![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
mendengar ancaman itu Marisa langsung terbangun matanya melotot saat mendapati wajah Alan yang sudah berada tepat di atas wajahnya.
Seketika Marissa terkejut hingga kakinya menendang kaki Alan, terjadilah ciuman di pagi hari,ciuman itu tepat di bibir Marissa.
Mereka sama-sama terkejut sehingga melupakan bahwa bibir mereka masih menyatu.
menyadari apa yang kini terjadi ... dengan segera Alan mengangkat tubuhnya menjauhi Marissa, Ia turun dari ranjang di mana Marissa masih terlentang.
"sialan kau Alan ... "teriak Marisa saat iya sudah sepenuhnya sadar.
Marissa langsung bangun lalu mengejar Alan yang berlari karena menghindari Marissa yang ingin memukul nya.
Alan berlari menuruni anak tangga hingga keruang tamu, di situlah mereka saling bet kejaran, mengelilingi kursi ruang tamu sehingga Alan menyerah dan terduduk di sofa.
"Aku nyerah ... aku nyerah ..."ucap Alan dengan nafas ngos-ngosan.
"Kau berani mengambil ciuman pertama ku hiks ... hiks ... kau jahat Alan ... "teriak Marissa seraya memukul Alan.
"Hahahahha ... "gelak Alan pecah, mendengar Marissa bilang kalau itu adalah ciuman pertamanya.
"Kau ingin membohongi ku?"ucap Alan dengan tawanya.
"aku kan menjaga ini untuk kak Tian",, ucap mari sayang akhirnya duduk di dekat Alan.
"Ah ... Alan ... kau sialan ..."teriak lagi Marissa seraya menyentak kan kakinya ke lantai.
"Aku akan tanggung jawab"ucap Alan.
"Aku tidak ingin kau tanggung jawab"jawab Marissa cepat.
"Iss ... kalau tahu gitu, aku perkosa saja kau tadi, toh kamu tidak mau aku tanggung jawab"ucap Alan dengan asal, membuat Marissa mendelik lalu memukul ya bertubi-tubi.
"Hahahahaah ... ampun Mar ... udah aku udah telat banget ke kantor, kau mau ke butik apa tidak sih"ucap Alan menangkap kedua tangan Marissa.
Membuat pandangan kedua manusia itu beradu dengan sangat intens.
Cup
"Ku ambil kembali ciuman pertamaku"ucap Marissa seraya melepaskan tangannya lalu melangkah pergi meninggalkan Alan yang masih termangu.
"Gila ... cewek memang semuanya gila"gumam Alan seraya masih memegang bibirnya.
"Eh ... aku tidak akan kebutik, aku masih lelah hati dan fikiran, kau pergi saja aku akan di sini sampai kau datang"ucap Marissa dari atas.
Mau tidak mau Alan mendongakkan kepalanya seraya berkata.
__ADS_1
"Oke My baby"ucap Alan seraya tersenyum ke arah Marissa.
"Alan .... siapa yang Baby mu"teriak lagi Marissa, namun ... Alan sudah melangkah keluar dari pintu apartemen itu.
Hatinya kini berbunga, ia bersiul sepanjang perjalanan.
*****
"Sudah sampai Nona Tian"ucap Tian pada Leona.
Tian turun lebih awal dan membukakan pintu untuk Leona.
"Kenapa kau lakukan ini?"ucap Leona pada Tian yang masih memegang pintu mobil.
"Karena kau wanita yang ingin aku layani mulai sekarang sampai kita menua"ucap Tian dengan senyuman nya, hanya dengan perhatian kecik, wanita akan luluh.
Leona pun keluar dari mobilnya Tian, bersamaan dengan tibanya sebuah mobil yang tidak asing bagi Tian dan juga Leona.
Leona terus menatap mobil yang baru tiba itu, ada rasa takut dan gelisah, karena dirinya sebagai karyawan bisa datang seterlambat ini.
Wanita yang masih cantik di usianya yang saat ini pun keluar dari mobilnya, ia tersenyum pada arah Tian dan Leona.
"Hai Na ..."sapa Nyonya Diana.
"Hai Mam ..." sapa Tian yang mana membuat Leona langsung menatap ke arah Tian,
"Kau ... nakal sekali membawa karyawan ku sampai jam segini"ucap Nyonya Diana seraya menjewer telinga Tian, hilang sudah Tian yang dingin dan angkuh itu.
"Mam ... lepas, bagaimana kalau ada yang lihat"ucap Tian seraya melepaskan tangan Mami nya dari telinga nya.
"Na ... ayo masuk, jangan hiraukan anak nakal ini"ucap Nyonya Diana seraya menggaet tangan Leona yang masih menatap Tian penuh tanya.
"Kau akan mendapatkan jawaban nya kalau sudah masuk kedalam"ucap Nyonya Diana seraya tersenyum pada Leona.
Benar saja, saat Nyonya Diana, Tian dan Leona masuk semua karyawan masuk,dan menundukkan kepalanya.
Namun Nyonya Diana sama dengan Tian, tidak bergeming dengan tatapan kagum mereka, hanya Leona yang terlihat kikuk saat ini.
Sekarang Leona sedah masuk kedalam ruangan Nyonya Diana.
Tian mengambil tangan Leona dan mengajaknya duduk di sofa bersama nya, sedangkan Nyonya Diana sudah duduk di kursi kebesaran nya.
"Mam ... jangan lihat seperti itu, lihatlah ... calon mantumu sampai ketakutan begini"ucap Tian yang semakin menambah Leona terkejut.
'Jantungku ... kenapa seperti nya aku sekarang terkena serangan jantung mendadak ... Tian memanggil Nyonya Diana Mam ... ?' ucap Leona dalam hati.
__ADS_1
"Kau yang membuatnya takut Tian"ucap Nyonya Diana.
"Na ... tante dengar ... Marissa meminta untuk di buatkan sebuah perhiasan milik Nona Rosa De"ucap Nyonya Diana.
"Iya Nyonya"ucap gugup Leona.
"Panggil Mommy maksud ku Mami"ucap Tian.
Membuat Leona melihat kearahnya lagi.
"Maafkan aku, sebenarnya ..."
"Sebenarnya Tante adalah Mami nya Tian,ei anak nakal ini"ucap Nyonya Diana yang membuat Leona terkejutnya dan membelalakkan matanya serta mulut nya tanpa sadar menganga, namun dengan di tutupi oleh kedua tangannya.
"Maaf ... aku tidak mengatakan dari awal, tapi ... aku tidak berbohong ya ... Mami memang temanku"ucap Tian menggenggam tangan Leona.
Leona berusaha melepaskan tangan dari pegantian namun semakin ia berusaha semakin Tian mengerat kan.
"Tian ada Nyonya Diana ..." bisik Leona
"Tidak apa-apa Na ... kalau begitu kalian lanjutkan pacaran kalian, kalau bisa segera buatkan mami cucu yang banyak mami keluar dulu untuk melihat para karyawan"ucap sang Nyonya Diana yang kini benar-benar meninggalkan Leona dan Tian dalam ruangannya.
Leona menatap tajam Tian, ia merasa sangat kesal pada Tian saat ini.
Bisa-bisa nya ia merahasiakan kalau ternyata ibunya lah yang menjadi bos nya saat ini.
"Jangan marah oke, aku minta maaf"ucap Tian seraya memegang kedua telinga nya.
"Kenapa tidak jujur dari awal" ucap Leona Seraya menundukkan kepalanya.
"Maafkan Aku" ucap Tian.
"Ada yang ingin kau katakan lagi ...? apa masih ada rahasia lain ... ?"ucap Leona.
"Tidak ada, tidak ada lagi yang aku rahasiakan darimu, perusahaan ini memang milik Mami ...tapi aku sudah menganggap Mami sebagai temanku, jadi aku tidak berbohong kan?" ucap Tian membela diri.
"Tapi ... aju merasa tidak enak pada Mami mu" ucap Leona.
"Kenapa ... ? mami sangat menyukai mu kok, bahkan dia selalu bercerita tentang mu pada papi"ucap Tian meyakinkan Leona.
*****
Jam makan siang telah tiba, Arsa menunggu Dinda di depan ruangan Dinda.
Dinda bisa melihat Arsa yang terus berdiri Seraya menyandarkan tubuhnya di tiang yang ada di depan ruangannya.
__ADS_1
'*apa yang harus aku katakan padamu Arsa ... Arita memanglah bukan wanita yang baik, aku bahagia dan senang melihat dan mendengar kalau kau sudah ditinggalkan olehnya,
selama ini bukan hanya kau yang menjadi lelakinya, aku kecewa padamu ... karena kamu menghianati wanita sebaik Ibu Leona, tapi ... melihatmu saat ini ... aku merasa sangat kasihan' ucap Dinda dalam hatinya*.