![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Pesta malam itu akhirnya berakhir di sebuah kamar bagi Tian dan Leona.
Benar saja, Asisten Li yang mengurus segalanya, bahkan urusan perusahaan Perhiasan milik Mami nya Tuannya, dia yang handle, sungguh malam yang meleleh kan bagi seorang Asisten Li.
Pagi telah tiba, kedua insan yang berbaring di tempat yang berbeda itu kini masih memejamkan matanya, karena semalam Tian menggoda Leona hingga larut.
Saat mata Tian terbuka, ia langsung melihat tubuh mungil di dalam selimut, Tian tersenyum dan bangkit dari sofa dimana ia tertidur.
Tian mendekati tubuh itu den mendekat kan wajahnya untuk melihat langsung wajah wanita yang begitu ia cintai.
"Cantik ... tidak ... terlalu cantik, seharusnya menjadi seorang artis atau model, cih ... kalau begitu ia akan di tatap oleh banyak mata, tidak ... tidak ... Tian, jangan biarkan itu terjadi, biarkan saja dia pada cita-cita nya, jangan biarkan dia menjadi model perhiasan sekalipun" ucap Tian seraya terus menatap wajah Leona yang masih terpejam.
"I love you"ucap Tian seraya mencium pipi Leona.
Tian pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah puas memandang wajah Leona.
Sampai ia keluar pun, ia masih mendapati wanita itu nyenyak dalam mimpinya.
Sehingga saat suara ketukan pintu terdengar,
dengan segera Tian membukanya, ia tidak ingin tidur Leona terganggu karena suara itu.
"Tuan"ucap Asisten Li yang sudah membawa paper bag di tangannya.
"Kau kekantor lah dulu, mungkin aku akan sedikit telat"ucap Tian seraya mengambil paper bag dari tangan Asisten Li.
"Baik Tuan, ini kunci mobilnya"ucap Asisten Li yang tidak ingin bertanya, karena dia sudah faham tanpa harus bertanya.
Tian pun menutup pintu kamar itu, sedangkan Li masih mematung di tempat yang sama.
'Apakah jatuh cinta bisa mengubah seseorang dalam sekejap? Tuan sudah banyak berubah akhir-akhir ini, iss ... mengerikan sekali jatuh cinta itu'
Ucap Asisten Li seraya meninggalkan tempat itu dan menuju ke kantornya.
Tian duduk di samping Leona dengan setia saat ia sudah rapi dengan pakaian kerja nya.
Beberapa menit berlalu, Akhirnya ada gerakan dari tubuh yang kini Tian genggam tangannya.
Benar saja, saat Tian mengecup punggung tangan itu, si pemilik membuka matanya dengan susah payah.
Saat Leona melihat matahari sepertinya sudah sangat tinggi, ia segera duduk tanpa menyadari kebersamaan Tian.
__ADS_1
"Astaga ... "ucap Leona.
"Hai ... tidak apa-apa, masih jam 8 kok, kau jangan begitu"ucap Tian mengelus kepala Leona.
"Kenapa tidak membangun kan aku ... ?"ucap Leona.
"Kau seperti nya sangat kelelahan, jadi kau tidak tega membangunkan mu"ucap Tian yang terus mengelus kepala Leona.
"Aku ada janji sama Nyonya Diana"ucap Leona menunduk.
"Nyonya Diana akan datang jam 9, aku sudah menghubungi nya, jadi ... jangan cemas lagi oke"ucap Tian seraya mengecup kepala Leona.
"Baiklah ... sekarang kau mandilah dan setelah itu kita sarapan"ucap Tian.
"Kau juga melewatkan sarapan mu hanya karena aku, maafkan aku, ini ... pertama kalinya aku bangun sampai jam segini sumpah ... !!!"ucap Leona.
"Tidak apa-apa, beneran"ucap Tian seraya tersenyum pada Leona.
"Baiklah ... aku mandi ya ..."ucap Leona.
"Mau ku bantu ...?"tanya Tian.
"Eh ... tidak, tidak perlu"ucap Leona seraya mempercepat langkahnya menuju ke kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Leona sudah keluar dari kamar mandi dengan baju kimono nya.
"Ini pakaian kerjamu"ucap Tian menyerah kan paper bag pada Leona.
Dengan segeralah Leona mengambil baju itu dan memakai nya di ruang ganti.
Setelah itu mereka menikmati sarapan pagi mereka yang tertunda.
"Kau mau apa ambil ponsel?"tanya Tian saat melihat Leona tergesa mengambil ponsel mya.
"Aku mau memesan taksi online saja, biar cepat"ucap Leona.
"Tidak perlu, aku akan mengantarmu"ucap Tian seraya mengambil ponselnya Leona.
"habiskan sarapan mu, kau punya penyakit jangan sampai kumat"ucap Tian seraya menyuapi Leona.
Apakah dengan perhatian sebegitu rupanya Leona tidak akan luluh ... ? ya pasti dong luluh, Author saja luluh banget kok, malah ngarep kalau Author di perlakukan begitu juga sama pasangan Author wkwkwkkwkw.
__ADS_1
*****
Sesuai janji, Dinda mendatangi perusahaan bibinya Arsa, guna jiga melamar pekerjaan.
Nasih baik berpihak pada Dinda, ia menjadi salah satu karyawan di divinisi pemasaran.
"Arsa ... terimakasih ya ... karena sudah membantuku"ucap Dinda.
"Tidak ... aku tidak membantumu, kau yang sudah melakukan dengan baik, selamat bekerja Bi Dinda"ucap Arsa seraya menundukkan kepalanya selayak nya bawahan pada atasan.
"Arsa ... jangan begitu dong, kita teman kan ... "ucap Dinda.
"Teman saat di luar perusahaan, Baiklah kalau begitu selamat bekerja, dan aku juga mau lanjutin kerjaan aku, jam makan siang, aku tagih janjimu"ucap Arsa seraya berlalu dari hadapan Dinda dengan lambaian tangannya.
Arsa berjalan mundur belakang seraya terus melihat kearah Dinda.
Dinda juga melambaikan tangannya pada Arsa dengan senyum di bibirnya.
Roda kehidupan akan selalu berputar, tidak tahu siapa yang akan jatuh setelah ini, kita bisa mengambil pelajaran dalam kisah Arsa, semua yang ia raih bersama sang istri, kini harus hilang seiring nya pengkhianatan yang telah ia lakukan, jadi berfikir lah untuk melakukan segala hal, apalagi dalam sebuah mengkhianati seseorang yang sudah berjuang bersama kita dari Nol, sekarang Arsa harus memulai dari awal ia dulu sebelum ada Leona dalam kehidupan nya.
Saat Arsa sedang mengepel semua lantai, ia teringat akan mantan istrinya itu.
'Kau pasti sangat bahagia sekarang, apakah kau masih mengingat ku, maafkan aku Na ... ku harap masih bisa melihat mu, melihat senyummu, meski semua itu sudah bukan untukku, aku merindukan mu Leona sayang'
Ucap Arsa seraya memandang foto Leona yang masih ada di dalam ponsel nya.
Menyesal sudah percuma, bahkan hukuman ini masih kurabg untuk seorang pengkhianat.
Andaikan ... Andaikan dan andaikan ...
semua itu sudah percuma bagi Arsa, karena Leona tak kan kembali pada seorang yang berkhianat.
*****
"Kau tidak mau bangun? ini sudah jam 8"ucap Alan pada Marissa.
"Sebentar lagi, aku masih mengantuk kak"ucap Marissa dengan mata masih tertutup.
"Dasar manja ... !! ini nih hasil didikan Galla, tidak disiplin sama sekali"ucap Alan.
"Hei ... gadis bodoh, bangun ... di sini bukan rumah mu, aku juga harus berangkat kerja, gara-gara kamu pagi ini aku telat"ucap Alan seraya menyingkirkan selimut dari tubuh Marissa, namun ... Marissa menarik lagi selimut itu hingga menutupi tubuhnya.
__ADS_1
Dengan geram Alan naik keatas ranjang, dan membalikkan tubuh Marissa hingga terlentang, seraya berkata.
"Kalau kau tidak bangun ... aku akan mencium mu Nona Marissa"ucap Alan tepat di atas wajah Marissa.