek ipar " ucao Marissa dengan candaan nya, tentu Veni dan Dinda juga ikut tersenyum


"Hai, aku Veni" ucap Veni mengulurkan tangannya


"Dinda Kak" jawab Dinda seraya menerima jabat tangan Veni


"Ah, baiklah ... sekarang kita jemput wanitanya" ucap Marissa


"Tidak kah kita menunggu Bu Leona " ucap Dinda, yang tahu dari Joe bahwa Leona dan Tian sudah ada di perjalanan menuju ke tempat


"Langkah kedua nya terhenti


"Benarkah, kalau begitu kita tunggu saja me ... " sebelum Marissa melanjutkan ucapannya, ia sudah melihat dua sosok yang di kerubungi banyak orang, tentu itu adalah Tian dan Leona, terlihat Asisten Li dan Joe yang mengawal dan mencegah banyak tamu yang ingin mendekati Tian dan Leona, Leona bahkan kesulitan untuk berjalan karena banyaknya tamu yang ingin mendekati dua pasangan terhebat itu, apalagi mengingat Aksi Leona saat melawan beberapa penjahat itu.


"Ah, kau benar ... Ah dia semakin cantik kan ... ? meski makin berisi " ucap Marissa tersenyum menatap Leona dan Tian.


Tentu Tian tetap memakai sarung tangan, menyiapkan segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi.


"Kak Tian ... Hai Na ..." sapa Marissa


Marissa awalnya ingin memanggil Leona juga kakak, hanya saja Leona merasa kurang akrab


"Hai juga, apakah kakak mu belum turun ... ?" tanya Tian


"Ini aku mau ke ruangannya kak, eh kalian datang gak jadi dah" ucap Marissa


"Ayo aku ikut kalau mau menjemput Angelina, dia pasti gugup saat ini" ucap Leona

__ADS_1


*****


"Na ... aku gugup sekali" ucap Angelina memeluk Leona


Wanita yang sudah di anggap sangat berpengalaman dan dewasa itu, pasti bisa memberi arahan pada Angelina


"Tidak perlu gugup, kau anggap saja dirimu adalah ratu yang akan datang menjumpai rakyat mu" ucap Leona


"Ckkk, kalau rakyat nya seperti suamimu, aku pasti akan malu juga Na ...." ucap Angelina tertawa.


"Terimakasih ya untuk kalian juga, kalian sudah datang menemani ku" ucap Angelina yang sedari tadi hanya ditemani sang Mama


"Terutama untuk Marissa adik kesayangan kami, terimakasih ... kau tahu Na ... dia sendiri loh yang mendesain semua dekorasi dan kostum acara ini, hebat ... !" ucap Angelina memeluk Marissa


"Jaga kakak ku, rawat dia dengan baik, beri dia kebahagiaan, dia kesayangan ku, " ucap Marissa yang kini menjadi melow


"Pasti, aku juga mencintai kakak mu" ucap Angelina


*****


Alan yang kini menjadi pendamping Galla juga terlihat keren tak kalah dari sang mempelai.


Semua mata tertuju pada Galla dan Angelina yang turun dari tangga yang berbeda.


Angelina menatap ke arah Galla begitu juga dengan Galla, tatapan mereka terkunci satu sama lain, seraya saling menuruni tangga.


Sesampainya di bawah, Galla memeluk Tian


"Terimakasih karena sudah hadir " ucap Galla dalam pelukan Tian


"Tentu aku hadir, sahabat ku akan bertunangan, tentu aku juga akan datang" ucap Tian


"Calon mu cantik, tapi lebih cantik lagi wanita yang ada di sampingnya " ucap Tian seraya menatap istrinya


"Ckkk ... ya ... istrimu memang yang paling cantik" ucap Galla


Semua yang ada di situ tertawa.


Galla mendekati Angelina dan membawanya ke tempat yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Acara memakai kan cincin pertunangan itu pun sudah selesai, semua memberi tepuk tangan untuk kedua pasangan itu, dan memberi selamat, di saat pembawa acara sedang memberi arahan, tiba - tiba ada seseorang yang mengambil microfon sehingga mengalihkan perhatian semua orang.


"Selamat malam semuanya, selamat untuk pasangan Tuan Galla dan Nona Angelina, aku pribadi ikut bahagia melihat hubungan kalian, Dan untuk semua ... seharusnya aku juga demikian dengan kekasihku, tapi ... tiba-tiba ada seorang Pelakor yang datang dan merusak segala impian yang kami rajut bersama " ucap wanita itu dengan air mata yang sudah jatuh.


__ADS_2